
"Kamu shalat di sini?" Tanya seseorang yang tak lain adalah Arka
Aldi dan Rafa sontak melihat kearah dua orang yang baru keluar dari dalam masjid.
"Kamu mengenalnya boy?" Tanya Aldi
"Iya paman ,Dia teman sekolahku" sahut Aldi.
Tak lama kemudia Arka dan ayahnya menghampiri Aldi dan Rafa, tentunya Arka yang lebih antusias mendatangi mereka dan Putra mengikuti Arka di belakangnya.
"Aku tidak menyangka bisa bertemu kamu di sini" ucap Arka yang terus berbicara dengan raut bahagia karena bisa kembali bertemu dengan Rafa.
"Aku juga,aku pikir kamu tidak pergi ke masjid"
"Aku hampir setiap hari pergi ke masjid bersama ayahku,Masjid ini sangat dekat dengan rumahku. Lalu apa rumah kamu tidak jauh dari sini?" Tanya Arka yang mulai penasaran dengan kehidupan pribadi Rafa.
"Tidak,rumahku jauh dari sini,tapi sesekali pamanku suka mengajakku berkeliling dari satu masjid kemasjid lainnya,katanya mencari suasana baru. Apalagi paman suka bilang setiap langkah kita akan di hitung pahala,aku jadi bersemangat di tambah paman akan membelikan ku kebab yang ada di pertigaan komplek ini" Rafa bercerita dengan raut yang penuh kebahagiaan,membuat Arka merasa iri dan ingin melakukan hal yang sama seperti Rafa.
Putra yang melihat perubahan warna sang anak pun menyadari bahwa selama ini anaknya merasa kesepian meskipun Putra bisa memberikan semua yang Arka inginkan.
"Wah seru sekali ya. Apa dia pamanmu?" Tanya Arka penasaran dengan sosok Aldi yang berdiri di samping Rafa
"Oh iya aku belum memperkenalkan nya. Dia pamanmu namanya Aldi" ucap Rafa memperkenalkan Aldi pada Arka.
"Halo Arka ,saya Aldi pamannya Rafa" ucap Aldi lebih dulu memperkenalkan diri
Arka pun dengan senang hati menyalami Aldi ,tak lama dia pun memperkenalkan Putra pada Aldi.
"Halo paman,aku Arka dan ini ayah ku"
Putra pun mendekat ke arah Arka tak lama Aldi menyalami ayah Arka dan keduanya saling memperkenalkan nama masing-masing.
Setelah drama perkenalan terjadi,Aldi dan Arka pun pamit pulang. Keduanya datang menggunakan sepeda dan Rafa di bonceng di depan,Arka membayangkan bahwa hal itu sepertinya menyenangkan,karena ia belum pernah merasakannya,sebab Putra selalu mengajaknya ketempat yang ada di mol mol besar atau segala jenis mainan yang di beli untuk Arka,namun nampaknya itu tidak membuat dirinya sepenuhnya bahagia.
"Pak Putra,Arka kami pamit lebih dulu ya, Assalamualaikum"
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam"
"Apa kapan-kapan aku boleh main ke rumah kalian?" Tanya Arka penuh harap
Keduanya pun mengangguk "Tentu saja,kamu bisa datang ke rumah kami" tak lama Rafa menimpali " Tapi rumah kami tidak sebagus rumah milikmu"
"Sama saja yang penting rumah,aku sudah tidak sabar ingin berkunjung. Kalau boleh tau alamat rumah kalian di mana?"
"Rumah kami di perkampungan tak jauh dari komplek ini. Cari saja Jl. Beringin no 2 ,kami tinggal di sana" Aldi memberitahu alamatnya setelah itu mereka benar-benar pergi.
**
Di perjalanan pulang,Arka terus bicara bahwa Dia ingin segera mengunjungi rumah Rafa dan juga pamannya. Terlebih Rafa menagih untuk ayahnya segera meminta maaf pada ibunya Rafa.
