Surat Terakhir

Surat Terakhir
Hari Pertama Sekolah STS2


__ADS_3

Acara ulang tahun Arka berakhir dengan meriah,semua anak panti begitu menikmati acara yang dibuat oleh keluarga Arka. Senyum bahagia tak pernah surut dari wajah sang anak,hal itu membuat Putra merasa bersyukur.


Sesampainya di rumah mereka ,Putra langsung menggendong anaknya yang sedang tertidur, Mungkin dia kelelahan. Mbak ayu dan Bi Hannas yang sedari tadi mengekor di belakang Putra hanya ikut terharu melihat pemandangan ayah dan anak itu, meskipun tanpa kehadiran seorang istri,putra mampu merawat anaknya dengan baik.


"Bi,tolong pintunya di buka" perintah Putra pada asisten rumah tangganya


"Baik pak"


Semenjak Inka meninggal Putra memutuskan untuk merawat Arka sendiri meskipun di bantu oleh Mbak ayu ketika Dia pergi bekerja. Sebelumnya Arya,Erwin ,bahkan ibunya bersedia merawat Arka ,namun Putra menolaknya,ia ingin menghabiskan waktu yang hilang bersama anaknya.


"Ayah kenapa aku seperti terbang?" tanya Arka setengah sadar


"Kamu sedang ayah gendong,Arka capek ya?"


"Sedikit yah,tapi aku senang, teman-teman juga senang" sahut Arka yang tak pernah menghilangkan senyumannya saat menceritakan pestanya di panti asuhan.


"Syukurlah kalau kamu senang,nanti kalau kamu sudah sekolah ,kamu bisa ajak teman-teman sekolahmu untuk merayakan ulang tahun mu di panti bersama." Tutur putra membuat Arka semakin bersemangat menjalani hari-harinya


"Arka sudah tidak sabar ingin segera masuk sekolah. Memang kapan yah,Arka sekolah?"


"Besok kita daftar ya"


"Beneran yah?" tanya Arka antusias


"Iya,besok kita daftar sekolah kamu,mau kan?"


"Tentu saja"


Hari sudah menjelang sore,putra memandikan Arka dan membantunya menggunakan pakaian, setelah itu mengajaknya untuk makan. Putra selalu membiasakan makan malam sebelum pukul 6 sore,saat malam Dia akan membantu Arka belajar atau sekedar membaca dongeng sebelum tidur.


"Yah,apa setelah sekolah nanti aku boleh membawa teman-temanku ke rumah?" tanya Putra di sela obrolan sebelum tidur


"Tentu saja boleh nak,tapi ingat tujuan utamanya belajar setelah itu kamu boleh bermain" ucap Putra


"Asikkk,aku janji yah,nanti aku mau cari teman baik,aku nggak mau berteman dengan anak nakal"


"Sebenarnya cari teman tidak harus pilih-pilih,tapi kamu kasih tau kalau ada teman yang nakal .."


"Kasih tahu gimana ,yah?"


"Ya misalnya sering kamu ajak ngobrol atau mengajak dia bermain dan belajar bareng,mungkin saja yang membuat dia nakal adalah kurang kasih sayang atau kurang perhatian keluarganya"

__ADS_1


"Masa anak nakal di ajak ngobrol yah,ada ada saja nanti yang ada aku di nakalin" sahut Arka polos


"Haha anak ayah lucu banget si, pokonya jadi anak yang baik selama di sekolah nanti ya?. Kamu harus jadi contoh yang baik"


" Siap bos" sahut Arka sambil mengangkat kedua tangannya di atas pelipis


"Yasudah kita tidur ya,besok kita pergi pagi-pagi"


***


Pagi hari ini Arka sangat bersemangat untuk pergi ke sekolah,Dia tidak sabar bertemu teman-teman barunya.


"Pelan-pelan nak,nanti kamu jatuh" ucap Putra menghalau anaknya yang sedang berlarian menuju mobil


"Aku sudah tidak sabar untuk sampai di sekolah yah." sahutnya bersemangat


"Iya ayah tau,tapi harus hati-hati nak"


"Iya,maaf ,yah."


***


Lain halnya dengan anak kecil yang sedang merajuk di sebuah rumah sederhana,Dia tidak ingin pergi sekolah karena takut bertemu teman-teman yang nanti akan mengejeknya. Menurutnya teman-teman bermain di kediaman dan sekolah tidak jauh berbeda.


