
Setelah selesai makan malam,Aldi menawarkan diri untuk membereskan meja makan,ia mengerti kalau keduanya harus bicara. Sejujurnya Aldi cukup senang, berharap apa yang di ucapkan Putra bukan main-main,dan benar-benar bisa membahagiakan kakaknya. Keduanya pun dalam situasi canggung setelah Aldi meninggal mereka berdua.
"Arumi saya ingin bicara," ucap Putra memecah keheningan
"Silahkan pak,saya akan mendengarkan." sahutnya singkat
"Sebelum saya bicara bolehkah kamu tidak memanggil saya bapak lagi." pinta Putra karena merasa tidak nyaman dengan panggilan Arumi
Arumi merasa heran dengan permintaan Putra, sebelum-sebelumnya ia tidak pernah mempermasalahkan hal ini,lalu kenapa sekarang dia nampak banyak menuntut.
__ADS_1
"Lalu saya harus memanggil bapak apa? " ucap Arumi bertanya
"Terserah kamu yang jelas panggilan itu harus yang terdengar layak untuk imam dalam rumah tangga." Putra berucap hingga membuat Arumi terkejut.
"Apa maksud bapak?" tanya Arumi penasaran.
"Saya masih sah sebagai suami kamu baik secara agama maupun negara, pernikahan kita sudah aku daftarkan beberapa lama setelah kalian meninggalkan rumah. Aku pikir aku akan dengan mudah menemukan kalian dan membawa kalian pulang kembali ternyata kamu dan Rafa benar-benar pergi."
"Ta...pi kenapa? bukankah sejak awal bapak memang tidak berniat untuk menikah dengan ku,semua yang kita lakukan demi anak-anak bukan?"
__ADS_1
"Awalnya memang melakukan semuanya untuk kebahagiaan Arka,namun beberapa waktu kita bersama ternyata sepertinya saya memiliki ketertarikan terhadap kamu. Namun saat itu Arka sedikit membuat saya serba salah, tiba-tiba saja anak itu berubah menjadi anak yang lebih dingin dan sedikit egois,tapi saat kalian pergi ,Arka seperti merasakan kesedihan dan menyesalan,tidak ada semangat lagi menjalani hari-harinya. Dan kamu harus tahu setiap malam dia akan tidur dengan menekuk foto Rafa." putra menjelaskan kondisi sebenarnya setelah kepergian Arumi dan Rafa dari rumah .
"Bukannya anak anda yang menginginkan kami pergi dari rumah,setiap hari Rafa harus pura-pura kuat saat diacuhkan oleh Arka, beberapa kali saya melihat Rafa menangis sendiri saat kalian pergi hanya berdua,Rafa menangis saat Arka bersikap dingin pada dirinya,dan bahkan saya pernah mendengar sendiri kalau Arka melarang Rafa memanggil anda dengan sebutan Ayah . Tapi dia tidak sedikitpun mengeluh kepada saya,karena anak itu sadar kalau situasi yang ia hadapi adalah ulahnya yang telah memaksa saya menikah hanya untuk merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang ayah." Arumi meluapkan uneg-unegnya sesak didannya mungkin sedikit berkurang mengingat Rafa kini sudah menemukan kebahagiaannya.
Putra mendengarkan setiap kata yang penuh kekecewaan dan kemarahan kepada dirinya,karena ia menyadari semuanya adalah kesalahannya yang tidak bisa tegas dalam mengambil keputusan.
"Dan sekarang apa tujuan anda datang ke sini? apalagi anda mengatakan kalau pernikahan kita sudah sah secara hukum,bahkan saya berpikir kalau pernikahan diantara kita sudah di batalkan karena memang semua berawal dari keadaan yang dipaksakan." ucap Arumi tegasnya
"Saya ingin memulai semuanya dari awal" sahut Putra terus terang
__ADS_1
Lagi-lagi Arumi terkejut dengan ucapan laki-laki yang katanya masih berstatus sebagai seorang suami bagi Arumi.