Surat Terakhir

Surat Terakhir
ST25


__ADS_3

Setelah mengucapkan hal itu Inka pergi begitu saja,tanpa sarapan atau sekedar minum teh. Semalaman Inka menunggu kepulangan Putra namun ternyata suaminya pulang saat pagi hari.


Inka pergi dengan perasaan yang hancur. Dia sendiri tidak pernah menyangka bahwa akan menjalani rumah tangga seperti ini. Lama menunggu, akhirnya ojek Online yang di pesan datang juga,ia pun segera berangkat untuk pergi ke kampus.


Sesampainya di kampus Inka sudah di sambut oleh ketiga temannya. Hesti mulai menyadari bahwa keadaan sahabatnya tidak baik-baik saja wajah yang pucat dan tidak ada aura kebahagiaan sebagai pengantin baru.


"Inka wajahmu pucat sekali,kenapa kamu sudah masuk kuliah,apa kamu tidak pergi berbulan madu dengan suamimu?" tanya Hesti


"Benar Ka,apa yang di bilang Hesti . Apa kamu sedang sakit?" tanya Lala menimpali


"Apa jangan-jangan kamu begadang semalaman?" tanya Gigi penasaran


Mendengar pertanyaan Lala soal begadang, akhirnya Inka menganggukkan kepalanya. Sedangkan pikiran teman-temannya sudah melanglang buana kemana mana.


"Jadi benar kamu habis begadang?" tanya Gigi meyakinkan


Inka pun kembali menganggukkan kepalanya.


"Wah,aku pikir kamu akan menahannya sampai lulus kuliah nanti, ternyata kamu sudah tidak sabaran ya. Apa rasanya sakit?" tanya gigi pada inka yang pikirannya tidak pada tempatnya.


Lagi-lagi Inka menjawab pertanyaan konyol Gigi. Ketiga sahabatnya terkejut mendengar jawaban dari Inka,mereka tidak percaya bahwa Inka akan se polos itu menjawab pertanyaan Gigi Miss kepo.


"Wahhh seperti apa rasa sakitnya? kata orang pengantin baru itu akan sulit berjalan,tapi yang kulihat jalanmu biasa saja meskipun tubuhmu begitu lemah"


Saat Gigi asik berbicara ngaler ngidul,Inka menitikkan air matanya. Hal itu membuat ketiga sahabatnya keheranan.


"Inka kenapa kamu menangis?" tanya Hesti


"Inka,kamu tidak apa apa kan,?" Ucap Lala menimpali


"Inka,apa pertanyaan ku terlalu frontal?" ucap gigi yang merasa bersalah


Inka menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan ketiga sahabatnya,Dia pun mulai tersadar dan mengelap air matanya.


"Kepalaku pusing sekali,aku ingin istirahat sebentar. Bawa aku ketempat sepi," ucap Inka dengan suara pelan


Melihat keadaan Inka saat ini ketiganya mulai mengerti, sepertinya ada yang terjadi dengan Inka,mereka pun berinisiatif membawa Inka ke taman kampus yang tidak jauh dari sana.

__ADS_1


"Baiklah,ayo kita ke taman saja" Ajak Hesti


Mereka pun berjalan menuju taman kampus. Ketiganya dibuat terdiam karena keadaan Inka yang sepertinya tidak baik-baik saja. Sesampainya di taman Inka memilih menghampiri gajebo yang memang di sediakan pihak kampus untuk mengerjakan tugas kelompok atau sekedar diskusi dan berkumpul. Menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung proses belajar mahasiswa.


Mereka berempat pun duduk disana masih dengan perasaan bingung.


"Inka wajahmu pucat sekali,apa kamu sudah sarapan?" tanya Hesti kembali


Inka pun menggelengkan kepalanya.


"Ya ampun,kenapa belum sarapan? "


"Gi,tolong belikan sarapan untuk Inka. Biar aku dan Hesti yang menjaga Inka,tadi kamu juga bilangkan belum sarapan?" tanya Lala pada sahabat oroknya


"Baiklah,aku akan membelikannya. Tunggu aku jangan pergi kemanapun" ucap gigi


"Iya bawel!"


Gigi pun pergi menuju kantin kampus. Hal ini menjadi kesempatan untuk keduanya bertanya, sementara biang kepo itu pergi.


Inka menggelengkan kepalanya.


"Jangan menutupi apapun Ka,aku sudah cukup mengenal mu,bahkan sebelum kita mengerti kerasnya kehidupan ini," ucap Hesti yang memahami bahwa sahabatnya tidak baik-baik saja.


