Semalam Dengan Ayah Mertua

Semalam Dengan Ayah Mertua
Ini Yang Kalian Inginkan! Baik! Kita Mulai Permainan Kalian


__ADS_3

Satu minggu tinggal dengan ayah mertua, membuat Felia menyibukkan diri untuk menjadi wanita tangguh. Ia ingin membuktikan kepada Louis kalau dia tidak selemah itu, dia ingin menghancurkan Louis dan Laura dengan caranya sendiri.


"Felia, apa kamu yakin ingin kembali bekerja seperti dulu?" tanya Edbert yang melihat Felia sibuk memberikan asi untuk Alfred.


"Iya ayah. Aku ingin kembali bekerja seperti dulu, aku tidak ingin terlihat lemah di depan mereka berdua. Aku ingin membuktikan kalau aku ini wanita hebat tanpa belas kasihan mereka." kata Felia membuat Edbert tersenyum, dia sangat bangga melihat menantunya ini mulai bangkit.


"Baiklah, kalau itu keputusan kamu ayah akan selalu mendukung kamu. Mulai sekarang kamu bantu ayah mengurus perusahaan dan semoga saja kamu bisa mengembang perusahaan ayah."


"Itu pasti ayah. Aku ingin menjadi wanita sukses, aku ingin membuktikan kalau aku bisa menjadi wanita karir tanpa merepotkan siapapun."


Lagi dan lagi dia dibuat bahagia karena perkataan Felia, secepat itu Felia berubah disaat orang yang dia cintai mengkhianatinya. Itulah yang dirasakan semua wanita pasti akan merasakan hal yang sama seperti Felia, bangkit dalam keadaan dan mengurus anak di saat wanita itu pasti membutuhkan pelindung.


Edbert membayar baby sister untuk mengurus Alfred, sedangkan Felia sibuk mengurus kantor. Dari jauh Felia sangat telaten dengan pekerjaannya, apalagi masalah kantor dia wanita hebat dan tangguh saat menerima apapun tentang urusan kantor.


"Saya bangga sama kamu Felia, kamu dengan cepat mengurus masalah kantor. Saya tau kamu ini pintar dan hebat, baru sehari kamu bekerja di kantor ayah kamu sudah menerima banyak investor manapun." ucap Edbert dengan memberikan sebuah pujian untuk Felia.


Felia yang mendapatkan pujian itu tersenyum senang, karena semua ini berkat keadaan. Karena keadaan yang seperti ini membuatnya menjadi wanita tangguh, walau banyak orang yang menghinanya tapi ia tidak peduli dengan ucapan orang lain, yang ia pedulikan sekarang hanyalah kebangkitan untuk mengurus Alfred.


"Baik Felia, besok kamu harus mengurus perusahaan yang ada di Paris. Kamu di sana tidak sendiri karena Novan yang akan membantu kamu, saya ingin kamu fokus mengurus perusahaan itu tanpa memikirkan apapun lagi." tutur Edbert membuat Felia tercengang, karena apa! Karena dia tidak percaya mendapatkan kepercayaan seperti ini.


Dia tau perusahaan luar negeri pasti sangat susah di bandingkan dengan di dalam negeri, karena di sana banyak sekali saingan yang semakin ketat. Sedangkan ia masih perlu dibimbing untuk mengurus semuanya.


Edbert yang melihat rasa khawatir di dalam diri Felia, langsung menggenggam tangan Felia dengan memberikan tatapan kelembutan.


"Kamu jangan khawatir Felia, saya percaya kamu pasti bisa mengurus semuanya. Percayalah dengan kemampuan kamu, saya yakin kamu bisa menjadi wanita sukses dan dibanggakan semua orang." tutur Edbert dengan memberikan semangat untuk wanita ini, Felia dengan cepat mengangguk karena dia yakin kalau dirinya bisa menjadi wanita sukses.

__ADS_1


Sedangkan Louis masih sibuk dengan selingkuhannya, siapa lagi kalau bukan Laura. Semakin hari dia semakin lengket dan tidak pernah merasa bersalah dengan perbuatannya sendiri. Tetapi Laura tidak peduli dengan Louis, karena yang ia pedulikan hanyalah uang.


Uang itulah yang dia inginkan, Louis selalu memanjakan Laura apapun yang dikatakan Laura pasti dikabulkan. Bagi Louis Laura sangat dia cintai, karena wanita itulah yang menjadi tempat dirinya pulang.


"Sayang, aku mau ke mall sama temanku. Aku boleh minta uang untuk belanja ke mall?" pinta Laura membuat Louis yang sibuk mengurus laporan kantor menghentikan pekerjaan dan memilih menatap Laura.


"Uang? Bukannya aku udah kasih kamu setiap hari kenapa sekarang minta lagi." kata Louis membuat Laura kesal.


"Uang yang kamu kasih udah habis sayang. Masa kamu kasih aku uang segitu mana cukup untuk aku." kata Laura kembali membuat Louis menghela nafas panjang.


"Ya sudah aku kasih kamu uang tapi kamu harus hemat dengan uang yang aku berikan ke kamu." ujar Louis dengan mengeluarkan dompet dari laci kerja.


