Semalam Dengan Ayah Mertua

Semalam Dengan Ayah Mertua
Klub Malam (Malam Jebakan)


__ADS_3

Felia tiba di kantor, ia menyimpan tas kerja di laci dan tidak lupa menyiapkan semua keperluan kantor. Matanya seperti mencari seseorang, dari awal dia masuk keruangan ia tidak melihat Cici.


Ditempat biasa Cici duduk kosong, akhirnya ia memutuskan untuk menanyakan kabar wanita itu.


Mendapat kabar bahwa keluarga Cici sakit semakin membuat Felia bingung, yang dia tau Cici tidak memiliki keluarga dan wanita itu berkata cuti untuk menjenguk keluarganya yang sakit. Apa ucapannya ini masuk akal?


"Sakit? Cici mana mungkin memilki keluarga, selama dia bersahabat dengannya ia belum pernah melihat keluarga Cici. Dan wanita itu mengatakan menjenguk keluarganya yang lagi sakit? Apa dia sengaja membohongi semua orang?" selama Felia berjalan ia terus bengong memikirkan perkataan karyawan lain, dari mana Cici memiliki keluarga sedangkan dia belum pernah bertemu keluarga Cici.


"Astaga! Maaf saya tidak sengaja." ucap Felia yang tidak sengaja menabrak seseorang, ia membantu orang yang dia tabrak.


"Ini buku kamu, sekali lagi saya minta maaf." kata Felia dengan memberikan buku yang sempat jatuh ke lantai, lelaki itu menerima buku dari tangan Felia dengan memberikan senyuman.


"Terima kasih, kak."


"Kamu karyawan baru di kantor ini?" tanya Felia, karena dia belum pernah melihat pria asing ini.


"Ya, kak. Saya baru kemarin keterima interview dan baru sekarang bisa bekerja di kantor ini." Felia mengangguk saat mendengar ucapan karyawan baru.


"Oh ya, aku Bill. Kakak siapa?" kata lelaki asing itu dengan memberikan uluran tangan kepada Felia.


Felia menerima uluran tangan Bill dengan memberikan senyuman kepada Bill, "Saya Felia. Saya karyawan lama di sini, selamat ya kamu keterima bekerja di kantor ini. Semoga kamu betah bekerja di sini."


"Terima kasih, kak. Saya harap aku bisa menjadi partner kerja kakak." mereka berpisah melakukan tugas masing-masing.


Cici yang mengetahui jadwal Louis, ia dengan cepat menyusul pria itu. Sekarang dia sudah berada di tempat dimana Louis melakukan pekerjaan dengan rekan bisnis, ia tidak berani mendekat karena lelaki itu tidak mengetahui kalau dirinya sedang mengikuti Louis.


"Kamu sungguh pintar Cici, karena rencananya aku dengan mudah mendapatkan pria itu." batin Cici tanpa memalingkan pandangan kepada Louis.


"Bapak yakin mau datang ke acara teman kuliah?" Louis tersenyum melihat kekhawatiran dari sekretarisnya, ia tau seharusnya dia tidak menerima tawaran itu tapi mau gimana lagi menolak juga percuma.


*Pertemuan Dengan Teman Kuliah*

__ADS_1


Louis dengan sekretarisnya sibuk membicarakan masalah pekerjaan, tidak sengaja mereka bertemu dengan tiga orang salah satu diantara mereka terdapat satu wanita. Mereka bertiga menghampiri Louis saat diantara ketiganya mengenal Louis.


"Hai, bro." sapa lelaki itu membuat Louis mengerutkan kening, ia menatap tiga orang asing ini.


"Lu gak kenal gua? Gua Zaky teman kuliah lu." kata lelaki itu yang mengatakan bahwa dia teman kuliah, sedangkan Louis mengerutkan kening mengingat nama teman kuliahnya.


"Sorry, saya tidak mengenal anda." kata Louis membuat lelaki bernama Zaky sedikit jengkel, ia terus mengajak Louis bicara walaupun Louis enggan merespon Zaky.


"Bos, sepertinya pria ini memang mengenal anda. Apa bos tidak mengingatnya?" bisik Novan tepat ditelinga Louis, ucapan Novan hanya mereka berdua yang mengetahuinya.


"Saya kurang tau Van. Setau saya teman kuliah hanya empat orang, ketiga teman saya sudah berumah tangga tinggal saya saja yang belum. Dan saya tidak mengingat apa dia teman kuliah saya atau bukan." perkataan Louis membuat Novan menatap ketiga orang asing ini salah satunya Zaky.


Saat Louis menatap tanda lahir di dekat telinga ia baru sadar bahwa dia adalah orang yang pernah menghinanya, pertemuan kali ini sama sekali tidak direncanakan dan ini semua pasti ada sesuatu yang membuat dirinya curiga.


"Kau masih tidak mengenaliku?" tanya Zaky menatap Louis yang hanya menatap tanpa menjawab.


Louis tersenyum dengan pertanyaan yang dilontarkan Zaky, "Sorry, saya tidak sengaja melupakan kamu. Gimana kabar kamu?"


Mendengar ucapan Louis membuat Novan menatap, ia kembali menatap ketiga orang ini dan Zaky memberikan kartu undangan reuni di salah satu tempat hiburan malam atau disebut klub malam.


