Semalam Dengan Ayah Mertua

Semalam Dengan Ayah Mertua
Bali


__ADS_3

Akhirnya pesawat yang mereka tumpangi tiba di bandara, keduanya saling menggenggam tangan tanpa tangan itu terlepas.


Saat mereka tiba sudah ada satu mobil yang menunggu kedatangannya, mobil itu akan membawa mereka ke penginapan. Selama di dalam mobil Felia hanya bersandar di pundak Edbert tanpa mengajak bicara, menempuh perjalanan membuatnya sangat lelah dan matanya tidak bisa diajak kerja sama.


Tiba di penginapan Edbert langsung menatap Felia, dia melihat Felia sudah terlelap dengan memeluk tubuhnya. Melihat itu ia dengan cepat membuka pintu mobil dengan menggendong tubuh Felia.


"Thanks you." ucap Edbert kepada seorang lelaki yang membawanya ke penginapan.



Edbert dengan cepat membawa Felia menuju kamar, ia meletakan tubuh kekasihnya di atas ranjang yang sibuk melepaskan sepatu Felia dan juga menutupi setengah tubuh Felia dengan selimut.


Tanpa sadar ia mencium bibir Felia dengan wanita ini masih terlelap, "Selamat malam, baby. Suatu saat kamu akan menjadi milik saya seutuhnya tanpa ada satupun yang bisa merebut kamu."


Selepas sibuk berdialog sendiri dengan menatap wajah Felia ia memutuskan untuk pergi, ia memutuskan untuk ke salah satu ruangan terbuka yang terdapat kolam renang dan juga di sana terdiri banyak pepohonan.


Edbert memilih duduk santai di tengah malam dengan menikmati langit, saking asiknya bersantai ia mendapatkan informasi melalu seseorang. Seseorang yang selalu mengawasi Louis, dari awal dia sudah curiga dengan putranya itu. Entah kenapa kecurigaannya semakin bertambah membuat dirinya yakin kalau Louis menyembunyikan sesuatu darinya.


Dan benar saja kalau Louis sudah menjalin hubungan dengan wanita lain, wanita yang sudah lama tidak bertemu dan wanita itu datang kembali dengan tujuan yang sama.


(Awasi terus mereka berdua. Apalagi wanita itu, saya mau kamu cari tau kenapa wanita itu kembali.)


Edbert berhasil mengirim pesan kepada seseorang, orang itu dengan cepat membalas dan ia tinggal menunggu kabar dari orang suruhannya.


Villa terbesar yang disewa Edbert mampu membuat matanya terpesona, gimana ia bisa menatap pemandangan indah ini dan itu semua ia saksikan sendiri bagaimana nyamannya tempat ini. Saking sibuknya Felia menikmati keindahan tiba-tiba saja seseorang datang dengan memeluknya.


Felia merasa laki-laki ini sedang memeluknya dengan dagu diletakan di pundaknya, "Gimana kamu suka tempat ini?" tanya lelaki itu yang masih memeluk tubuh Felia.


"Aku sangat suka. Tempat ini indah dan nyaman."


"Kalau kamu suka aku akan membeli tempat ini untuk kamu." jawab Edbert membuat Felia membalikan badan, sekarang posisi mereka sama-sama saling menatap di balkon.


"Jangan bicara aneh. Aku tau kamu orang paling kaya dan bisa memiliki apapun tanpa beban, tapi aku gak suka kamu melakukan sesuatu hanya sekali ucapan." ucap Felia yang merasa kesal dengan kesombongan yang dimiliki Edbert.


Edbert mendorong tubuh Felia saat tangannya sudah memeluk tubuh kekasihnya, "Terus apa yang harus saya lakukan supaya tempat ini menjadi milik kamu."


"Aku akan mendapatkan apapun yang aku mau dengan kemampuanku bukan pemberian orang lain. Jadi jangan pernah coba-coba kamu melakukan sesuatu sesuka hati kamu." kata Felia dengan memberikan sedikit peringatan supaya lelaki ini tidak melakukan hal aneh lagi.

__ADS_1


"Baiklah, aku tidak akan ikut campur masalah kamu. Tapi kalau kamu butuh bantuan saya akan selalu ada untuk kamu." tanpa menunda lagi Edbert mencium bibir Felia, ciuman yang sudah lama ia rindukan.


***


Sudah lama ia merindukan Felia, merindukan momen mereka pacaran dan sekarang ia tidak bisa melakukan momen itu lagi. Dan salahnya ia malah mengikuti keinginan Mayra, wanita ini selalu memintanya untuk mengikuti kemauan wanita itu membuat dirinya kewalahan.


Sekarang mereka masih berada di villa itu, villa yang sengaja Mayra singgahi untuk bisa berduaan dengan Louis. Mayra meminta Louis untuk berenang bersama dengan melepaskan seluruh pakaiannya, saking asiknya berenang Louis belum masuk ke dalam kolam renang ia hanya melihat Mayra.


Saat Mayra berbalik arah ia melihat Louis duduk di pinggir kolam renang dengan menikmati buah anggur, Mayra yang melihat itu langsung menyelam ke dalam tanpa diketahui Louis. Ia terus menyelam sampai dia bisa melihat Louis dari bawah air, baru saja Louis ingin melahap buah anggur itu sesuatu dari kolam renang membuatnya terganggu.


