
"Tapi apa? Oh aku tau sekarang, kamu lebih mendengarkan apa kata orang lain dari pada suami kamu sendiri gitu. Sekarang kamu lebih percaya sama orang lain dari pada sama suami kamu sendiri?" lontar Louis dengan marah.
"Bukan itu maksud aku. Aku tidak tau kenapa aku bisa berpikir seperti itu tentang kamu, tapi aku ingin mendengar dari mulut kamu apa yang dikatakan karyawan kamu benar atau tidak."
"Emangnya apa yang mereka katakan tentang aku?" kali ini Louis menantang bahwa dia tidak melakukan apapun, dia sengaja melakukan ini karena Felia mana mungkin memiliki bukti perselingkuhannya dengan Laura.
"Mereka mengatakan kalau kamu memiliki hubungan dengan Laura sekretaris kamu sendiri. Apa yang mereka katakan benar atau tidak, aku ingin mengetahui semuanya dari mulut kamu bukan dari mulut orang lain." ucapnya dengan lembut, lalu dia masih menatap Louis untuk menunggu jawaban dari mulut suaminya ini.
"Sial! Kenapa mereka bisa tau kalau aku memiliki hubungan dengan Laura, aku sudah menyembunyikan hubungan ini kenapa harus di dengar oleh Felia." batin Louis saat ia memutuskan untuk menatap Felia, lalu dia kembali menatap Felia.
"Sudahlah, mungkin aja kamu salah dengar. Aku udah bilang sama kamu jangan pernah percaya omongan orang, aku ini suami kamu harusnya kamu percaya suami kamu sendiri bukan orang lain." ucap Louis.
"Maaf! Tapi bagi aku ini mengganggu hati aku Louis, aku ingin kamu jujur. Apa yang dikatakan mereka benar atau tidak." urai Felia yang kali ini ingin meminta suaminya mengatakan yang sebenarnya, tapi malah yang dia dapatkan bukan kejujuran melainkan kebohongan.
"Tidak! Apa yang kamu dengar semuanya bohong, aku tidak mungkin memiliki hubungan dengan Laura sekretaris ku sendiri. Sudahlah, lebih baik aku istirahat dari pada berdebat sama kamu gak ada habisnya." setelah mengatakan itu Louis pergi ke lantai dua, dimana kamar mereka berada.
Sedangkan Felia semakin ganjal dengan ucapan Louis, dia tau pasti Louis berbohong kepadanya. Dia tidak mungkin bersikap seperti ini kalau apa yang dia lihat itu adalah nyata.
"Aku harus melakukan apa supaya bisa membuktikan perselingkuhan kalian, kalau aku mengatakan ini sama kamu yang ada kamu akan terus berbohong dan tidak mengaku kalian memiliki hubungan atau tidak. Lebih baik aku mencarinya sendiri supaya perasaanku lebih tenang setelah mengetahui semuanya." batin Felia, lalu dia memilih melangkah ke kamar Alfred.
Keesokannya Louis lebih dulu pergi tanpa sarapan, dia sudah meminta Louis untuk sarapan bersama atau membawa bekal tapi suaminya menolak pemberiannya.
Kepergian Louis membuat Edbert memulai aksinya, sebelum ia datang menemui Felia dia akan mencari bukti perselingkuhan Louis. Bukan Edbert namanya tidak bisa mencari informasi itu, tinggal menunggu saja pasti bukti itu akan terungkap di tangannya.
Dan benar saja bukti perselingkuhan itu terungkap tanpa menunggu waktu lama, Bob selalu bisa diandalkan dengan seperti ini. Dia juga meminta Novan untuk kembali, tepatnya bukan kembali ke perusahaan Louis melainkan memperkerjakan Novan sebagai mata-mata.
Novan yang diperintahkan mengurus perusahaan di luar kembali atas perintahnya. Dia ingin Novan menjadi mata-mata untuk menyelidiki siapa Laura sebenarnya. Dia yakin pasti Novan bisa membantunya.
"Bapak ingin saya memasang CCTV di rumah baru Laura sekretaris baru pak Louis?" tanya Novan saat dia sudah berada di ruang kerja Edbert.
__ADS_1
Edbert mengangguk, "Kenapa kamu takut?" kali ini Edbert yang bertanya kepada Novan, sebenarnya bukan takut melainkan dia tidak terbiasa masuk ke rumah orang tanpa izin.
"Bukan takut pak. Melainkan saya tidak berani masuk ke rumah orang tanpa izin pemilik rumah, nanti kalau saya dikira maling sama orang sekitar gimana." ucap Novan membuat Edbert dan Bob diam memikirkan perkataan Novan.
Yang dikatakan Novan ada benarnya juga, walau rumah itu dibeli oleh Louis tapi Laura tidak berhak mendapatkan rumah itu. Dan dia akan mengambil apa yang dimiliki Laura akan kembali kepadanya.
"Kamu tenang aja Novan saya akan membantu kamu." kata Edbert membuat Novan dan Bob saling menatap.
***
Edbert sudah mengatur rencana untuk membuat perselingkuhan mereka terungkap, termasuk pemberian Louis yang berada di tangan Laura akan jatuh ke tangannya lagi. Sebelum pemilik rumah kembali, Edbert masuk ke dalam dengan Novan sedangkan Bob berjaga di luar.
