Semalam Dengan Ayah Mertua

Semalam Dengan Ayah Mertua
Ekstra Part 3


__ADS_3

Felia begitu sibuk sampai tidak mempedulikan orang yang sedang menatapnya, lelaki itu terus memandangi Felia sampai lelaki itu masuk ke ruangan Felia.


"Sayang." panggil Edbert yang melihat Felia sangat sibuk mengurus laporan kantor.


"Sayang!" sudah dua kali Edbert memanggil Felia tapi istrinya tidak merespon ucapannya.


Lalu Edbert memilih menghampiri Felia yang sangat sibuk sampai melupakannya, Felia menghentikan jari tangan yang selalu mengetik ke keyboard saat ia merasa ada seseorang yang mengelus kedua pundaknya.


"Hentikan tanganmu itu atau kamu mau aku teriakin maling." ucap Felia yang mengancam Edbert yang sibuk meraba tubuhnya.


Edbert terkekeh mendengar ancaman Felia, lalu dia melangkah saat posisi awalnya berada di belakang. Lelaki itu menatap Felia saat tatapan istrinya seperti ini menerkam mangsa.


"Tuan Edbert yang terhormat, apa bapak tidak ada kerjaan selain mengganggu karyawan seperti saya. Apa bapak mau saya katakan kepada Bob untuk meminta dia mengirim pekerjaan untuk bapak." kata Felia yang mencoba mencondongkan posisinya ke depan.


Edbert tersenyum mendengar ucapan Felia, "Tidak ada! Jadwal kerja saya kosong jadi saya memutuskan untuk menemui istri saya yang paling cantik ini. Apa saya tidak berhak bertemu dengan kamu?"


Felia menghela nafas saat melihat Edbert yang terus menggombal, "Jadi suamiku ini mau bertemu denganku mau bicara apa sampai tidak bisa menunggu waktu istirahat."


Edbert menarik kursi yang berada di depan meja kantor Felia, ia menarik kursi itu berdekatan dengan kursi yang digunakan Felia.


"Sayang, Alfred sekarang sudah sekolah dia sudah besar aku gak tega lihat dia kesepian."


"Lalu?"


"Lalu... Aku datang kemari mau menemui kamu ingin membahas sesuatu sama kamu."


Felia mengerutkan kening melihat tingkah laku Edbert yang cukup aneh, biasanya pria ini bersikap biasa aja tapi kenapa sekarang seperti bukan suaminya.


"Apa kamu gak kasihan lihat Alfred sendirian, aku takut putra kita merasa kesepian kalau tinggal sendiri di rumah."


"Jadi maksud kamu datang keruangan aku mau bilang apa?" Edbert menarik sedikit kursi itu lalu dia mengambil kedua tangan Felia.

__ADS_1


"Aku mau itu sama kamu."


"Mau apa sayang! Kalau bicara yang jelas jangan terbelit-belit." kata Felia yang masih menunggu Edbert bicara.


"Aku sudah lama menahan itu sama kamu, apa aku boleh minta itu lagi sama kamu. Lagian juga Alfred sudah besar dia juga sudah cocok menjadi kakak, jadi kamu mau kan mengikuti keinginan suamimu ini." tutur Edbert dengan memberikan ekspresi memohon.


Felia yang melihat tingkah laku Edbert baginya sangat menggemaskan, bagaimana bisa ia menolak keinginan suaminya sedangkan dia juga sudah merindukan sentuhan suaminya.


"Baiklah, aku aku mengabulkan permintaan kamu asalkan kamu selalu menemaniku. Aku gak mau kamu melakukan macam-macam di belakangku."


Mendengar itu Edbert secepat mungkin mengangguk, ia juga berjanji tidak akan melakukan kesalahan karena baginya Felia satu-satunya wanita di hidupnya.


Edbert dan Felia sepakat untuk mengurus bukan madu yang kedua, mereka berdua akan mengosongkan jadwal untuk liburan. Setelah semuanya siap Edbert meminta Bob untuk menangani perusahaan sampai dirinya kembali. Sedangkan Alfred akan dititipi oleh Louis, karena putranya akan tinggal di Indonesia.


Louis tidak mengatakan apapun tentang kepulangannya, tapi yang dia tau katanya Louis ada kendala di Indonesia makanya dia memutuskan kembali. Mendengar kepulangan Louis Edbert memutuskan untuk menitipkan Alfred di rumah Louis sampai mereka kembali.


***


Karena baginya ini momen yang sangat langka jadinya ia memutuskan untuk mengikuti Edbert, penerbangan yang dilakukan Theia sudah lebih dulu dari pada Felia. Karena dia tidak ingin Edbert curiga kalau dia datang mengikuti mereka berdua.


Tiba di kota Swiss Felia dengan Edbert saling bergandengan tangan saat mereka sudah tiba di negara tersebut, mereka berdua berjalan menunggu kedatangan mobil yang mereka pesan sejak jauh-jauh hari. Mobil itu tiba saat pemilik mobil menyapa mereka berdua, lalu Edbert membantu supir untuk mengangkat barang bawaan.


Supir itu mengendarai mobil ke salah satu hotel di sana, tiba di hotel Edbert beserta Felia turun dari mobil dengan dibantu oleh supir untuk menurunkan barang bawaannya. Supir itu tersenyum saat Edbert mengucapkan terima kasih, lalu keduanya masuk ke dalam untuk memesan kamar hotel.


