Semalam Dengan Ayah Mertua

Semalam Dengan Ayah Mertua
Keputusan Yang Tepat


__ADS_3

Selesai mengantar dokumen Felia kembali ke meja kerja, dia sibuk melamun memikirkan sikap Edbert. Satu hari di cuekin seperti ini rasanya tidak enak, apalagi dia merasa kalau sikap Edbert sudah berubah.


Laura yang berada di ruangan Louis memeluk pria itu, yang awalnya Louis sibuk bekerja menghentikan pekerjaan itu saat dia merasakan Laura berada di dekatnya.


"Gimana apa rencana yang aku berikan berjalan sempurna?" tanya Laura melirik Louis lalu dia kembali melihat ke layar komputer.


"Rencana kamu sangat berguna, saya yakin setelah ini Felia akan kembali denganku lagi. Dan dia akan menjadi wanita lemah seperti dulu, aku tidak sabar membuatnya menderita." kata Louis membuat Laura tersenyum.


Laura melepaskan pelukan itu lalu dia memilih duduk di pangkuan Louis, "Sayang sebentar lagi apa yang kamu mau akan terwujud, apa aku boleh meminta sesuatu sama kamu?"


Louis melirik Laura saat wanita ini sudah mulai agresif, "Kamu mau apa honey! Katakan aja aku akan mengabulkan semua keinginan kamu."


Jari tangan Laura menyentuh dada bidang Louis membuat Louis menahan sentuhan itu, lalu dia melihat Laura menarik dasi yang dia pakai saat dasi itu membuat wajahnya dengan wajah Laura terlalu dekat.


"Sayang. Kamu kan sudah memberikan aku rumah dan mobil, apa aku boleh minta hadiah lagi dari kamu?"


Louis menyentuh dagu Laura menggunakan tangannya, "Boleh dong masa gak boleh. Memangnya kamu mau apa sampai merayuku seperti ini."


"Aku ingin vila dan apartemen sayang." ucap Laura saat dasi Louis terlepas, Louis kembali mencerna perkataan Laura.


"Vila? Apartemen?" kata Louis yang mengulang ucapan Laura, Laura segera mengangguk saat Louis mengulang ucapannya.


"Baiklah, aku akan mengabulkan permintaan kamu." Laura langsung menghamburkan pelukan saat Louis mengabulkan keinginannya.


Saat pelukan itu Louis tidak tau kalau sebenarnya Laura sedang merencanakan sesuatu, pikirnya Louis begitu bodoh sampai percaya dengan ucapannya. Pria ini sangatlah mudah dimanfaatkan dibandingkan pria yang pernah ia temui.


Felia yang baru saja pergi menemui rekan bisnis tidak sengaja melihat mobil Louis, mobil itu terparkir di area kantor yang menyediakan marketing apartemen. Tetapi Felia tidak berani menghampiri Louis ia malah menatap dari dalam mobil.


"Buat apa mereka berdua berada di sana. Apa mereka sedang melakukan kerja sama sampai datang ke tempat seperti itu." batin Felia yang sibuk memperhatikan orang yang berada di dalam.


Tanpa pikir panjang Felia meninggalkan tempat itu, lalu di dalam Laura sangat senang saat Louis mengabulkan keinginannya. Sudah banyak harta yang dimiliki Louis hampir dimiliki olehnya. Ini adalah keuntungan yang sangat besar sampai dia bisa membodohi pria seperti Louis.

__ADS_1


"Sayang makasih ya kamu sudah mau mengabulkan permintaan aku. Aku senang banget kamu sudah membelikan vila dan apartemen untukku." ucap Laura yang sangat senang, Louis yang mendengar tersenyum melihat wajah Laura begitu bahagia.


"Sama-sama sayang, kalau kamu senang seperti ini aku ikut senang juga." Louis tersenyum tidak lupa dengan memberikan sentuhan kepuncak kepala Laura.


"Ada apa sayang?" tanya Laura saat dia melihat Louis tidak menjalankan mobil.


"Sepertinya Felia ingin bertemu denganku malam ini. Apa kamu tidak keberatan aku menemuinya?" tanya Louis saat dia baru saja memasang sabuk pengaman lalu ia memilih menatap Laura.


"Nggak apa-apa sayang. Lagian juga sebentar lagi wanita itu akan kembali ke sisi kamu, buat apa aku melarang kamu menemui dia." urai Laura saat Louis mengacak rambut Laura.


"Makasih sayang, kamu ini memang wanita yang aku cintai." Laura tersenyum mendengar ungkapan Louis, sebenarnya dia sangat jijik mendengar kalimat romantis dari bibir Louis.


Tapi tak apalah yang penting harta Louis sudah sebagai menjadi miliknya, Louis segera mengendarai mobil untuk kembali ke kantor.


***


Edbert yang baru saja keluar dari kamar melihat Felia keluar dari kamar dengan pakaian rapih, ia tidak tau wanita itu mau kemana malam-malam begini tapi ia sudah tidak peduli lagi dengan Felia. Lagian juga wanita itu sudah dewasa buat apa lagi dia ikut campur masalah rumah tangganya.


Tidak butuh waktu lama Felia tiba di sebuah cafe yang mereka janjikan, di sana ia sudah melihat Louis datang lebih awal dari pada dirinya.


