Semalam Dengan Ayah Mertua

Semalam Dengan Ayah Mertua
Ekstra Part 7


__ADS_3

Semenjak kejadian di Swiss dan keberadaan Theia tidak muncul lagi, akhirnya tidak ada pengganggu di dalam keluarganya. Jadi ia bisa menikmati hidup tenang bersama dengan Felia dan satu putranya.


Hari ini Edbert sangat khawatir dengan keadaan Felia, karena Felia sudah memasuki masa kelahiran putra kedua mereka. Dokter kandungan mengatakan kalau kelamin anaknya laki-laki, jadi ia harus ekstra dua puluh empat jam untuk menjaga Felia.


"Sayang." panggil Felia dengan suara keras, Edbert yang sedang sibuk bermain dengan Alfred mendengar suara teriakan Felia.


Ia segera menghampiri Felia yang berada di kamar, di sana dia melihat Felia sudah kesakitan menahan perut yang mulai kontraksi.


"Sayang sakit banget, kayanya bayi kita udah mau keluar." ucap Felia, Edbert segera membawa Felia ke rumah sakit.


Ia menuntun Felia menuju mobil, dia juga meminta bibi dan baby sister membawa perlengkapan Felia ke rumah sakit. Edbert membawa Felia dengan cepat sampai akhirnya mereka tiba di rumah sakit, melihat pasien yang merasa kesakitan segera membawa pasien keruang bersalin.


Edbert diminta untuk menunggu di luar sedangkan dokter dan Felia berada di dalam, "Dady! Momi sekarang dimana? Apa momi baik-baik aja." ucap Alfred yang melihat Edbert berada diruang tunggu.


Edbert meminta Alfred duduk di sampingnya, "Momi kamu ada di dalam sayang, kita doakan momi ya supaya momi dan adik kamu baik-baik aja."


Edbert terus menunggu bersama dengan Alfred sampai ruang persalinan itu terdengar suara bayi, mendengar itu Edbert mengucap syukur karena putra kedua lahir.


Melihat dokter keluar dari ruangan itu Edbert segera menghampiri dokter tersebut, "Gimana keadaan istri dan anak saya dok? Apa mereka berdua baik-baik aja."


"Mereka berdua baik-baik aja pak. Istri dan anak bapak sehat."


Mendengar kabar bahagia itu Edbert merasa senang, dia tidak menyangka ternyata ia sudah memiliki dua putra. Ia dengan cepat masuk ke dalam untuk menemui Felia dan anaknya.


"Sayang." panggil Edbert membuat Felia yang sibuk menatap bayi kecilnya melihat Edbert dan Alfred datang.


"Apa aku boleh menggendong putra saya sus?" tanya Edbert yang melihat bayinya dipegang oleh suster.


"Boleh pak." suster itu memberikan bayi mungil itu, Edbert yang melihat putranya telah lahir tersenyum senang.


Dia tidak menyangka ternyata ia sudah menjadi seorang ayah, anak kedua yang lahir saat anak pertamanya sudah besar.


"Hai anak dady. Dady senang banget bisa melihat kamu sayang, makasih kamu udah hadir di dunia ini." ucap Edbert yang mencium kening bayi kecilnya, lalu dia kembali melihat Felia yang sibuk menatapnya.


"Sayang makasih banyak ya kamu sudah memberikan hadiah seindah ini, aku senang banget bisa melihat anak kita lahir." kata Edbert yang memberikan kecupan di kening Felia, lalu mereka berdua kembali menatap bayi kecilnya.

__ADS_1


Begitupun dengan Alfred yang terus melihat adiknya yang sudah berada di ranjang bayi, ia terus mencium kedua pipi adiknya sampai kening bayi itu dicium juga.


"Dady, momi. Adik aku mau diberi nama siapa?" tanya Alfred menatap kearah Edbert dan Felia secara bergantian.


"Aldrich Godfrey Charles." ucap Edbert yang menatap Alfred.


"Nama yang bagus." urai Felia yang mendengar nama bayi laki-lakinya.


Pulang dari rumah sakit Edbert membawa Felia kembali ke rumah, sedangkan Louis yang mendapatkan kabar kalau Felia sudah melahirkan ia sangat antusias melihat keponakannya.


***


Dia dengan Tania berangkat naik pesawat menuju ke Indonesia, mereka berdua sudah berada di dalam taksi dengan hadiah yang sempat mereka beli. Keduanya tiba di rumah saat pemilik rumah menyambut kedatangan mereka.


Felia yang bertemu dengan Louis dan Tania segera meminta bibi menyiapkan minuman, mereka berdua segera menemui Aldrich yang tidur nyenyak di kasur bayi. Bayi laki-laki itu sangat mirip dengan Felia sedangkan Alfred mirip dengan Edbert.


