Semalam Dengan Ayah Mertua

Semalam Dengan Ayah Mertua
Bermesraan Di Kantor


__ADS_3

Louis membawa Felia ke sofa dekat ruang kerja, ia membiarkan Felia duduk tenang barulah Louis mengeluarkan sesuatu dari dalam jas. Felia melihat Louis mengeluarkan sebuah kotak, saat kotak itu di buka ternyata isinya terdapat sebuah kalung yang menurutnya sangat indah.



Louis mengeluarkan kalung tersebut, ia meletakan kotak perhiasan itu di meja barulah ia memberikan kalung itu di leher Felia. Selesai memakai kalung tersebut Felia tersenyum sampai dirinya terus mengamati kalung yang berada di leher.


"Gimana kamu suka sama kalungnya?" tanya Louis menatap Felia, wanita itu mengangguk dengan menyentuh kalung tersebut.


"Makasih sayang." Louis mengangguk melihat wajah Felia terlihat senang, ia memanfaatkan momen ini saat Louis mencium bibir Felia.


Ciuman singkat saat mereka sama-sama saling menatap, "Apa saya boleh melakukan itu sama kamu?"


Felia dengan cepat melingkar kedua tangannya di leher Louis, "Tanpa kamu meminta izin kamu berhak atas tubuhku ini. Kamu ini suami aku sudah sepantasnya kamu menyentuhku."


"Baiklah, saya akan minta Novan untuk tidak menganggu aktivitas kita." ucap Louis, ia beranjak dari tempat duduk mencari handphone.


Louis dengan cepat memberikan pesan kepada Novan barulah ia melangkah kearah pintu, setelah memastikan tidak ada orang yang mengganggunya barulah Louis kembali melangkah. Di sana Felia tersenyum melihat Louis berada di dekatnya, tanpa menunggu waktu lagi Louis dengan cepat menyentuh bibir itu kembali.


Ciuman yang diberikan Louis sedikit berbeda dari biasanya, seperti ciuman kerinduan ditambah nafsu gairah yang sudah menguasai tubuh mereka. Louis terus memberikan ciuman di saat Felia membalas apa yang Louis lakukan.


Ciuman itu semakin membuatnya terbakar, sekarang posisi mereka berada di sofa panjang dengan Louis menindih tubuh Felia. Kegiatan itu masih di lakukan oleh mereka berdua, sampai kegiatan ini semakin panas. Ruangan kedap suara dengan kaca tertutup membuat siapapun tidak bisa melihat kegiatan mereka.


Kegiatan panas yang mereka lakukan semakin dalam, pelepasan kerinduan yang dimiliki Louis mampu membuatnya semakin tergila-gila akan tubuh Felia. Baru hari ini ia bisa menikmati tubuh istrinya, di saat dia hanya memberikan sebuah ciuman tanpa sentuhan.


Tepat pukul satu siang Louis kembali, Louis tersenyum melihat Felia terlelap akibat kegiatan yang mereka lakukan. Louis masih memandang wajah Felia dengan tubuh Felia di tutupi dengan selimut.


Felia yang merasa ada seseorang yang menyentuh pipinya, dengan cepat membuka mata. Pandangan pertama yang dia lihat adalah Louis, keberadaan Louis yang membuat hidupnya semakin bahagia.


"Sudah bangun. Aku sudah siapkan kamu makan siang, sekarang kamu makan dulu." ucap Louis membantu Felia bangun.


"Kenapa?" tanya Louis saat ia melihat Felia menyentuh pinggang, Felia meletakan makanan itu dan barulah menatap Louis.


"Gara-gara kamu pinggang aku sakit semua. Aku udah bilang sama kamu pelan-pelan jangan kencang-kencang lakuin itu." jawab Felia yang masih menyentuh pinggang.


"Maaf sayang, kalau aku lakuin itu pelan-pelan nanti malah tidak puas. Aku gak mau ngelakuin itu secara pelan."

__ADS_1


"Iya tapi gak brutal juga. Lihat sekarang pinggang aku sakit semua." kesal Felia saat merasakan tubuhnya seperti hancur, melihat kekesalan Felia mampu membuatnya tersenyum.


"Maaf aku salah. Aku janji akan lakuin itu secara perlahan gak seperti tadi." Louis menyuapi makanan itu ke dalam mulut Felia, selesai makan ia meminta Felia untuk istirahat dan dia kembali melanjutkan pekerjaan.


***


"Kenapa dengan Felia? Kenapa jalan Felia aneh gitu." ucap Edbert saat dia berada di ruang tamu, keduanya saling menatap kearah Edbert saat lelaki itu menatap mereka berdua.


"I-itu..."


"Felia lagi gak enak badan yah. Jadi jalannya seperti itu." sela Louis membuat Edbert percaya, Louis membawa Felia ke kamar dengan cara menggendong tubuh istrinya.


Edbert membiarkan apa yang dia lihat barusan, sebenernya ia tau kenapa jalan Felia seperti itu tapi dia tidak mungkin marah. Apalagi posisi mereka suami istri sedangkan ia hanya seorang ayah mertua yang berselingkuh dengan menantunya sendiri.


Tiba di dalam kamar Louis meletakan tubuh Felia ke tempat tidur, "Kamu istirahat dulu aja. Aku mau mandi dulu nanti kalau kamu butuh sesuatu bilang aja."


