Surat Terakhir

Surat Terakhir
Asrama


__ADS_3

Setelah sampai di rumah Hesti dan sedikit cerita dengan sahabatku ada perasaan lega,namun aku sudah harus berpamitan kembali pada pukul 7 pagi, aku dan Hesti saling berpelukan dan entah kapan kami akan bertemu kembali,karena asrama yang akan aku tinggali bukankah asrama yang bisa keluar masuk sesuka hati.


"Jagalah dirimu baik-baik disana, belajar yang giat. Kamu harus jadi orang sukses dan membuktikan kepada orang tuamu bahwa kamu bisa meskipun sendiri" ucap Hesti menyemangatiku.


"Aku tidak sedurhaka itu,tanpa mereka mana mungkin ada aku yang sekarang" ucapku membalas ucapan Hesti dengan kekehan.


"Kau ini,terbuat dari apa hatimu itu. Aku tahu selama ini kamu menjalani hidup yang tidak mudah,tapi kamu tetap membela mereka. Aku yang orang lain saja sebal!"


"Rasa sedihku adalah ujian dari Allah, bukankah kita akan merasakan kebahagiaan yang sebenarnya, jika kita tahu sedih itu seperti apa? kita akan bisa membedakan manis dan pahit jika kita pernah merasakan keduanya"


"Iya ukhti,aku salah mengajarkan mu menjadi anak durhaka haha. Sudah pergi sana,aku pasti akan merindukan kamu"


"Baiklah,apa kamu tidak ingin ikut saja dengan ku?"


"Tidak!. Lebih baik uangnya di tabung untuk masuk ke perguruan tinggi, andaikan saja otakku se encer kamu yang bisa mendapatkan beasiswa, pasti aku melakukan hal yang sama seperti kamu saat ini."


"Jangan seperti itu,kamu bagiku sangat pintar. Aku hanya sedikit bekerja lebih keras untuk bisa mendapatkan beasiswa ini,aku tidak ingin membebani orang tua ku lebih banyak"


"Sudah ... sudah,jika mendengar cerita keluarga mu aku seperti menonton sinetron azab. Kendaraan online mu sudah datang tuh,pesanku tetap sama ,jaga diri baik baik dan aku ingin bertemu kamu lagi setelah sudah sukses nanti"


"Oh kalo aku tidak sukses kamu tidak ingin menemui ku lagi gitu?"


"Tergantung hehe"


Setelah pembicaraan konyolku dengan Hesti aku pun berpamitan dan memeluknya erat. Aku akan menitipkan keluarga dan sahabat ku dalam doa,semoga kalian selalu baik-baik saja,tunggu aku kembali.


***


Satu jam perjalanan akhirnya aku sampai di asrama wanita yang akan menjadi tempat tinggal baruku, bangunan tinggi yang dan halaman yang luas. Setelah membayar ongkos kendaraan,aku langsung berjalan ke arah gerbang tinggi yang terkunci,dan di sana aku bertemu dengan penjaga atau satpam.


"Assalamualaikum pak"


"Wa'alaikumussalam,ada yang bisa saya bantu?"

__ADS_1


"Saya siswa baru di asrama ini,dan saya sudah mendapatkan izin untuk datang dan langsung tinggal di asrama ini " ucapku pada pak satpam itu.


"Apa ada surat pengantar atau semacam barcode yang di berikan pihak asrama biar saya cek secara langsung?"


Ah iya ,aku ingat saat berhasil lolos waktu itu aku mendapatkan barcode sebagai bukti sah bahwa aku telah diterima dan sah menjadi murid asrama ini.


"Ada pak, sebentar saya ambil di hape saya"


Aku pun langsung mengambil hapeku di tas gendong yang setia bertengger di pundak ku, setelah itu aku membuka hape ku dan memperlihatkannya pada satpam yang berjaga. Pak satpam itu mengambil hapeku dan mengeceknya secara langsung di sebuah sistem dan tak lama ia membukakan gerbang tinggi itu.


"Silahkan masuk ,kamu terdaftar secara resmi di asrama ini"


"Terima kasih pak,apa saya boleh bertanya?"


"Silahkan"


"Saya baru pertama kali kesini dan saya tidak tau prosedur di asrama ini seperti apa,saya harus kemana dulu ya?"


Satpam itu tersenyum.


Aku pun mengangguk.


