Semalam Dengan Ayah Mertua

Semalam Dengan Ayah Mertua
Kehancuran Louis


__ADS_3

"Ayah senang melihat kamu bisa mengambil keputusan yang tepat untuk diri kamu sendiri, ayah bangga sama kamu karena kamu ayah tidak perlu khawatir lagi."


"Apa dari kemarin ayah sangat mengkhawatirkan aku?" tanya Felia membuat ayah mertuanya mengangguk.


Mereka sama-sama tersenyum dan saling memberikan sebuah tatapan, tapi saat Felia ingin beranjak untuk mengambil minuman Edbert menarik tangan Felia. Membuat tubuh Felia terjatuh di tubuh Edbert, posisi mereka sangatlah dekat sampai nafas mereka saling terdengar.


Tanpa menunggu waktu lama lagi Edbert segera mencium bibir ranum Felia, bibir yang entah sejak kapan tidak menikmatinya lagi. Felia tidak tinggal diam, ia membalas perbuatan Edbert dengan mengikuti irama yang dilakukan ayah mertuanya.


Tidak dengan Louis, ia malah sudah sangat mabuk karena minuman. Minuman itu membuat pikiran Louis sangat kacau, sampai jalannya saja sampai sempoyongan.


"Louis." ucap Laura yang melihat Louis berada di depan pintu.


"Kamu sangat jahat Felia, kenapa kamu pergi begitu saja saat aku membutuhkan kamu." racau Louis yang sama sekali tidak mengingat apapun.


"Aduh kamu ini apa-apaan lagi, kenapa jadi mabuk begini. Aku udah bilang sama kamu jangan terlalu banyak minum, sudah tau tidak bisa minum malah maksa untuk minum." timpal Laura dengan kesal, Laura segera membawa Louis masuk tidak lupa ia menutup kembali pintu.


Selama Laura membawa Louis sampai kamar, pria ini terus saja berbicara tidak jelas membuat telinganya sakit. Laura melempar tubuh Louis di atas ranjang, ia membantu Louis membenarkan posisi tidur.


"Dasar tidak berguna. Bisanya cuman menyusahkan orang aja, kalau begini buat apa aku berada di samping kamu kalau hidupmu sebentar lagi akan jatuh miskin." kata Laura yang berbicara dengan nada kesal, lalu dia keluar dari kamar.


Keesokannya Louis sudah bangun saat ia merasa ada air yang membasahi wajah, "Sudah bangun? Bagus kalau kamu sudah bangun jadi aku tidak perlu repot-repot membangunkan kamu."


"Aku kenapa? Kenapa kamu malah menyiram aku dengan air, apa kamu tidak punya perasaan Laura sampai kamu membawa air untuk membasahi wajahku." kata Louis yang kesal dengan tindakan Laura, tidak dengan Laura malah wanita itu melihatnya dengan tatapan marah.


"Cepat kamu turun dari ranjang jangan tidur lagi, setelah ini kamu siap-siap ke kantor aku mau pergi dulu."


"Kamu mau pergi kemana Laura pagi-pagi begini?" tanya Louis yang sudah sadar sepenuhnya, lalu dia melihat penampilan Laura yang sudah rapih.

__ADS_1


"Aku ingin bertemu dengan keluargaku." mendengar itu Louis antusias bangkit lalu bersiap mengambil handuk.


"Kamu mau kemana ngambil handuk?"


"Aku mau mandi. Aku kan mau bertemu orang tua kamu jadi aku harus bersiap menemui orang tua kamu."


"Tidak usah! Lagian juga siapa yang mau ngajak kamu bertemu dengan orang tuaku, yang ada mereka tau kalau aku selingkuhan kamu. Aku gak mau orang tuaku tau kalau aku punya cowok miskin kaya kamu." lontar Laura membuat Louis bingung, kenapa Laura berbicara seperti itu.


Apa dia melakukan kesalahan sampai Laura semarah ini, "Kamu ini kenapa sih Laura, masih pagi udah marah-marah. Seharusnya kamu senang aku bisa menemui orang tua kamu, bukannya kamu ingin menikah denganku makanya aku sangat antusias menemui orang tua kamu."


Laura tersenyum dan tertawa lepas mendengar ucapan Louis yang sangat bodoh, "Haha! Louis! Louis! Apa menurut kamu aku mau menikah dengan kamu setelah aku sudah mendapatkan semuanya."


"Maksud kamu?"


"Sudahlah Louis jangan seperti orang bodoh di depanku. Kamu ini sangat bodoh sampai kamu mengira aku mau menikah denganmu, aku datang kehidupan kamu untuk menghancurkan rumah tangga kalian dan mengambil semua harta yang kamu miliki. Sekarang semua milik kamu sudah aku dapatkan dan kamu sudah tidak punya apa-apa lagi." ungkapan Laura sangat membuatnya tidak mengerti.


Sebenarnya apa yang terjadi kenapa Laura berbicara seperti itu, apa sekarang dia lagi mimpi buruk sampai nyawa dan pikirannya belum sepenuhnya terkumpul.


