Semalam Dengan Ayah Mertua

Semalam Dengan Ayah Mertua
Ternyata Dia Hanya Memanfaatkan Ku


__ADS_3

Laura melihat Louis baru saja tiba di rumah, lelaki itu malah pergi ke kamar tanpa bicara lebih dulu dengannya. Tidak butuh waktu lama untuk Louis membersihkan tubuh, saat dia kembali turun ia masuk ke dapur untuk mengambil minuman kaleng.


"Barusan aku melihat surat dari pengadilan di laci kamar kita, apa Felia datang membawa surat pengadilan itu untuk kamu?" tanya Laura yang melihat Louis dari jauh, lelaki itu tetap menikmati minuman kaleng sampai minuman itu selesai diminum.


"Ya! Felia datang ke kantor mengantar surat perceraian dari pengadilan, dia memintaku untuk segera menandatangani surat itu secepatnya." kata Louis saat lelaki itu tidak memandangnya malah dia memandang kearah lain.


"Kenapa kamu tidak tandatangan aja, lagian pernikahan kalian sudah berakhir buat apa dipertahankan lagi." ucap Laura membuat Louis menatap wanita itu.


"Ya kamu benar kalau pernikahanku dengan Felia tidak bisa dipertahankan lagi, tapi aku tidak ingin kehilangan wanita itu. Kamu taukan Felia semakin hari semakin sukses, aku mau dia kembali kepadaku untuk membantu mengurus perusahaan."


"Maksud kamu... Kamu sengaja melakukan itu supaya Felia kembali lagi sama kamu, untuk memanfaatkan wanita itu supaya perusahaan bisa kembali normal begitu?" tutur Laura membuat Louis mengangguk.


"Good Job!" Louis melangkah ke tempat Laura berada lalu dia duduk di depan Laura, "Kamu ini cerdas sekali ternyata, kamu tau aku hanya memanfaatkan dia supaya perusahaan bisa kembali seperti dulu. Makanya aku mempersulit jalan dia untuk berpisah denganku, apa kamu sekarang senang dengan rencanaku ini?"


Laura beranjak dan berpindah tempat duduk di depan Louis, "Sayang, kamu ini pintar sekali membodohi wanita itu. Aku suka banget sama rencana kamu itu."


"Pasti dong, lagian sayangkan kalau wanita bodoh itu pergi saat kita masih butuh bantuan dia." Laura tersenyum dan memeluk Louis, dia sangat bahagia mendengar itu tapi ia juga harus secepatnya mendapatkan bagian sebelum pria bodoh ini mengetahui rencananya.


Sedangkan Felia sangat sibuk mengurus kantor setelah memberikan surat perceraian untuk Louis, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melepaskan pria itu dan dia akan fokus menata karir.


"Kamu yang namanya Felia." ucap salah satu wanita yang datang keruangan Felia, Felia yang mendengar ada suara dari seseorang melihat ke orang tersebut.


"Kamu butuh bantuan saya?" tanya Felia bingung melihat wanita ini tiba-tiba datang tanpa mengatakan apapun lagi.


"Cih, buat apa saya butuh bantuan kamu. Oh ya saya datang kemari untuk mengatakan hal penting sama kamu."


"Hal penting? Hal penting apa sampai kamu tiba-tiba keruangan saya." timpal Felia membuat wanita itu mengambil kursi dan menarik kursi itu di dekat Felia.


"Jauhi pak Edbert." ucap wanita itu yang bernama Nia, dia mengenal wanita ini karena dia adalah karyawan baru di sini.


"Maksud kamu apa ya bicara gitu sama saya?"

__ADS_1


Nia menaikan kakinya ke kaki satunya lalu wanita melipat kedua tangannya, "Apa ucapan saya kurang jelas sama kamu? Saya mau kamu jauhi pak Edbert, karena saya tidak suka kamu dekat-dekat dengan pak Edbert."


Felia tersenyum saat dia sudah menebak maksud dari ucapan wanita ini, "Jadi kamu menyukai ayah mertua saya?"


"Itu kamu tau. Kalau kamu tau seharusnya kamu sadar diri kalau pak Edbert punya saya, bukan malah kamu mempersulit jalan saya untuk dekat dengan pak Edbert." cakap wanita itu yang dengan secara langsung mengatakan ingin dia menjauhi ayah mertuanya, apa dia tidak salah dengar.


"Begini ya Nia, saya tau kamu menyukai ayah mertua saya tapi saya tidak bisa melakukan keinginan kamu. Kalau memang ayah mertua saya menyukai kamu pasti dia akan datang untuk kamu, tapi kali ini ayah mertua saya tidak bilang ke saya kalau dia menyukai kamu."


"Apa menurut kamu saya harus mengikuti kemauan kamu atau saya mengikuti aturan di kantor ini?" ucap Felia kembali saat dia melihat wanita ini sama sekali tidak bisa berkutik.


***


Felia menggeleng kepala melihat tingkah laku Nia, setelah mengatakan hal itu Nia pergi begitu saja saat mereka mendengar seseorang masuk. Saat pintu itu terbuka mereka berdua melihat keberadaan Edbert, lalu mata lelaki itu sama sekali tidak memandang kearah Nia malah sibuk menatap Felia.


"Ayah. Kenapa ayah datang kemari, bukannya jam makan siang masih lama." kata Felia melihat ayah mertuanya datang, lalu ayah mertuanya itu mengambil kursi untuk diletakan di samping Felia.


