
Setelah Arumi dan Arka benar-benar pergi,Arka kembali melamun.
"Sayang kenapa,kok kamu malah bengong?" tanya sang nenek
Arka menggelengkan kepalanya.
"Apa kamu tidak senang ibu Arumi kembali?
Lagi-lagi Arka menggelengkan kepalanya.
"Lalu?"
"Apa Rafa tidak ikut kembali bersama ayah dan ibu, ya?" tanya Arka pada ketiganya dengan tatapan sendu.
Dan mereka pun akhirnya mengerti penyebab apa yang membuat cucu mereka murung.
"Mungkin Rafa akan menyusul dengan paman Aldi. Nanti kita tanyakan langsung saja pada ibu Arumi ya?" ucap Maya menenangkan Arka.
__ADS_1
Arka pun mengangguk dan sedikit mulai tenang. Bagaimana pun ia sangat ingin bertemu dengan Rafa untuk meminta maaf secara langsung,belum tenang rasanya jika belum mengatakannya.
"Sekarang sebaiknya Arka istirahat dulu ya. Kami juga akan beristirahat terlebih dahulu."
Setelah menyambut kedatangan Putra dan Arumi, ketiganya pun memutuskan untuk beristirahat. Siang ini menjadi hari yang membahagiakan untuk keluarga mereka,sebab Arumi telah kembali meskipun masih ada pertanyaan mengenai di mana keberadaan Rafa.
**
Sedangkan di kamar milik Putra. Arumi sedang meneliti siisi kamar,sambil menunggu Putra membersihkan diri di kamar mandi. Foto pernikahan saat keduanya mengadakan akad sederhana terpasang di kamar milik Putra,Arumi hanya tersenyum mendapati semuanya telah berubah dan tidak seperti bayangannya dulu,semua akan hilang dan hancur, nyatanya Allah masih berbaik hati menyatukan mereka.
Putra mulai mendekat dan memeluk sang istri dari belakang, menyandarkan kepalanya di ceruk leher Arumi yang jenjang dan putih tanpa noda. Arumi merasakan ada gelanyar aneh ,bahkan Putra kini sudah mulai berani menggunakan tangannya untuk menuntun sang hasrat.
"Mas,.." ucap Arumi mencoba menghentikan
Namun nampaknya Putra tidak mau mendengarkan. Suara-suara mereka sedikit mampir ke telinga orang-orang yang akan memasuki kamar yang kebetulan ada di lantai yang sama dengan Putra. Ya ibu Putra mendengarkan rengekan Arumi yang sedang meminta putra untuk berhenti,Ibu putra mengurungkan niatnya untuk mengantarkan Arka ke kamarnya,dan membisikkan sesuatu ke telinga Arka. Entahlah apa yang dibisikan.
Saat keduanya menuruni tangga hal itu menjadi perhatian Erwin dan Maya.
__ADS_1
"Kenapa kalian turun lagi, bukannya ibu akan mengantarkan Arka ke kamarnya?" tanya Bu Maya
"Kata nenek,malam ini aku harus menginap di rumah nenek dan besok baru kembali ke sini .."
Keduanya mengernyitkan keningnya "Memangnya kenapa?" tanya keduanya bersamaan
"Karena Arka ingin segera memiliki adik." ucap Arka polos
Mendengar ucapan sang cucu mereka berdua pun paham,pasti ada yang terjadi di atas atau memang besan dan cucunya sengaja ingin memberikan waktu kepada Arumi dan Putra untuk memulai semuanya dari awal.
"Hmmh, baiklah kami paham. Kalau begitu Arka akan ikut nenek atau ikut kami?" tanya Erwin
"Sebenarnya aku masih ingin di sini,tapi karena aku ingin segera memiliki adik ,aku ikut nenek saja, soalnya rumahnya lebih dekat dari sini,jadi besok pagi aku bisa langsung pulang menemui ayah dan ibu."
"Baiklah kalau seperti itu,yu Bu saya antar. Kami juga tidak ingin mengganggu waktu mereka,nanti kita kabari via handphone saja agar mereka tidak mencari kita."
Mereka pun meninggalkan rumah Putra,dan tidak jadi beristirahat di sana. Setelah menitip pesan pada bi Hannas dan yang lainnya mereka pun berpamitan.
__ADS_1