
Dave berbalik dan melihat sorot mata tajam Nelson ke arahnya. “Ada apa lagi Tuan Nelson?” tanyanya santai.
“Bagaimana anda bisa begitu saja meninggalkan saya, setelah menghina saya dengan merobek dokumen milik saya. Bukankah sebelumnya kita sepakat untuk–”
Dave menggeleng. “Tidak! Saya belum memberikan kesepakatan apapun pada anda, Tuan Nelson.”
“Oh ayolah Tuan Dave. Bisnis ini begitu menguntungkan untuk anda. Jika anda berhasil anda akan mendapatkan keuntungan yang berkali-kali lipat. Mengapa anda tiba-tiba menolak tawaran saya. Bukankah Anda itu seorang lelaki yang begitu menyukai proyek besar seperti ini,” desak Nelson.
“Benar! Saya memang penggila bisnis. Apapun akan saya tempuh demi mencapai titik kesuksesan. Namun, bukan berarti saya harus mengorbankan seorang perempuan.” Dave menoleh ke arah Alana, mengusap rambutnya dengan lembut. “Seperti yang anda bilang. Sesuatu yang berharga itu harganya mahal. Dan saya rasa Alana jauh lebih berharga dibandingkan proyek miliaran yang anda tawarkan. Istri saya bukan barang yang bisa saya tukar tambah,” sambung Dave telak.
“Dave?” seru Alana lirih, ia tak menduga jika Nelson mengincarnya.
“Tenanglah Alana. Aku akan melindungimu. Seperti janjiku apapun yang terjadi, keselamatanmu adalah yang utama,” ucap Dave menenangkan. Seketika Alana beringsut di belakang tubuh suaminya.
Wajah Nelson tampak pias, melihat ketakutan Alana. “Kemarilah Alana. Aku mencintaimu, aku berjanji akan membahagiakan dirimu. Jika kau mau menikah denganku, dan tinggalkan lelaki itu,” pinta Nelson.
__ADS_1
Alana menggeleng, wajahnya memucat. Bahkan ia mencengkram jas suaminya dengan kencang. Sementara anak buah Nelson sudah mengepungnya, yang entah berada di mana mereka sejak tadi. Alana merasa tubuhnya gemetar.
“Singkirkan anak buah anda Tuan Nelson. Biarkan kami pulang!” pinta Dave.
“Tidak! Sebelum saya bisa mengambil Alana,” tegas Nelson, tampaknya lelaki itu memang sudah buta. Keinginan untuk memiliki Alana begitu kuat.
“Anda yakin?” Dave menghidupkan earphone yang sejak tadi sudah terpasang di telinganya.
“Tentu saja. Demi cinta apapun akan aku lakukan. Come on Alana, kemarilah. Aku akan menjadikan mu ratu dalam hidupku!” Nelson beranjak mendekati Alana.
“Tuan Dave, anda tahu kan. Saya itu Nelson. Sesuai dengan arti nama saya sang juara. Jadi, apapun akan saya lakukan demi mencapai keinginan saya. Tawaran terakhir, berikan Alana pada saya. Atau–”
“Atau apa Tuan Nelson?” desak Dave.
“Saya beberkan tentang status pernikahan anda dengan Alana. Dan saya yakin reputasi nama baik seorang Dave Dirgantara akan hancur dalam sekejap. Dan anda pasti tahu akibatnya,” ancamnya.
__ADS_1
Zain datang dengan beberapa orang, tampaknya mereka semua adalah seorang bukan orang sembarangan, terlihat dari bentuk tubuhnya yang berotot. “Ini Tuan,” kata Zain.
Dave menerimanya, dan dengan santai ia memberikannya pada Nelson. “Saya rasa akan lebih baik anda baca tentang dokumen ini lebih dulu Tuan Nelson. Setelah itu baru anda bisa mengambil keputusan.”
Nelson mengambil berkas itu lalu membukanya, ia terkejut membaca kata demi kata yang tersusun di sana. Tak hanya dokumen sebuah amplop berwarna coklat pun berada di sana, dengan cepat ia membukanya, hingga membuat satu lembar foto terjatuh.
“Ini–” ucapnya terkejut.
Dave menyeringai, ”Tuan Nelson Efraim, direktur dari sebuah perusahaan Nelson. Juga pemilik sebuah pabrik rokok terkenal se Asia, yang sudah memiliki seorang istri dan seorang anak laki-laki, yang saat ini tengah tinggal di Manado.” Ia membacakan riwayat jati diri Nelson.
“Oh ya mengenai foto-foto anda itu. Saya tidak menduga jika anda memiliki skandal beberapa wanita simpanan, untuk memenuhi hasrat biologis anda yang meninggi. Bukan hanya di Indonesia tapi di manapun anda berada ternyata anda selalu memilikinya. Dan yang ingin saya ucapkan adalah...” Dave menghentikan ucapannya sejenak menatap ke arah lelaki di hadapannya yang rahangnya tampak mengeras. “Bagaimana jika foto-foto ini sampai di tangan wartawan?”
Pias, wajah Nelson langsung memucat. Tak ia duga jika rahasia yang ia simpan rapat-rapat, bisa terendus oleh Dave. Sejenak ia mengagumi keterampilan Dave dalam mencari sebuah bukti. Lelaki itu ternyata sama sekali tidak bisa di remehkan.
“Alana adalah perempuan baik-baik, saya tidak mungkin membiarkan dia, masuk dalam lubang buaya. Seumur hidup saya tidak akan rela, jika dia hanya dijadikan budak sek anda. Maaf, anda salah memilih lawan Tuan Nelson. Jika bukti itu kurang cukup, saya bahkan mempunyai video panas anda.”
__ADS_1