
1 bulan kemudian...
Pernikahan antara Inka dan Putra pun sudah selesai dilaksanakan,acara hanya dihadiri keluarga dan sahabat terdekat saja. Semua berkumpul memberikan selamat dan juga dia restu, pernikahan Inka dan pak Putra di luar dugaan para sahabatnya, termasuk Gigi di Lambe turah yang selalu tau semua berita hanya dengan mengutak-atik medsos miliknya.
"Sumpah ya aku nggak nyangka kalau si Inka menjadi tumbal dari hubungan Bu raya dan pak Putra. Aku benar-benar nggak habis pikir" ucap gigi yang masih tidak percaya dengan kabar pernikahan Inka dan mantan gurunya.
"Jangan berlebihan kamu, mungkin itu sudah ketentuan yang maha kuasa,dan memang Pak putra dan inka adalah jodoh,kenapa kamu yang repot" sahut lala yang bersikap sebaliknya karena dia tahu perasaan Inka sebenarnya.
"Ahh kamu emang nggak cocok jadi partner ghibah aku hmmh menyebalkan!" ucapnya malas
"Lagian siapa juga! . Ya udah yu kita ucapin selamat pada kedua mempelai"
Lala dan Gigi pun mengantri untuk memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai,dengan doa-doa yang teriring.
"Ya ampun pak saya tidak menyangka kalau bapak akan menikah dengan teman saya,Dia engga merebut bapak dari Bu raya kan?" racau gigi yang langsung mendapat dorongan dari Lala untuk segera maju.
"Jangan di dengar pak teman saya, selamat ya pak semoga menjadi keluarga yang harmonis, bahagia dan menua bersama" ucap Lala yang kemudian beralih pada Inka
"Ih si Lala jahat banget,aku di dorong dorong terus di kira meja apa ya!" ucap Lala kesal
"Inka selamat ya semoga bahagia ...." belum selesai doa gigi Lala kembali mendorong Gigi dan hal itu hanya membuat orang-orang menggelengkan kepalanya.
"Udah .. udah jangan lama-lama,doa kamu pasti yang terbaik" ucap Lala yang langsung memberikan selamat
"Selamat ya Inka,semoga bahagia selalu dan cepat dapat momongan"
"Aamiin,Terima kasih ya,kalian sudah datang"
Lala hanya mengangguk dan cepat turun karena antrian masih panjang.
**
Acara pun selesai di laksanakan,kini hanya ada keluarga kedua belah pihak yang sedang melakukan makan. Acara memang di lakukan hanya sampai pukul 4 sore saja, setelah itu keduanya ikut bergabung dengan yang lainnya.
__ADS_1
"Put,ayah titip Inka sama kamu. Selama ini ayah kurang membahagiakan dia, mungkin Inka terlihat ceria,namun jauh di lubuk hatinya anak ayah ini sangat kesepian. Ayah mengijinkan kamu memperistri Inka,karena ayah yakin kamu bisa membahagiakannya." ucap Erwin menasehati menantunya.
"Iya Ayah,aku akan berusaha mengingat semua pesan Ayah,dan doa kan kami agar berhasil dalam menjalani pernikahan ini"
"Pasti nak,kami akan selalu mendoakan kalian"
"Dan kamu Inka,jadilah istri yang baik. Istri yang patuh terhadap suamimu dan selalu menjadi alasan untuk suamimu pulang karena sejatinya istri adalah rumah tempat nyaman untuk kembali"
"Iya ayah,Inka akan mengingat semua pesan ayah,dan doakan aku juga yah agar bisa menjadi istri yang baik"
Erwin pun mengangguk dan semuanya merasakan keharuan, bagaimana tidak Erwin harus melepaskan putri yang sangat ia sayangi meskipun mungkin,Erwin banyak melukai hati Inka.
Dari pernikahan ini ,Dhika lah yang terlihat murung,seolah tidak rela kalau kakaknya menikah secepat ini. Belum lama ia berpisah karena Inka harus tinggal di asrama dan sekarang harus mendapati kenyataan kalau kakaknya harus menikah dan pastinya akan ikut suaminya kemanapun.
"Sampai kapanpun kakak adalah kakak mu,aku akan selalu mengandalkan kamu sebagai adik laki-laki ku ,jadi sampai saat itu tiba, belajar lah dengan baik dan raih cita-cita mu ,Kaka akan selalu mendukung mu" ucap Inka berbicara dengan Dhika.
