
Tiba di rumah Louis dengan Laura melihat Felia sibuk merapikan rumah, wanita itu melakukan pekerjaan rumah sendiri tanpa asisten rumah tangga. Melihat itu Louis segera menghampiri Felia.
"Sayang, aku udah bilang sama kamu jangan melakukan kegiatan rumah lagi. Udah aku berikan asisten rumah tangga dan baby sister untuk kamu malah kamu mengurus rumah." kata Louis saat dia melihat Felia sibuk mengurus pekerjaan rumah.
Felia menghentikan pekerjaan rumah lalu dia menatap suaminya, "Maaf sayang. Aku gak tau harus melakukan apa kalau aku tidak melakukan sesuatu di rumah, kamu tau biasanya aku bekerja di kantor semenjak punya Alfred aku tidak bisa melakukan itu."
"Ya aku tau. Dari pada kamu sibuk mengurus rumah lebih baik kamu mengurus penampilan kamu aja, aku lebih suka kamu berpenampilan cantik dari pada berpenampilan seperti pembantu." lontar Louis saat dia melihat penampilan Felia.
Dia melihat penampilan Felia sangatlah jauh dari Laura, lihatlah wanita ini sudah tidak seindah dulu. Rambut berantakan, baju kotor apalagi kedua tangan memegang alat tempur rumah. Yang lebih parahnya wajah Felia sangat tidak menarik lagi, kusam banyak komedo dan yang lebih parahnya seluruh tubuhnya tidak sewangi dulu.
"Ya sudah, besok-besok aku akan mengikuti kemauan kamu." ucap Felia dengan meletakan alat tempur rumah di meja.
"Nah gitu dong itu baru istri aku." Laura yang baru saja keluar dari kamar melihat adegan romantis mereka berdua.
Rasa kesal saat melihat keromantisan keduanya membuatnya sangat tidak suka, apalagi Louis lebih memperhatikan Felia dari pada dirinya. Walau dia sudah berusaha melakukan sesuatu tapi tetap saja dia akan kalah dengan Felia.
"Awas saja kamu Felia saya tidak akan membiarkan hubungan kalian bertahan lama. Suatu saat apa yang kamu dapatkan sekarang akan menjadi milik aku." ujar Laura dalam hati sambil melihat keromantisan mereka berdua.
"Ekhem!" mendengar suara deheman membuat keduanya berjauhan, mereka berdua melihat Laura sudah keluar dari kamar.
"Kamu sudah ada di sana Laura?" tanya Felia yang melihat Laura sudah berdiri di depan pintu kamar.
"Tidak bu. Saya baru saja keluar dan maaf saya mengganggu aktivitas kalian berdua." ucap Laura, Louis yang ketahuan bermesraan dengan Felia bersikap biasa saja sedangkan Felia sudah menahan malu saat ketahuan bermesraan dengan Louis.
Laura melangkah ke dapur mengambil sebuah jus yang berada di dalam kulkas, ia menuangkan jus itu ke gelas yang sempat ia ambil. Louis yang melihat Laura sibuk menuangkan jus ke dalam gelas, dia segera menghampiri Laura.
"Sayang, aku kangen banget sama kamu." ucap Louis terus memeluk tubuh Laura.
__ADS_1
Laura membiarkan perlakuan Louis kepadanya saat ia sibuk menghabiskan segelas jus, "Sayang lepasin pelukan kamu nanti istri kamu melihat tindakan kamu seperti ini bagaimana."
"Kamu tenang aja Felia tidak akan kembali ke sini lagi. Dia kalau udah di kamar mengurus Alfred dia tidak akan kembali lagi." kata Louis yang masih menempel dagunya di pundak Laura.
"Sayang kamu marah sama aku?" pertanyaan yang dilontarkan Louis membuat Laura mengerutkan kening, lalu dia segera melepaskan pelukan itu untuk menatap wajah Louis.
"Marah? Emangnya kamu melakukan kesalahan apa sampai aku marah sama kamu."
"Kamu jujur sama aku, barusan kamu melihat aku bermesraan dengan Felia kan?" tanya Louis dengan menatap Laura.
Laura memilih diam tanpa berani menjawab ucapan Louis, Louis yang melihat itu merasa gemas dengan tingkah laku Laura.
"Aku tau kamu melihatnya, aku minta maaf sudah membuat kamu cemburu tapi untuk kedepannya aku tidak akan melakukan itu di depan mata kamu. Kamu mau kan maafin aku?" melihat sikap Louis membuatnya terkekeh, gimana bisa pria ini bersikap manis saat meminta maaf kepadanya.
Laura langsung meletakan kedua tangannya di leher Louis dengan menatap mata Louis, "Kamu gak perlu minta maaf aku maklumi itu, aku tau istri kamu butuh pelukan kamu asalkan kamu jangan membiarkan aku berlarut dalam kecemburuan."
Louis tersenyum dengan menarik hidung mancung Laura, "Kamu gak perlu khawatir aku akan mengutamakan kamu dari pada istri aku sendiri."
Louis segera melahap bibir seksi Laura dengan penuh gairah, ciuman mereka semakin dalam dikuasai olehnya sampai Laura terus mengikuti permainan Louis. Dapur ini menjadi saksi bisu adegan mereka selama mereka bercinta, mulai dari wajahnya sampai tubuhnya terus dikuasai Louis.