Edbert mengambil berkas-berkas penting di rumah ini, tidak butuh waktu lama akhirnya berkas yang dia cari ketemu. Mulai dari sertifikat rumah, mobil dan semua yang sudah diberikan Louis untuk Laura akan menjadi miliknya kembali. Di sana ia melihat laporan perusahaan yang akan disalah gunakan Laura, laporan ini adalah laporan rahasia perusahaan Louis.
"Kenapa berkas ini ada di tangan Laura. Apa jangan-jangan Laura sengaja mengambil ini untuk menguasai perusahaan Louis, licik juga wanita ini. Ternyata dia ingin mengambil perusahaan Louis dan membuat Louis bangkrut supaya dia bisa memiliki semuanya." batin Edbert yang melihat berkas laporan itu, dia segera mengambil laporan itu dan laporan lain.
Setelah dia mendengar perkataan Novan, dia dengan Novan keluar dari rumah itu dan membuat Bob yang berjaga melihat bosnya keluar dari rumah tersebut.
"Baik bos." akhirnya ketiga lelaki itu berhasil pergi dengan membawa semua berkas penting.
"Kamu sudah melakukan tugas kamu Novan?" tanya Edbert dengan menatap kearah Novan.
"Sudah pak! Rencana yang bapak berikan sudah saya kerjakan."
"Bagus."
Tiba di kantor Edbert segera mengeluarkan berkas penting itu, ia meminta Bob untuk mengubah nama pemilik rumah dan pemilik mobil yang dikasih Louis untuk Laura. Dia tidak rela kalau Laura mendapatkan semua harta yang dimiliki Louis, dia ingin mereka berdua hancur setelah melakukan ini kepada Felia.
Edbert tersenyum saat CCTV yang dipasang Novan berfungsi, dia meminta Bob untuk ke rumah Felia. Dia ingin memberikan bukti itu lewat dari rekaman CCTV yang sudah ia pasang di rumah Laura.
__ADS_1
Felia yang baru saja selesai mengurus Alfred, bergegas keluar dari kamar dia tidak sengaja mendengar suara bel rumah bunyi. Felia segera membuka pintu itu, dia pikir Louis yang datang tapi nyatanya Edbert yang ada di hadapannya.
"A-ayah." ucap Felia terbata-bata, dia tidak tau apakah ini mimpi atau tidak.
Edbert tersenyum melihat Felia, jujur dia sangat merindukan wanita ini. Sudah lama sekali dia tidak melihatnya, ternyata Felia tidak pernah berubah semakin hari membuatnya semakin jatuh hati.
"Boleh ayah masuk?" tanya Edbert membuat Felia mengangguk, Felia dengan senang hati menyuruh ayah mertuanya masuk ke rumah.
Dia tidak menyangka ternyata dia bisa bertemu dengan ayah mertuanya lagi, "Ayah mau minum apa? Nanti aku buatkan minuman untuk ayah."
"Kamu sudah tau kesukaan ayah apa Felia. Apapun yang kamu berikan akan ayah minum, dimana putra saya? Apa dia baik-baik aja." kata Edbert membuat Felia menatap ayah mertuanya.
"Dia baik-baik aja, putra kita semakin hari semakin tampan seperti ayahnya." ujar Felia membuat Edbert tersenyum.
Pasti, karena Alfred adalah putranya bukan anak kandung Louis. Pasti putranya itu persis dengannya, apalagi dia ingi sekali melihat keadaan Alfred.
Felia tersenyum dengan mengantarkan tiga minuman, di sana dia melihat Novan dan Bob datang dengan Edbert jadi ia sekaligus membuatnya mereka minuman.
"Ini diminum dulu." ucap Felia membuat ketiga lelaki itu segera mengambil minuman mereka.
Selesai minum Edbert melihat Felia melamun, dia tau apa yang dipikirkan Felia sebelum itu dia meminta Bob untuk mengambil laptop dan laporan perselingkuhan Louis.
"Saya tau apa yang kamu pikirkan Felia." ucap Edbert dengan menyentuh tangan Felia, Felia yang mendengar itu langsung menatap Edbert.
"Kamu tenang aja saya akan membantu kamu, membantu kamu untuk mengungkapkan perselingkuhan Louis. Dan kamu akan tau semuanya setelah melihat bukti ini." ungkap Edbert dengan memberikan bukti yang sempat ia cari.
Felia menatap Edbert saat lelaki itu mengangguk, dia segera membuka pemberian Edbert. Dan dia dibuat terkejut melihat apa yang dia lihat, semua bukti perselingkuhan Louis ternyata kenyataan dan semua bukti ini sudah di susun secara rapih.
"Waktu itu saya sudah katakan sama kamu kalau Louis selingkuh dan saya sudah memberi bukti perselingkuhan Louis, tapi kamu tidak percaya dengan saya. Makanya saya menyimpan semua bukti itu untuk kamu, supaya kamu sadar kalau apa yang saya ucapkan ini nyata Felia."
__ADS_1
Felia tidak tau apakah ia harus percaya atau tidak, tapi dia percaya kalau Louis memiliki hubungan dengan Laura karena dia melihat dengan matanya sendiri, untuk perselingkuhan yang lain dia tidak yakin.
"Kalau kamu masih ragu aku akan membuktikan semuanya dengan jelas." kata Edbert lalu dia meminta Bob untuk memutar CCTV yang berada di rumah Laura.