
Tepat jam makan siang Louis menjemput Felia di rumah, ia terus menggenggam tangan Felia sampai mereka tiba di sebuah rumah makan. Louis dengan berlari menghampiri pintu samping tepat Felia tepati, ia memberikan senyuman saat Louis memintanya untuk menggenggam tangannya.
Tanpa mereka sadari seorang wanita melihat kearah mereka, di sanalah Laura mengetahui bahwa bosnya makan bersama dengan seorang wanita.
"Apa wanita itu istri pak Louis? Kelihatannya wanita itu sedang hamil, pantas pak Louis susah di goda." gumamnya dalam hati sambil menatap kearah meja Louis.
"Sayang, kamu mau makan apa?" tanya Louis saat dia menatap Felia yang sibuk membuka menu.
Laura sangat penasaran siapa wanita itu sebenarnya, ia ingin tau kenapa pak Louis bisa menerima wanita itu dari pada dirinya. Laura memutuskan untuk memilih meja supaya bisa lebih jelas melihat ke meja mereka, dan dia dibuat terkejut saat mengetahui siapa wanita yang menjadi istri bosnya.
"Bukannya dia... kak Felia teman kakakku." ucap Laura yang kaget mengetahui kalau Felia istri dari bosnya.
Laura terus memperhatikan mereka berdua sampai mereka menikmati sarapan, sedangkan dia terus menatap kearah meja mereka dan sibuk memakan pesanan yang ia pesan.
"Apa kak Felia tau kalau sebenarnya suaminya itu laki-laki tidak baik? Apa kak Felia tau tentang hubungan Cici dengan suaminya dulu." Laura terus saja berbicara di dalam hati dengan mata tertuju pada meja yang ditepati Louis dan Felia.
Selesai sarapan Louis memutuskan untuk mengantarkan Felia kembali, ia senang bisa makan bersama dengan Felia walau hanya sebentar dan itu membuatnya bahagia. Laura yang melihat kepergian mereka bergegas menyelesaikan sarapan dan memilih kembali ke kantor.
Tiba di kantor Laura segera masuk keruangan, dari jarak jauh ia melihat bosnya itu sudah tiba di kantor dan langkahnya itu berputar ke ruangannya.
"Ada yang bisa saya bantu, pak?" tanya Laura melihat Louis berdiri di depan meja kerjanya.
"Tolong kamu buatkan saya kopi."
"Baik pak." Laura segara beranjak dari kursi menuju pantry, ia terus saja memikirkan istri bosnya itu.
Ia tau kalau sebenarnya Felia adalah sahabat dari kakaknya yang bernama Cici, tapi ia baru mengetahui bahwa Felia istri dari bosnya.
"Kenapa aku tidak tau pernikahan mereka. Kenapa aku baru tau sekarang kalau mereka berdua suami istri." saking sibuknya Laura melamun tanpa sadar air untuk menyeduh kopi kebanjiran membuat lantai terkena air.
"Astaga, Laura! Kamu ini kerja gimana lihat lantainya jadi basah." ucap salah karyawan yang memiliki pangkat tertinggi darinya.
__ADS_1
"Maaf Bu saya tidak sengaja."
"Kamu ini gimana baru jadi karyawan kantor sudah ceroboh begini, cepat panggilkan OB untuk bersihkan lantainya." perintah wanita itu, Laura dengan cepat memanggil salah satu OB untuk memintanya membersihkan lantai.
Dan dia segera membawa kopi itu keruangan Louis, "Permisi pak. Ini kopi yang bapak minta." ucap Laura dengan meletakan kopi tersebut di meja.
"Tunggu Laura." panggil Louis saat ia melihat Laura mau pergi.
"Iya, pak. Ada apa?"
"Tolong kamu cek laporan ini. Setelah semua laporan ini selesai kamu kirim lewat email saya." perintah Louis saat ia memberikan laporan sebanyak itu, Laura menatap laporan itu barulah menatap Louis.
"Baik pak, saya akan mengerjakannya." Laura membawa laporan itu keruangan, dia sangat senang mengetahui kalau bosnya sudah mau bicara dengannya.
Biasanya bosnya itu selalu bicara seperlunya saja dan kali ini ia akan mencoba mendekati bosnya itu, dia tau kalau sebenarnya kelakuannya salah tapi mau gimana lagi ia sangat menyukai laki-laki seperti bosnya.
***
Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam dan dia baru saja menyelesaikan laporan kantor, selesai mengirim laporan itu barulah Laura membawa laporan itu kembali. Di sana ia melihat bosnya masih setia dengan laptop.
"Aku tidak peduli kalau kak Felia mengetahui hubunganku dengan suaminya, yang pasti pak Louis akan menjadi miliknya, jangan sampai aku mengalami hal yang sama seperti kak Cici." ucapnya kembali saat ia masih setia menatap ruangan Louis.
Laura mengetuk pintu ruangan Louis, ia segera masuk saat mengetahui kalau bosnya mengizinkannya masuk. Ia membawa laporan itu tepat di meja kerja Louis.
"Laporan yang bapak minta sudah saya kirim lewat email pak. Dan ini mentahan laporannya pak." kata Laura saat ia sudah meletakan laporan tersebut.