"Benar Ka, meskipun kita baru bertemu beberapa tahun,tapi aku sudah cukup mengenal mu. Tolong percaya pada kami,dan bagilah apa yang ingin kamu bagi,jangan di pendam sendiri"


Setelah kedua sahabatnya meyakinkan akhirnya Inka membuka suaranya.


"Pak Putra tidak menginginkan pernikahan ini" ucap Inka yang membuat sahabatnya terkejut.


"Apa maksud kamu ka?" tanya keduanya


Inka tersenyum kecut.


"Pak Putra terpaksa menikah dengan ku karena desakan ibu mertuaku. Aku pikir saat Dia memintaku menjadi istrinya dan menyanggupi permintaan ayah untuk menjaga ku,itu dari hatinya, ternyata bukan." ucap Inka sendu


"Sekarang aku harus bagaimana?" tanya Inka pada kedua sahabatnya

__ADS_1


"Kamu tahu dari mana kalau Pak Putra tidak menginginkan pernikahan kalian?" tanya Lala


"Dia yang mengatakannya sendiri,bahkan semalaman aku menunggunya pulang dan ternyata pagi hari Dia baru kembali" ucap Inka yang tidak bisa membendung air matanya.


Hesti dan Lala begitu terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut Inka,mereka tidak menyangka bahwa Inka akan merasakan hal tidak menyenangkan seperti ini. Pernikahan seharusnya membuat Inka bahagia namun pagi ini dia membawa duka nestapa.


Mereka berdua bingung harus berbicara apa,karena ini sudah termasuk ranah pribadi. Dan mereka tidak memiliki wewenang untuk terlibat di dalamnya kecuali mendoakan dan memberikan semangat.


"Aku bingung harus mengatakan apa,karena akupun tidak menyangka bahwa kehidupan pernikahan yang bahkan belum berusia 24 jam ini,kamu sudah merasakan kepahitan. Aku hanya bisa berdoa untuk kebaikan mu, mungkin pak Putra butuh waktu untuk beradaptasi dengan kamu,dan aku harap kamu tetap bersabar." ucap Lala memberikan dukungan


"Benar apa yang di katakan Lala , mungkin suami mu hanya butuh waktu untuk menerima pernikahan kalian. Jangan putus berdoa karena hanya Allah yang memegang kendali atas hati manusia"Sambung Hesti memberikan dukungan yang sama pada sahabatnya.


Inka pun menganggukan kepalanya.


"Terima kasih karena kalian sudah ada di samping ku,entah kenapa hal ini begitu berat untuk aku jalani. Semoga saja Mas Putra segera menyadarinya,jika tidak aku mungkin harus menyerah." ucap Inka sendu.


"Tolong jaga rahasia ini" ucap Inka pada kedua sahabatnya dan mereka saling berpelukan.


Saat mereka sedang berpelukan Inka merasakan sakit kepala yang sangat hebat, hingga membuat kesadarannya hilang. Hal itu beriringan dengan kedatangan Gigi yang membawa banyak makanan.


"Ka...Ka, Inka bangun kamu kenapa?" ucap Hesti panik


"Ka bangun ka" ucap Lala yang juga merasakan kepanikan.


"Kalian kenapa?" Tanya gigi yang baru tiba.


"Lala pingsan segera hubungi tim UKS kampus" ucap Lala memberikan perintah pada gigi


Gigi pun panik dan begitu saja meletakkan makanannya di atas gajebo,dan segera menghubungi UKS kampus. Tak berapa lama mereka pun datang membawa tandu, syukurlah jarak UKS tidak terlalu jauh jadi tidak mengharuskan menggunakan mobil.


Inka langsung di bawa ke UKS dan menerima perawatan dari dokter yang bertugas di sana. Dokter tersebut bertanya perihal pingsannya Inka,dan kedua sahabatnya menjelaskan apa yang mereka lihat saat kejadian.


Setelah beberapa menit diperiksa dokter pun keluar ruangan dan memberikan kabar pada ketiga sahabatnya.


"Bagaimana keadaan Sabahat saya dok?" ucap ketiganya


"Diagnosis sementara teman kalian mengalami anemia dan kekurangan cairan,dan sepertinya belum ada asupan apapun yang masuk. Dan untuk memastikannya sebaiknya teman kalian di rujuk ke rumah sakit besar saja, segera hubungi keluarganya" ucap dokter yang tidak bisa memberikan informasi lengkap kepada yang bukan keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2