
"Kamu yakin kartu ini untuk aku?" tanya Laura saat dia melihat kartu hitam berada di tangannya.
"Ya! Itu khusus untuk kamu. Apapun yang kamu inginkan kamu bisa membelinya, gak usah khawatir Felia tidak akan tau kalau saya memberikan black card untuk kamu."
"Apapun yang saya inginkan saya bisa membeli semuanya memakai kartu ini?" Louis mengangguk dengan ucapan Laura, baginya Laura sangatlah menggemaskan sampai dirinya ingin sekali menyerang tubuh Laura.
Sebelum Laura kembali berbicara ia melihat black card yang berada di tangannya lalu dia kembali menatap Louis, "Berarti aku bisa membeli mobil yang aku sukai walaupun harganya sangat mahal?"
Louis mengangguk dengan pertanyaan Laura, Laura sangat senang dengan pemberian Louis. Dia tidak menyangka ternyata Louis selau memberikan apapun yang dia inginkan, sepasang suami istri ini begitu bodoh.
Sangatlah bodoh sampai mereka tidak tau kalau sebenarnya ia ingin mengambil semua yang dimiliki Louis, gampang sekali menaklukan Louis ternyata lelaki ini mudah dimanfaatkan sampai Louis tidak tau niat buruknya seperti apa.
"Makasih sayang. Kamu memang pandai membuat aku bahagia, aku senang banget kamu sudah memberikan apapun yang aku inginkan." ucap Laura saat dia sudah melihat kearah Louis.
"Iya sama-sama sayang." urai Louis dengan menyentuh dagu runcing Laura, Laura menyimpang black card itu di dalam laci lalu dia melihat Louis sudah menciumi wajahnya.
Malam ini terjadilah setiap saatnya, Laura memang memberikan tubuhnya untuk Louis dengan tujuan mengambil harta milik Louis. Apapun itu ia harus mendapatkan apa yang dimiliki Louis, setelah mendapatkan semuanya barulah dia bisa meninggalkan lelaki miskin ini.
Seperti biasa Laura melakukan pekerjaan di kantor, mulai dari bertemu dengan rekan bisnis sampai pekerjaan yang lain. Laura sekarang masih berada di ruangan Louis, dengan posisi ia berada di pangkuan lelaki ini.
"Sayang, kamu taukan kalau aku ini sangat mencintai kamu semua yang aku lakukan untuk kamu. Suatu saat kalau aku bangkrut dan tidak bisa memberikan apapun yang kamu mau apakah kamu mau bersama denganku?" kata Louis dengan menatap wajah Laura.
"Maksud kamu, kamu bangkrut sayang?" tanya Laura yang sedikit kaget dengan ucapan Louis.
"Tidak! Ini seandainya kalau aku bangkrut apakah kamu masih mau sama aku? Dan kamu janjikan terus berada di samping aku."
Laura diam memikirkan ucapan Louis dengan terus berbicara di dalam hati, "Bagaimana bisa saya ada di samping kamu saat kamu bangkrut. Yang ada aku cari lelaki kaya yang lebih kaya dari kamu, aku juga mana mau sama lelaki miskin kaya kamu."
__ADS_1
"Sayang, kamu kenapa diam aja." ucap Louis membuat lamunan Laura tersadar, Laura kembali menatap Louis.
Lelaki tampan yang sangat ia sukai dan mudah ia mainkan, "Tidak akan sayang, kamu taukan kalau aku sangat mencintai kamu. Mana mungkin aku ninggalin kamu di masa sulit seperti itu, aku pasti selalu ada di samping kamu walau kamu miskin aku tetap ada di sisi kamu."
Louis tersenyum mendengar ucapan Laura, dia sangat beruntung mendapatkan wanita seperti Laura. Sudah cantik, seksi, pintar dan pandai membuatnya jatuh hati. Louis segera menyerang tubuh Laura setelah pembicaraan mereka selesai.
Tanpa sepengetahuan Louis Laura pergi untuk bersenang-senang, mulai dari membeli barang mewah untuk diletakan di rumah mewahnya sampai ia belikan mobil paling mahal keluaran baru. Baginya ini surga untuknya, bagaimana mungkin ia seberuntung ini mendapatkan lelaki kaya dan harta diberikan kepadanya.
"Kamu memang bodoh Louis. Saya ini memang pintar untuk membohongi kamu, suatu saat harta kamu akan menjadi milik aku dan perusahaan kamu suatu saat akan menjadi milikku bagaimanapun caranya." batin Laura dengan tersenyum.
Hari ini Louis sedang sibuk bersama dengan Felia, dia tidak peduli dengan dua pasangan itu yang terpenting black card sudah ada ditangannya. Dan dia yakin pasti seluruh aset yang dimiliki Louis akan menjadi miliknya.
***
"Dari mana aja kamu baru pulang jam segini?" ucapan yang dilontarkan Louis membuat Laura kaget, tiba-tiba saja dia melihat Louis sudah berada diruang tamu.
