
"Katakan sekali lagi apa yang kamu katakan barusan?" tanya Louis yang sudah memandang Felia walau tangannya ini tidak mencengkram wajah Felia.
"Kamu sangat menjijikan. Aku muak bertemu kamu dan aku akan memutuskan untuk berpisah dengan kamu." lontar Felia dengan tegas, membuat Louis tidak terima dengan perkataan Felia.
Ia tersenyum saat dia mendapat ide licik di pikirannya, Felia melihat bagaimana pria ini mulai mendekat terus mendekat saat Felia mencoba untuk menjauh dari lelaki ini. Tetapi dia tidak memiliki tenaga saat tangan Louis berada di pergelangan tangannya.
Mata lelaki itu sangat merah dengan urat tangan mulai muncul saat dia melihatnya sendiri, lalu dia kembali menatap Louis yang saat ini memandangnya dengan tatapan bergairah.
Felia yang tau maksud dari tatapan itu segera menutup tubuhnya dengan kedua tangan lalu Louis melihat wanita ini menghalangi jalannya, tetapi bukan Louis namanya kalau tidak bisa memiliki wanita ini kembali.
"Apa yang kau lakukan Louis?" tanya Felia yang melihat jari tangan Louis mulai menyentuh wajahnya.
Mata lelaki itu menatapnya, "Menurutmu di tempat seperti ini apa yang akan aku lakukan, apa kamu tidak merindukan aku apalagi tubuhmu ini sangat membutuhkan sentuhan dariku."
"Jangan macam-macam denganku Louis, aku tidak akan sudi tubuhku disentuh olehmu."
Louis tertawa sekeras mungkin saat dia mendengar ucapan dari mulut Felia, apa dia tida salah dengar atau wanita tidak sadar kalau tubuhnya ini sudah pernah ia sentuh.
"Jangan berlagak seperti tubuh kamu tidak aku sentuh Felia, apa kamu lupa kalau kamu sudah memiliki anak dariku?" ucap Louis saat ia menyadari Felia dengan kenyataan sebenarnya.
"Anak yang kamu lihat bukan anak kamu melainkan anak dari ayah kamu."
Bagaikan ada sambaran petir lewat di pikirannya, ini tidak mungkin apa dia tidak salah dengar kalau anak itu adalah anak ayahnya bukan anak kandungnya.
"Lelucon macam apa Felia, jadi selama ini kamu sudah mengkhianati aku tanpa aku ketahui. Dan kamu dengan ayah sudah melakukan hubungan satu malam tanpa aku ketahui, apalagi sekarang kalian menghasilkan anak yang kamu namai Alfred."
"Itu kenyataannya Louis, tapi sebelum aku melakukan hubungan satu malam aku tidak sadar kalau aku dengan ayah kamu melakukannya. Dan kamu terang-terangan selingkuh saat aku berjuang mendapatkan restu dari ayah kamu."
"Apa menurut kamu aku di sini salah?seharusnya kamu yang sadar apa yang kamu perbuat sekarang, aku sudah mengetahui perselingkuhan kamu dengan banyak wanita sebelum kita menikah dan kamu malah menyalahkan aku kalau apa yang aku lakukan salah."
__ADS_1
"Ya kamu benar! Aku menikahi kamu karena kamu memiliki kemampuan, dan aku tidak mungkin melepaskan kamu di saat aku memiliki wanita cerdas seperti kamu." ungkap Louis membuat Felia terkejut, dia tidak menyangka ternyata Louis selama ini hanya memanfaatkannya.
Dia pikir Louis menikahinya karena cinta tapi apa yang dia dengar salah, dia sangat bodoh mempercayai cinta dengan lelaki brengsek seperti Louis.
"Sekarang kita sama-sama impas dan tidak ada lagi yang harus kita selesaikan lagi. Mulai sekarang kita tidak ada hubungan lagi, dan aku akan mengurus surat perpisahan di pengadilan." ucap Felia dengan lantang, lalu Louis yang mendengar itu tidak terima.
Karena dia tidak terima Felia menceraikannya, dia harus melakukan cara supaya wanita ini tidak melakukan perceraian dengannya.
"Nggak! Aku tidak setuju dengan keputusan kamu dan aku akan mempertahankan kamu sebagai istri aku."
"Tidak ada yang harus dipertahankan lagi Louis, aku tidak ingin melanjutkan pernikahan ini dan aku sudah bulat dengan keputusanku. Mulai sekarang dan mulai hari ini aku dengan kamu tidak memiliki hubungan apapun lagi."
Selesai mengatakan itu Felia pergi dari sana, tapi baru saja Felia melangkah Louis sudah menahan pergelangan tangannya. Membuat Felia kesusahan melepaskan cengkraman tangan itu.
"Lepasin Louis."
"Nggak! Aku tidak akan melepaskan kamu sebelum kamu menarik kata-kata kamu itu dari mulu kamu." kata Louis membuat Felia terus berusaha melepaskan tangan dari cengkraman Louis.
