
Setelah mengantarkan Mayra ke tempat tujuan ia bergegas pergi ke kantor, melihat kepergian Louis gitu aja merasa kesal. Biasanya Louis selalu memberikan sesuatu untuknya dan sekarang dia malah diabaikan gitu aja.
"Hai, honey!" ucap salah satu pria yang baru saja muncul, Mayra memilih pergi meninggalkan lelaki yang baru saja datang.
"Honey! Sayang! Kamu kenapa ninggalin aku." ucap lelaki itu berusaha mengejar langkah kaki Mayra.
"Sudah cukup ya kamu bicara lagi, saya ini lagi pusing malah kamu muncul di sini."
"Sudah jangan cemberut gitu, gimana kita main sesuatu yang menyenangkan hari ini. Aku yakin pasti kamu suka dan masalah kamu hari ini akan hilang." ucap lelaki itu dan lelaki itu dengan cepat membawa Mayra pergi.
Di sisi lain sudah ada Bob yang sudah berada di sana, dia sudah lama menunggu kedatangan Mayra dan benar saja wanita itu datang bersama lelaki asing. Bob dengan cepat mengikuti keduanya, sampai di sana ia melihat Mayra dan laki-laki itu masuk ke sebuah klub terbesar di kota ini.
Bob dengan cepat masuk ke dalam mengikuti langkah keduanya, dia terus melangkah mengikuti kemanapun Mayra dan laki-laki itu berada. Akhirnya keduanya tiba di sebuah ruangan, ruangan yang begitu privasi sampai dirinya di halangi seseorang saat ia ingin masuk ke dalam.
"Mohon maaf pak. Bapak tidak bisa masuk ke dalam." kata salah satu laki-laki yang menjaga ruangan tersebut, Bob menatap lelaki itu sebentar lalu memilih pergi dari sana.
Bob cuman bisa menatap ruangan itu dari jauh, ia tidak tau apa yang mereka bicarakan tapi sebenarnya dia penasaran sama mereka berdua. Bob melangkah menjauhi ruangan tersebut, dan saat dia menjauhi ruangan itu ia baru teringat kalau dirinya bisa menyamar.
Bob mencoba pergi dari sana tapi kenyataannya ia mencari cara untuk bisa masuk ke tempat itu, dan akhirnya ia bertemu dengan salah satu laki-laki yang ingin masuk ke dalam. Bob yang melihat itu menahan dengan cara membuat lelaki itu pingsan.
Bob yang berhasil membuat lelaki asing ini jatuh pingsan, dia dengan cepat menarik lelaki itu ke salah satu ruangan kosong dan mengubah penampilannya seperti apa yang di kenakan lelaki ini.
Tibalah Bob di ruangan itu lagi dengan berpenampilan berbeda, akhirnya ia bisa masuk ke dalam saat ia bisa mengubah penampilannya. Ia mencoba mencari seseorang yang dia cari, sampai dirinya berhasil menemukan apa yang dia inginkan.
Dia melihat Mayra sibuk berciuman dengan lelaki asing, lelaki yang mengajak wanita itu ke tempat ini. Begitu asik saat Bob melihat aksi bercumbu mereka berdua dengan mesra, ia mencoba merekam apa yang dilakukan Mayra sampai ciuman itu berakhir menjadi ganas.
__ADS_1
Bob mencoba mengambil apa yang dilakukan Mayra dengan lelaki asing itu, barulah kegiatan mereka selesai dan keduanya kembali seperti keadaan semula.
"Kamu memang pandai membuatku bergairah, sayang. Saya sangat menyukai permainan kamu barusan, pantas saja kekasihmu itu menyukaimu ternyata permainanmu saja sangat memuaskan untukku." ucap lelaki itu kepada Mayra, lelaki itu kembali menatap Mayra saat dirinya selesai merapikan pakaian.
"Apa aku bisa melakukan ini lagi sama kamu?" tanyanya saat melihat Mayra mengambil tas selempang.
Mayra menatap lelaki di depannya ini dengan mencoba mendekatinya, "Tentu saja bisa. Asalkan kamu bisa membayar ku."
