Semalam Dengan Ayah Mertua

Semalam Dengan Ayah Mertua
Sangat Memuaskan, BABY!


__ADS_3

Lion memberanikan diri untuk menyentuh tubuh Mayra, tubuh yang awalnya di tutupi dengan jaket tebal lalu jaket itu terlepas saat tangan Lion sudah melepaskan jaket tersebut.


"Ka-kamu mau apa?" tanya Mayra saat melihat tangan Lion mencoba masuk ke dalam pakaiannya.


Lion kembali menatap Mayra saat awalnya dia menatap tubuh Mayra, "Saya tau kamu itu tidak polos, saya yakin kamu tau apa yang saya inginkan."


"Tapi di sini toilet wanita kalau nanti ada yang mendengar kegiatan kita bagaimana." ucap Mayra khawatir.


Lion tersenyum mendengar ucapan Mayra, "Kamu tenang aja di sini tidak ada orang yang tau hanya kita berdua. Asalkan kamu mau bekerja sama denganku supaya orang tidak mendengar kegiatan kita."


Lion menarik tangan Mayra masuk ke dalam toilet, sebelum ia mengunci pintu toilet ia meletakan sebuah tulisan yang tertulis 'Toilet ini lagi masa perbaikan'. Barulah Lion kembali masuk, dia melihat penampilan Mayra yang menurutnya sangat menggoda.


Dress merah dengan rok di bawah paha dengan bagian dada yang begitu terlihat jelas, dress yang dikenakan Mayra cukup seksi dan menggoda dengan memiliki tali disebelah kanan maupun di kiri. Sangat cocok dengan bentuk tubuh Mayra yang begitu menggoda.


Rambut terurai panjang dengan sedikit gelombang di bagian bawah membuat kesan cantiknya bertambah, kulit putih yang mulus dengan buah dada yang begitu besar sangat tergiur akan keindahan tubuh Mayra. Lion selalu tertarik dengan keindahan tubuh Mayra, setelah lama menatap penampilan Mayra ia melangkah kearah Mayra.


Wanita itu berdiri yang membelakangi kloset duduk, ia tau bagaimana membuat wanita ini bergairah. Lion mencoba menyentuh bagian pundak Mayra dengan tangannya, satu tangannya lagi menyentuh wajah Mayra yang begitu mulus lalu jari tangannya itu terhenti tepat di bibir Mayra yang begitu tebal.


"Kamu sangat pandai merawat diri, tapi sayang kalau tidak dinikmati pasti akan terasa nikmat kalau mencoba menyentuh tubuh indah mu ini." ucap Lion terus menyentuh tubuh Mayra, Mayra terdiam membiarkan apa yang dilakukan Lion sampai lelaki itu mencium bibirnya.


Ciuman itu begitu pelan dan lembut sampai ciuman itu terasa panas saat lidah Lion masuk ke dalam mulut Mayra, hisapan dan ******* terus diberikan Mayra yang membuat Lion semakin tergoda akan keindahan wanita ini.


Ciuman itu terus menuntun saat tangan Lion mencoba mencari kenikmatan tubuh Mayra, tangan kanan Lion beralih ke bawah mengelus paha mulus Mayra. Dan tangan satunya masuk ke bagian atas tubuh Mayra, tubuhnya terus saja dijamah oleh lelaki ini sampai dirinya benar-benar merasakan kenikmatan.


"Ahhh... eugh..." lenguhan semakin kencang saat Lion mencoba masuk ke area sensitifnya, yang awalnya ciuman itu berada di bibirnya sekarang berpindah ke leher jenjangnya.

__ADS_1


Di sana Lion memberikan tanda merah, tanda yang akan membuktikan kalau wanita ini sudah menjadi miliknya. ******* terus keluar begitu saja saat Mayra semakin menikmati permainan Lion, permainan kasar dan nikmat ini membuatnya semakin melayang akan kenikmatan dunia.


Lion terus menerus menjamah tubuh Mayra, seluruh tubuh Mayra akan ia nikmati malam ini juga. Saking merasa puas Mayra membuka mata saat Lion menghentikan kegiatan panas ini, di sana ia melihat Lion membuka pakaian dan juga tali pinggang yang terpasang di celana panjang lelaki itu.


"Kamu mau apa, Lion?" tanya Mayra saat tali pinggang milik Lion sudah terbuka dan dia melihat bahwa pusaka milik Lion sudah terbuka lebar.


"Menurutmu?" Mayra merasa semakin hari bercinta dengan lelaki ini semakin pusaka itu bertambah besar, tanpa memberikan aba-aba Lion segera meminta Mayra untuk berdiri saat wanita itu baru saja duduk di kloset duduk.


