
"Ayah akan meminta Bob untuk mengurus perusahaan dan kamu tidak usah khawatir ayah akan menjaga kamu." ucap Edbert saat dia sudah berada di meja makan.
Felia tersenyum saat ia membawa sarapan yang sudah ia buat, "Terima kasih ayah. Maaf sudah merepotkan ayah, seharusnya ayah tidak usah repot-repot membantu aku mengurus persyaratan perceraian, aku masih bisa mengurus semuanya."
Edbert mengambil piring dan memberikan piring yang sudah ia isi lauk, Felia menerima piring tersebut lalu dia menikmati sarapan yang diberikan Edbert.
"Ayah sama sekali tidak merasa direpotkan sama kamu Felia, mungkin di sini ayah yang seharusnya minta maaf sama kamu. Maaf ayah tidak bisa mendidik Louis dan membuat kamu sakit hati gara-gara ulah Louis."
"Nggak apa-apa ayah semuanya sudah terjadi." urai Felia lalu dia kembali melanjutkan sarapan begitupun dengan Edbert, dia memberikan sedikit perhatian untuk wanita kesayangannya ini.
Keduanya turun dari mobil saat mereka tiba di pengadilan, langkah keduanya masuk ke dalam gedung yang tertulis pengadilan agama. Tangan Felia terus dia genggam saat mereka sudah berada di depan pendaftaran, Felia melangkah ke meja itu dan memberikan persyaratan perceraian.
Lelaki dengan satu wanita menerima persyaratan yang dibawa Felia, Felia dengan Edbert menunggu diruang tunggu sampai nama mereka dipanggil. Tidak butuh waktu lama nama Felia dipanggil, dan dia menerima surat yang sudah diproses oleh mereka.
Felia tersenyum menghampiri Edbert saat dia sudah menerima surat dari pengadilan, "Gimana kamu sudah menerima suratnya?" tanya Edbert melihat Felia menghampirinya.
"Ya! Aku senang banget sekarang aku sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan Louis, dan mulai sekarang aku harus fokus menjadi wanita sukses." tutur Felia saat dia melihat wanita itu tersenyum bahagia, lalu dia membawa Felia menemui Louis di kantor.
Felia tiba di kantor Louis dengan Edbert segera melangkah keruangan Louis, tapi saat Edbert ingin masuk ke dalam untuk menemani Felia, Felia menahannya dan meminta dia untuk menunggu di luar.
Akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti kemauan Felia, wanita itu masuk ke dalam saat dia ingin sekali menemani Felia ke dalam. Tapi apa daya wanita itu tidak mengizinkannya, Louis yang melihat kedatangan Felia tersenyum manis dan bersikap lemah lembut kepada Felia.
"Sayang, tumben banget kamu datang ke kantor aku. Pasti kamu datang ke kantor kangen sama aku ya?" kata Louis membuat Felia tersenyum mendengarnya, tanpa basa basi lagi Felia segera mengeluarkan surat dari pengadilan.
Amplop coklat yang berisi surat perceraian diterima oleh Louis saat lelaki itu menanyakan maksud dari amplop tersebut, "Nggak! Aku sudah katakan sama kamu aku tidak akan pernah bercerai sama kamu."
Louis memasukan surat perceraian itu ke dalam amplop lalu meninggalkan amplop tersebut, "Jangan bodoh Louis. Ini sudah menjadi keputusanku, aku mau kamu tanda tangani surat itu dan kita selesai bercerai."
__ADS_1
"Nggak! Aku tidak akan menandatangani surat perpisahan kita, hubungan kita masih bisa diperbaiki tanpa ada perceraian Felia." ucap Louis saat dia sudah berada di dekat Felia, wanita itu menatap Louis dengan marah.
"Apa yang harus diperbaiki lagi Louis, aku sudah tidak menerima kamu lagi di hidupku dan kamu malah mempersulit jalanku."
"Nggak! Nggak akan aku menandatangani surat perceraian itu, aku mohon sama kamu beri aku kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya." ujar Louis yang memohon untuk menarik kata-kata Felia untuk bercerai, walau surat perceraian itu sudah tiba di tangannya.
Felia segera melepaskan tangan Louis yang selalu berada di tangannya, "Terserah kamu, aku mau kamu secepatnya menandatangani surat perceraian itu dan pernikahan kita selesai. Aku sama kamu sudah tidak ada hubungan lagi setelah kamu menandatangani surat perceraian itu."
***
Selesai mengatakan itu Felia bergegas pergi, ia tidak mau berlama-lama di sini hanya karena lelaki itu terus memohon supaya hatinya goyah. Melihat Felia keluar dari ruangan Louis Edbert menghampiri Felia.
"Gimana apa Louis sudah menandatangani surat perceraian kalian?" tanya Edbert dengan menatap Felia.
Felia menggeleng, "Dia menolak untuk berpisah ayah. Kalau surat itu tidak ditandatangani secepatnya maka aku tidak bisa berpisah dengannya dan dia memintaku untuk memberikan kesempatan untuk dia berubah."
