
Edbert yang melihat rekaman vidio tempat dimana Mayra berada merasa jijik akan kelakuan wanita itu, ia tidak habis pikir kenapa istrinya bisa berteman dengan wanita serendah ini.
Setelah lama menatap dan memperhatikan adegan itu, Edbert langsung menatap Bob yang masih setia menunggu perintahnya.
"Saya sangat puas dengan hasil pencarian kamu. Apa kamu mendapatkan informasi mengenai cowok itu?" mendapatkan ucapan dari atasannya Bob langsung mengeluarkan data mengenai Lion.
"Semua informasi mengenai Lion beserta temannya sudah ada di sini bos. Termasuk kekasih Mayra yang menyebabkan kematian nyonya." kata Bob dengan memberikan informasi yang dia cari.
Edbert membuka amplop coklat dan mengeluarkan isi yang ada di dalamnya, semua informasi itu sangat detail dan jelas saat Bob berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan. Edbert kembali memasukan bukti itu lalu kembali menatap Bob.
"Oke, kamu pandai sekali mencari bukti mereka semua. Sekarang kamu pantau terus wanita itu dan saya mau kamu mencari bukti mengenai laki-laki yang bernama Lion. Saya mau tau kenapa dia sangat menyukai Mayra tepatnya tubuh wanita itu." ucapnya langsung memerintah Bob.
"Baik bos." Bob yang mendapatkan tugas lagi dengan cepat melakukannya, sedangkan Edbert masih sibuk menatap amplop coklat itu.
Saat Edbert sibuk memasukan bukti itu ke dalam amplop coklat seseorang datang dari luar, "Felia." ucap Edbert yang melihat Felia sudah berada diruang kerjanya dan dia dengan cepat menyimpan amplop itu ke dalam laci.
"Ayah. Apa yang ayah sembunyikan dari aku?" tanya Felia yang melihat Edbert menyimpan sesuatu.
"Bukan apa-apa sayang. Kamu tumben keruangan ayah, ada apa?" Felia melangkah menghampiri Edbert, ia melihat Felia duduk di pangkuannya.
"Ada apa, sayang? Apa ada yang sakit? Atau kamu mau sesuatu sampai datang keruangan ayah." ucap Edbert dengan memeluk tubuh Felia dari belakang ia juga tidak lupa mengelus perut Felia.
Felia mengubah posisinya dengan melingkar kedua tangannya tepat di leher Edbert, melihat sikap wanita itu ia hanya bisa tersenyum dan masih menatap Felia.
"Aku gak apa-apa, ayah. Aku mau meluk ayah saja, apa aku tidak boleh berduaan dengan ayah?" lontar Felia yang masih memeluk leher Edbert.
Lagi-lagi Edbert tersenyum dengan sikap manja Felia, ini pertamanya dia melihat Felia bersikap manja biasanya wanita ini tidak seperti ini. Tapi semenjak hamil Felia terus menempel membuatnya sangat menyukai sikap Felia, suka dengan sikap Felia yang semakin hari semakin menggemaskan.
"Ayah, ayah kenapa bengong aja." ujar Felia dengan mengayunkan kedua kaki yang tidak terkena lantai, Edbert tersenyum lalu ia menyentuh dagu Felia yang sangat ia sukai.
"Sekarang kamu sudah berani ya menggoda ayah. Kamu tidak takut kalau nanti ayah bersikap kasar sama kamu."
"Aku gak takut, bagiku ayah itu lelaki paling baik dan hebat jadi buat apa aku takut. Lagian kalau ayah mau berbuat jahat atau mau melakukan sesuatu sama aku, aku suka dengan sikap ayah terhadapku."
"Jadi kamu sekarang lagi menggoda ayah, honey?" tanya Edbert membuat Felia mengangguk, ia melihat Felia lebih dulu mencium bibirnya tetapi saat Felia ingin melepaskan ciuman itu Edbert mulai memperdalam ciumannya.
Baru saja Felia menikmati rasa ciuman Edbert lelaki itu malah menghentikan kegiatannya, "Maaf sayang ayah tidak bisa melanjutkannya lagi."
Mendengar itu membuatnya kecewa, "Kenapa? Apa ayah udah gak mau sama aku, apa aku udah gak menarik lagi."
"Bukan itu honey, tapi..." belum saja Edbert memulai bicara ia melihat Felia turun dari pangkuannya, tetapi ia dengan cepat menahan tangan Felia.
__ADS_1
"Kamu mau kemana, sayang?" tanya Edbert melihat Felia ingin pergi.
"Aku mau pergi, aku gak mau mengganggu ayah lagi." mendengar itu Edbert dengan cepat menarik tangan Felia untuk membalikan tubuh wanita ini, tanpa meminta izin dari pemilik bibir ia dengan cepat mencium bibir itu kembali.
Bibir yang tidak bisa ia tolak, dia sudah sangat menyukai Felia apalagi bibir kekasihnya. Semenjak Felia menjadi kekasihnya dan melakukan hubungan satu malam itu, ia tidak bisa melupakan wanita ini. Dia malah ingin menjadi Felia seutuhnya, sampai ia tidak takut kalau hubungannya diketahui oleh putranya.
