Semalam Dengan Ayah Mertua

Semalam Dengan Ayah Mertua
Gagal


__ADS_3

Lagi-lagi pria itu tersenyum melihat karya seninya, karya seni yang menurutnya sangat bagus dan keren saat ia bisa menikmati lukisan di tubuh Felia. Felia yang hanya memakai kaos putih dengan celana pendek di tambah kos yang dikenakan Felia memiliki tali satu membuat karya seni itu terlihat jelas.


Felia yang merasa dirinya di tatap seseorang menatap orang yang sibuk menatapnya, dia melihat Edbert terfokus dengannya dari pada fokus ke sarapan.


"Om. Om kenapa melihat Felia seperti itu?" tanya Felia melihat Edbert bersikap aneh, pasalnya lelaki ini selalu menatap kearah pakaiannya dari pada sarapan.


"Saya rasa saya sangat pandai membuat karya seni, apa menurut kamu karya seni saya bagus? Atau saya berhenti mengurus perusahaan dan memilih membuat karya seni?" ucapan yang dilontarkan Edbert membuatnya bingung, dari tadi lelaki ini selalu mengatakan karya seni.


Maksud yang dikatakan karya seni itu apa?


"Om, lagi bicara apa sih. Felia tidak mengerti maksud om apa?" Edbert memilih tersenyum saat Felia tidak mengerti maksudnya, dia malah meminta Felia melihat tubuhnya.


Dan dia baru sadar apa yang dimaksud Edbert, ternyata pria ini mengatakan karya seni adalah karya seni yang berada di tubuhnya. Felia menatap kearah Edbert dengan tatapan tajam, dia kesal karena pria ini selalu membuat sesuatu tanpa berpikir panjang.


"Astaga! Kenapa tubuhku banyak sekali tanda merah, aku udah bilang sama om kalau main jangan meninggalkan jejak. Lihatlah sekarang tubuhku banyak sekali jejak dari om." protes Felia, ia mencoba mengambil tisu untuk menghapus bekas di tubuhnya.


"Percuma kamu menghapusnya, tanda itu tidak akan bisa hilang Felia. Menurutku karya seni saya sangat bagus di tubuh kamu, saya sangat menyukai karya seni yang saya buat sendiri." kata Edbert dengan menatap Felia yang sibuk menghapus tanda merah itu.


Felia berusaha menggosok tubuhnya membuat Edbert menghentikan tangannya, "Sudah jangan di hapus terlalu kuat yang ada kulit kamu yang terluka. Biar om saja yang menghapusnya."


Edbert mengoleskan salep ke tubuh Felia, Felia memperhatikan lelaki ini mengoleskan sesuatu untuk menghilangkan tanda itu. Selesai mengoles cairan putih di tubuh Felia Edbert kembali menatap Felia.


"Sudah selesai. Coba kamu lihat sudah tidak ada lagi bekas tanda di tubuh kamu." kata Edbert dengan meletakan obat di atas meja.


Dia tidak percaya Edbert memberikan sebuah obat untuk menghilangkan tanda merah itu, dan yang lebih kagetnya bekas tandanya tidak membekas.

__ADS_1


"Nanti saya akan memberikan tanda itu lagi ke tubuh kamu supaya tubuh kamu terlihat cantik." ucapnya dengan menatap wajah Felia tidak lupa dengan ciumannya.


Sedangkan di tempat lain seorang wanita terus melempar barang membuat ruangan itu berantakan, wanita itu merasa rencana yang sudah dibuatnya matang-matang hancur dengan sekejap. Tinggal satu langkah lagi rencananya akan berhasil tapi seseorang sudah menghancurkan rencananya.


Itu semua dilihat dari kesalahan yang dilakukan Cici, wanita itu bukannya melakukan tugas yang dia beri malah enak-enakan bermain dengan lelaki lain. Yang lebih parahnya dia melihat Cici tidur dengan pria lain bukan dengan Louis.


• Malam di saat acara pesta


Malam itu Louis mengikuti keinginan Bob, di dalam toilet mereka berdua melakukan rencana untuk menghancurkan kedua wanita itu. Louis keluar dari toilet lebih dulu dari pada Bob, ia bersikap seperti tidak terjadi sesuatu tapi ternyata dia sedang merencanakan sesuatu.


Dari kejauhan seorang wanita tersenyum melihat Louis berada di pesta, lelaki itu sibuk berbicara dengan teman rekan bisnisnya. Melihat Louis sudah berada di tempat ia dengan cepat melakukan gerakan untuk menghancurkan Louis. Di sana ia melihat Cici datang meminta seorang pelayan yang sibuk membawa minuman, ia membisikan sesuatu di telinga pelayan lelaki.


Pelayan itu mengangguk seakan dia mengerti apa yang dimaksud Cici, pelayan itu pergi menawarkan minuman yang dia bawa untuk diberikan kepada Louis. Louis mengambil minuman saat seorang pria menawarkan sebuah minuman.


Tatapannya terus mengarahkan salah satu laki-laki saat laki-laki itu memberikan sebuah anggukan, paham akan anggukan yang diberikan Bob ia memulai mengikuti rencana dua wanita yang dia yakin lagi bersembunyi. Dan benar saja saat minuman itu masuk ke dalam tubuh Louis, dia melihat Louis sudah tidak berdaya seakan minuman yang dia berikan obat itu berhasil di minum.