"Saya mau menemani kamu di sini." ucap Edbert saat dia sibuk menatap Felia, lalu pandangannya terputus saat melihat keberadaan Nia.


"Kenapa kamu masih ada di sini, bukannya kamu masih punya banyak pekerjaan yang seharusnya kamu selesaikan Nia. Apa kamu mau saya pecat kalau kamu lalai dalam pekerjaan kamu?"


"Ada apa sayang, kenapa Nia bisa datang keruangan kamu?" tanya Edbert penasaran.


"Nia menyukai kamu dan dia meminta aku untuk menjauhi kamu."


"Terus dia bilang apa lagi!" Felia tersenyum saat pria di depannya ini mulai penasaran, tapi dia sengaja untuk tidak mengatakan yang sebenarnya.


Jam makan siang Edbert membawa Felia sarapan bersama, lagi asiknya mereka makan mereka bertemu dengan Louis dan Laura. Kedua pasangan itu selalu datang saat mereka sedang menikmati suasana berdua.


"Hai ayah! Hai Felia! Kalian ada di sini juga." ucap Louis saat dia melihat keberadaan Felia.


Felia menjawab dengan senyuman tanpa memperdulikan lelaki itu lagi, "Apa aku dan Laura boleh gabung di sini?"

__ADS_1


Felia menatap Edbert saat dia meminta persetujuan dari pria di hadapannya, lalu dia mengangguk saat Edbert menyetujuinya. Louis dengan Laura duduk di meja yang sama, membuat Felia tidak nyaman berada di dekat mereka.


"Sayang kamu mau makan apa?" tanya Louis dengan memberikan buku menu ke Laura, Laura menerima buku itu dengan senang hati lalu dia memilih menu yang ada di restoran ini.


"Kalian kenapa bisa ada di sini, bukannya kantor kamu jauh dengan restoran ini." ucap Edbert yang sedikit aneh dengan sikap mereka berdua.


"Memangnya kenapa ayah mertua bukannya tempat ini siapa aja bisa datang, kenapa kamu malah mencurigai kami. Apa kamu takut kalau aku dengan Louis dari tadi mengikuti kalian, begitu?" lontar Laura, saat Edbert ingin membalas ucapan Laura Felia segera menghentikannya.


Pelayan itu datang membawa pesanan Laura dan pesanan Louis, mereka berdua menikmati sarapan itu sampai Louis menatap Felia.


"Felia kamu taukan kalau saya tidak mau berpisah dengan kamu." ucap Louis saat Felia masih mendengarkan ucapan lelaki itu, "Saya bisa aja menandatangani surat perceraian kita asalkan kamu mau mengikuti kemauanku."


Felia menggeleng saat dia melihat Edbert sudah mau membalas perbuatan Louis, "Cepat katakan apa yang kamu inginkan."


Louis tersenyum saat mendengar ucapan Felia, "Saya mau kamu kembali denganku dan membantuku mengurus perusahaan."


"Kamu gila Louis! Kamu dengan Felia sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi, kenapa kamu meminta Felia kembali. Apa kamu sengaja mempersulit Felia untuk berpisah dengan kamu." kata Edbert yang langsung mengetahui rencana busuk Louis.


"Ayah! Ayah! Mana mungkin Louis melakukan itu ke Felia, ayah 'kan tau kalau Louis sangat mencintai Felia dan hubungan mereka masih bisa di perbaiki." Lalu Laura menatap Felia yang tidak bicara apapun.


"Gimana Felia apa kamu mau memberikan kesempatan untuk Louis dan kembali seperti dulu dengan Louis." ucap Laura dengan meminta Felia kembali ke sisi Louis, tetapi apa yang dia dapatkan salah.


Mereka berdua pikir Felia gampang dibodohi tapi kenyataannya wanita itu sangat pintar, "Sudahlah kalian jangan menyembunyikan kebohongan lagi, saya tau niat jahat kalian datang kemari. Kalian ingin saya kembali dan memanfaatkan saya untuk mengurus perusahaan kalian yang sedang goyang, terus nanti setelah kalian mendapatkan apa yang kalian inginkan, kalian membuang saya seperti yang kalian lakukan dulu."


Mereka yang mendengar itu terdiam sesaat, bagaimana bisa Felia mengetahui rencananya. Dan semua tebakan Felia benar sesuai dengan rencana, tetapi kenapa wanita bodoh ini bisa tau semuanya.


"Kalian ingat siapa yang tinggal di rumah kalian selain kalian berdua." ujar Felia membuat Louis dan Laura berpikir.


"Tania! Wanita itu sengaja saya berikan tugas untuk memata-matai kalian, supaya saya bisa mendengar rencana licik kalian."


"... Dan yang harus kalian tau saya meminta Tania bekerja sebagai asisten rumah tangga untuk memantau kalian, karena dari awal saya sudah curiga kalau kalian akan melakukan ini sama saya. Apa menurut kalian rencanaku ini bagus?" ucap Felia menatap kearah Louis dan Laura.

__ADS_1


"Sudahlah Louis kamu jangan terlalu banyak bermimpi, kamu tau hubungan kalian sudah berakhir kenapa kamu malah mempersulit jalan Felia untuk berpisah sama kamu. Apa kamu tidak rela Felia bahagia atau jangan-jangan kamu iri melihat Felia sukses." urai Edbert saat ia melihat kearah mereka, lalu dia kembali menatap Felia.


Louis tidak tahan lagi dengan mereka berdua, ia lebih memilih pergi meninggalkan Laura. Sedangkan Laura yang masih ada di sana menyusul Louis.


__ADS_2