"Lepaskan tangan Felia dari lelaki brengsek seperti kamu Louis."
Kedua mata mereka menatap ke sumber suara saat asal suara itu datang, dia melihat Edbert datang dengan ekspresi marah saat melihat tangan Felia di Cengkram hebat.
Edbert melepaskan tangan itu dengan kasar saat dia melihat tangan Felia merah, Edbert tanpa memiliki belas kasihan ia segera memberikan tinjuan mengenai wajah Louis. Tinjuan itu sangat kencang membuat Louis terpental dengan kekuatan Edbert.
Ia mencoba bangun saat dia melihat ada darah dari ujung bibirnya, Louis tersenyum saat dia berhasil bangun dan melihat ayahnya yang berani melayangkan tinjuan ke wajahnya.
Louis tertawa dan menepuk tangan saat Edbert melihat tingkah laku Louis mulai aneh, "Aku tidak menyangka ternyata ayahku sendiri berani menghajar anaknya sendiri dan membela wanita sialan ini." ucap Louis dengan menunjukan kearah Felia.
"Jaga ucapan kamu Louis, ayah melakukan ini supaya kamu sadar apa yang kamu lakukan ini salah. Dan kamu malah ingin memperkosa istri kamu di sini, apa kamu tidak punya hati terhadap istri kamu sendiri." urai Edbert yang terus menatap Louis.
__ADS_1
"Hati? Harusnya aku yang tanya itu ke kalian, apa kalian tidak memiliki perasaan saat kalian selingkuh dan memiliki anak tanpa sepengetahuanku. Apa kalian sudah gila melakukan itu di belakangku." lontar Louis terus menggunakan tangan menunjuk kearah mereka berdua secara bergantian.
Edbert menghela nafas saat dia melihat kemarahan Louis, "Ayah minta maaf sama kamu, apa yang ayah lakukan ke Felia tidak sengaja dan ayah tidak sadar karena posisi ayah sedang mabuk. Saat ayah bangun ayah melihat diri ayah berada di ranjang tanpa memakai sehelai pakaian apapun."
"... Ayah tau kamu marah tapi seharusnya kamu sadar juga apa yang kamu lakukan dibelakang Felia Louis. Sebelum ayah melakukan itu dengan Felia kamu sudah lebih dulu selingkuhi Felia, apa menurut kamu ayah yang salah di sini." ucap Edbert kembali.
Louis sangat kecewa dengan tindakannya, tapi ia juga tidak terima dengan apa yang ayahnya lakukan. Tanpa mengucapkan sepatah kata apapun Louis memilih pergi, Edbert melangkah menghampiri Felia.
"Kamu tidak apa-apa, Felia?" tanya Edbert yang melihat Felia ketakutan, ia membawa Felia ke kamar dan meminta Felia untuk istirahat.
Akhirnya semua tamu undangan pada pergi dan pesta malam ini berakhir sempurna, Edbert meminta baby sister membawa Alfred ke kamar sedangkan dia kembali menemui Felia.
"Felia." panggil Edbert yang sudah membuka pintu kamar, di sana ia melihat Felia sudah berada di atas ranjang dengan posisi tubuh membelakanginya.
"Sayang. Aku tau kamu kecewa tapi aku minta maaf sudah membuat kamu takut." ucap Edbert saat dia mencoba menyentuh pundak Felia.
Tidak ada respon apapun dari Felia, akhirnya Edbert memutuskan untuk membiarkan Felia tenang tapi saat dia mulai menarik selimut tubuh Felia berbalik kearahnya.
"Ayah." panggil Felia segera matanya langsung terbuka, ia sama sekali tidak berbalik dia masih mendengarkan ucapan Felia.
"Ayah terima kasih sudah menolongku, aku tidak tau harus melakukan apa sama ayah. Ayah apa aku boleh meminta bantuan sama ayah?" mendengar pembicaraan Felia mulai serius ia segera berbalik menatap Felia.
"Minta bantuan apa?"
"Bantu aku bercerai ayah." ucap Felia yang terus menatap Edbert dengan memberikan keyakinan pada dirinya.
"Apa kamu serius dengan ucapan kamu barusan Felia." urai Edbert yang meyakinkan Felia kalau ucapannya tidak main-main.
"Iya ayah, aku yakin dengan keputusanku. Aku tidak mau melanjutkan pernikahan ini, apa ayah mau membantuku mengurus semuanya?"
__ADS_1
Edbert mengangguk dan mengambil kedua tangan Felia untuk ia genggam, "Iya Felia, ayah akan membantu kamu mengurus perceraian kamu dengan Louis. Ayah akan selalu menemani kamu kapanpun kamu butuhkan."
Felia tersenyum mendengar perkataan Edbert, dia senang ayah mertuanya menyetujui keinginannya. Dan dia akan terlepas dari lelaki itu, Felia dengan erat memeluk tubuh Edbert saat Felia merasakan sentuhan lelaki ini membalas pelukannya.