Semalam Dengan Ayah Mertua

Semalam Dengan Ayah Mertua
Bermesraan Kembali


__ADS_3

Hubungan Louis dengan Laura sudah menjalin tiga bulan tepat kelahiran Felia yang memasuki lima bulan. Perut yang awalnya tidak terlihat buncit sedikit berbentuk, dia sangat bahagia melihat pertumbuhan anaknya di dalam perut. Dia merasa menjadi wanita yang paling bahagia, apalagi setelah dirinya hamil Louis selalu memperhatikannya.


"Sayang, ibu senang kamu ada di dalam perut ibu. Ibu tidak sabar kamu lahir dan kamu akan berjumpa dengan ibu dan ayah." ucap Felia yang sedang asik berbicara dengan anaknya sambil mengelus perut buncitnya.


Louis yang sudah rapih melihat Felia sibuk berbicara dengan anaknya, ia segera menghampiri Felia dengan memeluk tubuh Felia dari belakang.


"Sayang, buat apa kamu di sini?" tanya Louis yang masih nyaman dengan pelukannya.


"Aku lagi bicara dengan anak kita, aku tidak sabar menunggu anak ini lahir ke dunia. Aku bahagia sekali bertemu sama kamu dan mempunyai anak, aku yakin keluarga kita pasti akan sempurna."


"Itu pasti sayang, aku juga senang bisa bertemu kamu dan memilik anak di rahim kamu ini. Tinggal menghitung bulan aku dan kamu akan menjadi orang tua, aku bahagia bisa menjadi suami kamu." Felia terus tersenyum mendapatkan perlakuan romantis dari Louis, ia merasa hidupnya sudah sempurna mendapatkan kehidupan yang bahagia ini.


Louis melepaskan pelukannya dan memilih membalikan tubuh Felia untuk melihat kecantikan Felia, "Sayang, kamu gak apa-apa aku tinggal di rumah sendiri?" tanya Louis menatap Felia.


"Kamu beneran mau ke kantor ninggalin aku di rumah sendiri, apa pekerjaan kamu tidak bisa di berikan untuk Novan."


"Aku gak bisa sayang, pekerjaan harus aku urus. Aku tidak bisa ninggalin tanggung jawabku sebagai pemilik perusahaan."


"Baiklah aku izinin kamu pergi, tapi apa kamu mau antar aku ke rumah ayah. Aku sudah lama tidak bertemu ayah, nanti kamu jemput aku di rumah ayah setelah pekerjaan kamu selesai." kata Felia yang melihat Louis sedang memikirkan ucapannya, ia tersenyum saat Louis menyetujui keinginannya.


Sebelum dia ke kantor Louis mengantar Felia ke rumah Edbert, tidak butuh waktu lama akhirnya mereka tiba di rumah tersebut. Dan baru saja ia sampai mereka berdua sudah disambut oleh kedatangan mobil asing.


Melihat mobil yang tidak mereka kenali, keduanya saling menatap dan memberikan sebuah pertanyaan lewat sebuah tatapan itu. Akhirnya keduanya memutuskan untuk turun dari mobil, langkah mereka berhenti melihat Edbert berbicara dengan wanita asing.


"Ayah." ucap Louis membuat mereka berdua menatap, Edbert yang melihat Felia datang memberikan senyuman saat mengetahui Felia kembali.

__ADS_1


"Kalian kemari. Kenapa tidak hubungi ayah kalau kalian mau datang." ujar Edbert saat ia bangun dari tempat duduk membuat wanita asing itu kebingungan.


"Maaf ayah aku tidak sempat hubungi ayah. Oh ya ayah, aku boleh titip Felia di rumah ini dulu soalnya Felia kangen sama ayah. Nanti setelah semua pekerjaanku selesai aku akan jemput Felia."


"Tanpa kamu izin ayah akan mengizinkan Felia tinggal."


"Dia siapa yah?" tanya Louis yang melihat ada wanita asing datang ke rumah Edbert, begitupun dengan Felia yang ingin sekali menanyakan hal itu.


Edbert dengan Felia melihat kearah wanita itu, wanita itu segera beranjak dan menghampiri mereka bertiga. "Perkenalkan saya Theia. Kalian bisa panggil aku Tea, saya teman kuliahnya ayah kamu dan sekarang saya dengan ayah kamu lagi ngebahas kontrak kerja sama."


Louis mengangguk, ia juga tidak terlalu mementingkan perkataan wanita itu. Yang ia pentingkan sekarang Laura, wanita yang sudah lama membuatnya candu. Felia tidak terlalu penasaran dengan keberadaan wanita ini, malah Tea tidak menyukai wanita di sebelah Louis.


Louis segera melihat kearah Felia, "Sayang, aku ke kantor dulu ya. Kamu hati-hati di rumah jangan melakukan apapun, nanti aku akan jemput kamu lagi setelah pekerjaanku selesai." ucap Louis membuat Felia mengangguk, ia segera pamit kepada Edbert untuk bergegas ke kantor.