Mayra dengan cepat menarik kaki Louis membuat lelaki itu masuk ke dalam air, pandangan pertama saat ia keluar dari air dia melihat Mayra menatapnya dengan menampakan senyuman.


"Kamu jangan melakukan hal itu lagi Mayra kalau saya tenggelam gimana." ucapnya kesal, Mayra cuman tersenyum dan kembali menyelam saat ia sudah berada di dekat Louis.


Wanita itu malah mencium bibirnya, tindakan Mayra begitu tiba-tiba sampai dirinya tidak bisa membalas apa yang dilakukan Mayra. Di suhu yang dingin dengan cuaca di malam hari membuat sekujur tubuhnya terasa panas, bukan lagi dingin akibat angin malam tapi panas akibat kegiatan yang mereka lakukan.


Mayra menghentikan kegiatannya dan kembali menatap Louis, lelaki itu hanya terdiam tanpa membalas apa yang dia lakukan. Melihat itu Mayra dengan cepat mengambil tangan Louis, tangan itu ia letakan di bagian tubuhnya.


Tindakan Mayra cukup agresif membuatnya tidak bisa menyesuaikan diri, semakin hari dia semakin kuwalahan dengan kelakuan Mayra. Bagaimana bisa Mayra melakukan tindakannya sendiri tanpa dirinya yang mulai, dia semakin bingung dengan sikap Mayra yang sudah terbiasa melakukan kegiatan panas ini.


"Apa kamu sudah terbiasa melakukan hal ini dengan pria lain?"


Mayra tersenyum saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan Louis, dia malah meletakan tangannya ke leher Louis.


"Mana mungkin. Aku hanya melakukan ini sama kamu aja, buktinya aku selalu minta kamu datang untuk menuntaskan hasratku sama kamu." kata Mayra masih memandang Louis dan memeluk leher pria ini.


"Tapi..." ucapan Louis tertahan saat Mayra meletakan jarinya tepat di bibir Louis, ia malah menurunkan tangannya untuk mencari sesuatu.


"Sudah jangan terlalu banyak mikir sekarang kita nikmati aja malam ini. Aku yakin pasti kamu suka dengan kegiatan kita di tempat ini." ujar Mayra, ia kembali menyerang Louis dengan tangannya terus menyentuh area sensitif lelaki ini.


Di atas air dengan posisi mereka saling menghimpit membuat mereka mudah melakukan kegiatan panasnya, Mayra terus menyentuh seluruh tubuh Louis untuk mencari kenikmatan untuk lelaki ini. Dan benar saja ia mendengar Louis sudah menikmati sentuhannya.


Ia sama sekali tidak bisa membayangkan akan melakukan hal ini di kolam renang, kegiatan ini sangat berbeda membuat sekujur tubuhnya terasa panas bukan menggigil lagi. Mereka semakin memperdalam kegiatan ini sampai keduanya sama-sama mendapatkan pelepasan bersama.


Edbert mengajak Felia berkeliling pulau Bali, pulau yang terdapat banyak keindahan. Felia hanya terdiam menikmati pemandangan pantai, di sana ia melihat Edbert sibuk berselancar menggunakan papan selancar ditambah ombak pantai sangat mendukung.


Saking nikmatnya lelaki itu berselancar ia tidak sadar kalau Felia sedang bicara dengan lelaki asing, lelaki itu duduk di samping Felia dengan membawa segelas minuman.

__ADS_1


"Hai, boleh saya duduk di samping kamu?" tanya lelaki itu yang menggunakan bahasa Inggris, Felia hanya menanggapi dengan anggukan.


Lelaki itu kembali menatap Felia saat awalnya dia memilih menatap pantai, "Boleh saya kenalan dengan kamu..."


"Saya Barney. Kamu?" tanya lelaki itu membuat Felia menatap.


"Felia."


"Nama yang bagus sama seperti orangnya cantik."


"Terima kasih." jawab Felia tidak lupa dengan memberikan sebuah senyuman kepada lelaki asing ini.


Tidak terasa pembicaraan mereka terlalu asik sampai Felia tidak sadar kalau dirinya di tatap seseorang, saat Edbert menghampiri mereka berdua ternyata lelaki itu pergi dan hanya terdapat Felia yang duduk sendiri.


"Dia siapa?" tanya Edbert membuat Felia bingung.


"Hah?"


"Laki-laki barusan yang ngajak kamu bicara siapa? Kamu mengenalnya?"


"Oh dia... Aku sama sekali tidak mengenalnya, aku dengan dia hanya ngobrol saja tidak serius. Dan aku baru saja mengenalnya." kata Felia dengan sikap santainya, ia tidak tau kalau sebenarnya Edbert seorang laki-laki pencemburu.


"Kamu yakin tidak mengenalnya? Kenapa aku melihat kalian seperti saling mengenal." ucap Edbert membuat Felia tertawa, mendengar suara tawaan dari Felia membuatnya langsung menatap kekasihnya.


"Apa ucapan aku barusan ada yang lucu?"


"Tidak. Kamu yang lucu, kalau cemburu bilang aja jangan memberikan ekspresi kesal gitu."


Felia menatap Edbert saat lelaki itu bangkit dari tempat duduk, "Kamu mau kemana?"


"Mau kembali ke villa. Aku sudah tidak suka tempat ini." urai Edbert, Felia terus saja tertawa melihat tingkah laku Edbert.


...



(ini foto cowok yang ngajak Felia bicara Barney.)...

__ADS_1


__ADS_2