Semalam Dengan Ayah Mertua

Semalam Dengan Ayah Mertua
Kau Selingkuhan Pak Louis?


__ADS_3

.


.


.


"Kau punya hubungan apa dengan pak Louis?" pertanyaan itu sontak membuat Laura menatap lelaki di sampingnya.


Sebelum ia menjawab pertanyaan dari lelaki ini ia memilih merapikan rambut yang terus tertiup angin, "Apa kau percaya kalau aku ini selingkuhan pak Louis?"


Mendengar itu membuatnya terkejut, bagaimana bisa ia bisa mengajak seorang wanita yang notabenenya selingkuhan bosnya sendiri.


"Apa aku tidak salah dengar? Kau sungguh melakukan itu?" kata lelaki itu yang tidak percaya dengan ucapan Laura.


Laura mengangguk lalu ia melirik lelaki di sampingnya, "Yang aku katakan benar dan yang kamu dengar sekarang adalah kenyataan kalau aku ini selingkuhan pak Louis."


"Kenapa kau melakukan itu, bukannya kamu tau kalau pak Louis sudah berkeluarga. Kenapa kamu malah menjadikan diri kamu selingkuhan, bukannya masih banyak lelaki yang mau sama kamu selain lelaki yang memiliki istri."


Laura tersenyum samar mendengar apa yang diucapkan lelaki ini, seharusnya apa yang dia lakukan bukan seperti ini. Sungguh awalnya ia ingin menghancurkan Louis untuk membalas perbuatan lelaki itu, tetapi entah kenapa dia sangat nyaman dengan status barunya ini.


"Yang kamu katakan benar, masih banyak lelaki yang menginginkan aku. Tapi apa ada lelaki yang bisa nerima masa laluku saat dia tau background dari keluargaku." ucap Laura membuatnya penasaran.


Jujur dia sangat penasaran kenapa Laura melakukan ini, dari awal ia ketemu Laura dia sudah tertarik dengan Laura tapi saat Laura menceritakan background keluarganya ia langsung terdiam tanpa berkomentar apapun.


"Sorry. Aku tidak bermaksud membuat kamu menceritakan background keluarga kamu, aku tau kamu marah, kesal, dan dendam. Tapi menurutku perbuatan kamu yang sekarang itu salah, aku takutnya kamu menyesal kalau nanti istri pak Louis tau tentang hubungan kalian."


"... Apa kamu pernah bertemu dengan istri pak Louis?" ucapnya kembali membuat Laura mengangguk.

__ADS_1


"Apa respon dari istrinya pak Louis?" seketika Laura mengerutkan kening saat lelaki asing ini terus memberikan pertanyaan pribadi.


"Menurutku kamu tidak berhak tau karena ini urusanku dengan pak Louis bukan urusan kamu." urai Laura yang memilih beranjak, tanpa bicara lagi Laura pergi dari sana meninggalkan lelaki itu.


Kepergian Laura membuatnya memikirkan wanita itu kembali, awalnya dia sangat kaget dengan apa yang ia dengar tapi apa ini sungguhan kalau Laura adalah simpanan pak Louis.


"Apa yang kau lakukan itu salah Laura. Kau akan menyesal kalau kamu masih berhubungan dengan pak Louis, nantinya kau akan kehilangan semuanya." gumamnya dalam hati, lalu ia kembali menghisap sebatang rokok yang sempat ia simpan di asbak.


Laura tak sengaja bertemu dengan Felia, wanita itu berada di ruangan pribadi Louis dengan satu lelaki yang sibuk berbicara dengan Louis.


"Siapa lelaki itu kenapa aku baru melihat lelaki itu di sini." ucapnya dengan melihat ke arah mereka dari kejauhan, lalu ia kembali keruangan.


Louis terus saja berbicara dengan Edbert dengan berada di samping Felia, ia terus memeluk tubuh Felia saat istrinya ini sibuk menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga.


"Sudah sayang kamu jangan melakukan hal berat-berat lagi, aku tidak mau melihat kamu kelelahan melakukan pekerjaan ini."


Felia tersenyum mendengar ucapan Louis, "Gak apa-apa, lagian ini bukan pekerjaan yang berat untukku. Kalau aku tidak melakukan apapun aku akan mudah bosan."


Edbert menyimpan kembali tablet tersebut lalu dia menatap Louis dengan Felia, "Baiklah, ayah tinggal kalian berdua. Felia kalau kamu mau pulang nanti bilang supir aja, nanti supir pribadi kamu akan jemput kamu."


"Iya yah. Ayah tenang aja nanti aku akan kabarin supir untuk jemput aku pulang." Edbert mengangguk lalu dia pergi dari ruangan Louis.


