Surat Terakhir

Surat Terakhir
ST2


__ADS_3

Malam ini Putra dan Arumi menghabiskan malam yang indah, Putra tidak memberikan kesempatan pada Arumi untuk beristirahat. Putra bertekad harus membuat Arumi hamil dalam waktu dekat, dia akan menebus waktu yang pernah hilang dengan Arumi maupun Arka.


"Mas, sudah ya? aku sangat lelah sejak tadi kamu terus saja bermain, apa tidak ada waktu lagi, sampai-sampai malam ini kamu habiskan?," tanya Arumi dengan keringat yang membasahi tubuhnya.


Putra yang masih berusaha membuat akhir yang indah pun terus berkutat dengan kegiatannya, sedangkan Arumi sudah lelah ditambah jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi. " Sabar sayang ini sebentar lagi selesai, aku akan cukupkan malam ini, besok kita lanjutkan," sahut Putra dengan napas tersengal-sengal.


"Sa..sayang bersiap lah aku akan menanamkan benihku yang kesekian kalinya. Ahhhhh, ini sangat nikmat," ucap Putra meracau ditengah kegiatannya, sedangkan Arumi sudah tidak sanggup lagi dan mulai memejamkan matanya.


"Kamu sudah tidur sayang? terima kasih ya," ucapnya sambil merebahkan tubuhnya di samping Arumi dan mengecup keningnya.


**

__ADS_1


Baru beberapa jam saja tertidur azan subuh sudah berkumandang hal itu mengharuskan Arumi segera bangun dan menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim. Tak lupa ia membangunkan Putra untuk melakukan mandi wajib dan segera mengimaminya menjalankan salat subuh atau Putra pergi ke masjid. Sepertinya suaminya itu sangat kelelahan karena semalaman dia bekerja keras, namun mau tidak mau ia harus tetap membangunkan suaminya Karena bagaimanapun ini adalah kewajiban sebagai seorang muslim.


"Mas, Mas bangun azan subuh sudah berkumandang sebaiknya kita membersihkan diri dan menjalankan salat subuh, setelah itu baru kita lanjutkan tidur, "Putra tak sedikitpun goyah meskipun Arumi sudah menggoyang-goyangkan tubuhnya hal itu membuat Arumi sedikit kesal, ia memikirkan cara bagaimana suaminya bisa bangun dari tidurnya yang pulas itu.


Akhirnya Arumi memiliki ide untuk membangunkan suaminya yaitu Arumi memberikan ciuman di bibir suaminya, dengan sedikit ******* bahkan gigitan yang membuat Putra terbangun mengerang kesakitan. Hal itu justru menjadi malapetaka untuk Arumi bukannya langsung bangun Putra malah menerkam Arumi dan mau tidak mau dia harus melayani suaminya, sebagai syarat bahwa ia akan bangun dan menjalankan kewajiban salat subuh berjamaah, sungguh menyebalkan namun ini adalah rutinitas baru untuk Arumi yang mau tidak mau harus ia lakukan, karena jika tidak maka dosa hukumnya begitulah yang Iya tahu.


setelah drama panjang keduanya, akhirnya mereka melakukan mandi wajib dan menjalankan salat subuh berjamaah. Arumi memang merasakan kantuk yang luar biasa tapi bagaimanapun dia harus menyiapkan sarapan dan menyiapkan pakaian untuk suaminya bekerja.


mukanya Putra terbangun Malaysia menarik istrinya ke dalam pelukannya mengucapkan selamat pagi dengan ciuman di pipi dan di seluruh wajah istrinya hal itu justru membuat Arumi semakin kesal bukannya lekas bangun malam menjahilinya. "Mas kamu ini menyebalkan sekali, aku kan niatnya cuma membangunkan kamu, tapi kenapa kamu malah menarik aku lagi ke tempat tidur jangan macam-macam ya aku tidak ingin lagi Kamu kerjain badanku sudah lelah. Lihat ini bahkan di tubuhku banyak bercak-bercak merah yang kamu tinggalkan aku malu bagaimana menutupi ini kau ini semua," lagi lagi Arumi mengomel sambil menunjuk lehernya yang merah kebiruan akibat perbuatan Putra.