"Biasanya anak yang akan tinggal di asrama ini di antar keluarga dan mereka pasti sudah tau harus melakukan apa,tapi sepertinya kamu melakukannya sendiri"


"Iya pak,orang tua saya sedang ada urusan pribadi jadi tidak bisa mengantarkan saya"


"Hmmh, apa sesibuk itu!. Baiklah saya akan mengantarkan kamu ke ruang TU disana ada bagian informasi kamu bisa bertanya secara langsung"


"Baik pak ,Terima kasih"


Setelah memberi perintah pada rekannya, pak satpam itu pun mengantarkan aku kebagian informasi, setelah selesai dia kembali ke pos jaga.


Petugas yang berjaga di bagian informasi cukup membantuku,dia memberikan aku beberapa lembar kertas yang isinya adalah perjanjian aku dan asrama untuk menjaga nama baik asrama dan harus membuat prestasi selama menjadi siswa yang diterima lewat jalur beasiswa. Jika poin poin dalam perjanjian tidak aku penuhi maka aku bersedia jika beasiswa ku di cabut. Aku dengan senang hati menandatangani setelah selesai membaca.

__ADS_1


Tak lama kemudian petugas administrasi itu memberikan seragam sekolah dan yang lainnya termasuk ruangan yang akan aku tempati bersama murid-murid yang lain. Kali ini aku tidak akan tidur sendirian lagi,karena di kamarku nanti ada 5 orang siswi yang akan menjadi temanku. Selama menuntut ilmu disini aku berharap bisa berteman baik dengan mereka.


Setelah semua urusan ku selesai,aku di antar oleh petugas asrama menuju ruangan milikku. Saat aku masuk keruangan itu ada beberapa siswi yang sedang berbenah pakaian atau sekedar rebahan, mungkin mereka juga sama seperti ku yang baru datang ke asrama. Setelah mengucapkan terima kasih pada petugas asrama,aku pun mengucapkan salam pada mereka yang sibuk dengan urusan masing-masing.


"Assalamualaikum" ucap salam ku pada ke-limanya


"Wa'alaikumussalam" sahut mereka serentak


"Boleh aku masuk?"


"Silahkan" ucap mereka bersama.


"Perkenalkan nama aku Inka Amira,aku siswi baru di asrama ini. Semoga kita bisa saling berteman terima kasih." ucapku dengan percaya diri memperkenalkan diri kepada teman-teman baruku.


Mereka pun berdiri dan bersalaman untuk memperkenalkan diri padaku satu persatu. Tiga orang pertama langsung kembali ke kasurnya, sedangkan yang dua membantu aku merapikan pakaian,padahal aku sudah menolaknya namun mereka memaksa ingin membantu,jadi dengan perasaan tidak enak aku pun mempersilahkan mereka melakukannya.


"Kamu cuma membawa barang segini saja?" ucap Nagita atau gigi,dia gadis yang manis dan polos.


"Iya, aku hanya membawa ini saja, sepertinya ini pun cukup untuk aku"


"Pasti kamu orang yang hemat iyakan?" ucap gigi kembali bertanya


"Sudahlah gi, memangnya semua orang harus boros seperti dirimu" ucap Lala salah satu teman baruku yang sedikit agak tombol tapi tetep feminim,katanya dia atlit karate.


"Kau ini jahat sekali, bersikap lah sedikit lembut kepadaku,nanti aku berikan hadiah untuk mu"


"Aku sudah muak bersikap lembut kepadamu dari zaman TK kau selalu membayangi aku,kenapa kau mengikuti ku sampai ke asrama ini, bukankah kau tidak bisa jauh dari Mami mu?" ucap Lala dengan kesal.


"Aku enggan mencari teman baru lagi,aku lebih aman berteman dengan mu,kau bisa menjaga ku dari serangga-serangga nakal hehe" ucap gigi dengan kepribadian centilnya.


"Memangnya kau anak sultan apa yang harus aku jaga?"


"Kau lupa ya?aku memang anak sultan. Ya ayahku bernama Sultan Wijaya bukan kah kamu sudah tau itu" ucap gigi polos.

__ADS_1


"Bodo amat!" sahut lala yang mulai lelah menghadapi sahabatnya.


Tingkah lucu keduanya membuat suasana hati Inka semakin baik,dan dia bersyukur berada satu ruang bersama gigi dan Lala.


__ADS_2