
Vani yang bingung harus bagaimana hanya bisa duduk diam
" Van Lo GPP kan " tanya Salwa
" ga papa kok sal" jawab vani
" yaudah aku balikya " lanjut Vani yang langsung berdiri dan pergi meninggalkan sahabatnya
"seharusnya kita ga ngajak Vani bolos tadi " ucap Astri
" kalo gue tau mending tadi gue di kelas aja" nasla dengan liri
mereka bertiga merasa bersalah karena mengajak Vani bolos dan membuat Vani terkena masalah oleh kakaknya varo
di lain sisi Vani yang terus berjalan menuju luar sekolah hanya bisa memikirkan bagaimana cara bisa kabur dari amukan varo
" telfon kak Gavin aja lah"
" halo de kenapa"Gavin
" kak bisa jemput Vani ga sekarang" Vani
" maaf ya de kakak lagi kuliah " gavin
"yaudah ga papa kok kak yaudah Vani matiin ya telfonnya" Vani
__ADS_1
setelah menelpon Gavin, terlihat mobil varo telah terparkir di halaman sekolah dan varo turun dari mobil dengan wajah datar menahan amarahnya namun terlihat tampan dan jangan lupa dengan pakaian kantor yang melekat pada dirinya
"masuk" perintah varo yang tidak bisa di banta lagi
Vani langsung masuk ke dalam mobil varo, Vani merasakan hawa yang mencekam di saat varo memasuki mobil
saat di perjalanan tidak ada yang berbicara membuat keadaan menjadi canggung
skiip rumah
saat sampai di depan rumah Vani , varo langsung menyeret Vani masuk ke dalam rumah sambil menggenggam tangan Vani sampai meninggalkan bekas yang berwarna merah ke biru biruan dan melempar Vani saat telah sampai di ruang tengah , tanpa sengaja kepala Vani terbentur oleh ujung meja yang membuat kepala Vani mengeluarkan darah
"KAMU UDAH JANJI GA AKAN BOLOS LAGI , TAPI INI APA, KAMU BOLOS LAGI " ucap varo emosi
" maaf kak"Vani
"lepas kak hikkss ..... " pinta Vani yang kesakitan
" sekali lagi kamu bolos , gue akan kasi lebih dari pada ini " ancam varo ke Vani , varo melepas tarikannya pada rambut Vani tapi dengan cara mengganas nya dan kepala Vani kembali lagi terbentur
varo yang melihat hal itu hanya tersenyum sinis , dan pergi meninggalkan Vani
Vani yang merasa pusing karena kepastiannya 2 kali terbentur dan mengeluarkan banyak darah hanya bisa duduk lemas dan berusaha menelpon seseorang secara acak
"tolongin Vani.." ucap Vani lemas dan langsung pingsan
__ADS_1
" Van loop kenapa ? VAN .. VANII "balas orang itu sambil berteriak
"tunggu gue Van gue kesana sekarang juga " lanjut orang itu
di lain sisi nasla merasa hawatir setelah mendapat telepon dari Vani , ya dia adalah orang yang di telpon oleh Vani
" kalian berdua ikut gue ke rumah Vani" perintah nasla dengan nada hawatir
"emang Vani kenapa" tanya Astri
"ga usah banyak tanya dehh , Yook berangkat" ucap nasla
mereka bertiga pergi meninggalkan sekolah dengan mengendarai mobil sport milik Salwa
skiip rumah Vani
mereka bertiga telah sampai dan langsung masuk ke rumah Vani tanpa permisi karena pintu rumah Vani. tidak terkunci
saat mereka memasuki ruang tengah Salwa berteriak
" VANIII " teriak Salwa
mereka langsung menuju vani dan melihat wajah Vani yang pucat dengan darah yang mengalir di dua luka kepalanya
" Van bangun Van " ucap Astri yang suda berkaca kaca
__ADS_1
" udah mendingan kita keruma sakit sekarang" ajak nasla
Salwa dan nasla langsung membopong Vani menuju mobil dengan Astri yang membukakan pintu