"Jangan seperti itu nak,ibu sudah mendaftarkan kamu di sekolah ujung jalan sana,kamu bilang mau masuk sekolah yang banyak permainannya" ucap seorang ibu muda yang sedang membujuk anak kecil


"Tapi,aku takut Bu. Nanti mereka mengejek aku karena tidak punya ayah" sahutnya sedih


Wanita bernama Arumi Yashinta,di lihat dari umurnya perempuan itu baru berusia 25 tahun. Dia seperti seorang ibu tunggal bagi anak bocah bernama Rafaldi Wilguna.


"Rafa,kan ada paman anggap saja dia seperti ayah kamu" ucap Arumi yang mulai tidak sabaran.


"Masa paman ayah Rafa,paman kan masih pake seragam sekolah, berarti paman masih kecil" sahut polos Rafa


"Ya ampun anak ini" kesal Arumi dalam hatinya


"Yasudah nanti ibu Carikan ayah untuk kamu,sekarang kamu harus berangkat sekolah ya?" ucap Arumi yang membuat putra berharap.


"Ibu janji janji terus,tapi ayahnya tidak pernah datang, sebenarnya aku punya ayah atau tidak?" tanya Rafa yang sudah tidak percaya akan ucapan ibunya.


"Maafkan ibu sayang, untuk saat ini sebaiknya kita pergi ke sekolah dulu ya,nanti kalian kesiangan."

__ADS_1


Dengan perdebatan yang sengit akhirnya Rafa menyerah, apalagi kalau Arumi sudah mengeluarkan jurus menangis,Rafa akan berubah menjadi anak yang baik .


Arumi sudah menghidupkan motor beat yang sudah butut,namun hanya itu kendaraan satu-satunya untuk mereka gunakan sehari-hari.


"Aldi,Rafa ayo buruan ini udah siang" ucap Arumi menghalau keduanya


"Iya" sahutnya bersamaan


Aldi Gunawan adalah adik bungsu Arumi, usianya saat ini adalah 17 tahun. kedua orang tua mereka sudah tiada,jadi Arumi yang bertanggung jawab atas keberlangsungan hidup Aldi dan Rafa. Arumi bekerja di salah satu toko kue di kota Jakarta,Dia adalah pekerja tetap yang di khususkan membuat kue pesanan untuk acara-acara besar,jadi gajinya lumayan untuk menghidupi keluarganya.


Arumi berhenti di pinggir jalan utama yang tak jauh dari sekolah Rafa. Aldi pergi ke sekolah menggunakan angkutan umum.


"Al, ongkosnya sudah kakak kasih kan?"


"Sudah kak. Aku pamit dulu" ucap Aldi sambil menyium punggung tangan Arumi


"Iya hati-hati"


"Krucil paman pergi sekolah ya,jangan nakal di sekolah" ucap Aldi pada keponakannya


"Baik paman,"


Ketika Aldi sudah menaiki angkutan umum,Arumi langsung mengantarkan Rafa ke sekolahnya.


"Ayo turun" ucap Arumi


"Bu,Rafa takut" sahut Rafa yang tidak mau turun dari motornya


"Ayo nak,ibu harus pergi bekerja" Arumi membujuk Rafa


"Tapi Rafa takut Bu,lihat mereka datang bersama ayah dan ibunya,tapi aku hanya dengan ibu saja. Pasti mereka langsung bertanya dimana ayahku" ucap Rafa dengan sok taunya.


"Ya ampun Rafa,kamu sudah menduga-duga yang belum terjadi,kalau mereka bertanya katakan saja ayah Rafa sedang bekerja di luar kota" sahut Arumi yang lagi-lagi dibuat kalut dengan sikap Rafa


"Tapi Bu ..." ucap Rafa merengek


Di dalam mobil Arka sedang memperhatikan komunikasi ibu dan anak tersebut, sepertinya anak laki-laki itu sedang merajuk pada ibunya. Arka merasa iri pada anak itu,karena ia bisa pergi ke sekolah di antar oleh ibunya.


***


Aga sedikit garing ya?

__ADS_1


ikutin alurnya aja ya, siapa tahu di persimpangan jalan menemukan ide baru. hehe


Terima kasih sudah membaca.


__ADS_2