
Laura yang mendengar berita gembira itu segera menghamburkan pelukan ke Louis, dia tidak menyangka ternyata Felia sangatlah bodoh. Sampai wanita itu berpikir kalau dia sudah menjadi bagian keluarganya, tapi kenyataannya dia yang akan menjadi bumerang untuk rumah tangganya.
"Jadi kapan aku bisa membawa semua barang ku ke rumah kamu?" tanya Laura saat Louis sibuk merapikan rambut Laura.
"Selesai makan siang. Aku akan meminta Bill untuk menangani urusan kantor, dia yang selalu menghandle semua jadwalku sebelum saya mencari sekretaris baru untuk menggantikan Novan." kata Louis yang selalu menatap wajah Laura.
Entah sejak kapan dia menjadi tergila-gila dengan Laura, sedangkan di rumah masih ada Felia yang selalu menunggunya pulang tapi masalahnya Laura yang sangat menarik di matanya dari pada Felia.
Akhirnya Louis memutuskan untuk ke kosan Laura, keduanya masuk ke dalam untuk merapikan barang yang berada di dalam kosan. Tidak butuh waktu lama semua barang yang berada di kosan selesai dikemas, tinggal minta seseorang untuk membantu membawakan semua barang Laura.
"Sudah tinggalkan semua barang kamu nanti ada orang yang akan membawa barang kamu ke rumah. Gimana kalau kita manfaatkan momen ini untuk makan siang bersama?"
Laura bangun dari posisi jongkok saat ia sibuk membereskan koper, "Boleh juga, kamu tau aja kalau aku sedang kelaparan."
Louis menggenggam tangan Laura saat keduanya melangkah ke luar kosan, mereka berdua masuk ke dalam mobil untuk mencari restoran terdekat. Tiba di sebuah restoran keduanya saling menikmati sarapan dengan kegiatan romantis yang selalu diberikan Louis.
Dari pagi sampai sekarang Felia terus sibuk mengurus Alfred, semenjak punya anak dia sama sekali tidak mementingkan penampilannya yang dia pikirkan hanyalah anak.
Melihat Alfred tertidur pulas ia segera ke kamar mandi, mulai sekarang sampai seterusnya ia akan mengubah penampilannya seperti dulu, walau dia sudah memiliki anak tapi penampilan harus di jaga karena semua ini permintaan suaminya sendiri.
Selesai mandi Felia memutuskan untuk ke lantai bawah, di sana ia melihat banyak barang yang terletak di rumahnya sampai anak buah suaminya datang membawakan barang ini.
"Tunggu! Kenapa kalian sibuk mengeluarkan semua barang ini, apa kalian tau semua barang ini punya siapa?" tanya Felia saat ketiga anak buahnya menatap Felia.
Salah satu dari mereka menghampiri Felia, "Maaf nyonya. Kami diperintahkan bos Louis untuk membawa semua barang ini, kata beliau sekertaris bernama Laura akan tinggal di sini, jadi kami segera melakukan tugas dari bos Louis."
__ADS_1
Dia baru teringat dengan ucapan Louis kemarin malam, suaminya memintanya untuk menyetujui Laura tinggal di sini dan dia menyetujui itu. Sebenarnya dia tidak setuju kalau Laura ada di rumahnya, tapi mau gimana lagi Louis yang paling berkuasa karena rumah ini adalah rumah suaminya bukan rumahnya.
"Boleh kalian bawa langsung ke kamar tamu saya tidak mungkin membawa semua barang ini ke dalam kamar." tutur Felia kepada mereka bertiga.
"Baik nyonya, biar kami saja yang mengurus semuanya nyonya duduk saja saya tidak tega melihat nyonya kecapean."
"Terima kasih kamu sudah mengkhawatirkan saya." lelaki itu mengangguk dengan perkataan Felia, lalu ketiganya kembali bekerja membawa semua barang Laura.
Setelah semuanya selesai ketiga lelaki itu memutuskan untuk pergi, melihat kepergian mereka bertiga dia mendengar suara mobil Louis. Felia memutuskan untuk menyambut Louis pulang, benar saja kalau suaminya datang dan membawa Laura kemari.
"Sayang." ucap Louis saat dia melihat Felia menyambut kedatangannya, Felia yang melihat itu segera memeluk Louis dan Louis mengecup kening Felia.
"Bu." sapa Laura saat pelukan keduanya terlepas, Felia menanggapi dengan senyuman dan mereka bertiga segera masuk ke dalam.
