
Putra memiliki hubungan baik dengan penyesalan, kesalahannya di masa lalu begitu besar,namun keberuntungan masih berpihak kepadanya. Inka Amira wanita yang ia nikahi dan sempat ia sia-siakan memiliki hati yang pemaaf,hingga Putra bisa mengikis sedikit penyesalannya meskipun masih tertinggal.
Begitu pun hari ini, sedikit saja ia tidak menyadarinya maka penyesalan terbesar itu akan dia rasakan kembali. Umumnya manusia bersikap seperti hakim, memastikan hukuman terbaik untuk si pelaku dosa,padahal itu bukan kapasitas manusia. Manusia hanya punya perasaan ,seberat apa rasa sakit yang di terima,dan sejauh mana kemampuannya untuk memaafkan. Jika sanggup bertahan maka lakukan,jika tidak maka cukupkan.
Arumi memilih memaafkan mungkin karena sebuah alasan,ia pun akan benar-benar pergi jika dirasa keberadaannya disia-siakan. Hidup ini tentang pilihan apapun itu lakukan untuk kebahagiaan diri meskipun harus melalui proses sakit. Hari ini ia memilih takdirnya, memutuskan untuk kembali bukan karena sebuah keterpaksaan tapi tentang memberi kesempatan, barangkali ada kebahagiaan yang menyambutnya.
***
Setelah pembicaraan dengan sang adik dilakukan maka Arumi mempersiapkan diri untuk besok pulang ke Jakarta,dengan keyakinan dan dukungan sang adik Arumi benar-benar memantapkan hatinya.
__ADS_1
Berat meninggalkan sang adik namun Arumi bukan lagi wanita yang diabaikan,kini ia memiliki seorang suami yang sedang berperan, berharap tidak mengecewakan.
"Sayang,aku akan membantu kamu berkemas. Aku sudah memesan tiket pesawat untuk kita kembali ke rumah."
"Tidak usah mas,lagi pula barang yang akan aku bawa hanya sedikit saja. O iya jam berapa keberangkatan kita? "
"Siang sayang,katanya kamu ingin pamit dengan tetangga sekitar dan juga kedua pegawai kamu. Jadi mas usahakan jadwalnya enggak mepet."
"Kamu pasti berat ya meninggalkan Aldi? jika kamu belum siap untuk ikut bersama mas,tak apa sayang nanti saja,sampai kamu benar-benar siap, mas akan kembali membawa kamu dengan perasaan tenang tanpa beban."
__ADS_1
"Tidak mas,aku akan tetap ikut bersama kamu hanya saja aku seperti sedang bermimpi,aku melihat kamu dihadapan ku dengan wujud yang berbeda, laki-laki dingin dan sedikit kaku seperti menghilang dari dirimu. Aku berharap setelah ini tidak ada lagi yang berubah."
Putra mendekat dan memeluk Arumi "Maafkan mas waktu itu,dan kini aku menyadari semuanya,aku janji akan menjadi suami yang baik dan ayah yang baik untuk anak-anak kita."
"Aku percaya mas,mas sudah membuktikan itu semua jadi tetaplah seperti sekarang. Dan aku akan selalu menemani kamu dalam semua keadaan jadi jangan pernah berubah apapun yang terjadi."
"Mas janji akan menjadi suami yang lebih baik lagi." ucap Putra mengecup kening Arumi
**
__ADS_1
Malam telah menyapa tempat tidur yang sebelumnya dibentengi oleh kedua guling kini tidak ada lagi, keduanya saling mendekat dan memeluk tidak ada jarak diantara mereka. Hawa dingin menjadi pendukung keromantisan keduanya,Putra berinisiatif untuk mengambil langkah cepat awalnya hanya sebuah tatapan mata , menghipnotis sang pujaan hati tanpa kata.
Bibir yang tanpa lawan kini menyatu tanpa jarak, ******* demi ******* menjadi bukti sebuah hasrat yang tertunda,tangan kekar itu tak tinggal diam menjelajah mencari sesuatu yang dituntun oleh hasrat, hingga menemukan pahatan surgawi ,lembut dan menggoda membuat Arumi mengerang ditengah oksigen yang menipis karena penyatuan bibir yang tak kunjung dilepaskan.