Louis melangkah kearah kamar mandi di saat Felia berada di tempat tidur, selesai mandi Louis melihat Felia sudah terlelap. Dia keluar dari kamar setelah selesai memakai pakaian, melangkah menuju lantai bawah ia masih menemukan keberadaan Edbert.


Lelaki itu malah menikmati secangkir kopi dan cemilan apalagi Edbert masih terfokus dengan tontonan televisi, "Tumben ayah pulangnya cepat, biasanya ayah sangat sibuk di kantor."


"Kalian sudah melakukan itu?" tanya Edbert secara tiba-tiba, pertanyaan itu sontak membuat Louis menatap.


"Maksud ayah?"


"Tanpa ayah kasih tau kamu, kamu sudah tau maksud ucapan ayah apa." tanpa melihat kearah Louis ia sudah tau jawabannya, dan keduanya kembali terdiam.


Edbert yang sibuk mengupas kacang dan kacang itu dimasukan ke dalam mulut, secara tidak langsung Louis berbicara membuat dirinya tersedak dengan ucapan yang dilontarkan Louis.


"Kenapa kamu tanya itu sama ayah?" Edbert masih menatap Louis saat dia baru saja meneguk air putih.


"Aku tidak bermaksud apa-apa sama ayah, tapi aku gak tega melihat ayah kesepian. Kenapa ayah tidak mencari pasangan hidup aja untuk menemani ayah."


"Jujur aku gak tega melihat ayah kesepian, apalagi ayah hanya fokus mengurus kantor bukan mengurus kehidupan ayah sendiri." ucapnya kembali, mendengar helaan nafas dari Edbert mampu membuat Louis menatap.


"Ayah tidak tertarik soal percintaan. Ayah sudah jatuh cinta sama istri kamu Louis, ayah tidak ingin kehilangannya." ucapnya di dalam hati dengan mata melihat televisi.

__ADS_1


"Ayah rasa ayah sudah tidak cocok mencari pasangan hidup, ayah mau hidup seperti ini dan menemani kalian." urai Edbert menatap Louis.


Dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, itulah keputusan yang diambil Edbert. Tapi ia sebagai anak harus ikut campur masalah percintaan ayahnya.


"Baiklah, aku tidak akan ikut campur masalah ayah. Tapi aku tidak mau melihat ayah kesepian, jadi aku akan berusaha kenalin ayah sama wanita lain di luar sana."


Louis melihat Edbert menepuk pundaknya, lalu ia kembali menatap Edbert. "Ayah tau kamu khawatir sama ayah, tapi ayah tidak ingin membahas percintaan. Kamu fokus saja sama keluarga kamu jangan fokus sama ayah."


"Kalau gitu ayah masuk ke kamar dulu, kamu jangan lupa istirahat." ucap Edbert menatap Louis, ia beranjak dari tempat awal berjalan kearah kamar.


Pemilik rumah tersebut sedang menikmati sarapan pagi di ruang makan, ketiganya sangat menikmati hidangan yang dibuat pembantu. Sarapan yang berada di piring Edbert sudah habis, ia menatap Louis dan juga Felia.


"Louis. Di kantor ayah lagi butuh seseorang untuk mengurus perusahaan ayah, bagaimana kalau Felia membantu ayah di sana." kata Edbert menatap putranya, mendengar itu Louis dengan cepat mengakhiri sarapan.


"Aku setuju dengan ucapan ayah, tapi semua keputusan ada di tangan Felia."


"Gimana sayang kamu setuju gak?" tanya Louis dengan melirik Felia, wanita itu terdiam dengan perkataan yang di ucapkan Edbert.


Felia mengangguk, melihat anggukan itu membuat Edbert tersenyum. "Baiklah, nanti kamu langsung ke kantor ayah aja. Ayah akan mengirimkan alamat kantor sama kamu."


"Iya, ayah." setelah mereka selesai berbincang Edbert memutuskan untuk pergi.


"Kamu mau langsung ke kantor ayah, sayang?" tanya Louis yang secara tiba-tiba, tetapi lelaki itu sama sekali tidak menatap ia hanya terfokus menyetir mobil.


"Selesai urusan pekerjaan kantor aku akan ke kantor ayah."


Louis melirik sekilas kearah Felia lalu dia kembali fokus menyetir, "Mau aku antar."


"Nggak usah. Lagian aku gak mau ganggu pekerjaan kamu, kamu fokus urus kantor aja. Nanti aku akan pesan taksi online ke kantor ayah." urai Felia membuat Louis mengangguk.


Jam makan siang Felia bergegas ke kantor Edbert, tiba di sana terlihat semua karyawan sibuk keluar mencari sarapan. Sedangkan Edbert masih berada di ruang rapat, dari jauh saat Edbert dan Bob menjauh dari ruang rapat mereka tidak sengaja melihat Felia.


Edbert yang melihat kekasihnya langsung meminta Bob untuk menyuruh Felia masuk ke ruang kerja, mendapat tugas dari bosnya ia dengan cepat melakukan pekerjaan itu.


Felia mengangguk saat Bob memintanya untuk keruangan Edbert, tanpa menunggu waktu lama Felia melangkah keruangan Edbert. Pintu itu terbuka dan dia melihat Edbert sibuk mengerjakan laporan kantor.

__ADS_1


"Ayah." panggil Felia, mendengar suara Felia ia dengan cepat menghentikan pekerjaan.


__ADS_2