"Ayah,aku ingin segera berkunjung ke rumah mereka,besok aku akan menyuruh Mbak ayu untuk menyiapkan mainan-mainan ku yang masih baru,kalau perlu aku bawa semuanya. Yah,Rafa dan pamannya sangat dekat ya,aku ingin seperti mereka tapi,om Dhika sibuk dengan pekerjaannya,cuma sesekali saja dia berkunjung,begitu pun dengan aunty Maudy Sibuk dengan belajarnya hhmhh coba saja aku punya teman bermain di rumah,aku pasti tidak akan kesepian"
Putra yang mendengar penuturan putranya pun merasa sedih,Dia pikir apa yang Putra berika selama ini cukup membuat Arka bahagia dan tidak merasa kesepian, ternyata semuanya tidak benar. Padahal Putra sudah berjanji akan selalu membahagiakan anaknya bagaimana pun caranya.
"Iya nak,besok kita berkunjung ke rumah mereka,Arka jangan sedih lagi ya,kalau perlu Rafa ajak bermain setiap hari di rumah."
Putra pun mengangguk-anggukkan kepalanya dengan senyum terpancar karena melihat anak satu-satunya terlihat bahagia,lebih bahagia dari mendapatkan mainan-mainan canggih yang selalu ia berikan.
**
Di kediaman Rafa keduanya sudah sampai,dan kini Arumi sedang duduk menantikan kedatangan mereka. Arumi harus memberikan pengertian pada Rafa untuk tidak banyak berharap pada siapapun kecuali kepada sang pencipta,terlalu banyak kekecewaan yang akan diterima jika kita terus berharap pada makhluk.
"Assalamualaikum" ucap salam keduanya
"Wa'alaikumussalam,kalian sudah pulang?" Tanya Arumi
Keduanya pun mengangguk " Sudah "
"Kalian duduk lah ada yang ingin ibu sampai kan."
Dengan patuh Rafa dan Aldi pun duduk di bangku dengan Arumi yang berada di depannya.
__ADS_1
"Rafa ,maafkan ibu jika hari ini ibu sedikit kesal. Ibu tidak marah sedikit pun terhadap kamu,hanya saja ibu terlalu terbawa perasaan dengan ucapan seseorang. Rafa,mulai saat ini bersikap lah seperti biasanya jangan mengharapkan banyak hal dari pertemanan mu dengan anak yang tadi sore kita temui kalau tidak salah namanya Arka. Apalagi ibu mendengar kamu memanggil ayahnya dengan panggilan ayah juga,ibu melihat ketidaknyamanan dari wajah ayahnya saat kamu memanggilnya ayah, bagaimana pun kamu baru pertamakali bertemu dengan mereka jadi ibu harap kejadian seperti ini tidak terulang kembali."
Rafa yang menjadi tujuan utama Arumi pun sedang menundukkan kepalanya dengan mata yang mulai mengembun,satu kedipan saja akan menjatuhkan air bening dari pipi gembilnya. Sedangkan Aldi mencoba memahami situasi yang terjadi antara kakak dan keponakannya.
"Kamu paham raf?" Tanya Arumi memastikan.
Lama Rafa menjawab,sampai akhirnya rafa mengangguk .
"Anak pintar" puji Arumi
Lama membisu akhirnya Aldi buka suara.
"Tadi juga kita bertemu temannya Rafa kak, di masjid dia bersama ayahnya. Katanya si mereka ingin mampir ke rumah kita,dan Aldi sudah memberikan alamat rumah kita. "
Arumi membelalakkan matanya.
"Untuk apa mereka kesini?" Tanya Arumi penasaran
"Ya nggak tahu juga, mereka bilang ingin mampir saja"
"Ishhh kalian ini"
"Lagian kakak aneh,ya masa orang mau bersilaturahmi kita tanya tanya itu ngga sopan kak"
Arumi pun membenarkan ucapan adiknya.
"Dan mulai besok dan seterusnya ibu akan menitipkan Rafa pada tetangga kita,jika ibu telat menjemput maka dia yang akan menjemput kamu. Ibu tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali,ibu akan mengusahakan menjemput kamu tepat waktu,dan kamu tetap di rumah belajar setelah itu boleh bermain dengan anak bibi karsih"
"Iya Bu,Rafa paham. Tapi ibu tidak apa-apakan kalau Arka main kerumah kita?"
Arumi pun mengangguk.
***
Cerita ini kayanya akan di buat seperti sebelumnya. Akan di usahakan lebih banyak up. karena Aku akan membuat cerita baru di lagi.
__ADS_1