Semalam Dengan Ayah Mertua

Semalam Dengan Ayah Mertua
OH, MY BABY!


__ADS_3

Edrick melihat kearah Mayra yang sibuk makan, begitupun dengan keempat temannya pada sibuk dengan urusan masing-masing. Saat Lion berhenti bermain handphone ia melihat Edrick seperti mau pergi.


"Lu mau kemana, bro?" tanya Lion melihat Edrick seperti ingin pergi, mendapatkan pertanyaan dari Lion ia segera menatap Lion.


"Gua balik dulu ya. Ada urusan mendadak yang harus gua urus." lalu dia beralih menatap Mayra, "Sayang kamu gak apa-apa 'kan kalau pulang sendiri."


Mayra menatap Edrick saat lelaki itu sudah berdiri, "Nggak apa-apa, nanti aku pesan taksi online aja kamu gak usah khawatir. Aku tau kamu sibuk jadi aku tidak mungkin melarang kamu."


Mendengar itu Edrick tersenyum dan tidak lupa mengelus puncak kepala Mayra, "Ya udah aku pergi dulu, nanti kalau sudah sampai rumah kabarin aku ya!"


Edrick pergi setelah berpamitan kepada semua temannya, melihat Mayra sibuk sendiri saat kepergian Edrick ia berinisiatif untuk beranjak dan melangkah tepat dimana Mayra berada.


"Saya tunggu kamu di luar." bisik Lion tepat di telinga Mayra, Mayra menatap ketiga laki-laki yang masih sibuk dengan aktifitas masing-masing.


"Gua duluan ya." ucap Mayra kepada ketiga lelaki, mereka bertiga serempak mengangguk tanpa melihat kearah Mayra.


Mayra melangkah saat dia sudah keluar dari cafe, saat dia keluar ia melihat Lion sudah menunggunya di depan mobil lelaki itu.


"Kenapa kamu memintaku keluar bukannya mereka masih ada di dalam." ucap Mayra saat ia sibuk menatap Lion, Lion pun sama menatap wanita di depannya.


"Menurutmu apa tidak bosen berada di dalam tanpa melakukan sesuatu."


"Maksud kamu?" tanya Mayra dengan memberikan ekspresi bingung.


Mendengar ucapan Lion ia sedikit kebingungan, tetapi malah ia melihat Lion membuka pintu mobil.


"Masuklah, aku akan membawa kamu ke suatu tempat yang membuat kamu menyukai tempat itu." sebelum Mayra masuk ke dalam mobil ia sempat menatap Lion tapi tidak begitu lama, lalu dia kembali memutuskan pandangan dan masuk ke dalam mobil.


Tiba di tempat yang dikatakan Lion Mayra dengan cepat menatap Lion, lelaki itu hanya memperhatikan pemandangan yang ada di depan mata tanpa turun dari mobil.


"Maksud kamu tempat yang kamu bilang pantai." lontar Mayra saat ia masih sibuk menatap Lion, Lion beralih menatap Mayra saat dia melihat pandangan pantai.

__ADS_1


"Gimana kamu suka?" tanya Lion dengan memberikan sebuah senyuman, Mayra mengangguk menjawab perkataan Lion.


"Mayra!" panggil Lion saat Mayra terfokus melihat pantai, mendengar namanya dipanggil Mayra bergegas menatap Lion.


Mayra masih diam menunggu Lion bicara, tapi ia malah melihat Lion menyentuh tangannya dan menggenggam tangannya yang sudah digenggam Lion.


"Aku menyukai kamu, Mayra." mendapatkan sebuah ungkapan dari mulut Lion Mayra tidak bisa bicara, seakan tubuhnya menjadi kaku tapi ia baru teringat kalau dirinya masih menjalin hubungan dengan Edrick kekasihnya.


Mayra dengan cepat melepaskan tangannya dari genggaman tangan Lion, "Maaf Lion aku tidak bisa menerima kamu."


"Kenapa? Apa selama ini aku kurang baik sama kamu, apa aku belum pantas mendapatkan kamu, Mayra."


"Bukan itu maksud aku..." Mayra yang awalnya menatap kearah pantai beralih menatap Lion, "Aku tidak mau menyakiti perasaan Edrick Lion, aku dengan Edrick masih pacaran kalau dia tau temannya menyukai pacarnya sendiri aku tidak tau reaksinya bagaimana."


"Kamu tenang aja Edrick tidak akan tau hubungan kita, kamu masih bisa pacaran dengannya dan kita masih bisa menjalani hubungan tanpa sepengetahuan dia." kata Lion menyakinkan Mayra kalau hubungannya tidak diketahui orang lain.


"Tapi Lion, gimana dengan Edrick. Kalau Edrick..." perkataan Mayra terhenti saat sebuah jari berada di bibirnya, ia melihat Lion yang menatapnya dengan tatapan yang begitu dalam.


Tatapan mereka sama-sama saling bertemu dan saling mengunci, tapi saat Mayra ingin menghindar sebuah bibir sudah berada di bibirnya. Mayra masih belum bisa mengikutinya permainan Lion sampai lelaki itu berusaha untuk dirinya mengikuti permainan Lion.


***


Di sebuah pantai yang begitu luas dan tidak begitu banyak pengunjung, ada satu mobil berwarna hitam yang di antara pasir pantai. Di dalam mobil seorang laki-laki dan perempuan sedang menikmati ciuman satu sama lain, begitu lihai saat ciuman itu sampai pada dimana terdengar lenguhan panjang.


