
"Kamu mau kemana?" tanya Laura yang melihatnya Louis sudah turun dari ranjang.
"Aku mau pulang Laura. Aku tidak bisa berlama-lama di sini nanti Felia curiga denganku." ucap Louis yang sibuk memakai pakaiannya kembali, lalu dia mengambil barang yang lain.
Laura buru-buru turun juga melihat Louis sudah rapih, ia dengan cepat memeluk tubuh Louis untuk menghentikan lelaki ini pergi.
"Malam ini apa kamu tidak bisa tinggal bersamaku dulu, kamu sudah lama tidak menginap di rumah bersamaku. Apa istri kamu itu lebih penting dari pada aku Louis." ucap Laura lembut, Louis menghela napas saat Laura masih menahannya pergi.
Louis segera melepaskan pelukan itu dan dia membalikan tubuh untuk melihat Laura, "Sayang maaf. Malam ini aku gak bisa tinggal sama kamu, dari kemarin Felia berubah sepertinya dia curiga dengan hubungan kita. Jadi untuk sementara waktu kita jaga jarak dulu ya supaya Felia percaya lagi sama aku."
"Tapi sampai kapan? Aku tidak bisa berjauhan sama kamu Louis." Louis menatap mata indah Laura saat wanita ini hanya memakai piyama tipis, ia mengambil dagu Laura dengan memberikan sebuah ciuman tepat dibibir Laura.
Selesai memberikan ciuman Louis kembali menatap Laura, "Aku tidak tau sampai kapan tapi aku pastikan masalah ini cuman sebentar, jadi kita tidak terlalu lama berjauhan apalagi aku tidak bisa jauh-jauh dari kamu. Kamu harus ngertiin keadaan kita sekarang ya sampai semuanya kembali normal."
"Baiklah. Tapi kamu janji kamu harus mengurus semua masalah ini baru kamu kembali lagi sama aku." Louis mengangguk menjawab ucapan Laura, sebelum pergi Louis sempat mencium kening Laura barulah lelaki itu keluar dari kamar.
Melihat kepergian Louis Laura bergegas pergi menemui teman-temannya, malam ini dia akan mengadakan pesta di klub malam bersama dengan temannya di tambah lagi tunangannya akan datang. Ia tidak sabar menemui tunangannya itu, baru sekali dia bertemu dengan kekasihnya tapi Louis malah tau kalau dia bertemu pria lain.
Untung lelaki itu mudah dibodohi jadi ia bisa mencari alasan kalau tunangannya adalah sepupu jauh, Laura tiba di sebuah klub yang terbesar di kota ia datang memakai mobil yang selalu dia bawa. Tiba di klub Laura mencari keberadaan teman-temannya, dan dia tersenyum saat menemukan keberadaan teman-temannya.
"Wih Laura akhirnya kau datang juga. Kemana aja lo baru sekarang muncul."
"Biasalah gua sibuk." urai Laura kepada salah satu temannya.
"Sibuk. Palingan lo sibuk sama si cowok kaya itu kan?" timpal salah satu teman lelakinya, saat teman lelakinya berkata seperti itu tiba-tiba saja tunangannya datang.
"Cowok kaya? Maksud ucapan lo apa?" ujar lelaki tampan yang sebagai tunangan Laura, Laura yang melihat tunangannya datang segera menghampiri lelaki itu.
__ADS_1
"Bukan apa-apa sayang. Sudah kamu jangan pikirkan ucapan temanku ini, kamu taukan dia kalau ngomong suka ngaco." tutur Laura menahan tunangannya ini tidak berbicara lagi, ia segera membawa tunangannya duduk di sebelahnya.
Sedangkan Louis tiba di rumah, dia mengerutkan kening saat ia melihat ada sebuah mobil berada di rumahnya. Dan saat dia melangkah masuk ke dalam rumah, alangkah terkejutnya melihat Edbert dengan Felia duduk diruang tamu.
"Ayah." ucap Louis yang melihat Edbert berada di sana.
"Ayah kapan pulang? Kenapa ayah tidak kabarin aku kalau ayah sudah pulang." ucap Louis kembali lalu dia duduk bersama mereka berdua.
Saat Louis bicara seperti itu, Felia melempar bukti perselingkuhan Louis membuat Louis menatap amplop coklat itu dan kembali menatap Felia.
"Ini apa sayang!" ucap Louis menatap Felia untuk menanyakan isi dari amplop tersebut.
"Tanpa aku jelasin kamu sudah tau isinya." urai Felia memasang wajah datar.
Sungguh dia sudah muak melihat pria ini, apalagi saat adegan panas itu terus melintas dipikirannya. Louis membuka amplop itu, alangkah terkejutnya melihat foto perselingkuhan dengan banyak wanita apalagi di sana dia melihat foto perselingkuhannya dengan Laura.
"Ka-kamu dapat foto ini dari mana Felia?" tanya Louis yang sudah membuka bukti itu saat sekarang dia sudah menatap Felia.
"Kamu masih tanya foto itu dari mana? Apa ayah katakan sekali lagi kenapa Felia dapat foto perselingkuhan kamu dengan semua perempuan." kali ini Edbert yang berbicara sedangkan Felia cuman diam tanpa memedulikan Louis.
