
Selama melakukan kegiatan masing-masing, Louis tetap fokus mengurus perusahaan sampai dia mendapatkan berita di media sosial kalau wanita bernama Felia sedang naik daun.
Seorang janda yang dikhianati suaminya sudah menata karir, di berita itu wajah Felia selalu tersenyum tanpa menampilkan kesedihan sedikitpun. Louis yang melihat berita itu merasa senang, karena dia sangat bangga melihat kesuksesan Felia.
Walau dia tidak rela bercerai dengan Felia, tapi ini sudah jalan ceritanya dan sudah menjadi keputusan bersama. Di saat melihat momen kebahagiaan itu Louis merasa merindukan Felia, mantan istrinya yang sekarang sudah semakin sukses dan terkenal dikalangan rekan bisnis besar.
Felia yang dulunya ia remehkan menjadi sukses, sekarang kesuksesannya mengalahkan dirinya. Baginya ada sedikit penyesalan di lubuk hatinya, andai waktu bisa diputar kembali mungkin saja ia masih bersama dengan Felia. Tapi apa daya kalau kenyataannya sudah seperti ini.
"Saya jadi iri sama kamu Felia, wanita sabar dan berkata lemah lembut sudah kembali sukses. Dulu saya sangat meremehkan kamu sampai saya tidak yakin kalau kamu akan menjadi seperti sekarang, tapi kamu sudah membuktikan kalau kamu wanita hebat yang saya temui." batin Louis terus melihat berita mengenai Felia.
Semenjak perceraian itu Louis memutuskan ke luar negeri, di sana ia hanya fokus mengelola perusahaan tanpa melihat perasaan lagi. Dia anggap kejadian dulu sebagai hukumannya, tapi ia tidak tau nasib Laura bagaimana. Apakah wanita itu sama seperti Felia atau memang seperti dirinya, entahlah yang penting hidupnya sudah menjadi lebih baik lagi.
Felia semakin hari semakin sibuk mengurus kerja sama dengan perusahaan lain, semenjak perusahaan berada di tangan Felia perusahaan semakin jaya dan semua investor pada menginginkan kerja sama dengan Felia. Membuat Edbert yang mendengar kesuksesan Felia semakin hari semakin bangga, kerja keras Felia selama ini tidak sia-sia.
Dulu ia melihat Felia hanya sebatas menantu tapi sekarang sudah memiliki rasa cinta, tapi ia tidak tau apakah Felia mencintainya atau tidak. Selama cinta mereka diuji semakin cinta ini bertumbuh semakin besar, tapi dia tidak yakin apakah Felia merasakan hal yang sama atau tidak.
Pagi ini Felia sudah sangat disibukan berbagai pekerjaan, mulai dari pertemuan dengan rekan bisnis sampai pertemuan membahas kerja sama. Edbert yang melihat Felia begitu sibuk menghampiri wanita itu keruangan.
"Apa pekerjaan kamu masih banyak? Apa perlu ayah bantu." kata Edbert yang sudah berada di ruangan Felia, Felia yang melihat kedatangan Edbert segera menghentikan pekerjaan.
"Tidak perlu ayah masalah ini biar aku aja yang urus semuanya, ayah tinggal menerima hasilnya aja. Oh ya kenapa ayah datang keruangan ku apa ayah butuh bantuan?" tanya Felia melihat lelaki itu duduk di sofa yang berada di ruangan Felia.
"Ayah datang kemari mau mengucapkan selamat atas kesuksesan kamu Felia, ayah tidak pernah membayangkan kamu bisa sesukses ini. Kamu hebat bisa bangkit dalam keterpurukan dan membuktikan pada dunia kalau kamu wanita hebat." ucap Edbert yang terus memuji keberhasilan Felia.
Felia yang mendapatkan pujian itu hanya bisa tersenyum, ia tidak tau mau mengungkapkannya seperti apa yang pasti dia sangat bangga pada dirinya sendiri. Mimpi yang selama ini terpendam bisa terwujud, tapi ini semua berkat ayah mertuanya mungkin kalau bukan karena pria itu ia tidak mungkin seperti sekarang.
__ADS_1
"Makasih. Makasih ayah sudah mau membantu aku bangkit, aku senang banget bisa bertemu dengan ayah. Dan ayah sangat berarti untuk aku sampai aku seperti sekarang." urai Felia membuat Edbert tersenyum dengan ucapan Felia, ia meminta Felia untuk duduk di sampingnya membuat Felia menyetujui permintaan Edbert.
***
Kita masuk dan melihat keadaan Laura, semenjak Laura meninggalkan Louis wanita itu pikir hidupnya sudah enak tapi ternyata dia salah. Apa yang dia dapatkan hanyalah sia-sia, mulai dari rumah, mobil, vila dan apartemen yang dia inginkan hangus tanpa ada sisa.
Saat dia menikmati kekayaan itu, tiba-tiba saja datang seorang lelaki yang menyuruhnya pergi dari rumahnya. Semua yang dia dapatkan hangus tanpa sisa, karena lelaki itu bilang apa yang dia nikmati sekarang sudah balik ke pemilik asalnya.