Laura tetap diam dengan mengamati Louis, bosnya yang satu ini benar-benar sangat berbeda. Dari semua laki-laki hanya bosnya ini yang memiliki daya tarik untuknya, dan dia juga bingung kenapa lelaki yang sudah menikah akan menjadi indah di matanya.
Itulah yang dia lihat, Louis adalah laki-laki hebat walau bosnya ini sudah menikah tapi ia sangat menyukai laki-laki yang sudah memiliki istri. Inilah kesempatannya untuk mendapatkan lelaki dewasa sekaligus hartanya, tidak ada kesempatan kedua untuk bertemu laki-laki seperti bosnya ini.
Laura melangkah maju mendekati Louis, ia sengaja menawarkan bantuan untuk bosnya ini.
__ADS_1
"Pak. Sayakan sudah menyelesaikan laporan yang bapak minta, gimana kalau saya bantu bapak untuk memijat badan bapak."
Louis yang mendengar itu mengerutkan kening, "Maksud kamu Laura?"
Sekarang jarak di antara mereka sangatlah dekat hanya terhalang meja kerja bosnya, ia mengambil tangan Louis untuk ia sentuh dan mencoba melentikkan jari tangannya untuk memijat tangan Louis.
"Maksud saya... Saya bisa memijit tubuh bapak secara gratis tanpa bayaran, asalkan bapak mau saya pijat. Gimana pak, apa bapak mau saya pijat?" kali ini Laura harus berhasil memikat bosnya ini dan dia harus mendapatkan apa yang dia inginkan.
Louis sebenarnya tidak ingin Laura melakukan itu tapi ia juga merasakan tubuhnya begitu sakit, sudah dua hari ini ia lembur mengurus kantor tanpa bertemu dengan Felia. Dan kali ini ia ditawari secara gratis oleh karyawannya sendiri.
"Baiklah kamu boleh memijat tubuh saya. Asalkan pijatan kamu enak saya akan bayar kamu dan saya akan menjadikan kamu pekerjaan tambahan dengan gaji yang besar. Bagaimana Laura kamu mau dengan tawaran saya?" kata Louis menatap Laura, mendengar itu Laura tersenyum kalau ia berhasil menjebak bosnya.
"Baik pak. Bapak tenang aja pijatan saya ini pasti membuat bapak ketagihan." ucap Laura.
Louis mengakhiri pekerjaannya dan memilih ke sofa panjang yang terdiri untuk dua orang, ia menekan tombol ruangan pribadinya supaya tidak ada satupun orang yang melihat. Walau hari sudah malam tapi ia takut kalau nanti ada orang yang melihat tubuhnya di pijat oleh karyawannya sendiri.
Louis mengikuti perintah dari Laura, ia membawa semua pakaian kerja hanya tersisa celana pendek yang dia kenakan. Laura mengambil perlengkapan untuk memijat, kemeja yang ia kenakan dia gulung sampai sikut begitupun dengan rok span berwarna merah.
Dengan tangan yang lembut membuat Louis merasakan kenikmatan saat tangan Laura menyentuh tubuhnya, ia sangat menyukai pijatan yang diberikan Laura sampai dirinya memejamkan mata.
"Hem... Laura pijatan kamu sangat nikmat. Saya pastikan pijatan kamu ini akan saya terima terus." kata Louis tanpa membuka mata, ia masih memejamkan mata menikmati sensasi pijatan yang diberikan Laura.
"Terima kasih pak. Saya senang bapak menyukai pijatan saya."
Baru pertama kali ia merasakan pijatan yang begitu enak, seperti ia terbang ke angkasa dengan tidur di atas awan yang sangat lembut. Dan inilah yang dia mau, tubuh Louis berbalik saat Laura memintanya untuk berbalik.
"Gimana dengan pijatan saya pak, apa bapak menyukai pijatan saya?" tanya Laura saat Louis mencoba membuka mata.
Di sana ia melihat Laura duduk di tubuhnya dengan kancing kemeja terbuka, sangatlah jelas saat buah dada besar itu terlihat indah di matanya. Membuat dirinya ingin sekali mencicipi tubuh Laura, tapi sayang ia tidak bisa karena Laura hanyalah orang lain bukan istrinya.
"Kamu belajar dari mana Laura, pijatan kamu sangat nikmat. Ini pertama kalinya saya dipijat oleh kamu dan menikmati pijatan seenak ini." ucap Louis yang selalu memuji bakat yang diberikan Laura.
__ADS_1
"Saya belajar dari orang tua saya pak. Dan ini pertama kalinya saya memijat bapak, tidak ada orang lagi selain bapak." ujar Laura saat dirinya menyelesaikan pijatannya, yang awalnya rambutnya dia urai sekarang ia kuncir membuat leher jenjangnya itu terlihat begitu mulus.
Louis yang melihat itu sangat tergiur akan keindahan tubuh Laura, dia mencoba menahannya tapi percuma kalau dirinya melihat jelas tubuh Laura. Laura tau kalau sebenarnya bosnya ini sudah tidak tahan, dia merasakan sesuatu dari tubuh Louis. Dan itupun ia sengaja dia lakukan untuk menggoda bosnya ini.