
Arumi pun melangkahkan kakinya menuju kamar yang ditunjukkan oleh,Putra. Sesampainya di dalam kamar itu ia duduk dan memandangi setiap sudut kamar yang begitu rapih dan luas. Luas kamar ini bisa dikatakan dua kali lipat dari kamar miliknya.
Arumi merasakan ketidak nyamanan berada di sini namun seperti fungsinya tidak ada,ia berpikir saat ijab Kabul dilakukan mulai saat itu Dia berjanji akan belajar menjadi istri dan ibu yang baik untuk Arka juga Rafa. Ekspektasi tinggi ternyata kenyataan tidak demikian.
Pukul setengah tiga sore Putra sudah menyeret kopernya untuk pergi keluar kota. Sebelum berangkat dia berpamitan dengan kedua anaknya dan juga Arumi, terlihat seperti keluarga yang harmonis,namun tidak dengan perasaan Arumi.
"Saya titip anak-anak sama kamu,Saya akan mengusahakan pulang cepat saat urusan saya sudah beres,dan ini kartu ATM untuk keperluan kamu dan anak-anak,mulai sekarang kamu tidak perlu bekerja lagi,kamu juga bisa membiayai sekolah Aldi dengan kartu ini,"
"Baik,pak. Terima kasih,saya akan menjaga mereka dengan baik"
"Yasudah saya pamit dulu"
Putra pun meninggalkan halaman rumah dan juga Arka untuk pertama kalinya, sebelumnya Dia tidak pernah meninggalkan Arka dalam waktu lama,namun dengan adanya Arumi dia mempercayainya karena yakin kalau Arka akan baik-baik saja.
**
Saat ini Arumi sedang mengurus Arka dan Rafa, memandikan dan memakaikan pakaian pada dua bocah tampan itu .
"Nah, sekarang kalian sudah ganteng-ganteng. Makan sudah mandi juga sudah, sekarang kalian harus belajar ya,ibu yang akan menemani kalian malam ini.
Rafa dan arka pun dengan antusias mengiyakan apa yang di sarankan ibunya. Mereka belajar dengan serius,sesekali diiringi candaan dan tawa kencang ketiganya. Saat waktu sudah cukup untuk tidur,mereka pun mengakhiri belajar dan bercandanya.
"Sekarang waktunya tidur,malam ini Rafa akan tidur dengan Arka ya. Arka tidak keberatan kan?"
"Hhmhh tidak kok Bu,aku malah senang. Kata ayah nanti Rafa juga akan dibuatkan kamar sama seperti kamar punyaku" ucap Arka
"Benarkah,wah. Aku ingin sekali memiliki kamar seperti punyamu,luas dan banyak mainannya." sahut Rafa begitu antusias dan bahagia.
"Tentu saja"
"Yasudah , untuk sekarang kalian harus tidur lebih dulu ya,besok kan hari Minggu kita pergi ke bazar pagi,kalian mau?" ucap Arumi
"Mau Bu,mau " sahut Arka dan Rafa antusias.
Saat keduanya sudah berbaring di tempat ti Dur ,dan Arumi akan meninggalkan kamar keduanya, namun terhenti saat Arka membuka suaranya.
__ADS_1
"Bu, bagaimana kalau kita tidur bertiga selama ayah pergi keluar kota,supaya ibu tidak kesepian" usul Arka yang disetujui oleh Rafa
Arumi pun tersenyum dan mengangguk.
"Horeee,tapi tidur di kamar ibu dan ayah ,ya" ucap Arka
Arumi pun berjalan lebih dulu,dan melangkahkan kakinya ke arah kamar sebelah kiri yang berada tepat disebelah kamar milik Arka.
"Loh,kok ke kamar itu Bu,kamar ayah kan yang ini" ucap Arka sambil menunjuk kamar depan milik Putra.
Arumi lupa bahwa keduanya tidak tahu tentang situasi dirinya saat ini.
"Ibu,tidur di kamar ini nak,ibu lebih nyaman di sini" ucap Arumi berbohong.
"Tapi kan kamar ayah lebih besar Bu,aku sering tidur di kamar itu bersama ayah,bahkan saat ibuku masih ada" celoteh Arka menceritakan pengalaman indahnya.
Arumi hanya tersenyum mendengar Arka bercerita.
