Semalam Dengan Ayah Mertua

Semalam Dengan Ayah Mertua
Apa Yang Mereka Sembunyikan


__ADS_3

Melihat kepergian Louis Felia memilih duduk di sofa tunggal, ia terus memeluk nampan berwarna coklat itu dengan tatapan terus melihat dua minuman yang sudah ia buat.


Edbert yang baru saja pergi gitu aja kembali ke ruang tamu, di sana dia melihat Felia duduk melamun dengan memeluk nampan. Melihat itu hatinya begitu hancur, dia tidak menyangka kalau Louis berani melakukan ini.


"Felia." mendengar ada suara yang memanggilnya langsung menatap orang tersebut.


Dia melihat Edbert berdiri sambil menatapnya, "Buat apa kamu melamun sendiri di ruang tamu. Ini sudah malam lebih baik kamu istirahat."


"Dimana Louis?" tanya Edbert yang tidak melihat keberadaan Louis.


Tak ada jawaban dari Felia, ia memilih duduk di sofa di sebelah Felia. Ia terus mengarahkan tubuhnya menatap Felia, dengan melihat Felia tidak memiliki semangat hidup.


Merasakan tangannya di sentuh langsung menatap Edbert, "Sudah jangan banyak pikiran. Saya tidak mau melihat kamu jatuh sakit, sekarang kamu istirahat kasihan anak saya kalau melihat ibunya sakit."


"Anak? Stop yah! Mana mungkin aku punya anak dari ayah."


"Kenapa tidak mungkin? Saya yakin anak saya sudah hadir tinggal menunggu waktunya aja, saya pastikan anak saya sudah ada di sini." tangan itu terus bergerak kearah perut rata Felia dengan mencoba mencari sesuatu yang hadir di perut Felia.


Sedangkan di sisi lain Louis menemui wanita itu, dia langsung bergegas menemui Mayra di saat dia menginginkan hubungan ia dengan Mayra berakhir.


"Sayang, kamu kembali." ucap seseorang yang baru saja turun dari tangga melihat Louis datang.


Mayra melihat Louis duduk di sofa dengan tangan terus menyentuh kening, Mayra menghampiri lelaki itu dengan duduk di sebelah Louis.


"Ada apa, sayang? Kenapa wajah kamu di tekuk gitu." ucap Mayra menatap Louis dengan tangan terus menempel di tangan kekasihnya.


Louis berusaha melepaskan tangan Mayra membuat wanita itu kesal, "Jangan ganggu aku Mayra. Saya tidak ingin berdebat sama kamu, lebih baik kamu istirahat jangan ganggu aku dulu."


"Kamu ini kenapa baru pulang udah kesal gitu."

__ADS_1


Louis menghela nafas panjang barulah ia menatap Mayra, "Kayanya ayah curiga sama aku. Dia merasa kalau aku lagi menyembunyikan sesuatu darinya, dan lebih parahnya ayah akan merebut Felia dari aku."


"Apa jangan-jangan mereka ada hubungan sampai ayah bicara gitu?" kali ini Louis mengucapkan dengan nada serius, dia merasa kalau Edbert memiliki hubungan dengan Felia istrinya.


"Bagus dong kalau ayah kamu punya hubungan dengan istri kamu. Jadi dia bisa nerima hubungan kita, dan dia tidak akan sakit hati karena dia saja menjalin hubungan terlarang seperti apa yang kita lakukan." kata Mayra dengan santai, ia juga tidak peduli dengan lelaki itu karena yang ia pedulikan kehancuran Louis.


"Kamu kenapa malah dukung ayah aku dari pada aku. Apa kamu mau hubunganku dengan istriku hancur hanya gara-gara hubungan kita ini."


Mayra menatap Louis dengan bersandar di pundak Louis, "Sudah kamu jangan marah-marah mulu, kalau mereka memiliki hubungan seperti kita bukannya bagus. Jadi hubungan kita tidak dilakukan sembunyi-sembunyi, kalaupun nanti istri kamu akan tau hubungan kita aku akan membuat dia percaya kalau hubungan ini pantas kita lakukan."


"So, kamu jangan khawatir gitu. Masih ada aku yang selalu temani kamu, masalah istri kamu gak usah kamu pedulikan yang terpenting aku mencintai kamu." kata Mayra dengan terus bersikap manja, Louis hanya bisa tersenyum melihat sifat Mayra.


***


Saat Felia membuka mata ia sama sekali tidak melihat satupun orang di sebelahnya, hanya dia seorang yang tidur di kasur dengan kamar terlihat sepi. Felia memutuskan untuk turun dari tempat tidur menuju kamar mandi, saat dia selesai membersihkan seluruh tubuhnya ia bergegas ke lantai bawah.