Dan dia melihat Louis menatapnya dengan sangat tajam, "Buat apa lelaki itu menatapku seperti itu, seharusnya dia tidak peduli aku mau kemana sama siapapun bukan urusan dia. Lagian aku tidak ada hubungan apa-apa dengan lelaki miskin itu."
Laura mengeluarkan belanjaan untuk Louis membuat lelaki itu cuman bisa melihat kegiatan Laura, "Gimana kamu suka kan dengan jas dan dasinya?"
"Sayang!" panggil Laura saat Louis tidak menjawabnya malah dia sibuk menatapnya dengan tajam.
"Kamu marah sama aku? Apa gara-gara aku keluar tidak izin sama kamu?" ucap Laura yang sudah tidak mood memikirkan belanjaannya, sekarang yang dia pikirkan lelaki di hadapannya ini.
Louis tidak menjawab ucapan Laura malah dia mengeluarkan handphone dan sibuk mengetik layar handphone, lelaki itu memberikan sebuah foto yang berada di galerinya dan dia dibuat kaget melihat foto itu.
Foto itu adalah foto dia dengan kekasihnya, tepatnya tunangannya. Dia sengaja bertemu dengan tunangannya karena dia sangat merindukan lelaki kaya itu. Dia tidak habis pikir kenapa Louis bisa tau dia bersama dengan tunangannya.
__ADS_1
"Ka-kamu dapat foto itu dari mana?" tanya Laura terbata-bata lalu dia kembali menatap Louis yang awalnya dia melihat kearah foto yang ditunjuk Louis di layar handphone.
"Kamu tidak perlu tau aku dapat foto ini dari mana, aku tanya sama kamu siapa lelaki yang kamu peluk ini? Jawab aku Laura, kenapa kamu diam aja."
"Ini orang kenapa sih, mau aku jalan sama siapapun bukan urusannya dengan dia. Lagian buat apa dia peduli dengan hidupku, aku harus cari cara untuk membuat dia percaya lagi denganku." ucapnya dalam hati.
Laura sengaja bersikap manja karena Louis sangat suka dengan sikapnya ini, "Sayang sekarang tatap mata aku, lihat aku sayang."
Pria ini akhirnya berani menatapnya tapi dengan ekspresi marah, kesal dan cemburu. Sangat jelas dengan tatapan mata itu, "Sayang dengerin aku dulu ya! Laki-laki yang ada di foto itu sepupu aku, sepupu jauh yang berada di spanyol. Dia sengaja datang untuk menemui aku, karena sudah lama aku tidak bertemu dengan dia."
"... Makanya aku tidak beritahu soal dia, aku takut kamu salah paham sama aku."
"Kamu yakin cuman sepupu jauh?" tanya Louis yang bisa menahan rasa marahnya, walau masih tersisa di hatinya.
Laura mengangguk dan tersenyum, "Ya sayang masa aku bohong sama kamu."
"Baiklah aku percaya sama kamu, tapi kalau kamu ketahuan berduaan dengan lelaki lain aku akan menghukum kamu."
"Ya sayang."
"Untungnya lelaki bodoh ini percaya kalau tidak sudah habis kalau dia bukan sepupuku melainkan tunanganku." batin Laura.
Louis dengan Laura sangat pandai menyembunyikan perselingkuhannya, tidak dengan Edbert lelaki itu malah sudah mengetahui perselingkuhan Louis. Lagi-lagi dia dibuat kecewa oleh putranya, gimana bisa dia mempercayai seorang pengkhianat yang sudah berkhianat sejak dulu dan dia masih mempercayainya.
Di negara lain tepatnya di negara Prancis, seorang lelaki sibuk melamun menatap amplop coklat yang berada di depan matanya. Dia meminta anak buahnya untuk menyelidiki Louis, dan nyatanya bukti itu ia dapatkan dan dia dibuat marah dengan kelakuan Louis.
"Bodoh sekali aku bisa percaya dengan lelaki bajingan ini. Baik Louis, tunggu permainan saya untuk kamu. Dan saya akan membuat hidupmu hancur setelah Felia mengetahui perselingkuhan kamu." ucapnya dalam hati dengan memperhatikan bukti perselingkuhan Louis dengan Laura.
__ADS_1
Awalnya dia sempat mengira kalau Louis menjalin hubungan dengan seorang janda, tapi kenyataannya Louis berhubungan dengan sekertarisnya sendiri. Yang lebih tidak masuk akalnya, wanita yang menjadi sekretaris adalah Laura yang pernah bekerja di perusahaannya.
Setelah melihat perselingkuhan Louis, Edbert memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Dia tidak mau Felia sakit hati melihat suaminya selingkuh terlalu lama, apalagi perselingkuhan itu terjadi sampai sekarang mereka tinggal di satu rumah.