***


"Mana bisa aku hemat sayang, aku perlu ke salon, belanja supaya kamu senang sama tubuh aku. Masa kamu terus menikmati tubuhku tapi kamu gak bisa berikan aku uang." tutur Laura langsung mengambil uang yang dikeluarkan Louis dari dalam dompet.


Masalah uang aja perhitungan banget, tapi masalah ranjang nomor satu. Dasar laki-laki pelit, untung aja sebentar lagi pria ini akan jatuh miskin jadi dia bisa menikmati hartanya.


"Ya! Kalau gitu aku pergi dulu, jangan lupa kamu mengurus semua pekerjaan rumah. Malam ini aku gak pulang karena mau ngumpul sama teman." tutur Laura membuat Louis menggeleng kepala.


Wanita ini benar-benar membuatnya pusing, setiap hari dimintain uang tapi uang itu terus digunakan untuk kepuasan sendiri. Sedangkan dia mengurus semuanya, dia tidak peduli dengannya lagi yang dipedulikan wanita itu hanyalah uang.


Laura semakin hebat bermain dengan lelaki kaya, walau dia sudah memiliki tunangan tapi ia tetap ingin mencari kepuasan. Sekarang dia pergi ke mall sendiri, karena hari ini ia akan pergi bersama dengan pria lain. Lelaki kaya yang sempat ia kenal di klub malam.


"Hai Laura. Hari ini kamu cantik banget, gak salah aku minta kamu berduaan sama kamu." ucap lelaki itu yang memuji keindahan tubuh Laura, Laura yang mendapat pujian itu tersenyum senang.

__ADS_1


"Makasih sayang, kamu ini memang pandai membuat aku senang. Jadi apa aku boleh minta sesuatu sama kamu?" tanya Laura dengan bersikap manja kepada lelaki ini, pria ini yang melihat Laura sangat manja menyentuh dagu runcing Laura.


"Boleh dong, semua yang kamu inginkan pasti aku akan belikan. Sekarang kamu pilih semuanya nanti aku bayar untuk kamu."


"Kamu serius sayang? Kamu gak bohongin aku kan?"


"Mana mungkin aku bohongin kamu, aku kan datang ke sini untuk menemani kamu belanja. Jadi apapun yang kamu mau akan aku berikan untuk kamu." Laura tersenyum mendapatkan lelaki seperti pria ini, tampan, kaya raya.


Yang paling dia suka adalah uang, ya walau dia tidak suka dengan wajahnya tapi dia suka dengan uangnya. Laura dengan lelaki itu masuk ke dalam mall, semua mall dikelilingi oleh Laura dan semua yang dia inginkan pasti dituruti oleh pria ini.


Sedangkan Felia terus berusaha menjadi wanita karir, Edbert yang melihat perubahan Felia sangatlah bangga. Ini adalah wanitanya, wanita yang sudah menjadi miliknya tinggal menunggu Felia bercerai baru dia bisa memiliki Felia kembali.


Felia tersenyum saat Edbert memeluknya, pria ini sangatlah manja walau mereka masih berada di kantor.


"Sayang, seharian ini kamu sangat sibuk mengurus kantor dan sebentar lagi kamu akan sibuk mengurus perusahaan yang ada di Paris apa aku boleh minta sesuatu sama kamu?" ucap Edbert yang masih memeluk tubuh Felia dengan sesekali mencium tengkuk Felia.


"Apapun yang kamu inginkan pasti aku kabulkan, memangnya kamu mau minta apa dari aku?" kali ini Felia dibuat bingung dengan sikap Edbert, pasalnya pria ini tidak menjawab ucapan malah sibuk membalikan tubuhnya.


"Aku ingin makan kamu. Aku udah lama tidak memakan kamu." bisik Edbert dengan nada seksual, suara Edbert semakin membuat tubuhnya merinding.


Karena pria ini paling bisa membuat tubuhnya tegang, Felia segera mengangguk untuk menyetujui keinginan Edbert. Mendapat persetujuan dari Felia, ia segera mencium bibir Felia lalu dia kembali menghentikan ciuman itu dan memilih mengunci ruangan pribadinya.


Setelah semuanya beres ia kembali menyerang Felia, tubuh Felia rasanya sama seperti dulu walau wanita ini sudah memiliki anak. Tapi tubuhnya seperti belum pernah disentuh sama sekali, makin sempurna saat ia merasakan tubu Felia yang semakin hari semakin indah.


"Felia kamu sangat pandai mengurus diri, saya sampai tidak bisa membedakan apakah kamu sudah memiliki anak atau belum. Karena rasanya sangat nikmat sampai saya terus menginginkannya." kata Edbert yang menatap wajah Felia, Felia tidak bisa menjawab apapun lagi karena seluruh tubuhnya sudah dipenuhi dengan nafsu.

__ADS_1


Edbert segera menyerang tubuh Felia kembali, membuat Felia tidak kuat dengan sentuhan yang diberikan Edbert. Semakin dalam sentuhan Edbert semakin susah dikendalikan, rasanya sangat nikmat saat kegiatan panas ini tidak perlu diakhiri.


__ADS_2