"Masalah itu gampang. Kamu mau minta berapa nanti saya transfer ke rekening kamu." lelaki itu mencoba mengambil dagu Mayra dengan mata terus melihat kecantikan wanita ini.
"Kamu mau minta apapun akan saya berikan asalkan kamu mau menuruti kemauanku. Bagaimana cantik apa kamu bersedia?" kata lelaki itu kembali dengan menawarkan sedikit godaan untuk Mayra, karena dia tau bahwa wanita ini sangat menyukai uang.
Tanpa berpikir panjang Mayra langsung menyetujuinya, "Baiklah, saya akan mengikuti kemauan kamu. Asalkan kamu membayar ku dengan apa yang aku mau."
"Itu masalah gampang, kamu bisa memuaskan ku dan aku akan mengabulkan semua keinginan kamu."
"Bagus juga permintaan mereka." batin Bob melihat mereka berdua pergi dari klub.
***
Edbert yang lagi makan siang bersama dengan Felia mendapatkan telepon dari seseorang, ia melihat Felia yang masih sibuk makan.
"Saya pergi angkat telepon dulu. Kamu jangan kemana-mana nanti saya datang lagi." kata Edbert yang meminta Felia tetap di sana, Felia merespon dengan mengangguk barulah Edbert pergi.
Setelah posisi Edbert sudah menjauh barulah ia mengangkat telepon itu, "Ada apa? Apa ada informasi penting lagi?" tanya Edbert dengan matanya melihat Felia dari luar.
__ADS_1
"Ada bos. Ternyata Mayra seorang wanita malam, dia rela membayar harga mahal tubuhnya untuk kepuasannya sendiri. Dan dia menyetujui perkataan seorang lelaki yang baru saja bertemu."
"Dugaanku benar kalau wanita itu hanyalah menginginkan uang." ucap Edbert dalam hati dengan melamun perkataan Bob.
"Ada lagi yang kamu dapatkan selain itu?"
"Saya sudah mendapatkan informasi mengenai kecelakaan dulu bos. Sekarang saya sudah menemukan pelaku kecelakaan itu, ternyata kecelakaan di masa lalu ulah dari lelaki yang berada di foto itu."
"Dan dia sengaja melakukan itu karena rencana yang diberikan Mayra. Wanita itu meminta kekasihnya untuk membunuh nyonya, dan dia akan melakukan hal yang sama terhadap Felia bos."
Mendengar itu Edbert mengepal tangannya dengan kuat, raut wajahnya sudah terbalut emosi saat ia mengetahui bahwa penyebab kematian istrinya ulah dari Mayra. Wanita kejam yang ternyata sahabat dari istrinya sendiri.
"Mayra! Saya pastikan kamu akan mendapatkan balasan yang setimpal seperti apa yang kamu lakukan pada istri saya." lagi-lagi Edbert terus mengepal tangannya begitu kuat sampai urat tangannya terlihat jelas.
"Baik. Kamu sudah memberikan informasi yang saya inginkan Bob, sekarang saya beri kamu istirahat biar saya saja yang mengurus wanita itu." ujar Edbert kepada lelaki yang sudah ia percaya.
"Apa bos yakin mau melakukannya sendiri?" tanya Bob mendengar kalau Edbert akan melakukan rencananya sendiri tanpa bantuannya.
"Iya saya yakin. Sekarang kamu fokus saja dengan urusan kamu biar masalah Mayra saya yang akan hadapi sendiri."
"Baik bos." akhirnya panggilan itu selesai dan Edbert menyimpan kembali handphonenya.
Selesai bicara dengan Bob ia baru datang menghampiri Felia, "Kamu sudah selesai makannya?" tanyanya melihat Felia memainkan handphone.
"Sudah. Ayah kenapa angkat telepon lama sekali, siapa yang barusan menelpon ayah?" tanya Felia melihat Edbert kembali duduk.
__ADS_1
"Rekan bisnis ayah. Kalau sudah selesai kita kembali ke kantor, ayah masih ada urusan di kantor." Felia mengangguk dan keduanya pergi dari restoran.