"Apa kamu menyetujui perkataannya?" tanya Edbert yang berusaha sabar walau seluruh tubuhnya sudah mengalir aliran panas yang ingin meledak.
"Sudah kamu tenang aja, mungkin aja Louis butuh waktu untuk menandatangani surat itu dan secepatnya Louis akan menandatanganinya." Felia mengangguk dalam pelukan Edbert, lalu dia melepaskan pelukan itu dan meminta Edbert untuk pergi dari kantor Louis.
Tidak dengan Louis, ia semakin kacau saat dia menatap surat perceraian yang diberikan Felia. Ia tidak tau harus diapakan surat itu, sebenarnya dia ingin Felia kembali tapi dia takut akan melakukan hal yang sama.
"Felia saya tidak ingin bercerai sama kamu, saya ingin kamu kembali sama kamu." batin Louis terus menatap amplop coklat itu, lalu dia mengeluarkan handphone dari saku celana.
"Sampai kapanpun saya tidak mau berpisah sama kamu Felia, saya akan berusaha untuk membuat kamu tetap di sisiku. Aku akan menunda perceraian kita sampai aku bisa membuat kamu kembali." kata Louis yang terus menatap foto Felia dari layar handphone.
Edbert membawa Felia makan ke salah satu restoran terkenal dan paling enak di sana, sebelum dia kembali ia akan membawa Felia jalan-jalan. Edbert terus memberikan perhatian untuk menantunya dan dia tidak ingin kehilangan wanita ini.
__ADS_1
"Felia ayah tau kamu belum bisa menerima berpisah dengan Louis, tapi kamu harus ingat perbuatan Louis sama kamu. Kalau nanti kamu sampai goyah dengan keputusan kamu itu, ayah akan terus berada di samping kamu sampai Louis benar-benar mengakui kesalahannya." tutur Edbert dengan memberikan senyuman dan ia terus menyentuh kedua tangan Felia.
"Sudah ya jangan sedih lagi, sekarang kamu puas-puasin makan di sini. Masalah pernikahan kamu nanti ayah akan membantu kamu."
"Makasih ayah." Edbert mengangguk lalu dia memberikan makanan untuk diletakan di piring Felia.
Sedangkan Laura sudah menunggu kehancuran Louis dan menerima harta kekayaan pria itu, tapi sampai sekarang lelaki itu berusaha untuk mempertahankan perusahaannya. Yang lebih parahnya Louis tidak bicara apapun tentang hubungannya dengan Felia.
"Apa dia sengaja melakukan ini supaya ia bisa mempertahankan Felia kembali, atau memang pria itu tidak mau berpisah dengan Felia. Atau mungkin dia takut bersaing dengan Felia kalau Felia sampai berpisah dan wanita itu akan sukses maka hidup Louis akan hancur."
"Dan dia akan diusir dari rumah itu kalau Felia akan menuntut warisan dari Louis, ini tidak mungkin aku harus mengambil harta itu dulu baru membuat Louis hancur." batin Laura saat dia sibuk melamun di pinggir ranjang.
Sedangkan seorang lelaki yang baru saja selesai bicara dengan seseorang melihat Laura melamun, dan dia segera menghampiri Laura saat wanita itu masih sibuk melamun.
"Sayang, kamu ini lagi mikirin apa sih. Kayanya serius gitu." ucap lelaki itu yang mengelus pundak Laura, Laura yang merasakan sentuhan lelaki melihat seorang pria duduk di belakangnya.
Laura tersenyum dan menyentuh tangan lelaki itu, "Nggak apa-apa sayang, aku hanya kecapean aja." jawab Laura saat dia melihat lelaki itu sudah duduk di sampingnya.
"Kamu serius honey tidak ada masalah sama kamu?"
"Iya sayang aku serius."
Laura memutuskan untuk istirahat saat lelaki itu memintanya untuk melayaninya kembali, tetapi Laura menolak untuk melayani pria ini karena dia tidak ingin melayani pria saat dia lagi ada masalah.
Keesokannya Laura kembali, tiba di rumah ia tidak melihat keberadaan Louis tapi saat dia masuk ke dalam kamar. Ia melihat ada sebuah amplop coklat yang tersimpan di dalam laci, Laura mengambil amplop coklat itu dan membukanya.
Ternyata dia melihat surat perceraian dari pengadilan, Laura tersenyum melihat surat itu tapi yang dia heran kenapa Louis belum menandatangani surat perpisahan ini dan malah terdapat tantangan Felia saja.
__ADS_1
Apa kalau begini hubungan kalian masih bersatu atau memang Louis tidak mau berpisah dengan Felia, kalau begini hidup dia yang terancam karena Louis sudah mulai goyah dengan Felia dari pada dirinya.
"Tidak! Tidak akan terjadi, aku akan berusaha memisahkan kalian dan menghancurkan hubungan kalian sampai aku bisa mendapatkan apa yang aku mau." batin Laura masih memegang surat perceraian lalu dia memasukan kembali surat itu ke dalam amplop.