Laura sangat menyukai sentuhan Louis, setiap inci sentuhan yang dilakukan Louis membuatnya tidak berdaya untuk mengeluarkan kenikmatannya. Louis sungguh pria yang luar biasa, dia bisa membuatnya terbang ke angkasa dengan sentuhannya.
Louis meminta Laura membalikan tubuh, dia dengan cepat menyerang Laura kembali. Laura sungguh menikmati sentuhan Louis, sentuhan yang sangat luar biasa ini. Sampai dirinya susah untuk menyesuaikan permainan Louis.
"Ahhh... Eugh... Sayang teruslah aku sudah tidak bisa mengendalikan lagi." erang Laura yang tidak kuat dengan sentuhan Louis, Louis yang mendengar itu tersenyum senang melihat bagaimana Laura menikmati kegiatannya ini.
Louis dengan Laura masih melakukan kegiatan panas di dapur sampai suara decakan itu terdengar, Louis sangat pintar membuat Laura melayang ini sungguh kenikmatan yang benar-benar ia inginkan. Satu jam mereka melakukan kegiatan panas akhirnya kegiatan itu berhenti, Louis bangun dari posisi jongkok saat ia sudah merapikan pakaian seperti semula.
__ADS_1
"Makasih sayang, nanti malam aku akan datang ke kamar kamu. Kita lanjutin kegiatan barusan dandan yang cantik ya, supaya aku terus ketagihan untuk menyentuh kamu." kata Louis lalu dia mencium pipi Laura.
Laura tersenyum, selesai merapikan pakaian dia melihat Felia datang dengan menatap kearahnya.
"Laura sedang apa kamu di dapur?"
"Saya habis ambil jus di kulkas Bu. Pakaian ibu rapih sekali memangnya ibu mau kemana?" tanya Laura melihat penampilan Felia sangat rapih.
"Saya keluar sebentar kamu jaga rumah ya Laura. Ingat jangan bawa lelaki asing ke rumah saya dan kamu tenang aja suami saya tidak ikut dengan saya katanya dia lelah mau istirahat."
"Iya Bu." Felia membawa Alfred keluar dengan pengasuh putranya, Laura yang melihat itu tersenyum senang karena di rumah ini hanya mereka berdua saja.
Ketika malam hari seperti biasa Laura membantu Felia masak, Louis yang melihat Laura membantu Felia tersenyum senang. Perempuan ini pintar sekali mengambil hati Felia sampai Felia tidak menyadari kalau Laura adalah selingkuhannya.
"Wah kamu bisa masak Laura? Saya baru tau kalau kamu pandai sekali masak." ucap Louis dengan memuji Laura, mendapatkan pujian dari Louis dia cuman bisa tersenyum walau dia ingin memeluk tubuh lelaki itu.
"Tidak pak! Saya masak dibantu oleh ibu, berkat ibu saya lebih tau bahan makanan. Istri bapak sangat pandai memasak sampai saya kagum dengan masakan ibu." kata Laura yang memuji Felia, lalu dia duduk setelah meletakan makanan yang selesai dibuat.
"Kamu ini ya Laura pandai sekali memuji saya. Saya tidak sehebat yang kamu katakan, saya cuman melakukan tugas saya sebagai istri nanti juga kamu sama seperti saya. Melakukan tugas sebagai istri saat kamu menikah sama lelaki yang kamu cintai." mendengar ucapan Felia Laura menatap Louis, keduanya saling menatap saat lelaki itu mengakhiri tatapannya.
Selesai makan malam Felia memutuskan untuk ke kamar begitupun dengan Louis, dia akan kembali setelah melihat istrinya tertidur lelap barulah ia biasa masuk ke kamar Laura. Setiap malam Louis selalu datang ke kamar Laura untuk melakukan hal itu, kegiatan yang susah sekali dihentikan saat melihat tubuh indah Laura.
Setelah Louis mengambil sesuatu di dalam tas, ia segera pergi dari kamar menuju kamar Laura. Louis tersenyum saat melihat penampilan Laura, sangat indah sampai dirinya tidak bisa berkedip melihat pemandangan indah itu.
"Kamu ini sangat pandai membuat orang jatuh hati sama kamu. Aku benar-benar dibuat gila sama kamu Laura, saya sangat menyukai penampilan kamu malam ini. Sangat cantik, seksi dan wangi. Kamu ini sangat pandai mengurus tubuh kamu tidak dengan Felia, dia selalu membuat saya muak dengan penampilannya." lontar Louis yang terus menjelekan istrinya sendiri, Laura terus melihat Louis saat lelaki itu sudah duduk di sampingnya.
Laura melihat Louis mengeluarkan black card, kartu hitam yang digunakan setiap orang kaya tanpa takut kehabisan uang yang ada di dalam kartu tersebut.
__ADS_1
"Kenapa diam aja. Ambilah itu kartu untuk kamu, katanya kamu mau beli perlengkapan rumah baru kamu. Jadi kartu itu khusus untuk kamu." ucap Louis dengan memberikan kartu hitam untuk Laura, Laura dengan senang hati menerimanya.
Wanita mana yang tidak suka dengan uang, uang baginya segalanya karena dia sangat membutuhkan uang. Louis benar-benar bodoh, sangat bodoh sampai percaya kepadanya.