Semalam Dengan Ayah Mertua

Semalam Dengan Ayah Mertua
Kehancuran Mayra


__ADS_3

Tiba di hotel Lion sudah menyerang tubuh Mayra, keduanya sama-sama menikmati apa yang mereka lakukan sampai terdengar suara berisik akibat ulah yang mereka lakukan.


Kamar hotel yang begitu luas dengan ranjang yang sangat memuaskan, membuat keduanya menikmati sensasi kenikmatan hotel. Di kamar tersebut sudah tidak begitu jelas apa yang mereka lakukan, yang pasti keduanya saling beradu cinta. Dan sekarang kamar itu sudah terdengar suara indah kenikmatan dunia, yang akan mereka lakukan sampai kapanpun mereka mau.


Paginya Mayra terbangun dan di sana ia tidak melihat siapapun, ranjang yang seharusnya untuk dua orang malah ia hanya sendiri di kasur. Ia mencoba menemukan handphone yang tersimpan di samping lemari dekat kasur, ia mencoba mencari kontak Lion.


Saat Mayra ingin menghubungi lelaki itu ternyata tidak bisa dihubungi, berkali-kali Mayra mencoba menghubungi Lion tetapi yang ia dapatkan hanyalah suara operator.


"Kemana Lion? Kenapa handphonenya susah di hubungi." ucap Mayra berusaha menghubungi Lion, dan hasilnya tetap sama tidak bisa dihubungi.


"Argh!" dengan perasaan marah Mayra melempar handphone tersebut masih di tempat tidur, ia menyentuh kepalanya lalu rambutnya ia acak-acak seperti orang gila.


"Kurang ajar, dia berani ninggalin aku dalam keadaan seperti ini. Apa dia sudah gila memperlakukan gua seperti ini." kata Mayra yang masih berbicara sendiri di dalam kamar.


Mayra mencoba turun dari ranjang, dia melangkah kearah toilet. Setelah ia selesai mandi Mayra memutuskan untuk pergi dari hotel untuk mencari keberadaan Lion.


Sedangkan di tempat lain Lion merasa puas melakukan hal itu kepada Mayra, ia sangat bahagia melihat wanita itu menderita.


"Lu benar-benar ya! Baru kali ini lu melakukan hal itu sama perempuan, gua yakin pasti wanita itu lagi mencari keberadaan lu yang tiba-tiba menghilang." ucap lelaki yang dikelilingi wanita seksi.


"Itu pasti, gua gak percaya aja lu bisa ngelakuin itu tanpa mikirin perasaan wanita itu."


Lion menerima gelas dari wanita cantik di sampingnya, lalu ia meminum minuman itu sampai habis. "Mau gimana lagi gua suka sama tubuhnya, jadi bagi gua ini kesempatan bagus untuk menikmati tubuhnya."


"Lagian siapa suruh dia bodoh. Sangat bodoh! Sampai tidak membedakan mana lelaki yang tulus dan mana lelaki yang menginginkan tubuhnya." ujar Lion dengan memberikan senyuman di ujung bibirnya.


Kedua temannya menggeleng kepala melihat kelakuan Lion, Lion memang seperti itu yang sangat menyukai tubuh wanita. Apapun yang dia lihat pasti harus ia dapatkan, sampai dirinya benar-benar puas baru meninggalkan wanita dengan keadaan yang sama persis dengan Mayra.


***


Mayra tidak tau dimana lagi ia mencari keberadaan Lion, yang pasti ia sudah mencari kemanapun sampai dirinya terus menghubungi Lion tapi lelaki itu susah di hubungi. Saat Mayra melangkah ia bertemu dengan kekasihnya Edrick, lelaki itu sedang asik bermesraan dengan wanita lain.


Melihat itu Mayra marah dan dia dengan cepat melangkah mengikuti Edrick dan wanita itu, "Edrick."

__ADS_1


"Mayra." ucap Edrick melihat Mayra berada di depan matanya, Mayra menatap wanita di samping Edrick lalu dia kembali menatap Edrick.


"Dia siapa, Edrick? Wanita ini siapa?" tanya Mayra yang terus memberikan sebuah pertanyaan mengenai wanita di samping Edrick.


Melihat ada wanita asing yang mengenal tunangannya, ia dengan cepat merangkul pinggang kekasihnya secara memperlihatkan kemesraan di depan wanita asing itu.


"Dia... Dia tunanganku yang akan menjadi istriku." ucap Edrick yang tidak berani menatap Mayra.


Mendengar itu Mayra tidak terima akan perlakuan Edrick kepadanya, Mayra melepaskan pelukan Edrick lalu di sana ia mengamuk meminta penjelasan kepada Edrick.


"Coba katakan sekali lagi, apa yang aku dengar gak benarkan. Ucapan kamu bohong kan? Kamu mana mungkin ninggalin aku dan memilih dia dari pada aku Edrick."


"Stop! Stop, Mayra!" ucap Edrick dengan meninggikan suaranya, Mayra berhenti mengamuk saat mendengar suara bentakan yang keluar dari mulut Edrick.


"Yang aku katakan benar, dia tunanganku. Sebentar lagi aku dengan dia akan menikah, maaf Mayra aku melukai perasaan kamu. Aku tidak bisa bersama kamu."