Tania sangat gemas melihat bayi kecil itu tidur nyenyak, ingin rasanya dia menggendong bayi kecil ini tapi dia takut membangunkan bayi mungil ini.


"Ganteng banget anak kamu Felia, aku pengen banget gandong putra kamu tapi aku takut ganggu tidurnya." kata Tania yang terus memperhatikan Aldrich tidur.


"Ayah tenang aja nanti aku akan hajar habis-habisan supaya kecebong yang aku buat segera hadir." mendengar ucapan Louis Tania langsung memukul lengan Louis.


"Sakit sayang."


"Lagian siapa suruh kamu bicara gitu di depan mereka aku kan jadi malu." mereka bertiga serempak tertawa mendengar perkataan Tania, lalu dia mendengar suara Alfred berlari menghampiri mereka.


"Dady! Momi!" teriak Alfred saat mereka semua serempak melihat Alfred yang berlari melangkah menghampiri mereka.


"Sssttt!!! Dady udah bilang sama kamu jangan teriak-teriak sayang nanti adik kamu bangun."


"Hehe maaf dady."


"Hai Alfred kamu tidak merindukan pamanmu ini?" tanya Louis yang melihat kearah Alfred.


"Gak! Aku gak merindukan paman yang aku rindukan aunty Tania bukan paman." ucap Alfred lalu dia menghampiri Tania yang berdiri di samping Felia.

__ADS_1


"Ngeselin banget kamu Alfred awas aja ya nanti paman tidak berikan kamu mainan." ucap Louis dengan memberikan ancaman untuk Alfred.


Alfred yang mendengar ancaman itu menatap Louis, "Nggak apa-apa, lagian juga aku masih bisa minta ke aunty Tania bukan ke paman."


Mereka bertiga ketawa melihat keributan yang selalu diberikan oleh Alfred dan Louis, begitulah mereka berdua kalau bertemu pasti ribut tidak mau kalah. Tapi baginya ini adalah momen kebahagiaan mereka saat melihat keluarga kecilnya kumpul.


° Sepuluh tahun kemudian °


Mereka tidak menyangka ternyata hubungan pernikahan mereka sudah selama ini, sekarang dirinya sudah memiliki keluarga yang bahagia walaupun banyak rintangan yang harus mereka hadapi bersama. Tetapi akhirnya rintangan pernikahan itu sudah mereka hadapi bersama-sama.


Sekarang ia dengan Felia sudah memiliki tiga anak, dua anak laki-laki dan satu anak perempuan. Anak pertama bernama Alfred yang sudah memasuki umur sembilan belas tahun, sedangkan anak keduanya Aldrich sudah menginjak empat belas tahun dan anak yang terakhir berusia delapan tahun.


Mereka anak-anak yang pandai, ketiga anaknya memiliki bakat masing-masing. Sedangkan Louis sudah memiliki dua anak, satu anak laki-laki dan satu anak perempuan. Keluarga mereka selalu kompak dalam apapun itu, mulai dari pendidikan anak sampai masalah rumah tangga masing-masing.


"Sayang." ucap Edbert yang menggunakan jari telunjuk mengarahkan ke mulut, Felia yang melihat itu menggeleng kepala melihat tingkah laku suaminya.


Sudah memiliki anak masih saja manja, itulah Edbert yang tidak pernah berubah dari dulu selalu tidak mau mengalah dengan ketiga anaknya.


Felia menyuapi Edbert kue bolu yang ia buat, kue itu masuk ke dalam mulut Edbert membuat Louis menggeleng kepala melihat tingkah laku ayahnya. Sedangkan anak-anak mereka asik bermain di pantai, kedua pasangan suami istri itu pada sibuk dengan kegiatan masing-masing sampai anak-anak mereka pada menghampiri mereka.


"Dady! Momi." teriak ketiga anak Edbert dan Felia.


Sedangkan anak-anak Louis memanggil sebutan ayah dan bunda, kedua keluarga itu menikmati pemandangan pantai yang mereka datangi tiga hari yang lalu di pulau navagio beach di daerah korea. Mereka semua sepakat untuk berlibur beberapa hari setelah melakukan pekerjaan yang cukup melelahkan.


...END...


...…...


...Terima kasih untuk para pembaca sudah membaca novel ini sampai selesai, saya sebagai author tidak tau harus mengucapkan apa lagi selain terima kasih ke kalian semua....


...Saya mohon maaf kalau novel ini banyak kekurangannya, karena saya belum bisa sepenuhnya seperti author yang lain yang memiliki banyak cerita yang kalian baca....


...Saya sebagai penulis mengucapkan selamat hari raya idul Fitri 1444 hijriah, semoga puasa kalian semakin lancar sampai hari raya....


...Sekian terima gaji....

__ADS_1


__ADS_2