"Apa kalian jadi tidur dengan ibu?" tanya Arumi untuk mencairkan suasana
Rafa bocah polos yang sedari tadi diam apalagi saat Arka menceritakan pengalaman bahagianya bersama ayah dan ibunya. Rafa merasakan perasaan sedih,ia belum sekalipun merasakan hal itu, berharap setelah ini ia akan memiliki memori indah tentang seorang ayah
Ketiganya sudah berbaring di atas kasur dengan Arumi berada di tengah-tengah keduanya. Banyak hal yang menjadi beban pikiran Arumi, tentang bisakah dia menjadi ibu yang baik dan benar untuk keluarga barunya?
"Bu ,apa ibu bahagia menikah dengan ayah?" tanya Arka tiba-tiba.
Arumi yang mendapatkan pertanyaan itu pun sedikit terkejut.
"Hemhh,i ibu bahagia sayang,apalagi ada kalian" sahut Arumi.
"Syukurlah,dulu aku berharap bisa terus sama-sama dengan ayah dan ibuku,tapi Allah lebih sayang ibu jadi Arka harus ikhlas,nanti Arka pasti ketemu lagi sama ibu di surga"
"Ibu kamu pasti bangga punya anak se Sholeh kamu,"
"Aamiin,"
__ADS_1
"Tapi sekarang kan kamu sudah punya Ibu ,Arka. Ibu Arumi,ibu kita bersama." sahut Rafa
"Tapi ibuku selamanya tidak akan tergantikan, meskipun ada ibu Arumi saat ini" sahut Arka yang membuat Rafa menoleh kearah ibunya,lantas matanya berkaca-kaca,Rafa pun menggenggam tangan ibunya.
***
Beberapa hari kemudian Putra sudah kembali dari pekerjaannya di luar kota. Arumi menyambut suaminya dengan baik, mencium tangannya dan membawakan tas kerja suaminya. Putra langsung menemui kedua anaknya,ia memeluk Arka lebih dulu,pelukan erat dan penuh kerinduan. Rafa yang melihat hal itu pun hanya bisa berdiri dan tidak ingin berharap lebih dari pemandangan yang ia lihat saat ini. Arumi pun tak tega melihat Rafa, berharap Putra melakukan hal yang sama pada Rafa mencium dan memeluknya.
Putra pun akhirnya menyudahi sesi kangen-kangenan dengan Arka,dan tatapannya pun beralih pada Rafa.
"Sini Rafa peluk ayah" ucap Putra pada Rafa
Dengan senang hati Rafa pun berlari kepelukan Putra, meskipun tidak mendapatkan ciuman di seluruh wajah seperti Arka,pelukan seperti ini pun cukup membahagiakan untuk dirinya. Arumi pun lega dan langsung bergegas membawa barang-barang milik putra ke kamarnya.
"Apa ayah membawa oleh-oleh untuk kami?" tanya Arka
"Tentu saja,ayah sudah menyiapkan oleh-oleh untuk kalian berdua"
"Horeee" sahut keduanya penuh kegirangan
"Kalau begitu ayah ke atas dulu ya,kalian lanjutkan acara bermainnya"
"Baik ayah"
Putra pun merasa lelah karena perjalanan ke luar kota di tambah urusan kantor yang cukup menyita waktunya. Kurang dari 5 hari putra meninggalkan rumah tapi sudah seperti 5 tahun saja.
Sesampainya di lantai atas dia melihat Arumi yang berdiri di depan kamarnya,ia menunggu kedatangan Putra , barangkali ia membutuhkan bantuannya untuk merapikan barang-barang milik Putra.
"Kamu masih di sini?" tanya putra
"Iya,pak. Barangkali bapak butuh bantuan saya untuk merapikan barang-barang milik bapak" sahutnya sungkan
"Tidak perlu,saya bisa merapikannya sendiri,kamu kembali saja ke aktivitas kamu sebelum saya datang. Saya permisi ingin beristirahat badan saya cukup lelah. Saya juga ingin berterima kasih,karena kamu sudah menjaga Arka dengan baik" kata putra yang membuat Arumi semakin tidak berguna karena keberadaannya hanya untuk mengasuh anak sambungannya.
"Sama-sama pak,sudah tugas saya. Kalau begitu saya permisi"
__ADS_1
Putra pun mengangguk dan langsung masuk ke dalam kamarnya.