
"Maaaaasssssssssss! Baju apa ini,kenapa modelnya seperti ini?" tanya Arumi kesal setelah mendapati pakaian yang diberikan oleh Putra.
"Kamu sudah berucap akan menggunakan apapun pakaian yang mas pilihkan,dan sebaiknya kamu tempati ucapan kamu. Tidak ada yang salah dengan pakaian itu,toh yang melihatnya cuma aku saja. Cepatlah keluar,sebelum mas mendobraknya dan menarik paksa kamu untuk keluar dari sana."
"Kenapa kamu semakin menyebalkan si mas! Baju apa ih ni, transparan dan bentuknya begini lagi, hhmhh sama saja tidak menggunakan baju." Arumi mengoceh karena tidak suka dengan pilihan Putra
Putra hanya tersenyum mendengar ocehan istrinya "Yasudah sekarang pilih saja ,pakai itu,atau tidak sama sekali ,toh pada akhirnya akan lepas juga."
__ADS_1
"Ishhh kamu nyebelin mas "
Drama baju terjadi cukup alot,dengan berbagai pertimbangan dan situasi yang sudah tidak memungkinkan,membuat Arumi mau tidak mau menggunakan baju atau apalah yabg suaminya itu berikan. Ya ampun Arumi seperti wanita murahan yang akan menjajakan tubuhnya kepada laki-laki,namun bedanya ini adalah suaminya sendiri.
"Kenapa designer sampai kepikiran membuat baju seperti ini. Siapa yang akan menggunakannya? apa baju ini dijual bebas? ," banyak pertanyaan yang terlontar dari mulut Arumi,karena yang ia tahu baju tidur/santai seksi itu hanya sebatas daster di atas lutut,bukan pakaian yang tipisnya macam jaring ikan ini.
20 menit kemudian barulah Arumi keluar dari kamar mandi,ia masih membungkus tubuhnya dengan handuk yang ia bawa sebelumnya. Lalu di mana keberadaan suaminya? Arumi mencari kesegala arah,lagi dan lagi suaminya sudah berada di belakangnya dan mengejutkan Arumi karena Putra memeluknya secara tiba-tiba.
__ADS_1
Putra tidak menghiraukan ucapan istrinya,saat ini yang ia tahu adalah semuanya harus terjadi. Kenapa harus menunda terlalu lama,toh ini bukan pengalaman pertama mereka,jadi melakukan hubungan suami istri bukanlah hal yang baru ,Putra pikir mereka sudah pernah merasakan kenikmatannya. Tidak salah rasanya jika Putra ingin merasakan kembali kenikmatan itu,dengan cinta dan suka sama suka.
Putra melempar handuk yang dipakai Arumi untuk menutupi lingerie ,tentu saja Arumi sangat terkejut dan malu,namun hal itu tidak berlaku untuk Putra. Arumi seolah terhipnotis saat putra membalikkan tubuhnya,kini keduanya sudah saling berhadapan. Gugup dan keringat dingin mulai menerpa Arumi,ini bukan pertama kalinya namun rasa deg-degan itu masih sama .
Ya ampun,apa yang akan mas Putra lakukan? aku gugup, bagaimana ini,apa aku harus membuat alasan dan menghindari situasi ini,tapi sampai kapan? Arumi bermonolog sendiri , sementara Putra sudah melakukan tindakan lebih jauh.
"Mas,apa yang akan kamu lakukan?" tanya Arumi
__ADS_1
"Aku ingin meminta hak ku. Ini bukan pengalaman pertama kita sayang,jadi mas ingin kembali merasakannya dengan Istri yang mas cintai. Bolehkah?" ucap Putra mengiba
Ini memang bukan yang pertama untuk Putra namun bagi Arumi ini yang pertama kali. Apakah ia harus mengatakannya pada Putra dan meminta waktu untuk mempersiapkan semuanya sampai Arumi benar-benar siap,atau ia akan pasrah dan membiarkan Putra tau semuanya sendiri. Entahlah yang jelas saat ini Arumi sangat gugup.