Semalam Dengan Ayah Mertua

Semalam Dengan Ayah Mertua
Curiga Tahap Pertama


__ADS_3

Felia begitu sibuk mengurus Alfred sampai dirinya lupa untuk fokus dengan hidupnya, hari ini Felia sibuk membaca berita di handphone dengan bersandar di ranjang. Baru kali ini dia merasakan sensasi kenikmatan sendirian, tanpa sibuk mengurus Alfred.


Saking bosannya Felia membaca akhirnya dia memutuskan untuk mengakhiri membaca berita tidak penting itu, Felia beranjak dari tempat tidur menuju meja rias. Felia memutuskan untuk keluar dari kamar, karena hari ini dia berada di rumah sendiri jadi ia bisa memiliki banyak waktu untuk dirinya sendiri.


Felia sangat bahagia di rumah sendiri tanpa diganggu oleh siapapun, akhirnya ia memutuskan untuk masuk ke kamar tamu. Kamar dimana sempat ditempatkan oleh Laura, sekarang kamar ini sudah tidak ditempati lagi. Terlihat kosong seperti awal pertama sebelum Laura datang.


Dia terus melangkah ke setiap sudut kamar, sampai akhirnya ia duduk di lantai dengan mengamati kesunyian di dalam kamar. Saat Felia berdiri ia tidak sengaja menemukan sesuatu dari bawah bantal.


Di sana ada beberapa lembar kertas yang ia temukan di bawah bantal, Felia mengambil kertas tersebut dan dia kembali duduk untuk melihat isi kertas itu. Ternyata di dalamnya terdapat bukti kalau Laura habis belanja dengan jumlah yang sangat besar, di catatan itu tertulis banyak sekali pengeluaran yang Laura lakukan.


"Apa sebanyak ini pengeluaran Laura sampai wanita itu lupa membawanya." batin Felia yang melipat kembali kertas tersebut, lalu dia keluar dari kamar membawa kertas itu.


Sedangkan di tempat lain, sudah ada Louis dengan Laura sedang menikmati sentuhan duniawi yang selalu mereka lakukan. Walau Laura tidak lagi tinggal bersamanya tapi ia masih bisa bertemu dengan kekasihnya ini.


"Sayang, apa kamu tidak takut kalau istri kamu curiga kalau setiap hari kamu datang ke tempatku?" kata Laura yang lagi memeluk tubuh Louis, lelaki itu malah membelai rambut Laura yang sangat wangi.


"Mana mungkin dia curiga sama aku, kamu taukan kalau Felia sangat percaya sama aku. Jadi buat apa dia curiga tentang hubungan kita, kalau nanti dia tau hubungan kita aku akan mengancamnya dan memastikan kalau dia tetap bersamaku." tutur Louis masih dengan posisi yang sama, Laura segera menghentikan memeluk tubuh Louis lalu ia sekarang terfokus menatap wajah Louis.


"Sayang, apa malam ini kamu akan kembali ke istri kamu? Apa kamu tidak bisa tinggal lama lagi di sini bersama denganku." lontar Laura dengan memberikan ekspresi sedih.


Louis yang melihat ekspresi wajah Laura sangat tidak tega melihatnya, lalu dia memilih memberikan sebuah senyuman untuk kekasihnya ini.


"Maaf sayang aku tidak bisa tinggal terlalu lama di sini. Aku gak mau Felia curiga tentang hubungan kita, apalagi aku izin dengan Felia hanya lima hari jadi tidak bisa nambah hari lagi."


"Ya sudah. Kalau gitu aku tidak bisa menahan kamu untuk tinggal lebih lama lagi, mau gimana lagi kamu masih memiliki istri sedangkan aku cuman selingkuhan kamu aja."

__ADS_1


Louis menyentuh kedua tangan Laura lalu dia terus mencium punggung tangan Laura dengan lembut, "Sayang kamu jangan memasang wajah seperti itu di depanku. Aku tidak tega melihat kamu seperti itu, kamu harus ngerti keadaan aku, aku janji tidak akan melupakan kamu dan aku akan tetap mengutamakan kamu dari pada istriku sendiri."


"Kamu janji sayang?" Louis mengangguk menjawab pertanyaan Laura, sebelum pergi Louis segera menyerang bibir Laura kembali barulah ia memutuskan untuk kembali menemui Felia.


***


Makan malam seperti biasa dilakukan oleh Felia, dia sangat melakukan semua rutinitas sebagai istri apalagi memuliakan suaminya sendiri.


"Sayang, apa malam ini kamu tidak mengingat sesuatu tentang hari ini?" tanya Felia membuat Louis yang mendengarnya mengerutkan kening.


Melihat itu Felia yang awalnya senang langsung diam, apa mungkin suaminya lupa dengan anniversary pernikahannya sampai dia terus harus mengingat semuanya.


"Ya sudah kalau kamu tidak ingat hari ini hari apa kamu lanjut saja makan malamnya." ucap Felia kembali, Louis melanjutkan kembali sarapan saat Felia sibuk memperhatikan suaminya.


