Semalam Dengan Ayah Mertua

Semalam Dengan Ayah Mertua
Suara Aneh Itu Lagi!


__ADS_3

Felia sudah mengetahui jadwal kerja Louis, ia tau bagaimana sibuknya menjadi seorang atasan yang mempunyai perusahaan. Sangatlah sibuk sampai dia pernah merasakan sesibuk apa di kantor. Mengingat masa-masa itu rasanya dia merindukan momen dimana ia bekerja, dan sekarang dia tidak bisa melakukan itu lagi.


"Tapi gak apa-apa sayang, ibu senang bisa merawat kamu walau ibu tidak bisa bekerja seperti dulu. Kamu selalu temani ibu ya nak, jangan seperti ayah kamu yang lupa sama kamu." ucap Felia berbicara dengan Alfred, yang namanya bayi pasti tidak mengerti maksud ucapan Felia tapi dia bahagia bisa mengajak putranya bicara.


Edbert memang tidak pernah bertemu dengan Felia dan Alfred, ia juga sudah mempercayai Louis untuk menjaga Felia makanya dia memutuskan untuk tinggal di Prancis mengurus perusahaan di sana. Entah bagaimana keadaan Felia yang pasti dia sangat merindukan wanita itu.


"Felia saya merindukan kamu. Apa kamu dengan anak kita baik-baik aja, apa Louis bisa menjaga kamu dan kata-katanya bisa dipercaya." ucapnya dalam hati dengan berdiri di balkon dengan memandang pemandangan kota Prancis.


Seperti biasa Felia selalu menyambut kedatangan Louis, apalagi sekarang Louis melihat Felia berbeda dari biasanya. Semenjak dia meminta Felia merubah penampilannya, dia semakin suka dengan kecantikan Felia membuat Laura yang melihat itu merasa cemburu.


"Maaf pak Bu, saya ke kamar dulu." ucap Laura, dia melempar tas dan juga laporan kantor di ranjang.


Melihat adegan romantis mereka membuatnya muak, bagaimana bisa Louis menatap Felia yang terlihat menarik darinya. Apalagi sekarang Felia sudah menyainginya, tidak! Ini tidak boleh terjadi.


Laura menatap wajahnya di cermin meja rias, dengan menatap dirinya di cermin itu membuat bibirnya tersenyum melihat ide berlian yang melintas pikirannya.


"Saya tidak akan kalah dari kamu Felia. Saya akan membuat suami kamu tertarik sama saya dan meninggalkan kamu." ucap Laura yang terus memandang dirinya di cermin besar.


"Hari ini kamu cantik sekali sayang. Aku tidak percaya kalau kamu bisa berpenampilan seperti ini." ujar Louis yang memeluk tubuh Felia, Felia yang mendengar itu tersenyum saat ia memang wajah Louis dari pantulan kaca.


"Ini berkat kamu juga, mungkin kalau kamu tidak bilang itu sama aku. Aku tidak mungkin mengubah penampilanku, makasih ya kamu sudah membuatku sadar."


"Aku janji aku akan berusaha berpenampilan cantik seperti ini dan menyambut kamu pulang dalam keadaan cantik." Louis tidak menjawab ucapan Felia dia malah mencium pundak Felia secara bergantian.


"Masih ada waktu untuk makan malam gimana kita melakukan itu." kata Louis saat ia sudah membalikan tubuh Felia.


"Melakukan apa sayang?" Felia terkekeh melihat tingkah laku Louis, suaminya ini sangat menggemaskan sampai dirinya ingin sekali mencium pria ini.


Felia menggunakan kedua tangannya untuk mengambil kedua pipi Louis, "Sayang aku habis melahirkan mana mungkin kita bisa melakukan itu, tunggu satu bulan lagi baru kita lakuin itu ya."

__ADS_1


"Tapi..."


"Baiklah." Felia tersenyum saat Louis memilih mengikuti kemauan Felia, walaupun Louis tidak bisa menyentuh tubuh Felia ia akan meminta Felia mengikuti kemauannya tanpa menyentuh tubuh istrinya.


Jam makan malam Louis dengan Felia sudah berada di meja makan, begitupun dengan Laura yang melangkah kearah mereka. Felia yang melihat penampilan Laura membuatnya aneh dengan sikap Laura, kenapa wanita itu berpenampilan seperti itu apalagi di depan suaminya.


"Laura, apa kamu tidak ada pakaian lain selain berpakaian seperti itu?" tanya Felia yang tidak menyukai tindakan Laura.


"Maaf Bu. Saya tidak tau kalau pakaian saya membuat ibu tidak nyaman, saya sudah terbiasa memakai ini di kosan jadi saya tidak tau aturan di rumah ini." tutur Laura saat Louis masih memperhatikan penampilan Laura, malam ini Laura sangat seksi sampai dirinya tidak bisa berpaling dengan kecantikan Laura.


"Ya sudah, malam ini saya maafkan tindakan kamu tapi saya tidak mau melihat kamu berpenampilan seperti ini lagi."


"Baik Bu." Mereka bertiga lanjut sarapan bersama saat ada perdebatan kecil di meja makan.


***


Setelah makan Felia merapikan piring kotor, semua piring kotor dia letakan di wastafel saat Felia sibuk mencuci piring kotor itu Laura segera menghampiri Louis.


"Tanpa saya jawab kamu sudah tau jawabannya kan. Kamu sengaja berpenampilan seperti ini supaya perhatian saya tertuju pada kamu?" ujar Louis dengan menyentuh dagu runcing Laura.