Salah satu karyawan di sana membantu Edbert membawakan barang, sedangkan Edbert sibuk menggenggam tangan Felia saat mereka tiba di kamar yang berada di lantai lima. Kamar yang begitu luas cocok untuk pasangan, Felia tanpa melepaskan pakaian ia langsung berada di ranjang.


Felia melebarkan kedua tangan dengan menatap langit kamar, Edbert yang melihat Felia sudah berada di ranjang menghampiri istrinya.


"Mentang-mentang sudah sampai kamu langsung tidur aja. Kamu gak mau bantuin suami kamu membereskan pakaian ke dalam lemari." ucap Edbert membuat Felia melirik Edbert yang sibuk berdiri sambil memandangnya.


"Masalah pakaian nanti dulu, ini sudah malam sayang lebih baik istirahat. Aku udah capek banget melakukan perjalanan jauh."

__ADS_1


"Jadi aku boleh dong minta itu sama kamu." ucap Edbert yang sudah melepaskan jaket.


Felia yang melihat Edbert sibuk membuka pakaian segera bangun, ia tersenyum saat melihat suaminya begitu semangat saat mengganti pakaian lalu pria itu melangkah kearahnya saat semua pakaian di ganti oleh piyama biru dongker.


"Sayang kamu kenapa lihatin aku kaya gitu? Apa ada yang salah dengan penampilanku yang sekarang." kata Felia yang melihat Edbert sibuk memandanginya, tetapi lelaki itu malah menyentuh pipi kanan menggunakan tangan kekar Edbert.


"Tidak! Kamu tetap cantik di mataku Felia, kamu tidak pernah berubah seperti dulu. Malah aku sangat menyukai kamu sampai sekarang, apa aku boleh menyerang mu sekarang?" kata Edbert membuat Felia tersenyum lalu Felia segera menjawab ucapan suaminya.


Edbert mencium bibir Felia dengan lembut selembut kapas, ia melihat istrinya sangat menikmati ciumannya sampai ia juga merasakan apa yang dirasakan Felia. Edbert tidak tinggal diam saja, ia menggunakan kedua tangannya untuk membuka pakaian Felia walau kegiatan ciuman ini masih berlanjut.


Edbert membantu Felia untuk tidur saat semua pakaian Felia sudah terlepas begitupun dengannya, keduanya kembali menikmati sentuhan yang mereka lakukan sampai keduanya tidak merasakan lelah sedikitpun.


Paginya Felia lebih dulu bangun saat dia melihat Edbert masih sibuk memejamkan mata dengan tangan memeluknya, Felia tersenyum melihat wajah suaminya. Dia tidak sadar kalau ayah mertuanya sudah menjadi suaminya, dan dia memiliki lelaki tampan seperti Edbert.


Pria seperti Edbert sangatlah diidamkan semua wanita, apalagi wanita yang berstatus gadis. Tapi lelaki ini malah memilihnya sebagai pasangan hidup, Felia yang tidak sadar kalau Edbert menyadarinya yang sibuk memandangi wajahnya.


"Sudah puas menatap suamimu ini?" tanya Edbert yang pura-pura membuka mata, melihat Edbert sudah bangun ia sengaja melihat kearah lain.


"Siapa juga yang lagi mandangin kamu, a-aku langi melihat interior hotel bukan sibuk memandangi wajah kamu." elak Felia membuat Edbert tersenyum, ia tau kalau dari tadi Felia sibuk menatap wajahnya tapi ia sengaja membiarkan itu karena ini pertama kalinya Felia sibuk menatapnya.


Edbert dengan cepat menarik pinggang Felia membuat Felia terkejut dengan sikap suaminya, mata mereka saling bertemu sampai Edbert kembali mencium bibir Felia.


Edbert melepaskan ciuman itu lalu dia kembali menatap Felia, "Sudah jangan bohongin diri kamu sendiri aku tau dari tadi kamu sibuk memandangi wajahku kan?"


"Kata siapa! Aku udah bilang aku lagi sibuk melihat interior hotel bukan memandangi wajah kamu." kata Felia yang menolak kalau yang dikatakan Edbert benar tapi ia tidak mau suaminya sampai percaya diri.


"Baiklah, aku mengalah sama kamu. Hari ini kamu mau kemana? Nanti aku akan ajak kamu jalan-jalan." ucap Edbert membuat Felia kembali menatap Edbert.


"Kemana aja yang penting sama kamu." Edbert terkekeh dengan jawaban Felia, lalu dia meminta Felia untuk membersihkan badan bersamanya.


Selesai mandi Edbert membuatkan sarapan seperti biasa sebelum ia mengajak Felia pergi, setelah sarapan Edbert membawa Felia ke salah satu tempat yang berada di Swiss, tempat yang belum mereka datangin.

__ADS_1


Selama perjalanan Edbert terus menggenggam tangan Felia sampai mereka sibuk berkeliling tempat, tetapi mereka tidak tau kalau Theia sedang berada di tempat yang sama. Wanita itu sibuk melakukan rencana supaya Edbert bisa ia dapatkan.


__ADS_2