
Novel ini akan segera selesai sebelum Ramadan tiba. Barangkali kita harus fokus pada kualitas ibadah kita π
Mudah-mudahan ngga males buat ngetiknya..
***
5 Bulan berlalu ..
Tidak ada perkembangan yang signifikan tentang hubungan pernikahan Arumi dan Putra, keduanya sama-sama seperti orang asing yang tidak saling mengenal. Putra tidak berusaha untuk membuka diri dan Arumi pun tidak punya keberanian untuk merubah keadaan, meskipun ia berharap dengan perhatian dan pengabdiannya sebagai seorang istri akan membuat Putra berubah.
Perhatiannya pada Rafa sudah seperti pada Raka,anak itu begitu bahagia dengan apa yang dilakukan oleh Putra. Setidaknya Arumi cukup puas dengan hal itu,dan pernikahan ini memberikan manfaat,ya anggaplah pengorbanan Arumi tidak sia-sia.
Selama 5 bulan ini status pernikahan mereka masih sama yaitu menikah siri,Putra belum sempat untuk mengurus pernikahannya karena kesibukannya yang harus pulang pergi ke luar kota,dan Arumi tidak mempermasalahkan hal itu,toh legal atau ilegal tidak ada yang berubah dalam rumah tangga mereka.
**
Sudah hampir sebulan kebelakang sikap Arka sedikit demi sedikit berubah,Dia seolah tidak suka kalau ayahnya berbagi kasih sayang,padahal sebelumnya dia yang berinisiatif untuk mempersatukan ayah dan ibunya Rafa agar Rafa bisa memiliki kasih sayang yang utuh,namun waktu dapat merubah seseorang.
Rafa yang menyadari hal itu lambat laun mulai menjaga jarak dengan ayah Arka,karena ia tidak mau membuat Arka sedih. Rafa tahu diri kalau dirinya hanyalah orang luar yang sudah menjadi bagian dari Arka.
"Bu,kita pulang ke rumah yuk,Rafa kangen paman. Sudah lama juga kita tidak menginap." ucap Rafa pada Arumi
"Loh, bukannya ayah dan Arka mau mengajak Rafa menginap di rumah nenek?" tanya Arumi
Rafa menggelengkan kepalanya " Rafa tidak di ajak Bu,lagi pula Arka sudah berubah dia tidak seperti dulu lagi. Mulai hari ini dan seterusnya aku ingin tidur bersama ibu saja,lagian ibu juga tidur sendirian kan tidak dengan ayah. Bu,kata teman perempuan Rafa kalau orang menikah itu saling menyayangi,mereka tidurnya bersama tapi kenapa ayah dan ibu tidurnya terpisah,apa kalian tidak saling menyayangi?" ucap Rafa menceritakan semua hal yang menurutnya tidak mengenakan dan ia merasa penasaran dengan hubungan orang tuanya.
Arumi membungkam ia tak tahu harus me jawab apa,karena bagaimanapun Arumi memang hanya istri siri yang keberadaannya antara ada dan tiada.
__ADS_1
"Ibu,kok diam? Bu,apa kita pulang saja ya Bu,kita tinggal bersama paman seperti dulu,aku tidak nyaman tinggal di sini."
"Apa maksud kamu, bukannya kamu dulu sangat senang tinggal di rumah ini?"
"Awalnya aku sangat senang,karena bisa memiliki ayah sekaligus saudara,tapi ternyata memiliki ayah tidak sepenuhnya enak. Ayah sekarang sedikit cuek sama seperti Arka,apa selama ini aku nakal ya Bu? sampai-sampai Arka dan ayah mulai tidak menyukai ku"
"Apa maksud kamu ,sayang?
"Bu, sejujurnya satu Minggu yang lalu Arka menyuruhku keluar dari kamarnya,karena kata Arka dia tidak suka barangnya di campur dengan kepunyaan ku,aku tidak enak Bu" ucap Rafa menceritakan yang sebenarnya terjadi
Arumi begitu tidak menyangka bahwa Arka anak yang ramah dan penyanyang itu bisa berubah drastis hanya karena cemburu sang ayah membagi kasih sayangnya.