Bukannya Louis mengaku salah malah dia tersenyum, dia sudah menebak pasti semua bukti ini ulah ayahnya. Karena dia tau pasti ayahnya melakukan ini untuk menghancurkan pernikahannya dengan Felia.
"Pasti ayah sengaja melakukan ini supaya pernikahan aku dengan Felia hancur. Bukannya ini kemauan ayah untuk dekat lagi dengan menantu tercinta?" lontar Louis membuat Edbert mengepal tangannya dari balik sofa.
Kedua lelaki itu terkejut saat melihat Felia melempar flashdisk di meja, "Apa kamu masih belum mengaku dengan perbuatan kamu sekarang Louis. Sekarang lihat isi yang ada di dalam flashdisk itu, pasti kamu tau siapa yang salah di sini."
Louis mengambil flashdisk itu lalu dia melihat Bob membawa laptop, sebelum flashdisk itu dipasang di laptop ia kembali menatap Felia. Sungguh ia merasa takut melihat ekspresi wajah Felia yang sekarang, Felia yang sekarang bukan Felia yang dia kenal seperti orang lain.
__ADS_1
Louis merasa hidupnya terancam melihat rekaman vidio di layar laptop, dia tidak menyangka Felia akan tau hubungannya dengan Laura. Apalagi adegan panas yang dia lakukan dengan Laura terungkap begitu saja.
Ini tidak benar, Louis segera menghentikan vidio itu lalu dia kembali menatap Felia. "Ini tidak benar Felia. Aku tidak melakukan itu dengan Laura, aku di jebak dengan dia. Wanita itu memaksa aku untuk melakukan itu, aku gak tau kenapa Laura melakukan hal ini terhadapku. Kamu harus percaya sama aku Felia."
"Bullshit! Apa aku sekarang percaya sama ucapan sampah dari mulut kamu, sudah terbukti jelas bukan ngaku malah membela diri. Supaya apa? Supaya aku kasihan sama kamu dan aku bisa dibohongi sama lelaki brengsek seperti kamu." erang Felia dengan tatapan marah, dia sudah tidak melihat Louis sebagai suaminya melainkan sebagai lelaki menjijikan yang sudah mengkhianatinya.
Louis menggeleng lalu dia menghampiri Felia, ia tidak mau kalau dirinya kehilangan wanita ini. "Nggak Felia! Kamu harus percaya sama aku, semua bukti ini bohong Felia kamu jangan percaya dengan kata-kata ayah. Aku tau ayah melakukan ini untuk menghancurkan pernikahan kita."
"Aku mohon sama kamu, kamu harus percaya sama suami kamu bukan sama ayah. Aku tidak mungkin melakukan ini sama kamu, kamu tau aku mencintai kamu dan mencintai putra kita. Aku tidak mungkin melakukan itu sama kamu, Felia." tutur Louis yang terus menyentuh tangan Felia dan memohon supaya Felia bisa percaya dengannya lagi.
Plak!
Satu tamparan itu tepat mengenai pipi kanan Louis, dia sudah benar-benar muak dengan tingkah laku Louis. Apa susahnya mengaku dengan perselingkuhan ini malah berbicara yang tidak penting.
"Percaya kata kamu! Aku sudah percaya sama kamu sebelum kita menikah, tapi apa yang aku dapatkan dari kamu. Yang aku dapatkan pengkhianatan yang kamu buat untuk aku Louis, dan sekarang kamu minta aku percaya. Aku harus percaya apa lagi sama kamu, hah! Percaya kalau aku akan terus di sakiti dan dipermainkan sama kamu gitu."
"Itukan yang kamu mau, jawab Louis!" erang Felia dengan wajah yang sangat marah, ini pertama kalinya dia melihat Felia murka.
Biasanya wanita ini tidak seperti ini dan dia tidak menyangka kalau Felia akan seperti ini, begitupun dengan Edbert dia tidak percaya kalau di hadapannya ini menantunya tapi dia bangga melihat Felia seperti ini.
Louis tidak bisa berbuat apapun lagi, semakin dia membela diri semakin Felia tidak percaya lagi. Susah sekali untuk mendapatkan rasa percaya dari wanita ini, tapi gara-gara ayahnya semua rencananya menjadi kacau. Coba kalau ayahnya tidak datang di saat seperti ini, mungkin hubungannya dengan Laura tidak sampai ketahuan seperti ini.
"Sekarang aku minta kamu pergi dari sini dan aku gak mau melihat muka kamu di depan mataku lagi." seru Felia dengan jari telunjuk menunjuk kearah pintu, itu pertanda kalau wanita ini mengusirnya dari rumahnya sendiri.
"Pergi? Seharusnya kamu yang pergi dari sini, kamu gak ingat ini rumah siapa dan kamu cuman numpang di sini kalau kamu tau itu." ujar Louis membuat Felia mati kutu, yang dikatakan Louis benar dia memang numpang.
Seharusnya yang pergi dirinya bukan Louis, kenapa harus pria ini yang dia usir harusnya Louis yang mengusirnya. Tapi mau gimana lagi itulah kenyataannya, dia juga tidak tau harus kemana setelah dia diusir dari sini.
__ADS_1