"Kenapa harus ditutupi sayang, itu adalah bukti bahwa kita sudah melakukan hubungan yang menggairahkan. Biarkan saja orang-orang tahu biar mereka tahu kalau kita sedang dalam proyek besar untuk membuatkan adik Arka dan Rafa, Aku berharap kabar baik itu secepatnya kita terima aku merasa usiaku semakin tua sedangkan Rafa dan Arka belum memiliki adik. Jadi mau tidak mau aku harus bekerja keras dan aku harap kita bisa bekerja sama dengan baik sayang hehehe, "

__ADS_1


"Halah itu kan modus kamu saja padahal kan tidak harus semalaman suntuk untuk membuat anak. Cukup sekali saja tapi di waktu yang tepat aku yakin kabar baik itu akan segera datang, tapi kamu ini malah menggempur aku terus-terusan kamu pikir dengan seperti itu akan mendatangkan anak lebih, "


"Tentu saja hal itu sangat mempengaruhi semakin sering aku menggempur mu, semakin sering aku mengurungmu di kamar maka kemungkinan besar aku memiliki anak akan semakin terbuka lebar, jadi mau tidak mau kamu harus mengikuti arahan dari suamimu ini oke ? ya syukur-syukur memang dalam waktu dekat ini kabar baik itu akan kita terima jadi usahaku tidak akan sia-sia, kalau pun belum aku akan terus bekerja keras,"


"Kamu ini sangat menyebalkan sekali Mas, sebaiknya sekarang kamu bangun. Lepaskan pelukanmu karena aku sudah rapih lihat bajuku jadi lecek lagi kan gara-gara kamu. Sekarang sebaiknya kita turun kebawah dan segera sarapan, aku sudah menyiapkan sarapan yang enak untuk kamu "


"Kenapa harus repot-repot memasak sayang kan sudah ada Bi Hannas, tugasmu hanya mendampingiku di tempat tidur ini dan menyiapkan segala keperluan yang aku butuhkan cukup hanya itu saja besok-besok kamu tidak perlu ke dapur menyiapkan masakan atau apapun itu ya?,"


Tiba-tiba Arumi memukul lengan suaminya lagi-lagi ucapan yang keluar dari mulut Putra begitu nyeleneh. "Kau ini begitu menyebalkan Aku baru tau sifatmu Mas, tugas seorang istri itu selain berada ditempat tidur ini juga berada di dapur memastikan makanan yang enak untuk keluarganya meskipun ada asisten rumah tangga hal itu tidak membuat aku lepas tangan begitu saja. Aku juga ingin dipuji oleh suami dan anakku karena makanan yang aku buat, ketika kalian sehat dan tidak kurus bukankah seorang ibu yang akan dipuji karena berhasil memberikan hidangan terbaik untuk keluarganya, masa iya bik Hannas yang akan mendapat pujian karena suami dan anak-anakku sudah tumbuh dengan baik, hah mau dikemanakan muka ku ini sebagai seorang istri dan juga ibu, " cerocos Arumi


"Baiklah baiklah Aku kalah jadi kamu boleh melakukan apapun yang kamu sukai di rumah ini, aku akan dengan senang hati mengijinkan nya tapi aku berpesan kamu jangan sampai kelelahan atau kecapean ya. Aku tidak mau istriku yang cantik ini mengeluh karena seharian mengurusi rumah oke, apalagi jatah ranjangku berkurang aku sama sekali tidak menginginkan hal itu. Kamu ingat ya, kamu harus selalu baik-baik saja, sehat dan bahagia selama menikah denganku bahkan seterusnya oke," Putra mengecup bibir istrinya lalu pergi ke kamar mandi tanpa menghiraukan ocehan istrinya selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2