"Nggak apa-apa Felia. Jadi buat apa kamu memintaku datang malam-malam begini, apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan."


"Ya. Aku ingin mengatakan sesuatu tentang hubungan kita."


"Ekhem! Begini Felia sebelum kamu bicara lebih baik kamu pesan minuman atau makanan dulu supaya kamu lebih santai." ucap Louis yang menawarkan pesanan untuk Felia, tapi wanita di depannya ini menolak.


"Tidak usah Louis. Saya datang kemari untuk menemui kamu cuman sebentar tidak lama."


"Aku tau hubungan kita sudah tidak bisa dipertahankan lagi, walau kamu mencoba membuat aku percaya tapi aku tidak bisa percaya sama kamu. Louis aku menghargai sikap dan tindakan kamu untuk berubah, apalagi kamu berubah untuk memperbaiki semuanya, tapi aku tidak bisa kembali sama kamu." urai Felia membuat Louis terkejut dengan ucapan Felia.


"Kenapa? Apa selama ini kamu kurang puas denganku, apa aku belum bisa membuka mata kamu dengan sikap aku ini."

__ADS_1


Felia tersenyum lalu dia kembali berbicara, "Aku sangat menghargai perjuangan kamu untuk memperbaiki pernikahan kita, tapi hati aku tetap sama. Aku tidak akan kembali sama kamu walau kamu berusaha untuk menyakinkan aku sepenuhnya, sekali lagi aku minta maaf sama kamu Louis aku tidak bisa kembali sama kamu."


Saat Felia beranjak ia kembali menatap Louis, "Oh ya satu lagi. Jangan lupa kamu tandatangan surat perceraian kita, aku tunggu surat itu dan kita akan ketemu lagi di pengadilan agama."


Louis sama sekali belum mencerna semua ucapan Felia, dia masih diam membisu dengan apa yang dia dengar. Dia sudah tidak bisa membuat wanita itu kembali, sekarang rencana yang dikatakan Laura tidak berhasil malah membuat Felia pergi.


Felia terus menghela nafas di dalam mobil, dia tidak tau apakah ini keputusan yang tepat atau tidak. Tetapi hatinya mengatakan ya, kalau memang semuanya sudah berakhir seharusnya secepatnya berakhir jangan membuat galau seperti ini. Dan ini yang terakhir untuknya, semoga aja Louis bisa mencerna perkataannya.


Mobil itu pergi dari cafe, sedangkan Louis entah mau kemana dia membawa mobil tengah malam begini. Dia sangat kalut dengan pikirannya sendiri, apalagi perempuan yang ingin dia pertahankan sudah pergi dan ia tidak bisa mempertahankan perusahaannya.


"Argh! Kenapa aku bodoh sekali membuat Felia pergi, seharusnya aku membiarkan wanita itu saja tanpa ketahuan selingkuh. Dan sekarang dia tidak bisa membuat Felia kembali, membuat hidupnya hancur."


Louis terus memukul setir mobil sampai amarah itu terlampiaskan begitu saja, dia sangat bodoh kenapa ia harus ketahuan selingkuh dengan Laura dan membuat Felia pergi. Kalau begini dia tidak bisa membuat wanita itu kembali, pasti setelah ini perusahaan akan kembali goncang.


"Ayah kenapa masih ada di sini, kenapa tidak istirahat di kamar." ucap Felia yang baru saja dia masuk ke rumah melihat Edbert duduk di ruang tamu.


"Apa kamu habis menemui Louis?" tanya Edbert memberanikan diri untuk menatap Felia.


"Ya! Memangnya ada apa ayah?"


"Tidak ada, ayah cuman tanya aja." urai Edbert yang menolak kalau sebenarnya dia sangat khawatir dengan Felia.


Felia yang mengetahui rasa khawatir dan cemburu dari ayah mertuanya, ia melangkah untuk menghampiri Edbert. Ia lebih memilih duduk di dekat Edbert dari pada berjauhan.


"Ayah, aku tau ayah khawatir denganku. Apalagi ayah sadar kalau sikap Louis ingin meminta aku kembali, tapi yang ayah khawatirkan benar." Edbert segera menatap Felia saat mendengar perkataan menantunya ini.


"Dua hari yang lalu Louis mengirim pesan untuk bertemu dan mengajak aku makan siang, dari situ Louis memintaku untuk mengambil keputusan supaya aku bisa menerima dia lagi. Setelah di pikir-pikir aku hampir goyah dengan perubahan Louis, tapi aku sadar kembali kalau sebenarnya hubunganku dengan Louis tidak bisa dipertahankan lagi."


"... Barusan aku mengajak Louis bertemu di cafe aku mengatakan secara langsung kalau aku tidak bisa kembali seperti dulu, dan aku tidak bisa menerima Louis kembali setelah perlakuannya terhadapku dulu."


"Lalu dia bilang apa setelah kamu bicara seperti itu?" kali ini Edbert sangat penasaran dengan jawaban lelaki itu, karena dia tau kalau Louis akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia mau.

__ADS_1


"Dia cuman diam tanpa mengatakan apapun lagi."


"Apa kamu serius Louis tidak mengatakan apapun sama kamu?" Felia mengangguk, Edbert sangat senang bisa mendengar semua ucapan Felia tapi ia juga khawatir kalau Louis akan melakukan sesuatu.


__ADS_2