***


"Wanita ini siapa? Aku belum pernah melihat wanita ini sebelumnya." ucap Tea yang melihat Felia tidak suka lalu ia kembali menatap Edbert.


"Dia menantuku." Tea mengangguk mendapatkan jawaban itu, yang artinya ia bisa mendapatkan Edbert tanpa ada yang bisa menghalangi jalannya.


Selesai bicara pekerjaan Tea memutuskan untuk pulang, tapi saat ia pergi Edbert sama sekali tidak melihatnya malah terfokus dengan wanita itu.


"Katanya menantu tapi sikapnya bukan seperti ayah dan menantu. Apa wanita itu sengaja mendekati Edbert supaya bisa memiliki dua lelaki sekaligus." gumamnya yang masih memperhatikan mereka berdua, ia yang merasa muak dengan itu semua memutuskan untuk pergi.


Sekarang hanya mereka berdua saja yang berada di ruang tamu, Edbert segera memeluk Felia saat ia merasa sudah merindukan wanita ini.

__ADS_1


"Saya kangen banget sama kamu, gimana perkembangan anak kita apa dia baik-baik aja di dalam sini?" tutur Edbert yang sudah melepaskan pelukannya, ia memilih untuk mengelus perut buncit Felia.


"Dia sehat dan tidak terjadi apapun dengan anak ini. Kenapa kamu sudah tidak sabar bertemu dengannya?" ucap Felia membuat Edbert mengangguk, ia juga terus mencium dan mengelus perut buncit Felia.


"Ya walaupun anak ini adalah anakku pasti aku merindukan anakku sendiri, apalagi sekarang kamu tidak tinggal denganku membuatku gila tidak bisa bertemu kamu dan anak kita." kata Edbert yang sengaja ia memainkan bibirnya, supaya ia bisa mendapatkan perhatian dari Felia.


Felia tersenyum melihat tingkah laku Edbert, semenjak masa-masa kehamilan Felia mendengar kalau Edbert merasakan ngidam dan dia tidak merasakan apapun saat hamil. Ia terus memberikan sesuatu untuk ayah mertuanya, sampai masa ngidam itu berakhir.


"Gimana kamu dengan Louis, apa suami kamu itu berulah lagi?" tanya Edbert yang sudah membahas tentang Louis, ia juga tidak tau kenapa ayah mertuanya selalu membahas suaminya.


"Nggak ayah. Semenjak aku hamil Louis tidak seperti yang ayah tuduhkan, dia sekarang mulai memperhatikanku dan anak ini. Aku belum pernah memiliki rasa curiga tentang suamiku sendiri, ia malah memberikan perhatian kepadaku." ungkap Felia yang sebenarnya, tetapi Felia tidak tau sebenarnya Edbert sedang menyelidiki Louis.


Awalnya ia ingin memberitahu Felia tentang perselingkuhan Louis dengan wanita lain, tapi ia tidak mau hubungannya dengan Felia hancur. Apalagi Felia tidak mungkin percaya dengan ucapannya.


"Syukurlah kalau Louis sudah berubah ayah tidak merasa khawatirkan lagi."


Hubungan perselingkuhan antara Louis dengan Laura sangatlah rapih, sampai Edbert yang mencari bukti perselingkuhan itu tidak ketahuan sedikitpun malah Edbert mendapatkan informasi kalau Louis selingkuh dengan seorang janda. Malah yang sebenarnya bukan seorang janda, melainkan seorang karyawan yang bekerja di kantor Louis dengan tujuan ingin merenggut harta Louis.


Louis sama sekali tidak ke kantor melainkan ke rumah Laura, wanita itulah yang memintanya untuk ke sana. Dan dia dengan senang hati melakukan apapun demi wanita yang dia cintai.


"Kamu sudah datang?" kata Laura yang melihat Louis sudah tiba di rumah, ia meminta Louis masuk ke dalam rumah sampai ia merasa Louis sudah memeluknya.


"Sayang, aku kangen banget sama kamu. Tumben kamu mintaku datang ke rumah kamu, biasanya kamu selalu ngajak aku ketemuan di luar." ucap Louis yang masih memeluk tubuh Laura, ia mengelus tangan Louis yang masih berada di perutnya.


Laura menyingkirkan tangan Louis lalu ia menatap lelaki yang sudah menatapnya, "Memangnya aku salah minta kamu datang ke rumah, aku 'kan ingin berduaan sama kamu bukan istri kamu aja yang mau bermanja-manja sama kamu."

__ADS_1


Louis tersenyum melihat Laura cemburu lagi, ia segera menarik hidung Laura membuat wanita itu mengadu kesakitan. "Sakit sayang, hidung aku jadi merah gara-gara kamu cubit."


"Hehe... Soalnya aku gemes banget sama kamu apalagi lihat kamu cemburu gini, makin aku ingin mencubit terus hidung kamu dan aku gigit kamu dengan kencang supaya kamu tidak cemburu lagi." kata Louis membuat Laura memukul lengan Louis, ia terkekeh melihat Laura kesal dan dia segera memeluk tubuh kekasihnya ini.


__ADS_2