Jadi mau tidak mau Laura pergi dari sana, mulai dari mobil, vila, apartemen, dan rumah mewahnya tidak bisa ia miliki lagi. Yang lebih parahnya tunangannya sudah meninggalkannya, dan memilih bersama dengan wanita pilihan orang tuanya. Dia pikir tunangannya itu tidak akan menyukai pilihan orang tuanya, ternyata dia sangat menyukainya.
Karena pilihan orang tuanya adalah cinta masa kecilnya yang selama ini pria itu cari, akhirnya tunangannya menyetujui perjodohan itu dan meninggalkannya dengan alasan orang tua kekasihnya tidak setuju dengannya. Jadi ia sekarang tinggal di rumah kecil dan bekerja di sebuah cafe.
Tapi saat ia sibuk bekerja dirinya mendapatkan sebuah berita mengenai Felia, wanita itu semakin hari semakin sukses dan hebat membuatnya sangat tidak terima. Yang lebih kagetnya kalau Felia sudah menjadi janda, yang artinya Felia sudah lama bercerai dengan Louis semenjak ia meninggalkan Louis.
Apa di masa itulah Felia mulai merayu Edbert untuk menjadikan simpanan, atau wanita itu memiliki taktik supaya semua lelaki pada menyukainya.
Saat Laura sibuk melamun seseorang menyentuh pundaknya, membuat Laura berhenti melamun dan menatap teman satu kerjanya.
"Kau jangan melamun aja, lihatlah di sana ada pelanggan bukannya kerja malah bengong." ucap salah satu karyawan yang menegur Laura sibuk melamun.
Laura seketika dibuat kesal saat mendapatkan teguran dari seniornya, ingin sekali ia memaki wanita itu tapi apa daya dia sudah tidak memiliki kekuatan lagi seperti dulu. Jadi ia memilih mengikuti semua keinginan wanita itu.
Laura dengan perasaan kesal membawa pesanan pelanggan, saat ia membawa pesanan pelanggan ke meja dia melihat pesanan itu di pesan oleh Felia. Wanita itu sedang asik berbicara dengan seorang wanita, yang dia kenali bernama Tania. Pembantu rumah tangga yang sempat bekerja di rumahnya, dan wanita itu sedang berbicara dengan Felia.
"Ini pesanan kalian." kata Laura yang membanting nampan pesanan Felia, mereka berdua langsung menatap karyawan tersebut.
__ADS_1
"Kamu..."
"Laura! Kamu sekarang bekerja di cafe?" tanya Felia yang melihat Laura yang mengantarkan pesanannya.
"Ya! Kenapa? Sekarang kamu mau menghinaku saat aku lagi susah seperti ini, mentang-mentang sudah sukses malah memandang rendah pekerjaanku." ucap Laura yang menatap tidak suka kepada Felia.
"Bukan itu maksudku Laura. Aku hanya..."
"Sudahlah aku tau otak licik kamu itu, jangan mentang-mentang kamu sudah sukses dan dikenal semua orang kamu malah menghinaku. Gara-gara kamu aku jadi seperti ini, kalau bukan karena kamu aku tidak mungkin hidup susah kaya gini." lontar Laura yang terus menyalahkan Felia, Tania yang mendengar ucapan Laura rasanya ingin membalas perbuatan wanita ini tapi Felia malah menahannya.
"Maaf Laura bukan aku yang membuat kamu menjadi seperti ini tapi kamu sendiri yang melakukannya, aku cuman melakukan tugasku sebagai istri masalah kamu jadi kaya gini bukan menjadi urusanku lagi." balas Felia dengan tenang.
"Aku gak tau ya kenapa Edbert bisa memilih kamu atau jangan-jangan kamu sudah menjadi wanita simpanan Edbert, makanya Edbert tidak berani ninggalin kamu karena kamu masih butuh duit jadi dia tidak tega melihat kamu kesusahan. Benar bukan ucapanku barusan, Felia."
"...." Rasanya dia ingin membalas perbuatan Laura, tapi dia ingat kalau dia sedang berada di cafe dan di sini masih banyak orang yang melihatnya.
Laura tersenyum remeh saat Felia tidak berani membalasnya, lalu saat Laura ingin berbicara kembali seseorang datang membela Felia.
"Apa yang kamu pikirkan tidak seperti itu Laura. Felia bukan wanita simpanan saya tapi calon istri saya, apa kamu sadar kalau perbuatan kamu sudah keterlaluan atau kamu mau perbuatan kamu ini saya adukan ke bos kamu." ujar Edbert yang mengancam Laura.
Ketiga perempuan itu menatap Edbert saat pria itu tiba-tiba saja muncul, membuat suasana semakin tegang saat Edbert muncul di hadapan mereka.
"Seharusnya kamu introspeksi diri kenapa kamu menjadi seperti ini bukan malah menyalahkan orang lain. Apa kamu tidak pernah sadar diri kalau perbuatan kamu yang dulu akan menjadi buah hasil kejahatan kamu yang sekarang."
"Kamu tinggal pilih mau pergi atau saya laporkan kamu ke bos kamu supaya kamu bisa dipecat di cafe dan membuat kamu tidak bisa bekerja di tempat manapun." kata Edbert kembali membuat Laura memilih pergi.
__ADS_1
Melihat kepergian Laura membuat Edbert menatap Felia, "Kamu tidak apa-apa Felia?" tanya Edbert membuat Felia menggeleng, lalu mereka bertiga kembali duduk.