"Lagian siapa suruh dari tadi kamu hanya memperhatikan istri kamu dari pada aku, kan aku cemburu melihat keromantisan kamu terhadap istri kamu."


Louis terkekeh melihat tingkah laku Laura yang sangat menggemaskan, sebelum Louis menyerang Laura dia melihat kearah Felia. Felia masih sibuk mencuci piring kotor barulah dia kembali mencium bibir Laura.


Ciuman mereka terasa nikmat sampai Felia tidak peduli dengan adegan panas mereka, Laura semakin menyukai sentuhan Louis saat lelaki ini membuatnya melayang. Tiga puluh menit mereka melakukan itu akhirnya keduanya saling melepaskan, barulah Felia kembali setelah piring kotor selesai di cuci.


"Sayang, aku istirahat duluan ya. Kamu gak apa-apa aku tinggal istirahat?" kata Felia yang melihat Louis sedang menatapnya.


"Nggak apa-apa sayang. Kamu istirahat aja aku tau kamu pasti capek seharian ini jaga putra kita." urai Louis yang terus menatap Felia dengan menyentuh tangan Felia.

__ADS_1


Lalu Felia melihat Laura yang sibuk bermain handphone, "Laura saya tinggal dulu ya."


"Iya Bu." Laura terus mengamati Felia sampai wanita itu sudah tidak terlihat lagi, barulah ia memulai aksinya untuk mendekati Louis.


"Pergilah sejauh mungkin Felia. Malam ini biarkan saya yang akan memuaskan suami kamu dan saya akan membuat kamu tidak dibutuhkan lagi oleh suami kamu." ucapnya dalam hati dengan mata terus menatap lantai atas.


Laura yang sudah tidak melihat Felia ia segera menatap Louis, "Sayang malam ini biar aku aja yang memuaskan kamu, aku jamin pasti kamu tidak akan melupakan sentuhan yang aku berikan ke kamu."


Louis tersenyum saat Laura mulai nakal, mereka berdua segera pergi dari sana dan Laura membawa Louis ke kamar. Malam ini adalah malam yang akan menjadi saksi bisu cinta mereka, karena apa? Karena dia berhasil menaklukan Louis dan secepatnya dia akan menaklukan Edbert.


Pria yang lebih tampan dan kaya dari pada Louis, dia sudah berusaha menaklukan lelaki itu tapi hasilnya nihil malah dia yang diusir dari kantor. Setelah apa yang dia dapatkan berhasil, ia akan memulai menggoda Edbert untuk kepuasannya.


Kamar yang terletak di lantai bawah di paling ujung, membuat kamar itu terasa panas saat keduanya sama-sama memberikan kenikmatan. Entah sudah berapa kali Louis melakukan ini yang pasti dia sangat menyukai permainan Louis.


Lagi-lagi Felia terbangun setiap tengah malam, entah sejak kapan kebiasaan ini datang mungkin saja saat dia melahirkan Alfred jadi dia seperti ini. Felia melangkah ke dapur untuk mengambil cemilan, tetapi dia sangat penasaran kenapa kamar yang ditempatkan Laura berisik sekali.


Felia memutuskan untuk menyelesaikan cemilan yang dia lahap, ia beranjak dari dapur menuju ke kamar Laura. Dia semakin mendekati pintu itu sampai dirinya berdiri sambil mengamati pintu, dan suara yang dia dengar semakin terdengar kencang di gendang telinganya.


"Suara ini lagi! Sebenarnya apa yang dilakukan Laura sampai setiap tengah malam dia selalu mendengarnya, aku pikir suara ini berasal dari televisi tapi kenapa lama kelamaan suara ini tak asing di telingaku." gumam Felia yang terus mendengar dengan jelas suara yang berasal dari dalam kamar.


Dia tau sebenarnya tindakannya ini salah, tapi ia juga ingin tau kenapa kamar Laura selalu terdengar suara aneh itu. Suara yang tidak seharusnya dia dengar.


Felia menghentikan tangannya saat ia hampir membuka handle pintu, "Masa aku membuka pintu ini, nanti yang ada aku akan mengganggu istirahat Laura. Sudahlah, mungkin aja itu suara dari tempat lain lebih baik aku kembali ke kamar."


Akhirnya Felia memutuskan kembali ke kamar, dia berpikir kalau Laura akan terganggu saat ia tiba-tiba membuka pintu kamar Laura. Yang ada dia mengganggu waktu istirahat Laura.


"Sayang, pelan sedikit suara kamu. Nanti kalau suara kamu terdengar sampai ke telinga Felia gimana, yang ada dia akan mendobrak pintu kamar kamu dan melihat kita seperti ini." kata Louis yang menghentikan kegiatan barusan.


"Maaf sayang, habisnya aku menyukai kegiatan kita barusan. Aku sampai lupa kalau aku tinggal di rumah kamu, aku akan berusaha supaya suara aku ini tidak terdengar oleh istri kamu." ucap Laura, keduanya saling menatap dan Louis menyentuh wajah Laura.

__ADS_1


"Mau dilanjut atau selesai?"


Kedua tangan Laura melingkarkan di leher Louis membuat Louis tersenyum melihat tingkah laku Laura, "Lanjut." dan mereka berdua melanjutkan kegiatan panas barusan saat ia sudah meminta persetujuan Laura.


__ADS_2