Semalam Dengan Ayah Mertua

Semalam Dengan Ayah Mertua
Kesempatan Yang Langka


__ADS_3

Louis terdiam di ruangan sambil tubuhnya bersandar di kursi kantor, perdebatan barusan membuatnya merasa bersalah karena ia sudah terpancing emosi.


Sibuk memikirkan pertengkarannya dengan Felia tiba-tiba saja ia mendengar suara ketukan pintu, dia melihat Novan masuk keruangan. Tidak ada obrolan yang disampaikan Novan ia memilih menatap Novan.


"Katakan saja. Saya tidak akan mengusir kamu dari sini." ucap Louis dengan menatap Novan yang berdiri di depannya.


Sebelum ia mengatakan sesuatu Novan memilih menghela nafas barulah ia memberanikan diri memulai pembicaraan, "Maaf pak saya mengganggu waktu bapak. Saya mendapatkan kabar kalau bapak harus menemui Bu Mayra. Sepertinya dia lagi ada masalah."


Louis mengerutkan kening mendengar ucapan Novan, "Masalah? Bukannya urusan pekerjaan sudah selesai, kenapa wanita itu mengatakan ada masalah."


"Saya kurang tau pak." Novan memberikan sebuah pesan yang baru saja dia terima dari sekretaris Mayra, melihat pesan itu Louis kembali menatap Novan.


"Saya mendapatkan pesan itu dari sekretaris Bu Mayra. Saya di sini hanya menyampaikan apa dia katakan, bapak tentang aja saya akan bilang dengannya untuk tidak menganggu bapak." ucap Novan, ia buru-buru mengetik beberapa pesan saat pesan itu mau dikirim Louis sudah menahannya.


"Saya akan menemuinya. Saya titip kantor sama kamu, kalau ada yang mencari saya bilang kalau saya lagi diluar mengurus pekerjaan."


"Baik bos." Louis mengambil jas yang ia letakan di kursi kantor, ia pergi dari ruangannya saat Novan menatap kepergian Louis.


"Baru aja mereka menikah sudah mendapatkan rintangan seperti ini." gumam Novan.


Louis tiba di tempat yang sudah diberikan Mayra, di sebuah cafe terbesar yang terdapat kamar hotel. Tak hanya kamar hotel dan juga cafe, di tempat ini memiliki banyak fasilitas mewah supaya pelanggan yang tinggal di hotel menikmati fasilitas yang tersedia.


Louis turun dari mobil melihat sosok wanita sibuk menatap handphone, ia melangkah menemui wanita itu. Melihat kedatangan Louis wanita itu tersenyum dan langsung memanggil pelayan cafe.


"Kamu mau pesan apa? Biar saya yang akan traktir kamu." ucap Mayra dengan memberikan buku menu ke Louis, Louis dengan cepat menolak dan dia menyuruh pelayan cafe pergi.


"Saya tau tujuan kamu meminta saya datang kemari bukan urusan pekerjaan 'kan?" ujar Louis langsung tepat sasaran, ia melihat Mayra tersenyum saat mendengar ucapan yang dilontarkan Louis.

__ADS_1


"Louis! Louis! Kamu ini sudah tampan, kaya, sempurna dan pintar. Gimana saya tidak tertarik sama kamu, lihatlah diri kamu sudah sangat sempurna kenapa kamu malah menikah dengan karyawan kamu sendiri."


"Apa kamu tidak bisa mencari wanita yang levelnya lebih jauh dari kamu?" Mayra terus menatap Louis dengan memainkan sedotan yang ada di minumannya.


"Kalau kamu hanya bicara seperti itu lebih baik saya pergi dari pada mengurus orang yang tidak penting kaya kamu." lontar Louis tanpa memikirkan perasaan Mayra, wanita itu dengan cepat menatap Louis dengan serius.


"Iya kamu benar. Saya meminta kamu datang bukan urusan pekerjaan melainkan urusan pribadi saya, apa kamu tau kalau saya sudah terpesona sama kamu? Pertama kali saya ketemu kamu di pesta waktu itu saya sudah jatuh hati sama kamu. Apa kamu tidak terpikat sama pesona saya?" kata Mayra membuat Louis tertawa, mendengar tawaan dari Louis ia hanya menatap dengan ekspresi bingung.


"Saya akui kamu ini tipe pilihan saya. Tapi saya tidak tertarik dengan kamu, saya menganggap kamu partner kerja bukan partner ranjang apalagi simpanan saya." kata Louis membuat Mayra kesal, secara tidak langsung Louis sudah menolaknya.


Baru pertama kali dia di tolak oleh laki-laki seperti Louis, baru hari ini harga dirinya di injak-injak. Bukan Mayra namanya kalau tidak memiliki berbagai cara untuk mendapatkan apapun yang dia mau, dia memilih beranjak dari tempat duduk dan memilih duduk di samping Louis.


Karena tempat yang dipesan Mayra sangat private jadi ia mudah untuk menggoda Louis, ia tau kalau Louis tipe laki-laki yang tidak bisa menahan tubuh wanita. Makanya dia melakukan cara supaya Louis tertarik dengan tubuhnya, karena baginya tubuhnya ini selalu membuat lelaki manapun terpikat.


***


Dengan tubuh yang seksi membuat tubuh Mayra begitu sempurna. Buah dada yang besar dan kenyal, paha mulus, kaki jenjang dan bibir tebal mampu membuat para lelaki terpincut dengannya. Ia mulai membuka jaket yang dia kenakan, ia mulai membuka sedikit pakaiannya supaya dia bisa memperlihatkan bentuk tubuhnya.


