Sebatas Istri Bayaran

Sebatas Istri Bayaran
Spread Your Legs


__ADS_3

Area bocil dilarang masuk


đź’žđź’ž


Dan tanpa di sangka Alana naik ke atas ranjang, dengan lututnya bertumpu hingga posisinya berada di depan milik Dave.


Dave mengerang saat Alana menggenggam miliknya yang sudah tegang maksimal itu dan tanpa terduga, Alana menundukkan kepalanya memasukkan milik suaminya ke dalam mulutnya.


“Sayang....”


Dave terkesiap namun tak bisa menolak di sana, ia mengambil sejumput rambut istrinya. Membiarkan Alana melakukan apapun yang ia inginkan.


Dave merasa tak tahan, hingga ia merasa tak ingin kalah dari mulut Alana. Lalu perlahan menarik tubuh istrinya agar bangun. Alana pun menghentikan kegiatannya, ia terlihat sangat sexy dengan rambut acak-acakan dan bibir yang memerah basah. Alana menduduki pinggul suaminya hingga ia bisa merasakan bukit gairah masih tegak di bawahnya.


Dave dengan cepat membalikkan keadaan posisi hingga Alana yang kini berada di bawahnya. Kedua mata mereka saling beradu, ada rona merah yang tersembul dalam pipi perempuan itu. Dave tersenyum kemudian mencium kening istrinya.


“Walau ini yang kedua, tapi aku tetap ingin menjadi yang berkesan. Kamu tidak terpaksa kan, sayang?”


Alana menggeleng. “Tentu saja tidak. Ayo!”


Dave tersenyum, merapikan rambut istrinya yang berantakan lalu mengelus bagian sisi wajahnya. Hal itu membuat Alana merasa nyaman.


“Satu lagi, kamu harus tahu jika aku sangat mencintaimu.”


Elusan tangan Dave berpindah, kini dari Pipi, bibir, leher dan puncak dadanya. Me re mas dari lembut ke kasar, lalu me mi lin dan sesekali menggigitnya, sambil tak lepas matanya memaku pada mata Alana yang bergerak gelisah. Ah! Mengapa Dave begitu paham di mana titik sensitif perempuan.


“Dave.." Alana mengerang saat Dave terlalu kuat mengigitnya. Dave mengangkut wajahnya, sementara Alana mengulurkan jemarinya menyentuh wajah suaminya.

__ADS_1


”Boleh kan sayang?”


Alana mengangguk cepat. “Hayo buruan.”


Dave terkekeh mendengar jawaban istrinya.


“Spread your legs..” bisiknya yang langsung membuat wajah Alana memanas. Namun, tak ayal ia pun mengikuti perintah suaminya.


Oh ayolah! Ini bukan yang pertama namun tetap saja Alana merasa malu. Bak anak gadis yang baru mau melepaskan keperawanannya. Ingatkan Alana tentang bagaimana dulu saat pertama kali Dave menyentuhnya, meski dalam pengaruh obat sekalipun lelaki tetap memperlakukannya dengan lembut. Apalagi kini dalam keadaan sadar sepenuhnya?


Alana mengalungkan kedua tangannya di leher Dave, sengaja agar suaminya lebih dalam menciumnya. Sementara jari lelaki itu bermain di area bawah sana, sebelum memulai hidangan utama. Pinggul Alana otomatis terangkat mengikuti permainan jari Dave.


Sementara Dave melabuhkan ciumannya di sela perpotongan leher Alana hingga tulang selangka memberi tanda di sana. Hisapannya pun tak sepelan tadi, sepertinya Dave memang tidak tahan lagi.


Hingga beberapa kali Alana memekik, mengerang, dan men de sah tak karuan. Mana kala ia merasakan sesuatu yang lebih besar dari jari suaminya mulai menyeruak masuk.


Ucapan Alana terhenti saat Dave berhasil memasuki dirinya dalam satu hentakan. Alana ingin menjerit, namun terendam oleh ciuman Dave. Ini yang kedua, namun mengapa masih terasa sedikit sakit.


“Apakah sakit?” tanya Dave.


Alana menggelengkan kepalanya, menyentuh wajah suaminya. “Sedikit. Dave aku bukan anak perawan lagi. Jangan terlalu cemas, ayo lanjutkan lagi.”


Entah kenapa jawaban Alana membuat Dave tersenyum. Alana memang sangat istimewa, bahkan meski ini pengalaman mereka yang kedua. Tapi, Dave selalu bertanya perihal kenyamanan istrinya saat berhubungan.


Dave merubah posisinya Alana menjadi lebih miring, dan mulai bergerak lagi.


Alana merasa gerakan Dave lebih cepat.

__ADS_1


“Sayang?” de sah Alana.


Dave semakin cepat mencengkeram pinggul Alana, lebih kencang memacunya. Hingga ia melihat istrinya akan sampai.


“Bereng sayang.”


“Hemm..”


Dan tak lama keduanya sampai pada puncak pelepasan. Dave ambruk di atas tubuh istrinya. Begitupun dengan Alana yang terkapar di atas bantal. Sama-sama saling berebut oksigen untuk mengganti nafas yang berhenti lebih cepat.


Alana bergerak menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Namun, dengan cepat Dave kembali menepisnya, lalu mengukung tubuh istrinya.


“Dave!!! emmmmhhh...” pekik Alana yang langsung dibungkam oleh ciumannya.


“Aku masih menginginkannya,” ucapnya dan kembali menyusuri tiap jengkal tubuh istrinya.


đź’ž


đź’ž


đź’ž


đź’ž


Udah ah tahan nafas... Kalian lanutin sendiri ya.. gak jago aku buat beginian. Kan aku author yang masih polos🤭


Jangan lupa like, komen, dan hadiahnya. Biar Alana dan Dave tambah bahagia.

__ADS_1


__ADS_2