
*Blesssssss
"Auhhhh ,Sakit maaasssss*" . Teriak Arumi saat putra dengan tidak sabarannya menerjang selaput dara milik istrinya,Putra pikir dengan melakukan gerakan cepat setelah istrinya mencapai ******* akan memudahkan, nyatanya ia harus terkejut karena hentakannya sedikit terhalang.
Putra menghentikan kegiatannya sebentar,dengan wajah terkejut sambil merasakan cakaran tangan Arumi ia terdiam mencerna situasi yang ada. Pertanyaan demi pertanyaan bersarang di kepalanya.
"Sayanggg,apa ini,apa kamu masih virgin? " tanya Putra dengan mata mengarah pada Arumi
Arumi mengelap air matanya karena rasa sakit yang menghujam di bawah sana. Benar kata orang kalau pengalaman pertama begitu menyakitkan.
"Sayang jawab mas?" tanya Putra penasaran
Tanpa kata Arumi pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Iya,mas. Aku masih Virgin." ucapnya singkat
"Bagaimana bisa, bukankah kamu sudah pernah menikah dan melahirkan?"
"A ..aku belum pernah menikah dan melahirkan mas."
Putra terkejut mendengar pernyataan Arumi,begitu banyak hal yang tidak ia ketahui dari istrinya. Putra pikir semuanya sesederhana yang ia pikirkan nyatanya semuanya cukup rumit. Haruskah ia bahagia karena mendapati istrinya yang masih perawan,atau sedih karena tidak mengenal banyak tentang siapa istrinya.
"Mas benar-benar terkejut sayang. Apa ini kejutan yang kamu maksud?" tanya Putra yang belum melepas penyatuannya
"Mas,apa kamu akan terus bertanya atau melanjutkan aktivitas dibawah sana." ucap Arumi menyadarkan suaminya
"Hah,ma..maaf. Mas masih terkejut sayang. Kamu harus menjelaskan semuanya."
__ADS_1
"Iya mas,tapi badanmu cukup berat,dan ituku sakit mas. Kamu akan melanjutkan ata menyudahinya?"
"Bolehkah mas egois?,mas ingin melanjutkannya dan menikmati kejutan yang kamu berikan."
"Lakukanlah mas,aku ikhlas melakukan kewajiban ku untuk mu."
Malam penuh hasrat pun terjadi,Putra melakukannya dengan perlahan dan penuh kelembutan,Arumi sangat menikmati perlakuan dari suaminya. Setelah jeritan keduanya saat putra berhasil menembus mahkotanya,kini hanya ******* kenikmatan yang Arumi rasakan. Bagai mendapat hadiah besar putra pun tidak menyia-nyiakan buka puasanya, berkali-kali ia melakukannyua,dan tanpa penolakan Arumi mengikuti keinginan sang suami meskipun rasa letih saat ini lebih mendominasi.
**
Pukul 1 dini hari Putra baru menghentikan kegiatannya dan Arumi terkapar lemas. Bahakan kini tubuhnya sudah dalam rengkuhan Putra,ia tidur nyaman dalam dekapan suaminya, sedangkan Putra tak bosan memandang istrinya yang belum lama menyerahkan mahkotanya. Berkali-kali Putra mencium seluruh wajah istrinya,namun Arumi tak merespon sedikit pun karena kenyataannya ia memang sedang tak berdaya.
"Terima kasih sayang,aku berjanji akan berusaha memberikan kebahagiaan untuk mu dan anak-anak kita nanti. Terima kasih sudah bersedia menjadi istriku,menjadi istri dari yang memiliki banyak kekurangan seperti ku. Aku tidak tahu hal apa yang terjadi dibalik ini semua,namun aku bersyukur karena berhasil mempertahankan kamu agar tetap di sisiku. Tetaplah di samping ku apapun yang terjadi." ucap putra sambil mengecup dahi istrinya dan memberikan pelukan hangat pada tubuh polos istrinya. Sedangkan Arumi tersenyum tipis,entah ia masih masih mendengarnya atau alam bawah sadarnya melakukan hal itu seolah merespon ucapan Putra.
__ADS_1
Malam ini menjadi saksi kisah cinta baru yang penuh liku,semoga semesta merestui mereka sampai kebahagiaan itu benar adanya tanpa semu. Apapun yang terjadi di masa lalu, itu adalah sebuah upaya untuk sampai pada hari ini.
**