Semalam Dengan Ayah Mertua

Semalam Dengan Ayah Mertua
Curiga Tahap Kedua


__ADS_3

Sebenarnya di dalam hatinya ia sangat merindukan momen seperti ini, momen langka yang sudah tidak pernah dia lakukan dengan Felia. Felia masih sibuk memasang dasi sampai dirinya tidak sadar kalau Louis terus menatapnya.


Felia tersenyum melihat dasi yang sudah terpasang rapih, "Dasinya sudah selesai di pasang aku tunggu kamu di dapur, aku akan menyiapkan sarapan kesukaan kamu."


Louis melihat kepergian Felia, jujur dia sangat menyesal bersikap cuek kepada Felia tapi mau gimana lagi dia sudah tidak menyukai Felia yang dia sukai hanyalah Laura bukan Felia.


Seperti biasa Felia selalu memberikan senyuman untuk menyapa Louis, tapi respon Louis tetap dingin dan acuh. Rasanya sakit melihat perubahan Louis, dulu lelaki ini tidak pernah seperti ini tapi sekarang sudah sangat berbeda.


"Sayang, jam makan siang aku boleh ke kantor kamu gak?" mendengar itu Louis langsung menatap Felia.


"Buat apa kamu ke kantor? Biasanya kamu tidak pernah datang ke kantor lagi."


"Kitakan sudah lama tidak makan siang bersama, makanya aku datang ke kantor kamu untuk menyiapkan sarapan untuk kamu. Biasanya aku selalu bawa sarapan untuk kamu dan kita makan bersama di kantor kamu, tapi sekarang sudah tidak seperti itu lagi aku mau kita kaya dulu lagi." tutur Felia dengan harapan Louis akan mengizinkannya.


"Nggak usah, kalau kamu datang ke kantor yang ada nanti ngerepotin aku. Bukannya aku sibuk mengurus kantor malah diganggu sama kamu, lebih baik kamu di rumah ngurus anak kamu jangan macam-macam apalagi datang ke kantor aku yang ada nyusahin orang lain aja." cetus Louis lalu ia kembali melanjutkan sarapan.


Itulah yang selalu dikatakan Louis, sejak dulu Louis tidak pernah mengizinkannya datang ke kantor entah sejak kapan. Tapi yang pasti Louis sangat berubah semenjak ia melahirkan anaknya.


Selesai makan Louis beranjak dari kursi dan menatap kearah Felia, "Aku peringatkan kamu jangan pernah datang ke kantor apalagi membawa makanan, aku tidak mau semua karyawan kantor melihat kamu dengan penampilan seperti ini. Bukannya mengurus penampilan malah seperti pembantu, sudahlah lebih baik aku ke kantor dari pada melihat kamu yang seperti pembantu."


Felia cuman bisa menghela nafas dengan sikap kasar Louis, niatnya dia ingin makan berdua saja tidak menyusahkan orang lain. Apa dia salah kalau dirinya merindukan momen romantisnya dulu, momen dimana saat Louis masih peduli kepadanya.


Louis tersenyum saat melihat Laura sudah datang ke kantor lebih dulu, sebelum masuk keruangan Louis memutuskan untuk menghampiri Laura. Louis segera mencium pipi Laura saat wanita itu sibuk mengurus dokumen kantor.


"Sayang kamu sudah datang." ucap Laura dan ia segera memeluk Louis.


"Fokus banget pacar aku ini, apa kamu tidak mendengar aku datang?" tanya Louis dengan menatap wajah cantik Laura, sangat cantik sampai dirinya tidak bisa mengabaikan wanita ini.


"Hehe! Maklumlah aku sibuk mengurus semua jadwal kamu sampai aku tidak tidur semalaman mengurus semua laporan kantor."

__ADS_1


"Kasihan banget pacar aku ini, ya sudah kamu selesaikan pekerjaan kamu nanti jam makan siang kamu datang keruangan aku, aku mau memberikan hadiah untuk kamu."


"Hadiah? Kenapa tidak sekarang aja kamu memberikan hadiahnya kenapa harus nunggu makan siang."


Louis mencubit hidung Laura saking gemasnya dengan tingkah laku Laura, "Sabar sayang. Kamu ini tidak sabaran ya, sudah sekarang fokus mengurus pekerjaan aja jam makan siang aku tunggu kamu di ruanganku." ucap Louis dengan mendarat sebuah kecupan di kening Laura.


***


Jam makan siang Laura segera menghampiri Louis di ruangan pribadi lelaki itu, ia melihat lelaki itu tersenyum saat melihat kedatangannya.


"Sayang aku sudah datang, mana hadiah yang kamu janjikan itu." ucap Laura membuat Louis menggeleng.


"Kamu ini ya tidak sabaran baru datang sudah meminta hadiah. Sini sarapan dulu nanti aku akan berikan hadiah untuk kamu." pinta Louis dengan mengarahkan tangan itu menyuruh Laura duduk di sampingnya.


Laura mengikuti kemauan Louis, ia tersenyum melihat sikap romantis Louis, dia sangat beruntung mendapatkan lelaki kaya seperti Louis. Laki-laki ini begitu sempurna sampai dirinya tidak ingin berjauhan dengan Louis.