Mayra sengaja meletakan tubuhnya di atas pangkuan Louis dengan pria ini hanya terdiam tanpa merespon apapun. Mayra mulai menggerakkan pinggulnya supaya Louis bisa merasakan sensasi kenikmatan sentuhan yang dia berikan. Dia terus menggoyangkan pinggulnya supaya Louis bisa terangsang dengan tubuhnya, dan benar saja Louis sudah tidak bisa menahan sentuhan yang diberikan Mayra.


Melihat Louis masih menahan lenguhannya ia mencoba membisikan sesuatu di telinga Louis, "Jangan di tahan seperti itu. Tidak baik kalau pak Louis hanya menahan sentuhan saya, apa pak Louis tidak mau menikmati sentuhan yang saya berikan ke bapak?"


Mayra masih menggoyangkan pinggulnya dengan tatapannya masih kearah Louis, ia mencoba turun dari pangkuan Louis dengan mengubah posisinya. Sekarang Mayra bisa menduduki paha Louis dengan sempurna, posisinya sudah saling berhadapan dengan kedua tangan di letakan di leher Louis.


"Pak Louis. Apa bapak tidak mau mencoba tubuh saya?" Mayra terus menggoda Louis dengan menggunakan jari lentiknya mengarahkan ke dada bidang Louis.


Berusaha menahan apa yang diberikan Mayra terasa tubuhnya terasa sesak, dia tidak bisa menahannya lagi. Saking dia berusaha menahan semakin tubuhnya ingin meledak.

__ADS_1


"Saya mohon hentikan Mayra." ucap Louis membuat Mayra tersenyum, dia berhasil membuat tubuh Louis terpancing.


"Kenapa di hentikan, pak? Bukannya ini sangat nikmat, bapak bisa merasakan sentuhan saya. Sentuhan yang belum pernah bapak rasakan, saya pastikan sentuhan saya ini bisa membuat bapak tidak bisa melupakan kegiatan kita." tutur Mayra terus menggoda Louis karena dia tau Louis sudah terangsang dengan sentuhannya.


Dan benar saja Louis sudah mulai melenguh, lenguhan nikmat itu lepas begitu saja saat Mayra terus memberikan sentuhan yang tidak bisa ia tahan. Mayra menghentikan gerakannya lalu dia memilih mencumbui bibir Louis, bibir yang sudah ia nantikan dan baru kali ini ia merasakan bibir manis Louis.


Begitupun dengan Louis, ia merasa bibir tebal Mayra sangat nikmat malah mengalahkan bibir Felia. Ciuman mereka masih menyatu dengan suara kenikmatan yang keluar begitu saja, sensasi nikmat di dalam ruangan tertutup ini membuat keduanya saling memberikan sentuhan kenikmatan.


Mayra mencoba mengikuti gerakan yang diberikan Louis dan sekarang Louis sudah membuka sebagian pakaian Mayra saat melihat tubuh Mayra begitu menggoda. Lekukan tubuh Mayra sangatlah langka, langka untuk dibiarkan begitu saja.


Louis mencoba menyentuh buah dada Mayra, saat tangannya mencoba meremas buah dada Mayra tangannya tidak cukup untuk memainkan benda kenyal ini. Dia sangat menyukai bentuk buah dada Mayra, sangat besar sampai tangannya saja tidak bisa menyentuh dengan pas.


"Ahhh... Kenapa pak? Apa buah dada saya terlalu besar dengan ukuran tangan bapak?" di sela-sela kegiatan panas ini Mayra memberikan pertanyaan yang begitu frontal membuat Louis menyukai sikap Mayra.


"Bagi saya ukuran yang kamu miliki begitu sempurna, saya sangat menyukai ukuran buah dada kamu." ucap Louis saat dia mencoba menyentuh tubuh Mayra.


Louis masih melanjutkan kegiatan panas mereka sampai Louis bisa menghentikan kegiatannya, melihat Louis menghentikan kegiatan ini Mayra langsung menatap dengan tatapan memohon. Karena baginya dia tidak rela kalau kegiatan barusan dihentikan begitu saja.


"Kegiatan panas kita dihentikan dulu ya baby. Saya tidak puas bermain di sini, nanti saya akan kabarin kamu untuk memilih tempat yang pas untuk melanjutkan kegiatan panas kita." kata Louis menatap Mayra, wanita itu mencoba mengerti apa yang dikatakan Louis.


Saat Mayra sibuk merapikan pakaiannya Louis malah menyentuh bokong Mayra dari belakang, membuat Mayra tidak bisa menahan lenguhannya lagi, pria ini benar-benar membuatnya gila apalagi sentuhannya sangat nikmat.


"Gimana rasanya sentuhan saya pak. Apa bapak menyukainya?" tanya Mayra saat dia selesai merapikan pakaiannya, Louis berdiri dengan menatap Mayra.


Louis mencoba mendekat kearah Mayra dengan jarak yang tidak terlalu jauh, Louis mencoba mengambil dagu Mayra dengan tatapannya masih terus menatap mata Mayra.


"Sentuhan kamu begitu nikmat Mayra. Sampai tubuhku tidak bisa berhenti, apalagi tubuhmu itu membuat saya ketagihan." ucap Louis membuat Mayra tersenyum, sebelum ia meninggalkan tempat ini Louis mencoba mencium bibir tebal Mayra.

__ADS_1


Barulah ciuman itu terlepas, "Saya pergi dulu. Nanti saya akan hubungi kamu untuk melanjutkan kegiatan barusan." Louis pergi dari tempat itu, ia mencoba melupakan kegiatan panas barusan karena baginya hal yang wajar kalau dia menginginkan sentuhan itu.


Mayra tersenyum dengan kedua tangan di lipat, "Gak nyangka ternyata Louis lebih mudah dia dapatkan dan pria itu akan masuk ke dalam perangkapnya."


__ADS_2