"Kenapa? Kenapa! Kenapa kamu lakuin ini sama aku Edrick, kamu janji mau nikahin aku. Kenapa kamu memilih wanita lain dari pada aku." ucap Mayra dengan nada lirih, posisi mereka sudah menjauh dari wanita itu.


"May!" panggil Edrick yang mencoba mendekati Mayra, tetapi ia melihat Mayra sedikit menjauh.


"Maaf. Saya minta maaf sama kamu, saya tidak bisa mempertahankan hubungan kita. Kamu taukan orang tuaku tidak setuju dengan hubungan kita, mama tidak menyukai kamu May."


Mayra berusaha menahan air matanya tetap tidak bisa, lalu dia kembali menatap wajah Edrick. "Tapi aku bisa menyakinkan mama kamu supaya mama kamu bisa nerima aku, bukan seperti ini Edrick sama aja kamu menyakiti perasaan aku."


"Maaf May. Orang tuaku tidak mau memiliki menantu seperti kamu, orang tuaku tau asal usul kamu dan dia menentang aku untuk berhubungan sama kamu..."


"... sekali lagi aku minta maaf May. Aku tidak bisa mempertahankan hubungan kita." setelah selesai bicara Edrick memutuskan untuk pergi, tidak dengan Mayra ia sekarang sudah tidak memiliki siapapun dan sekarang hidupnya sudah hancur.


Keesokannya Edbert memutuskan untuk bertemu dengan Mayra, sekarang ia sudah berada di sebuah apartemen yang terdapat hanya dirinya dan juga Mayra. Posisi mereka sekarang sudah berada di ruang tamu, sedangkan Bob menunggu di luar.


"Katakan! Apa yang mau kamu inginkan dariku." ucap Mayra menatap Edbert.


Lelaki itu malah menikmati segelas kopi yang sempat di pesan Bob, "Saya mau kamu menyerahkan diri ke kantor polisi."

__ADS_1


Mendengar itu Mayra mengerutkan kening, Edbert tau apa yang dipikirkan Mayra tapi ia ingin wanita ini melakukan kesalahannya di masa lalu. Edbert memberikan bukti kecelakaan di masa lalu, membuat Mayra kaget saat bukti itu berada di tangan Edbert.


"Ja-jadi kamu suami dari sahabatku." ucap Mayra sedikit terbata-bata, Edbert mengangguk ia melihat bahwa Mayra tidak tau kalau dirinya adalah suami dari sahabatnya sendiri.


"Sekarang kamu mau menyerahkan diri atau saya yang akan mengantarkan kamu ke sana." kata Edbert dengan kaki kanan di letakan di kaki satunya, ia terus menatap Mayra saat wanita itu terdiam seakan sedang memikirkan sesuatu.


"Baik, saya akan menyerahkan diri saya ke kantor polisi tapi saya tidak mau berada di kantor polisi sendiri."


"Maksud kamu?" Mayra memintanya untuk mencari pelaku yang bernama Edrick, karena mereka berdua yang melakukan rencana pembunuhan itu.


Dan dia mau Edrick seperti dirinya, ia tidak ingin Edrick bahagia di saat ia menderita di dalam penjara.


"Oke. Saya akan mengikuti kemauan kamu asalkan kamu mau menyerahkan diri ke polisi." akhirnya Mayra sepakat, dia meminta Bob mencari keberadaan Edrick dan yang lainnya.


Di tempat lain semua persiapan pernikahan sudah seratus persen, sekarang acara pernikahan di adakan di pinggir pantai dengan bertema alam. Saking sibuknya tamu undangan melihat acara pernikahan itu, tiba-tiba saja sebuah pistol mendarat di langit membuat pengunjung yang ada di acara pernikahan itu menatap kearah polisi.


Para pengunjung pada berbisik menanyakan kenapa ada polisi di acara pernikahan, kedua polisi itu melangkah ke salah satu pengantin yang akan melakukan janji suci mereka.


"Tangkap dia." perintah ketua dari polisi kepada anak buahnya, anak buahnya langsung mengikuti instruksi dari ketua.


"Ini ada apa, pak? Kenapa anak saya di tangkap, apa yang dilakukan anak saya sampai bapak menangkap putra saya." kata salah satu wanita yang ia akui kalau wanita itu ibu dari Edrick.


"Mohon maaf Bu, anak ibu terpaksa saya bawa ke kantor polisi karena anak ibu sudah melakukan pembunuhan yang mengakibatkan istri pak Edbert meninggal." mendengar itu wanita itu kaget, ia tidak percaya anak laki-laki yang dia percaya akan melakukan hal ini.


Wanita itu menggeleng dan, "Nggak mungkin pak! Anak saya tidak mungkin melakukan kejahatan itu."


"Maaf Bu. Saya tidak bisa menjelaskannya di sini, ibu akan tau kalau anak ibu ikut dengan saya dan menjelaskan semuanya." akhirnya polisi bisa membawa Edrick dari acara pernikahan tersebut.


***


...Untuk cerita lebih jelasnya nanti aku akan buat novel khusus tentang kehidupan Mayra, jadi kalian pantau terus cerita yang satu ini. Cerita ini aku akan menceritakan kehidupan Felia, Edbert dan Louis....


...Terima kasih kalian sudah mau membaca cerita ini, semoga seterusnya kalian menyukai semua karyaku. Pantau terus cerita baru ku nanti dan jangan lupa tinggalkan jejak 😊...

__ADS_1


__ADS_2