Selanjutnya adalah ibu Maya,Dia yang paling merasa bersalah pada inka,karena sudah membenci anak yang tidak berdosa. Dan kini Maya harus melepaskan Inka setelah hubungannya membaik.
"Sudahlah Bu,aku sudah memaafkannya. Harusnya aku yang meminta maaf karena sudah menyusahkan ibu,dan terima kasih sudah merawat ku dengan baik sampai sebesar ini" ucap Inka langsung memeluk ibunya dengan lelehan air mata di pipinya.
Pemandangan haru itu menjadi kado terindah untuk Inka,ia bertekad akan menjadi anak serta istri yang baik untuk keluarga,dan tidak akan membuat mereka bersedih.
Hari ini Inka akan langsung di bawa pindah ke rumah yang sudah di sediakan oleh Putra,Ya putra sudah memiliki rumah sendiri dan jarak rumah milik putra dan ibunya tidak terlalu jauh,masih berada di komplek yang sama. Rania adik putra sudah hampir menyelesaikan pendidikannya tinggal melaksanakan wisuda saja.
Jadi putra tidak merasa bersalah harus meninggalkan ibunya sendiri, terlebih keponakan ibu yang bernama Ayu dan Sita tinggal di rumah ibu, setelah lulus sekolah mereka memutuskan tinggal dengan Bu Puri untuk melanjutkan pendidikan.
Seusai berpamitan dan saling berpelukan akhirnya Keluarga melepas Inka,toh mereka masih berada di kota yang sama,bisa kapan saja menemui anaknya dan begitu juga dengan Inka.
**
Sesampainya di rumah milik Putra,yang sekarang menjadi miliknya juga. Rumah yang minimalis namun terkesan mewah dan nyaman. Rumah berlantai dua yang memiliki 4 kamar,dua di lantai utama dan dua kamar di lantai bawah, diperuntukkan untuk kamar tamu dan juga untuk kamar asisten rumah tangga. Ruang keluarga,ruang tamu, dapur dan yang lainnya.
Rumah milik putra cukup nyaman untuk ditempati. Awalnya rumah ini akan di tempati oleh Putra dan raya setelah menikah namun takdir berkata lain. Dan sekarang putra sudah berada di ruang keluarga,dia ingin berbicara beberapa hal dengan Inka,dan dengan senang hati Inka mendengarkan apa yang akan di sampaikan suaminya.
__ADS_1
"Inka sebelumnya saya minta maaf.."
Inka mengerutkan keningnya perihal permintaan maaf Putra.
"Maaf untuk apa Mas?"
"Maaf karena saya sudah melibatkan kamu dalam pernikahan ini"
"Maksud mas?" tanya Inka heran
Putra menundukkan kepalanya dan bingung apa harus dia mengatakan yang sebenarnya. Namun semua harus ia katakan karena cepat atau lambat hal ini akan terbongkar juga.
"Inka, sejujurnya pernikahan ini terjadi atas keinginan ibu,bukan keinginan ku. Bohong Jika aku sudah melupakan kegagalan pernikahan ku, karena nyatanya aku belum bisa melupakan Dia.."
Deg jantung Inka berdenyut kencang,Dia tidak menyangka bahwa di malam pengantin yang seharusnya penuh kemesraan justru harus mendengar berita duka seperti ini,apa yang akan terjadi selanjutnya.
"A__apa mas terpaksa menikahi ku?" ucap Inka menahan getaran karena ingin menumpahkan air matanya
"Maafkan saya Inka,saya memang laki laki pengecut. Jadi saya minta kamu tidak banyak berharap dengan hubungan kita terutama masalah perasaan. Saya akan bertanggung jawab sebagai seorang suami,tapi masalah perasaan saya tidak bisa menjanjikannya. Sekali lagi maafkan saya" ucap putra meninggalkan Inka yang sudah tidak bisa menahan airmatanya.
Saat putra akan naik kelantai atas dia menghentikan langkahnya.
"Oiya, kamar tidur kita terpisah,dan kamarmu ada di sebelah kamarku" ucap putra dan langsung melanjutkan langkahnya menuju lantai atas.
Inka tak kuasa menahan airmatanya,Dia tidak pernah menyangka bahwa hal pahit ini akan terjadi pada dirinya,dengan air mata yang tak terbendung tanpa bisa menahannya Dia terus menumpahkannya.
"Kehidupan tidak adil padaku" ..
***
Feeling nya ngga dapet , kemampuan ku sudah melemah😁
Jangan lupa dukungannya ❤️
__ADS_1