Semalam Dengan Ayah Mertua

Semalam Dengan Ayah Mertua
Ekstra Part 4


__ADS_3

Theia mencoba menghampiri mereka berdua, seakan-akan mereka tidak sengaja bertemu. Dan benar saja Edbert yang melihat Theia berada di tempat yang sama nampak kaget melihat keberadaan Theia. Dia tidak tau apa yang akan dilakukan Theia yang pasti dia akan berusaha untuk menyadarkan wanita ini.


"Ternyata aku tidak salah orang, kamu ada di sini juga. Sejak kapan kalian di sini kenapa aku tidak tau." ucap Theia yang basa-basi kepada mereka berdua.


Felia tersenyum saat melihat keberadaan Theia teman kuliah suaminya, "Kemarin kita baru sampai, kamu sudah lama ada di sini kak?" tanya Felia yang memulai membicarakan lebih dulu, sedangkan Edbert tidak merespon apapun.


Perkataan Felia sama sekali tidak di jawab oleh Theia, wanita ini malah sibuk menatap Edbert. Dari awal Felia sudah curiga kalau wanita ini akan melakukan sesuatu, tapi ia masih belum memiliki bukti kalau Theia mengikutinya.


"Ayo sayang kita jalan ke tempat lain aja nanti kamu nyesel kalau gak melihat semuanya." tutur Edbert dengan membawa Felia pergi, melihat kepergian Edbert Theia merasa kesal dengan sikap lelaki itu.


Theia mencoba mengikuti mereka, tapi tetap aja kalau keberadaan Theia membuatnya risih dan mengganggu waktu bulan madunya. Edbert meminta Felia untuk pergi ke tempat yang ingin istrinya kunjungi, tetapi ia meminta Felia untuk menunggu di sana karena dia ingin bicara dengan Theia.


"Katakan kenapa kamu bisa ada di sini! Kamu sengaja mengikuti ku sampai di sini?" kata Edbert yang berdiri menatap Theia dengan tatapan datar.


"Aku sudah bilang sama kamu Edbert aku mana mungkin mengikuti kamu, aku sudah lama berada di sini sebelum kalian datang." urai Theia.


"Apa menurut kamu aku ini bodoh Theia, aku sudah tau sifat kamu seperti apa. Jangan pernah mengganggu kehidupanku dengan Felia, aku sudah bilang sama kamu kalau kamu itu hanya teman kuliahku gak lebih."


Theia mencoba menatap lelaki tampan di hadapannya, dia tau kalau Edbert adalah teman kuliahnya tapi ia merasa kalau perasaan ini harus dimiliki oleh Edbert.


"Ya aku tau kita teman kuliah, tapi apa kamu tidak bisa memiliki perasaan sedikitpun denganku. Kita sudah lama berteman tapi kamu malah menganggap ku sebagai teman, sedangkan aku menganggap kamu melebihi seorang teman Edbert."


"Itu urusan kamu bukan urusanku. Dari dulu sampai sekarang aku tidak memiliki perasaan sama kamu, jadi jangan pernah mengganggu kehidupanku lagi. Buang perasaan kamu dan lupakan semua perasaan yang kamu miliki itu, aku tidak mau perasaan kamu hanya menyakiti diri kamu sendiri Theia."


"Ingatlah aku sudah memiliki kebahagiaanku sendiri jangan pernah ganggu kehidupanku Theia. Kamu berhak mendapatkan lelaki lain selain aku, kamu pantas dicinta oleh orang lain bukan dicintai olehku." kata Edbert kembali lalu dia memilih pergi setelah mengatakan semuanya.


Melihat kepergian Edbert Theia semakin tidak terima dengan penolakan yang diberikan Edbert, dia ingin lelaki itu membalas perasaannya bukan malah menolaknya dan memilih wanita murahan itu.

__ADS_1


"Aku tidak bisa melepaskan kamu Edbert, kalau aku tidak bisa mendapatkan kamu wanita lain juga tidak bisa mengambil kamu dariku." batin Theia dengan mencengkram kuat sebelah tangannya.


"Sayang maaf ya sudah buat kamu menunggu." ucap Edbert yang sudah kembali menyusul Felia di tempat awal.


"Nggak apa-apa. Sebenarnya kamu kemana sampai lama banget keluarnya." kata Felia, lalu Edbert mengeluarkan jam tangan yang sempat dia beli.


"Aku barusan jalan-jalan lihat jam ini jadi aku mampir dulu untuk membeli jam ini untuk kamu." Edbert mengeluarkan jam dari kotak lalu dia mengambil jam itu untuk dipasangkan ke pergelangan tangan Felia.


"Gimana cantikan jam tangannya. Kalau kaya gini kamu semakin cantik memakai jam ini." ucap Edbert yang melihat jam pemberiannya di pasang di tangan cantik Felia, Felia tersenyum melihat jam pemberian Edbert.


"Makasih sayang."


"Sama-sama." Edbert kembali membawa Felia jalan-jalan sampai mereka tiba di hotel.


***


Theia mencoba melakukan rencana untuk mendapatkan Edbert, sebelum rencana itu berjalan lancar ia harus mencari waktu untuk bertemu dengan Felia. Wanita yang sudah berani merebut Edbert darinya.