"Sekarang kamu nikmati permainanku supaya kamu terbiasa dengan pusakaku ini." kata Lion, Lion mengangkat sebelah kaki Mayra supaya dia bisa memasukkan pusakanya di liang kenikmatan Mayra.


Begitu masuk Mayra sudah teriak dan nikmat saat Lion mencoba menggerakkan pinggulnya, yang awalnya terasa sakit semakin digerakkan semakin nikmat. Kegiatan panas mereka semakin lama semakin cepat sampai Mayra sudah lemas tidak berdaya, tetapi ia begitu menikmati apa yang dilakukan Lion.


***


"Kau kenapa dari tadi liat jam tangan mulu?" tanya salah satu temannya yang sibuk memainkan kartu remi.


"Ya bro. Namanya juga perempuan pasti lama di toilet kaya gak tau aja perempuan." urai lelaki yang sibuk menghisap rokok.


"Iya gua tau, tapi ini sudah setengah jam cewek gua gak balik ke toilet. Gua takut dia kenapa-napa di toilet." ujar Edrick yang sedikit mengkhawatirkan Mayra.


"Udah gak usah khawatir lihat cewek lu udah datang." ucap lelaki satunya yang melihat kedatangan Mayra.


Melihat itu Edrick berdiri dari tempat duduk untuk menghampiri Mayra, "Sayang kamu kenapa ke toilet lama banget aku khawatir sama kamu."


"Maaf sayang." jawab Mayra, Edrick tidak sengaja melihat leher kekasihnya memiliki tanda merah.

__ADS_1


"Sayang, di leher kamu kenapa ada tanda merah. Kaya habis di cium seseorang, kamu habis di cium siapa?" perkataan Edrick mampu membuat semua para lelaki itu menatap Mayra, ia juga gak tau kenapa Lion memberikan tanda merah ini.


Belum sempat Mayra menjawab Lion sudah lebih dulu menjawab ucapan Edrick, "Barusan gua gak sengaja lihat cewek lu di paksa ciuman sama lelaki asing makanya gua bantuin dia." ucap Lion asal lalu ia memilih duduk di sebelah temannya.


Edrick dengan cepat menatap Mayra, "Apa yang dikatakan Lion benar, sayang?" Mayra mengangguk lalu dia langsung memeluk tubuh Edrick seakan dirinya ketakutan.


"Udah sekarang kamu baik-baik aja, jangan khawatir aku selalu ada untuk kamu." ucap Edrick dengan mengelus punggung Mayra, tidak dengan Lion ia malah menatap Mayra memeluk Edrick.


Edrick membawa Mayra duduk di sampingnya, tetapi Lion tetap mengabaikan wanita itu ia malah menikmati minuman yang sempat dituangkan temannya. Setelah mereka berkumpul Lion dan keempat temannya pada pergi dari sana, saat Mayra membuka pintu mobil Edrick lelaki itu menjauhkan dirinya saat mendapatkan telepon dari seseorang.


"Gimana sayang kamu suka dengan permainanku barusan?" tanya Lion saat dirinya bisa mendekati Mayra, wanita itu malah mengabaikannya saat Lion mulai menyukai wanita ini.


"Sama sekali aku tidak suka."


"Kenapa? Apa kamu belum puas dengan kegiatan panas kita?" mendengar pertanyaan itu Mayra dengan cepat menatap Lion dengan tajam, bagaimana ia bisa menikmatinya ia saja hampir mati ketahuan saat Lion memberikan tanda merah itu.


"Jangan sekali-kali kamu memberikan tanda di tubuhku, untung saja Edrick tidak curiga kalau tanda itu akibat ulah kamu." ucapnya dengan kesal, melihat kekesalan di raut wajah Mayra ia malah terkekeh dengan wanita ini.


"Yang penting kamu sangat menikmatinya. Apa saya boleh melakukannya sekali lagi?"


"Tidak akan." Lion tersenyum mendengar penolakan dari Mayra, lalu wanita itu masuk ke dalam mobil, melihat Edrick datang selesai menerima telepon lelaki tersenyum dan memberikan sebuah pelukan.


"Thanks lu udah menyelamatkan cewek gua, untung ada lu mungkin kalau gak ada lu cewek gua udah habis sama cowok mesum." ucap Edrick saat keduanya melepaskan pelukan.


"Santai aja bro, lagian juga Mayra cewek lu mana mungkin gua ninggalin cewek lu gitu aja. Apalagi dia butuh bantuan gua, di jaga ya bro ceweknya jangan sampai kejadian lagi." kata Lion membuat Edrick mengangguk.

__ADS_1


Selesai berbicara dengan Lion Edrick masuk ke dalam mobil lalu mobil itu berjalan sedikit menjauh, melihat mobil Edrick sudah pergi dari hadapannya ia memutuskan untuk pergi juga.


__ADS_2