Louis mengeluarkan sebuah kotak di jas kantor, ia membuka kotak itu yang ternyata isinya sebuah kalung emas yang harganya tidak main-main. Melihat itu Laura tersenyum saat Louis memintanya untuk mendekat, dan dia terus menatap kalung yang dipasang Louis dilehernya.


Sangat indah saat kalung itu berada dilehernya, "Gimana kamu suka sama kalung yang aku berikan sama kamu?" tanya Louis saat dia melihat kalung itu sudah berada di leher Laura.


"Suka! Aku sangat suka hadiah ini, makasih ya sayang udah berikan hadiah secantik dan sebagus ini." kata Laura yang terlihat bahagia Louis memberikan hadiah berupa kalung.


"Sama-sama sayang." lama kelamaan posisi mereka terlalu dekat sampai deru nafas masing-masing terdengar, Laura menatap wajah Louis begitupun dengan Louis.


Terlihat cantik wanita ini sampai dirinya terhipnotis dengan kecantikan Laura, Louis dengan cepat mencium bibir Laura dengan lihai dan menuntun. Ciuman itu semakin lama semakin dalam, membuat Louis mengubah posisi Laura duduk di pangkuannya.


Sedangkan di sisi lain Felia sedang bergegas ke kantor Louis, karena dia ingin memberikan barang yang tertinggal di rumah. Tiba di kantor Felia bertemu dengan satpam, dan dia segera masuk ke dalam untuk menemui resepsionis.


"Permisi mba, apa pak Louis ada di dalam?" tanya Felia kepada resepsionis tersebut.

__ADS_1


"Ada Bu, ibu masuk aja."


"Baik, terim kasih." Felia tersenyum kepada resepsionis itu, lalu dia kembali melangkah menuju ruangan Louis.


Sampai di depan ruangan Louis, ia tetap berdiri di sana tanpa berani mengetuk pintu ruangan itu. Felia sangat penasaran kenapa jam segini Louis tidak keluar dari dalam apa pekerjaan di dalam masih banyak.


"Permisi mba, apa pak Louis ada di dalam? Kenapa pak Louis tidak keluar dari ruangannya." kata Felia yang melihat karyawan wanita datang.


"Ibu tidak tau gosip yang beredar di kantor?"


"Gosip? Memangnya gosip apa sampai saya tidak tau." ujar Felia penasaran, pasalnya Louis tidak pernah cerita kalau ada masalah di kantor.


"Ya Bu. Saat Laura datang sebagai sekertaris pak Louis sikapnya berubah Bu, dia malah tidak pernah keluar dari ruangannya saat jam makan siang seperti ini. Yang lebih parahnya setelah jam makan siang saya melihat Laura keluar dari ruangan pak Louis dengan pakaian sedikit berantakan." lontar karyawan wanita itu lalu dia kembali mendengarkan perkataan wanita ini.


"Yang saya heran pak Louis lebih membela Laura dari pada karyawannya sendiri, ibu kan tau gimana sifat pak Louis sebelumnya. Tidak hanya saya saja yang curiga dengan hubungan mereka, semua karyawan di sini sudah curiga kepada mereka berdua Bu."


"Apa ibu tidak pernah curiga dengan suami ibu sendiri?" kali ini karyawan wanita ini bertanya kepadanya, lalu dia menjawab dengan gelengan.


"Ibu hati-hati jangan terpengaruh oleh Laura Bu, ibu harus mengecek pak Louis saya takut mereka berdua memiliki hubungan dan saya dengar dari karyawan lain katanya pak Louis pernah bertemu dengan Laura di rumah baru Laura. Setiap harinya Bu, apa ibu tidak tau itu?" lagi dan lagi ia tidak tau apapun tentang Louis, ia malah percaya kepada suaminya.


"Masa sih suami saya kaya gitu mba. Mungkin aja suami saya sudah menganggap Laura sebagai adiknya."


"Mana mungkin Bu, karyawan di sini sudah tau bejatnya pak Louis seperti apa. Sebelum Laura datang pak Louis pernah melakukan itu ke wanita lain, saya tidak tau berapa banyak wanita yang menjalin hubungan dengan pak Louis mungkin saja sudah banyak Bu sampai ibu tidak tau hal itu."


"Ya sudah Bu kalau gitu saya permisi dulu, saya gak mau pak Louis memecat saya gara-gara memberikan gosip ini, ibu jangan mudah percaya dengan orang lain apalagi terlalu percaya sama suami sendiri. Kita sebagai wanita atau sebagai istri harus curiga dengan suami, supaya kita tau sama siapa aja dia di kantor." ucap wanita itu kembali barulah wanita itu pergi.


Apa yang dikatakan wanita itu ada benarnya juga, tadi pagi saja dia tidak bisa melihat isi di dalam handphone Louis. Biasanya lelaki itu tidak memakai kata sandi sekarang sudah menyembunyikan sesuatu darinya.


"Sebenarnya apa yang kalian sembunyikan sampai saya tidak tau hubungan kalian. Dan kenapa saya tau dari orang lain bukan dari kamu sendiri Louis." batin Felia, Felia memutuskan untuk pergi dari sana ia memutuskan untuk mencari tau apakah perkataan karyawan barusan benar atau tidak.

__ADS_1


__ADS_2