Tetapi Felia tidak tau kalau Edbert sudah memasang sesuatu di handphone Felia, jadi dia bisa melacak keberadaan Felia kalau istrinya terjadi sesuatu. Dan benar saja kalau Felia sedang pergi menemui seseorang yang terlihat di titik handphonenya.


Edbert sudah mengira kalau perbuatan ini akan dilakukan oleh Theia, kalau bukan wanita itu siapa lagi. Edbert akan mengikuti titik keberadaan Felia sampai Felia tiba di lokasi yang dikirim nomor tidak dikenal.


"Apa ini tempatnya." gumam Felia yang melihat lokasi yang dikirimkan nomor tidak dikenal, Felia masuk ke dalam tempat itu.


Tidak ada satupun orang yang berada di sana, sampai Felia tidak tau kalau Theia berada dibelakangnya, Theia yang membawa balok panjang berukuran besar itu terus mengikuti langkah Felia sampai balok itu tepat mengenai punggung Felia.


Mendapat pukulan keras dari seseorang membuat Felia merasakan sakit, lalu pukulan itu dilakukan lagi mengenai kepalanya sampai pusing akibat pukulan itu. Theia yang melihat Felia sudah pingsan membawa Felia, ia membawa Felia ke salah satu ruangan dan mengingat kedua tangan Felia dan juga kedua kaki Felia di bangku.

__ADS_1


Tidak lupa dengan kedua mata Felia di tutupi dengan kain berwarna hitam, merasakan akibat pukulan keras itu membuat Felia pingsan tidak berdaya sampai Theia menunggu kesadaran Felia. Melihat Felia sadar ia mengambil kursi untuk ia duduki, lalu dia sibuk memperhatikan Felia yang terus mengoceh.


"Aku ada di mana? Kenapa mataku di tutup seperti ini, siapa kamu. Kenapa kamu melakukan ini samaku, apa salahku sampai kamu melakukan kejahatan seperti ini." ucap Felia dengan suara lantang, Theia yang mendengar itu tersenyum senang.


"Kamu mau tau siapa aku?" Felia yang mendengar suara seseorang menggerakkan kepalanya untuk mendengar jelas siapa wanita asing yang bicara barusan.


Theia beranjak dari tempat duduk lalu ia memilih melangkah kearah Felia, sebelum ia membuka penutup mata Felia dia melihat dulu wajah Felia dengan menyentuh wajahnya menggunakan tangan. Felia menolak dengan sentuhan orang asing yang berada di wajahnya.


Saat penutup matanya terbuka dia melihat seorang wanita menatapnya, Felia tak percaya ternyata orang dibalik semuanya adalah Theia. Wanita yang ia temui.


"Kamu! Jadi kamu yang melakukan ini semua. Kenapa kamu lakuin ini, sebenarnya apa mau kamu sampai melakukan hal seperti ini." kata Felia yang melihat Theia tetap tidak berkata apapun, ia malah terfokus dengan sebuah benda yang berada di tangan Theia.


"Kalau kamu ada masalah denganku kita bicarakan baik-baik jangan seperti ini, aku tau kamu teman kuliah suamiku tapi aku tidak ada hubungannya dengan kamu." kata Felia membuat Theia tertawa mendengar perkataan Felia.


Lalu wanita itu menaiki satu kakinya dengan mencondongkan tubuhnya, tatapan Theia terus tertuju pada Felia yang tidak merasa ketakutan sedikitpun.


"Saya heran sama Edbert kenapa dia lebih memilih kamu dari pada aku. Lagian antara aku sama kamu lebih sempurna aku dari pada kamu. Jadi apa ya kira-kira kelebihan kamu supaya aku bisa kaya kamu." tutur Theia membuat Felia semakin bingung dengan sikap wanita ini.


Entah kenapa wanita ini merasa terobsesi dengan perasaannya, yang dia takuti nanti akan terjadi pada rumah tangganya. Sekarang dia harus bisa keluar dari sini sebelum wanita ini melakukan sesuatu kepadanya.


"Jadi kamu ingin tau kenapa Edbert bisa mencintai aku." kata Felia membuat Theia senang mendapatkan jawaban dari bibir Felia, lalu dia diam memperhatikan sikap Felia.


"Ya katakan. Apa yang kamu lakukan supaya aku bisa mendapatkan Edbert seperti kamu mendapatkan suami kamu itu."


"Pertama kamu harus melepaskan ku terlebih dahulu, setelah kamu melepaskan aku, aku akan memberitahu kamu."


Theia berpikir sejenak dengan ucapan Felia, setelah berpikir barulah Theia memutuskan untuk melepaskan Felia. Felia yang melihat Theia berusaha melepaskan tali di tangan dan juga di kedua kakinya, Felia segera menendang kaki Theia membuat wanita itu terjatuh.

__ADS_1


Melihat wanita itu kesakitan Felia segera pergi dari sana, ia berusaha keluar dari tempat tersebut. Selama dia berlari ia tidak menemukan satupun orang yang bisa menolongnya, akhirnya setelah menjauh Felia menemukan sebuah mobil.


Mobil itu berhenti, saat pemilik mobil itu membuka kaca ternyata lelaki itu adalah Edbert. Edbert yang berhasil menemukan Felia segera meminta Felia masuk ke dalam, barulah mobil itu bergegas pergi.


__ADS_2