Bagaimana mungkin suaminya lupa dengan anniversary pernikahannya, biasanya Louis selalu bersikap romantis, sebelum menikah saja lelaki ini memang tipikal pria romantis kenapa sekarang berubah drastis.


Selesai makan malam Louis memutuskan untuk istirahat, pria ini benar-benar berubah sampai dia di diamkan begitu saja. Dia ingin sekali Louis seperti dulu, dulu setiap malam Louis selalu menyempatkan waktu untuk mendengarkan ceritanya tapi sekarang tidak seperti itu.


"Apa kau sudah berubah Louis sampai kau tidak mau mendengar keluh kesah ku. Aku ingin engkau seperti dulu, selalu mendengar rasa lelahku walau aku tidak meminta kamu untuk mendengar ceritaku ini." batin Felia melihat Louis membelakanginya, yang dia lihat hanyalah punggung suaminya bukan wajah Louis lagi.


Felia memutuskan untuk istirahat, ketika pagi hari Felia lebih dulu bangun dan melihat Louis masih tertidur dengan posisi membelakangi punggungnya. Felia yang melihat itu hanya bisa menghela nafas panjang, ia memutuskan untuk ke dapur.


Tidak butuh waktu lama masakan yang dia buat selesai, Felia terus mengamati lantai dua menunggu Louis datang tapi sampai sekarang pria itu tidak kunjung datang.


"Apa aku samperin dia aja di kamar siapa tau dia belum bangun." ucap Felia, lalu ia memutuskan untuk membangunkan Louis.

__ADS_1


Felia tak melihat sosok Louis di kamar tapi ia mendengar suara air di dalam kamar mandi, jadi ia menyimpulkan kalau Louis sedang mandi. Felia yang melihat tas Louis sangat penasaran, sudah lama ia tidak mengecek tas yang dibawa Louis. Selama menikah dia belum pernah mengecek barang yang selalu dibawa Louis, saat ia membuka tas ini Louis selalu menariknya dan marah-marah kalau dia tidak menyukai dirinya ikut campur masalah apapun.


"Apa aku buka aja tas kantornya. Tapi kalau dia tau aku mengecek tasnya bagaimana." batin Felia dengan terus melihat tas kerja di depan matanya.


Tanpa menunggu waktu lama Felia memutuskan untuk melihat isi di dalam tas tersebut, sebelum membuka tas itu Felia kembali melihat pintu kamar mandi yang masih tertutup. Tangannya dengan perlahan membuka resleting tas itu, dia melihat di sana ada sebuah handphone dan berkas laporan kantor.


Tapi saat ia ingin menutup kembali tas tersebut, dia menemukan sebuah pesan masuk ke handphone. Saat Felia ingin mengetahui pesan itu tersebut, handphone ini tidak bisa dibuka tepatnya handphone ini memakai password.


"Sejak kapan Louis memakai password di handphonenya. Biasanya dia tidak pernah memakai password apapun." batin Felia menatap ke layar handphone, dia terus mengutak-atik layar handphone itu tapi tetap saja tidak bisa dibuka.


Felia menyimpan kembali handphone tersebut lalu ia mengecek lagi isi dalam tas itu, semua tempat yang berada di tas sudah ia periksa dan tidak menemukan apapun di dalam tas. Mendengar pintu kamar mandi Felia buru-buru merapikan tas itu, dan dia melihat Louis keluar dari kamar mandi.


"Sayang, kamu udah selesai mandi?" tanya Felia yang seketika berdiri melihat Louis selesai mandi.


"Ya! Sejak kapan kamu ada di kamar?"


"Belum lama sayang, aku pikir kamu masih tidur makanya aku datang ke kamar untuk membangunkan kamu, mendengar suara shower di kamar mandi aku memutuskan untuk menunggu kamu selesai mandi."


"Hem." itulah yang dikatakan Louis, lagi-lagi sikap Louis terlalu cuek kepadanya entah sejak kapan suaminya berubah sikap.


Tapi rasanya dia sangat merindukan sifat Louis yang dulu, "Kenapa kamu masih di kamar bukannya jam segini kamu sibuk mengurus Alfred."


"Alfred sudah diurus oleh baby sister aku sengaja datang ke kamar untuk melihat kamu. Sudah lama aku tidak melihat kamu seperti ini, aku kangen banget sama sifat kamu yang dulu. Kamu selalu memberikan aku ucapan selamat pagi atau memberikan sebuah ciuman, tapi sekarang sudah tidak pernah. Sekarang kamu lebih sibuk mengurus kantor dari pada aku dan Alfred."


Louis tidak peduli dengan perkataan Felia, dia masih sibuk memakai pakaian kantor, saat ia mengambil dasi Felia segera menghampiri Louis untuk membantu memasangkan dasi.

__ADS_1


"Sini biar aku yang pasang dasi untuk kamu." ucap Felia membuat Louis memberikan dasi tersebut.


__ADS_2