Di sana ia tidak menemukan siapapun, Felia terus mencari seseorang sampai dia mendengar suara dari arah taman. Felia mencoba mendekati kearah sumber suara itu sampai ia menemukan Edbert sibuk menelpon seseorang.


"Yakin bos. Louis sudah lama tinggal dengan wanita itu, malah mereka seperti layaknya suami istri yang tidur bersama di satu ranjang yang sama."


"Selain itu apa yang kamu dapatkan."


"Saya mendapatkan satu informasi mengenai Mayra. Ternyata wanita itu melakukan ini untuk menjebak Louis, dan dia ingin menghancurkan rumah tangga Louis saat dia pernah menghancurkan hubungan seseorang."


Ucapan Bob seketika membuat tubuh Edbert berhenti, ia seakan-akan sedang memikirkan kejadian dulu di saat dia kehilangan istrinya.


"Maksud kamu... Mayra pernah menghancurkan seseorang?" tanya Edbert kepada Bob.


"Iya bos. Dan sekarang Mayra sedang melakukan rencana itu lagi, saya tidak tau apa yang wanita itu rencanakan, tapi saya yakin wanita itu memiliki dendam di masa lalu sampai dia rela melakukan rencana yang dia lakukan."

__ADS_1


"Baik terima kasih kamu sudah beritahu informasi ini. Kamu terus cari tau informasi mereka berdua, saya mau kamu mendapatkan informasi kejadian saat Mayra menghancurkan seseorang di masa lalunya."


"Baik bos." panggilan itu berakhir saat Edbert ingin membalikan tubuhnya, dia melihat Felia sudah berada di belakangnya.


"Fe-felia!" ucapnya sedikit terbata-bata saat melihat Felia berdiri menatapnya.


"Ka-kamu ngapain di sini?" tanya Edbert berusaha bersikap normal, ia terus menghampiri Felia tapi dia melihat Felia menjauh.


"Informasi? Mayra? Siapa wanita itu, apa yang ayah sembunyikan dari aku."


"Felia, saya bisa jelasin semuanya sama kamu. Kamu jangan salah paham dulu."


Felia terus menjauh saat Edbert berusaha mendekat, lalu ia memberanikan diri untuk menatap Edbert.


"Sekarang ayah jawab aku. Apa yang ayah sembunyikan dari aku, kenapa kalian semua sedang menyembunyikan sesuatu dari aku."


"Aku tidak menyembunyikan apapun dari kamu Felia. Kamu harus percaya sama saya, saya tidak mungkin membohongi kamu." ucap Edbert berusaha menyakinkan Felia.


"Kalau ayah tidak menyembunyikan apapun dari aku, kenapa setiap ayah menerima telepon dari seseorang selalu menjauh. Apa aku gak berhak tau semuanya, kenapa ayah sama seperti Louis. Apa kalian berdua menyembunyikan sesuatu sampai aku tidak tau apapun." kata Felia masih menatap Edbert, lelaki itu tetap diam menatap Felia.


"Felia, saya tidak mungkin menyembunyikan sesuatu dari kamu. Saya tidak bisa mengatakannya sekarang, suatu saat kamu akan tau kebenarannya."


"Kebenaran apa? Kebenaran kalau ayah sama seperti Louis yang sudah membohongi aku." pekik Felia, Edbert yang mendengar itu langsung memeluk tubuh Felia tetapi wanita ini selalu berontak.


"Saya mohon sama kamu jangan samakan saya dengan Louis, saya dengan dia berbeda Felia. Saya mohon kamu harus percaya sama saya." ucap Edbert tanpa melepaskan pelukannya, ia terus memeluk Felia sampai dia tidak merasakan Felia berontak.


Lalu Edbert melepaskan pelukannya dan menatap Felia, ia dengan cepat mencium bibir Felia. Bibir yang sudah lama ia rasakan, dan kali ini sentuhan itu begitu lembut sampai Felia mengikuti permainan yang dia berikan.


Barulah ciuman itu terlepas dan Edbert mengambil kedua tangan Felia, "Saya mohon sama kamu jangan samakan saya dengan Louis, saya dengan dia tidak sama. Jadi kamu jangan pernah berpikir kalau saya dengan Louis sama."

__ADS_1


Edbert yang tau apa yang akan Felia katakan, ia dengan cepat mengajak Felia keluar dari taman. Dan dia meminta Felia untuk sarapan lalu mengajak wanita ini jalan-jalan.


__ADS_2