"Jadi selama ini kamu sengaja mendekatiku untuk mengambil semua yang aku miliki termasuk hartaku." ucap Louis membuat Laura mengangguk.


"Kamu pintar sekali! Sekarang hidup kamu sudah jatuh miskin dan kamu tidak memiliki apapun lagi, aku juga tidak mungkin menikah sama kamu. Karena kamu sudah miskin dan aku tidak mau menikah sama laki-laki miskin seperti kamu."


Setelah mengatakan itu Laura pergi, Louis yang melihat kepergian Laura buru-buru menghampiri Laura dan meminta penjelasan.


"Tunggu Laura! Laura!" teriak Louis membuat Laura menghentikan langkah kakinya.


"Ada apa lagi Louis, apa kamu tidak mendengar juga apa yang aku katakan sama kamu. Kamu punya telinga yang seharusnya di pasang baik-baik, aku sudah tidak mau memiliki hubungan sama kamu dan aku mau kita akhiri hubungan kita ini." kata Laura membuat Louis menggeleng.

__ADS_1


"Nggak! Aku gak akan mengakhiri hubungan ini. Aku sudah kehilangan semuanya kenapa kamu berani sekali ninggalin aku, kamu sudah janji sama aku tidak akan ninggalin aku tapi kenapa kamu malah ninggalin aku dengan keadaan aku yang seperti ini."


"Louis! Louis! Dunia ini tidak bodoh seperti kamu, lagian juga aku mana mungkin mencintai kamu apalagi sekarang kamu sudah jatuh miskin. Jadi kamu tidak punya apa-apa lagi, semua yang kamu miliki sudah menjadi milik aku dan kamu berhak mendapatkan semuanya."


"Tapi Laura..." Laura melepaskan tangan Louis dengan kasar, lalu dia pergi meninggalkan Louis.


Louis terduduk lemas di bawah lantai, dia sudah sangat miskin. Hidupnya sudah tidak memiliki apapun lagi, semuanya yang dia miliki sudah hilang termasuk Felia. Dia sangat bodoh meninggalkan Felia dan memilih menjalin hubungan dengan Laura, sekarang ia kehilangan semuanya.


"Argh!! Kenapa hidupku jadi seperti ini, semuanya kacau sangat kacau. Kenapa dunia tidak berpihak padaku malah menghancurkan aku seperti ini." ucap Louis yang masih di bawah lantai, dia sangat gila mendengar semua yang terjadi padanya.


Sampai-sampai ia tidak memiliki tujuan hidup lagi, di tempat lain Felia sedang menikmati kebersamaannya dengan Edbert. Seharian ini ia akan menikmati kebersamaan dengan ayah mertuanya, apalagi ia sudah memiliki Alfred yang hidupnya dipenuhi dengan kebahagiaan.


"Ayah. Apa yang dikatakan Bob itu benar kalau Louis sudah bangkrut?" tanya Felia yang sibuk bermain dengan Alfred.


"Sebenarnya Felia Louis tidak bangkrut tapi harta yang hampir diambil Laura sudah aku amankan."


"Maksud ayah?" kali ini Felia sangat penasaran dengan ucapan Edbert, lalu dia melihat pria itu berdiri menatap pemandangan yang berada di taman.


Edbert menceritakan semuanya secara detail, sampai Felia tidak percaya kalau Edbert sangat cerdas. Dia saja tidak terpikirkan sampai kesitu, tapi pria ini sudah menyusun rencananya sampai rapih seperti ini.


"Jadi ayah melakukan ini semua untuk membuat Louis jera, dan semua yang di dapatkan Laura sudah jatuh ke tangan Louis. Tapi semua aset yang dimiliki Louis apa Laura tau kalau dia tidak mendapatkan apa-apa." tutur Felia yang menatap Edbert.


Edbert melirik Felia dan kembali menatap taman, "Dia tidak tau Felia. Apartemen dan vila yang baru saja dia dapatkan sudah aku beli, perusahaan yang hampir rugi itu sudah aku pulihkan. Jadi wanita itu tidak mendapatkan apapun termasuk harta Louis."


"Ayah sangat hebat, aku tidak pernah terpikirkan seperti itu. Tapi ayah malah merencanakan semuanya untuk menghancurkan Laura dan membuat Louis menderita. Jadi gimana nasib Louis kedepannya ayah?"


Baru pertama kali Felia mengkhawatirkan Louis, apa wanita ini masih mencintai Louis dan ingin kembali ke sisi Louis.

__ADS_1


Felia tersenyum saat ia tau isi pikiran Edbert, "Ayah. Ayah tidak perlu khawatir aku tidak mungkin kembali dengan Louis, aku tinggal menunggu Louis menandatangani surat perceraian baru hubunganku dengan Louis selesai."


"Jadi kapan Louis menandatangani surat perceraian itu?" tanya Edbert membuat Felia mengangkat kedua bahunya, ia juga tidak tau kapan Louis menandatangani surat perceraian itu yang pasti secepatnya ia akan mengakhiri hubungannya.


__ADS_2