***


Seharian ini Louis lebih banyak bersama dengan Felia sampai ia melupakan Laura, tetapi di sisi lain Laura sedang memikirkan rencana untuk mengetahui siapa lelaki yang ia lihat barusan.


Jujur ia sangat penasaran siapa lelaki itu, kenapa dia baru pertama kali melihatnya dan dia tidak pernah bertemu lelaki yang lebih tampan dari Louis.

__ADS_1


"Louis, aku sudah berhasil menaklukan kamu tapi aku masih belum bisa menghancurkan kamu. Untuk saat ini rencanaku akan aku lupakan nanti setelah aku bisa menaklukan lelaki itu baru aku akan mulai melakukan rencanaku kembali." ucapnya dalam hati dengan memandang ke arah layar komputer.


Felia terus menerus menempel dengan Louis sampai suaminya sibuk dengan Felia, entah kenapa sejak bersama dengan Felia ia seakan melupakan Laura. Dan ia lebih fokus dengan Felia karena sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah.


"Sayang, lebih baik kamu istirahat aku mau mengerjakan pekerjaan kantor." kata Louis membuat Felia menatap dengan nada kecewa.


Sebenernya dia ingin Louis tidak melakukan pekerjaan apapun, ia mau Louis terus bersamanya tanpa memikirkan pekerjaan kantor.


Felia melonggarkan pelukannya saat ia mendengar ucapan suaminya, "Apa pekerjaan kamu itu tidak bisa dihentikan dulu, lebih baik pekerjaan itu diurus oleh Novan dari pada kamu yang mengurusnya sendiri."


Louis menyentuh wajah Felia dengan lembut sampai tatapnya itu terus tertuju pada Felia, "Maaf sayang aku gak bisa. Aku gak mau merepotkan Novan dengan pekerjaanku ini."


Felia menyingkirkan tangan Louis dari wajahnya, ia lebih tertarik melihat ke arah televisi yang ia tonton sejak tadi. Melihat itu Louis menghela nafas dan ia segara memanggil nada Felia dengan lembut.


Awalnya ia tidak ingin melihat Louis, tapi suaminya ini terus menyentuh wajahnya sampai dirinya benar-benar menatap wajah suaminya ini.


"Kamu jangan marah gitu dong, aku ngelakuin ini untuk kamu juga dan untuk anak kita. Apa kamu mau hidup susah! Nggak kan? Gak semua wanita mau hidup susah dengan pasangannya sayang, makanya aku lakuin ini supaya kamu tidak merasakan susah saat bersama denganku." lontar Louis dengan lembut, suara lembut Louis mampu membuatnya terhipnotis.


Sampai dirinya tidak sadar kalau sebenarnya ia sangat mencintai suaminya, "Ya aku tau. Tapi aku ingin kamu sibuk denganku saja, aku sudah lama tidak berduaan sama kamu saat kamu terus mementingkan pekerjaan kamu dari pada aku."


"Baiklah mulai saat ini aku akan membagi waktu untuk kamu dan untuk anak kita, aku janji gak akan membiarkan waktu aku untuk pekerjaan lagi. Jadi sekarang aku akan fokus dengan rumah tangga kita bukan fokus memikirkan pekerjaan."


"Kamu janji." ujar Felia dengan memberikan jari kelingkingnya kepada Louis, Louis yang melihat itu mengikuti kemauan Felia dengan memberikan sebuah senyuman.


Semakin hari Laura sangat penasaran siapa lelaki yang ia lihat kemarin, sungguh ia ingin tau siapa lelaki itu sampai dirinya mencari informasi mengenai lelaki itu. Belum beberapa hari informasi itu sudah sampai di tangannya, membuatnya sedikit tersenyum saat mengetahui informasi itu.


Detik itu juga Laura mulai mencari keberadaan Edbert, dia mengetahui semua informasi tentang ayahnya Louis. Dia sangat menyukai lelaki seperti Edbert sampai dirinya memberanikan diri untuk mengetahui tentang Edbert.

__ADS_1


"Nggak sia-sia gua mencari informasi tentang Edbert, ternyata lelaki itu adalah ayah dari Louis. Lebih tepatnya ayah mertuanya, dan dia akan menaklukan lelaki itu seperti apa yang dia lakukan terhadap Louis." ucapnya dengan menatap ke sebuah foto yang terdapat foto Edbert.


Dia terus menatap itu sampai dirinya menyimpan informasi itu dan memulai untuk mendapatkan Edbert, dia ingin lelaki yang bernama Edbert itu bisa ia taklukan seperti Louis yang mudah ia dapatkan.


__ADS_2