Arumi memeluk Rafa dengan erat, sungguh malang nasib anak itu.
"Apa Rafa serius mau kembali ke rumah kita yang lama?" tanya Arumi yang masih memeluk tubuh Rafa.
Arumi menggelengkan kepalanya.
"Sejujurnya ibu juga sudah tidak nyaman berada di rumah ini,nak. Toh ibu tidak berarti apa-apa dan pernikahan ini seperti tidak pernah ada" ucap Arumi dalam hatinya.
"Tentu tidak sayang, sekarang kita bereskan pakaian kita ya. Ibu akan membantu Rafa mengeluarkan pakaian dan barang-barang Rafa dari kamar Arka"
"Jangan Bu, barang-barang yang di belikan ayah Arka tidak perlu di bawa,bawa baju Rafa yang lama saja,aku tidak mau Arka semakin marah sama aku karena mengambil barang-barang yang di belikan ayah Putra,lagi pula mainan ku yang dibelikan oleh ibu masih bagus-bagus" ucap Rafa bijaksana membuat Arumi tak kuat menahan airmatanya.
"Maafkan ibu nak,ibu berharap segera ada keajaiban yang akan membuatmu bahagia, bukan dengan keluarga ini tapi keluarga yg tuh yang tulus menyayangi mu" gumam Arumi di dalam hatinya
"Baik,sayang. Kita bawa baju lama Rafa saja,yang lainnya tidak usah."
__ADS_1
Hari Jum'at ini Arka ikut dengan putra ke kantor, setelah pulang kantor mereka akan menginap di rumah orang tua Putra. Arumi pikir putra akan di ajak,karena sebelumnya pun Rafa selalu di ajak. Rafa bahagia di terima di keluarga besar Arka dan putra meskipun pada akhirnya hal itu menjadi bumerang.
Arumi membantu Rafa memilah dan memilih baju milik Rafa,di sana ada Bu Hannas yang menyaksikan,semua itu atas anjuran Arumi,karena ia tidak ingin membawa barang yang bukan miliknya. Bi Hannas pun merasa prihatin dengan keduanya,bukan tidak tahu atas hubungan pernikahan Arumi dan Putra,namun ia dan yang lainnya tidak ingin ikut campur.
Setelah selesai ,Arumi berhasil membawa pakaian Rafa dalam tas sedang yang isinya hanya baju dan buku sekolah Rafa.
"Mbak Arumi,hanya menginap kan di rumah lama mbak?" tanya bi Hannas penasaran.
Arumi tersenyum "Saya dan anak saya sepertinya tidak akan kembali ke rumah ini bik,kami terlalu banyak merepotkan sedangkan pemilik rumah ini pun sudah tidak menginginkan kita lagi,jadi lebih baik kami pulang saja ,bik" ucap Arumi menjelaskan
Bi Hannas terkejut,ia tidak menyangka bahwa pernikahan majikannya akan berakhir dalam waktu singkat.
"Tapi bapak belum pulang kerja mbak"
"Tidak apa-apa bik,saya dan Rafa akan menunggu dan berpamitan secara langsung. Sebentar lagi adik saya datang,dia akan mengambil pakaian saya dan juga Rafa"
Bi Hannas begitu sedih harus kehilangan sosok Arumi yang lembut dan penyanyang,rumah ini seperti hidup kembali setelah almarhum Inka pergi,namun majikannya sudah menyia-nyiakan Arumi di rumah ini.
"Mudah-mudahan mbak menemukan kebahagiaan meskipun tidak di rumah ini" doa tulus bi hannas
"Aamiin bi,doakan kami selalu ya"
**
Pukul 5 sore Arka dan putra sudah kembali dari kantor, Arka dengan wajah yang tidak bersahabat,namun Rafa tetap menyapanya dengan ramah, mungkin ini pertemuan terakhir mereka di rumah ini.
**
__ADS_1
Beberapa orang yang bantuin aku ngevote terima kasih ya, setidaknya aku ngevote enggak sendiri banget hehe. Yang sudah membaca terima kasih. ππ