"Serahkan semuanya padaku. Aku sangat ahli menggoda Louis, kamu tinggal menunggu kabar dariku saja." kata Cici yang sudah percaya diri kalau rencananya akan berjalan mulus.


"Aku tunggu kabar dari kamu." Mayra tersenyum melihat kepergian Cici, dia berhasil membuat wanita itu pergi dan tinggal menunggu rencananya berhasil.


***


Cici mulai melakukan rencana, dia melangkah secara perlahan mengikuti langkah kaki Louis yang sudah tidak normal. Laki-laki itu berjalan sudah tidak berdaya, dia saja tidak tau harus melakukan apa saat melangkah.


Louis memang melakukan rencananya saat tatapannya melihat kearah Novan dan Bob, lelaki itu sudah menunggu kedatangannya barulah Novan dengan Bob saling mengangguk. Ia melangkah maju membawa satu lelaki yang akan menggantikan peran Louis, lelaki itu sudah mengikuti apa yang digunakan Louis.

__ADS_1


Mulai cara berpakaiannya sampai postur tubuhnya benar-benar mirip, itu semua direncanakan oleh kedua lelaki itu. Novan melihat Louis masuk ke dalam kamar, ia menatap Louis saat dia kembali ke posisi normal.


"Kamu memang pandai melakukan tugas ini. Saya benar-benar suka dengan rencana kalian berdua." ucap Louis kepada Novan, tidak lupa dengan tatapannya yang menatap lelaki yang berada di atas tempat tidur.


Lelaki itu benar-benar mirip dengan dirinya, apalagi cara berpakaiannya sama persis dengannya. Keduanya keluar dari kamar saat mendengar langkah kaki Cici sudah mendekat, wanita itu tersenyum melihat kamar yang sudah disiapkan Mayra.


Cici membuka pintu kamar, senyuman itu mengembang melihat Louis sudah tidak berdaya di atas ranjang. Ia terus tersenyum melihat rencananya malam ini akan berhasil. Louis menatap kedua laki-laki ini, laki-laki yang berhasil membantunya karena merekalah dia bisa terbebas dari Cici.


"Saya rasa rencana kita sudah berhasil tinggal menunggu kabarnya besok. Saya pastikan rencana mereka akan gagal, dan tidak ada lagi yang bisa menggangu hubungan saya dengan Felia." gumamnya terdengar oleh Novan dan Bob.


Kedua laki-laki itu ikut senang karena rencana yang mereka susun berhasil, mereka bertiga pergi meninggalkan tempat awal.


"Malam ini kamu akan menjadi milik saya Louis. Dan Felia akan dibuang sama kamu karena kamu sudah menjadi milik saya satu-satunya." ucap Cici dengan kedua tangan diusap seakan dirinya tidak sabar membuat Louis merintih kesakitan.


Dia terus melangkah dengan sibuk membuka pakaian, tidak lupa dengan tatapan terus kearah Louis yang berbaring di tempat tidur. Setelah semua pakaiannya terlepas semuanya, ia mulai naik ke atas ranjang mencoba mendekati Louis.


"Louis. Louis! Saya pikir kamu pintar tapi ternyata kamu bodoh! Lihatlah sekarang kamu sudah tidak berdaya, suatu saat rahimku ini akan melahirkan anak dari kamu. Walaupun waktu itu saya membohongi kamu kalau saya hamil, tapi kali ini saya akan membuat rahimku mendapatkan anak dari kamu." kata Cici terus menerus bicara tanpa henti dengan menatap punggung Louis.


"Kita mulai saja Louis saya sudah tidak sabar merasakan sentuhan kamu." Akhirnya mereka melakukan hubungan satu malam di kamar yang sudah menjadi hawa panas adegan mereka.


Paginya Mayra sudah tidak sabar melihat Cici melakukan hubungan satu malam dengan Louis, sekarang dia lagi menuju tempat itu. Tempat acara pesta tadi malam, Mayra turun dari mobil melangkah masuk ke dalam gedung.


Sebuah kamar yang tersusun rapih dengan angka yang terdiri dari dua digit, akhirnya tiba di sebuah kamar yang sudah ia pesan. Tanpa mengetuk pintu itu Mayra membuka dengan kode akses, Mayra terus menerus melangkah saat pintu kamar sudah tertutup rapat.


Mayra melangkah melewati berbagai ruangan, dan sekarang dia sudah berdiri di pintu kamar. Ia mencoba membuka pintu kamar untuk memastikan rencananya berhasil, tapi kenyataannya dia dibuat kaget melihat Cici tidur dengan lelaki asing bukan dengan Louis.

__ADS_1


Melihat adegan itu membuat Mayra marah, sebuah api yang mengalir ditubuhnya sudah mengalir begitu cepat sampai ia memilih keluar dari kamar dengan membawa bukti.


Dari situlah Mayra marah besar dan tidak terima kalau rencananya gagal, Mayra memutuskan untuk membuang Cici dan memulai rencananya sendiri tanpa melibatkan wanita itu lagi. Bukannya berhasil malah dia juga yang gagal, dan Cici adalah wanita bodoh yang pernah dia temui.


__ADS_2