Mayra dan juga Lion masih menunjukkan bagaimana bercinta di dalam mobil, walau mereka melakukannya di dalam mobil tapi sensasi panas menyelimuti tubuh mereka.


Lion dengan Mayra sudah tidak memakai sehelai pakaian apapun, entah sudah berapa lama mereka melakukan kegiatan panas ini yang pasti keduanya masih menikmati sentuhan masing-masing.


Seketika wajah Mayra terlihat murung saat Lion menghentikan kegiatan panas mereka, "Kita lakukan di hotel saja, aku tidak mau membuat kamu tidak nyaman makanya aku meminta kamu mengganti tempat supaya kegiatan kita bisa lebih leluasa lagi."


Apapun yang diucapkan Lion ia hanya mengikutinya saja, Lion membawa mobilnya kembali saat Mayra masih berada di samping Lion. Melihat Lion hanya terfokus menyetir ia dengan cepat mengubah posisinya, saat mereka berada di jalan raya Mayra melihat rambu lalu lintas.

__ADS_1


Mayra yang melihat semua mobil berhenti langsung berpindah tempat duduk, sekarang ia berada di pangkuan Lion dengan menatap wajah Lion.


"Kamu mau apa, baby?" tanya Lion yang melihat Mayra menatapnya, lalu wanita itu dengan agresifnya memainkan wajah Lion dengan memberikan sebuah ciuman di bibir lelaki itu.


Saking nikmatnya ciuman Mayra dari arah belakang suara klakson mobil mengganggu aktivitas mereka, Lion melanjutkan menyetir mobilnya kembali tetapi tidak dengan Mayra. Dia malah mencoba menghadap kearah depan lalu menggoda Lion.


Lion yang merasa Mayra terus menggodanya berusaha menahan godaan itu, tapi ia tidak bisa menahan rasa nikmat yang diberikan Mayra. Ia masih setia menyetir tidak dengan tubuhnya, seakan tubuhnya ingin Mayra melakukan hal lebih di dalam mobil.


"Baby, stop! Kita masih di jalan aku tidak mau membuat kamu celaka." ucap Lion mencoba berkonsentrasi dengan menyetir, tapi pikirannya sudah ingin melakukan kegiatan itu lagi.


"Sudah kamu fokus menyetir saja, aku yang akan membuat kamu puas. Kamu belum pernahkan merasakan bercinta saat lagi menyetir? Sekarang waktunya untuk kamu merasakannya." kata Mayra yang masih berusaha menggoyangkan pinggulnya supaya Lion bisa menikmati kegiatannya.


Perkataan Mayra benar kalau dia belum pernah merasakan bercinta saat dirinya menyetir, tapi Mayra yang bisa membuatnya bergairah. Ini adalah momen dimana ia belum merasakan sensasi kenikmatan yang amat dahsyat, dan baru kali ini dia menunjukkan yang begitu indah dengan gerakan yang diberikan Mayra.


"Ahhh... Baby... lakukan sekali lagi... ini sungguh nikmat..." lenguhan Lion begitu saja keluar saat Mayra mencoba membuat Lion kenikmatan akan permainannya.


Lion berusaha fokus menyetir di saat Mayra sedang membuatnya terbang ke angkasa, dengan keadaan menyetir Mayra selalu membuatnya puas akan permainan ini. Begitupun dengan Mayra ia sangat menikmati kegiatannya sendiri, sampai dirinya merasakan apa yang dirasakan Lion.


Tiba di apartemen Lion sudah memarkirkan mobilnya di sebuah basement, basement yang sangat luas tanpa ada pencahayaan yang terang. Walaupun ada beberapa lampu yang menerangi basement itu tapi hanya beberapa yang terang.


"Baby, stop!" ucap Lion mencoba menghentikan kegiatan Mayra, Mayra yang mendengar itu berhenti lalu ia memberanikan diri untuk membalikan badan.


"Sekarang kamu cukup berani ya menggodaku, kamu tidak takut kalau nanti saya akan bermain yang lebih parah dari ini." ucap Lion saat tatapannya terus mengarahkan wajah Mayra, mendengar itu Mayra tersenyum dan ia memberanikan diri melingkar tangannya di leher Lion.


"Aku? Takut? Aku tidak akan takut sama kamu, malah aku ingin merasakan tubuhku ini disentuh olehmu."


"Aku merasa sentuhanmu lebih kuat dan kencang saat tanganmu itu menyentuh tubuhku. Beda sekali dengan Edrick dia mana berani menyentuhku, walaupun aku menginginkan dia menyentuhku tapi ia selalu menolaknya." ucapnya dengan sedikit menunduk, ia seakan mengingat kejadian dimana Edrick menolak dirinya saat ia ingin Edrick menciumnya.


Melihat wajah Mayra terlihat sedih Lion mencoba mengangkat dagu Mayra, dia menatap wajah cantik Mayra dengan tatapannya terkunci untuk wanita di depannya ini.


"Sudah jangan sedih gitu, masih ada aku yang akan membuatmu bahagia. Sekarang kita nikmati saja jangan memikirkan Edrick, aku akan berusaha membuat kamu bahagia. Bahagia yang tidak pernah kamu lupakan seumur hidup kamu." kata Lion dengan tulus, Mayra yang mendengar itu tersenyum.

__ADS_1


Tetapi Mayra tidak tau kalau sebenarnya Lion ingin menghancurkannya, Lion mau menghancurkan Mayra untuk memisahkan Edrick supaya hubungan mereka hancur.


__ADS_2