***


Louis terus memandang dirinya di depan kaca begitupun dengan Novan, lelaki itu terus memperhatikan penampilan Louis dengan sedikit kekhawatiran.


Novan berdiri menatap Louis dari jauh, "Bapak yakin mau datang ke tempat itu?"


Louis memilih mengalihkan pandangannya kearah Novan lelaki yang terus mengkhawatirkannya, "Saya sudah katakan sama kamu saya tidak apa-apa. Hanya pertemuan biasa buat apa kamu khawatir seperti itu."


Langkah kaki Louis mengarahkan ke tempat Novan yang masih berdiri menatapnya, "Sudah jangan cemas gitu, saya mau langsung berangkat acaranya sebentar lagi mulai. Kamu istirahat aja nanti saya akan kabarin kamu kalau selesai acara."


Louis pergi membawa mobil pribadi tanpa menggunakan supir, dengan keahlian menyetir mampu membuat Louis cepat membawa mobil. Mobil itu sampai di tempat acara, di sana ia sudah melihat banyak orang datang membawa kartu undangan yang diberikan kepada dua petugas.

__ADS_1


Ia keluar dari mobil melangkah kearah dua petugas, Louis memberikan kartu undangan kepada salah satu petugas yang memakai pakaian rapih, barulah dia diizinkan masuk melihat acara yang terbilang megah.


Sedangkan ditempat lain seorang wanita terus memperhatikan Louis yang baru saja tiba, wanita itu menarik sudut bibir melihat Louis duduk menikmati minuman yang ditawarkan pelayan bar.


Wanita itu adalah Cici yang sudah lama menunggu kedatangan Louis, Cici tidak tau kalau sebenarnya Louis menyukai tempat seperti ini, dan menyukai berbagai macam minuman saat dia masih muda. Semenjak bertemu dengan Felia ia mulai melupakan tempat hiburan, berkat Felia ia bisa keluar dari tempat ini memulai kehidupan baru.


Dan malam ini Louis menginjak tempat ini lagi, mungkin sudah bertahun-tahun dia tidak merasakan suasana tempat yang begitu menyenangkan. Cici beranjak dari tempat duduk membawa minuman, ia melangkah ke salah satu meja yang terdiri dari tiga wanita.


Salah satu wanita itu diberikan tugas untuk menggoda Louis, ia kembali ke tempat awal memantau dari kejauhan apakah Louis akan tergoda dengan wanita suruhannya.


"Hai, mas. Sendiri aja, boleh saya temenin mas malam ini?" kata wanita yang baru saja datang dengan menyentuh wajah Louis.


Tidak ada jawaban dari Louis membuat wanita itu semakin tertantang, baru pertama kali melihat lelaki yang tidak tergoda oleh pesonanya.


Wanita ini terus melanjutkan aksinya untuk menggoda Louis, baru saja ia ingin menggunakan taktik nakalnya datanglah seorang lelaki bernama Zaky.


Lelaki itu menyingkirkan wanita nakal ini membuat wanita diseberang sana kesal, gara-gara lelaki asing datang membuat rencananya gagal.


"Sorry gua baru datang, biasalah di jalan macet." Zaky meminta bartender membuat minuman, barulah Zaky menatap kesemua orang yang sibuk bersenang-senang.


Bartender memberikan minuman kepada Zaky, lelaki ini mengambil minumannya dan menatap Louis. "Jangan diam di sini aja bro. Lihatlah yang lain sudah bersenang-senang, gabung sama yang lain jangan nonton aja."


Ajakan Zaky membuat Louis mengikuti kemauan lelaki ini, ia bergabung kepada mereka yang asik dengan wanita bayaran. Di tambah dengan minuman yang sudah tersedia di meja, sofa berbentuk lingkar L dengan meja terbuat dari marmer membuat kesan tempat ini terbilang mewah.


Zaky menatap Louis dengan menawarkan minuman dengan kadar alkohol tinggi, "Mari bro minum dulu, gua tau pasti lu belum pernah datang ke tempat ini."


"Ya, jangan terlalu tegang gitu. Nanti juga lu tau tempat ini adalah tempat seperti surga dunia, dan lu harus menikmati surga dunia ini." timpal salah satu pria yang dikelilingi wanita cantik.


Louis mengikuti semua ucapan Zaky, dalam hati ia sudah menebak kalau Zaky memiliki rencana dibalik ini semua. Dia meminta seseorang untuk datang ke tempat ini, dengan cara Zaky memandang dan lelaki itu melirik ia sudah menebak kalau pria itu akan melakukan rencana liciknya.


Novan pergi melakukan perintah dari Louis dengan membawa tiga lelaki, dalam satu mobil Novan meminta ketiga pria itu untuk melakukan tugas yang sudah ia rencanakan. Dan mereka berempat masuk saat petugas lengah, mereka berempat masuk mencari keberadaan Louis.

__ADS_1


Tatapan mata Novan bertemu dengan mata Louis, keduanya melakukan rencana dibalik tatapan itu. Di tambah dengan ketiga lelaki yang dibilang anak buahnya, mereka berempat mencari tempat duduk yang tidak jauh dari jangkauan Louis.


Sama-sama memantau membuat acara klub malam ini terlihat mewah, acara malam hari cukup membuat manusia lalai tidak dengan Novan ia terus memantau keadaan sekitar.


__ADS_2