Tiba diruang tamu Felia menatap Laura saat Louis masih memeluk pinggangnya, "Laura semua barang kamu sudah diletakan di kamar, kamu bisa mengeceknya kembali. Maaf saya tidak bisa membantu kamu."
"Baiklah Laura, saya dengan istri saya tinggal dulu. Kamu kalau butuh apa-apa bilang aja jangan sungkan."
"Iya pak terima kasih." Louis membawa Felia menuju kamar begitupun dengan Laura yang akan sibuk merapikan barang bawaannya.
***
Keesokan paginya Felia sudah berada di dapur, bukan untuk menyiapkan sarapan melainkan mengurus keperluan Alfred. Laura yang sudah berpakaian kantor segera keluar kamar, dia melihat pemilik rumah itu sudah duduk di sana.
"Apa saya telat sarapan bareng kalian?" tanya Laura saat langkahnya terus menghampiri mereka berdua.
__ADS_1
Felia tersenyum, "Kamu sama sekali tidak telat Laura, silakan kamu duduk dan nikmat sarapan kamu."
Laura mengangguk saat Felia memintanya untuk sarapan bersama, mulai sekarang hidupnya akan berubah setelah mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan wanita itu akan pergi dari sini dan merasakan sakitnya hidupnya dulu.
Selesai sarapan Louis ke kantor bersama dengan Laura karena Felia yang memintanya, karena permintaan Felia dia semakin lebih dekat dengan Laura.
"Sayang, istri kamu itu bodoh banget ya. Masa dia percaya sama aku, apa dia tidak curiga gitu kenapa aku mau tinggal di rumahnya." ucap Laura di saat awalnya suasana di dalam mobil hening, dan Louis menggenggam tangan Laura saat tatapannya masih terfokus menyetir.
"Namanya juga bodoh mana mungkin bodoh bisa menjadi pintar kan. Dia aja yang mudah percaya dengan ucapanku sampai dia melakukan apapun yang aku minta."
"Memangnya kamu minta apa ke dia?" lagi-lagi Laura dibuat penasaran dengan rumah tangga mereka berdua.
"Aku minta untuk mengubah penampilannya. Aku udah muak melihat penampilannya itu, tidak seperti kamu yang selalu berpenampilan cantik. Gimana suami mau betah di rumah dia saja penampilannya seperti itu, lama-lama aku bosan melihatnya makanya aku bisa selingkuh sama kamu yang lebih menarik dari dia." kata Louis membuat Laura tersenyum, Laura memeluk lengan Louis dengan erat.
Tiba di kantor keduanya turun dari mobil, karyawan di sana semakin curiga dengan hubungan Louis dengan Laura. Bagaimana tidak curiga sudah banyak karyawan yang mendengar suara ******* di kantor, tepatnya suara itu terdengar kencang di ruangan Louis.
Itupun saat mereka mengantarkan dokumen kantor, tidak hanya itu saja mereka semua melihat kalau ruangan Laura kosong di jam kerja. Walau hubungan mereka sudah di sembunyikan, tapi kita gak tau gimana nasib hubungan mereka ke depannya yang pasti bangkai yang masih tersimpan akan terungkap.
Louis segera melepaskan tangan Laura yang terus menempel, "Aku sudah katakan sama kamu kalau udah di kantor jangan bersikap seperti itu, saya gak mau semua karyawan saya tau tentang perselingkuhan kita."
"Ya! Ya! Aku kebablasan kaya gitu, lagian juga suatu saat hubungan kita akan ketahuan kenapa harus disembunyikan." tutur Laura dengan wajah ditekuk, dia memang sengaja bersikap seperti itu supaya karyawan mengetahui hubungannya dengan Louis.
"Terserahlah aku mau fokus bekerja, kamu lakukan pekerjaan kamu jangan sampai mengulangi kesalahan kaya tadi." ucap Louis yang memperingati Laura.
"Ya." Laura keluar dengan memasang wajah bete, gimana gak bete coba sikap Louis seperti itu.
__ADS_1
Apa susahnya sih karyawan di sini tutup mulut, lagian juga Felia tidak akan tau dan karyawan di sini tidak akan membocorkan hubungannya dengan Louis.
"Sudahlah, lebih baik kembali kerja dari pada memikirkan hal yang tidak berguna." ucapnya yang melangkah keruangan kerja.