Akhirnya ciuman itu terlepas, Edbert menatap dan mengarahkan jari telunjuknya mengarahkan tepat dibibir Felia.
Selesai berciuman Edbert menatap Felia, "Sudah jangan cemberut gitu, bukannya ayah gak mau menyentuh kamu tapi ayah takut nanti anak ayah kenapa-napa." kata Edbert beralih menatap perut Felia lalu dia elus perut itu.
"Aku kira ayah udah gak mau sama aku lagi, aku takut ayah bosen sama aku dan ninggalin aku kalau melihat tubuhku tidak seindah dulu." mendengar itu Edbert tersenyum lalu ia mengelus pipi kanan Felia.
"Saya tidak mungkin ninggalin kamu apalagi sekarang kamu lagi mengandung anak saya. Felia jangan pernah berfikir kalau saya akan meninggalkan kamu, kamu tetap menjadi milik saya. Satu-satunya milik saya jadi jangan bicara seperti itu lagi, oke." ucap Edbert dengan Felia menganggukkan kepala, lalu ia melihat Felia memeluknya dan dia pun membalas pelukan itu.
Aduh om romantis banget, jadi iri deh 😂😂 kan author nya jadi pengen ðŸ¤ðŸ¤£ðŸ˜…😅
***
"Hai sayang, hari ini kamu cantik sekali." bisik seseorang yang baru saja muncul dari belakang Mayra.
Mendengar suara yang amat dia kenali membuatnya merinding, dia melihat lelaki itu duduk di depannya dengan menatapnya lalu lelaki itu kembali menatap temannya.
"Sorry, bro gua baru datang. Yang lain pada kemana kenapa baru segini yang datang." ucap Lion kepada temannya.
Lion mengangguk lalu ia menuangkan sebotol minuman ke dalam gelas, saat mereka semua sibuk dengan kegiatan masing-masing datanglah seorang wanita yang menawarkan sesuatu kepada mereka.
"Hai, saya boleh numpang duduk di sini?" kata wanita yang baru saja muncul, ketiga lelaki itu beralih menatap wanita yang berada di meja mereka.
Melihat wanita cantik dan seksi lelaki bernama Brox langsung menyetujui perkataan wanita itu, "Boleh banget cantik, apa sih yang gak buat kamu. Sini duduk di samping saya."
Tetapi wanita itu malah memilih duduk di samping Lion, entah kenapa melihat itu Mayra seakan tidak menyukai wanita itu dan dia seakan marah melihat wanita lain mendekati Lion.
"Kamu tidak masalah kan saya duduk di samping kamu." ucap wanita itu kepada Lion, Lion tidak peduli dengan ucapan wanita ini ia malah memperhatikan Mayra.
"Aduh neng kenapa duduk di sana, di samping saya masih ada tempat."
"Nggak apa-apa saya suka di sini." Apollo terkekeh melihat Brox di tolak secara mentah-mentah, datanglah kedua lelaki yang baru saja tiba.
"Sorry bro gua baru datang." ucap Ace ketika kedua lelaki itu pada menghampiri ketiga temannya.
"No problem." saat dua lelaki itu sudah duduk di bangku masing-masing, barulah mereka baru menyadari kalau ada wanita asing di mejanya.
__ADS_1
"Dia siapa?" tanya Ace melihat wanita asing duduk di samping Lion.
"Biasalah cewek yang mengincar Lion. Jangan ditanya lagi kenapa banyak cewek datang menghampiri Lion." kata Brox baru menyelesaikan menuangkan minuman.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Edrick yang melihat kekasihnya kesal, wanita itu meletakan gelas dan dengan cepat menggeleng.
Lion menatap Mayra yang tidak menyukai keberadaan wanita asing di sampingnya, seakan dirinya ingin tertawa saat tau Mayra cemburu dengan wanita ini.
"Sayang, kamu kenapa diam aja apa aku gak boleh ngobrol dengan kamu?" tanya wanita asing itu saat melihat Lion sibuk dengan dirinya sendiri.
Lion berusaha melepaskan tangan wanita ini dan dia dengan cepat menyingkirkan wanita aneh ini, "Saya tidak mengenal kamu kenapa kamu seakan mengenal saya. Dari pada saya memanggil satpam untuk mengusir kamu lebih baik kamu menyingkir dari kehidupan saya."
Mendengar ancaman dan melihat sikap Lion yang tidak menyukai kehadiran wanita ini, wanita itu langsung kesal dan menyingkir dari hadapan Lion.
"Ya ampun Lion, kenapa cewek secantik itu lu usir. Dari pada lu usir lebih baik untuk gua." ucap Brox yang tidak menyukai sikap Lion.
"Kalau lu suka wanita itu kenapa lu gak kejar aja, dia masih di sana belum jauh siapa tau jodoh lu." timpal Lion membuat ketiga temannya terkekeh.
Edrick
Ace
Mayra
Apollo
Brox
Lion
__ADS_1
Aduh gimana menurut kalian, siapa tau kalian mau bawa pulang buat di kamar 😂😂