Surat Terakhir

Surat Terakhir
ST


__ADS_3

"Apa maksud bapak?" tanya Arumi tidak habis pikir


"Saya tahu begitu banyak kesalahan yang sudah saya lakukan terhadap kalian,tapi bisakah kalian kembali dan memaafkan semua kesalahan kami. Arka begitu terpuruk,tidak ada yang bisa membuatnya kembali selain keberadaan kalian."


"Oh jadi maksud anda kami harus kembali kerumah anda dan menjadi badut untuk menghibur Arka,lalu setelah Arka kembali seperti semula kalian bisa mengabaikan kami lagi. Saya tahu begitu banyak perbedaan diantara kita,tapi kami sama-sama manusia yang ingin dihargai keberadaannya." Arumi marah seolah tak terima dengan apa yang diucapkan oleh putra,dan hal itu menghadirkan kesalahpahaman yang lebih besar lagi.

__ADS_1


"Bu..bukan begitu maksud saya, tujuan saya mencari kalian adalah untuk mengajak kalian kembali ke rumah dan kita akan memulai semuanya dari awal. Tolong beri saya kesempatan untuk menjadi suami yang baik,begitu banyak penyesalan dimasa lalu yang sudah saya terima, kebodohan saya yang tidak bisa menjalankan pernikahan dengan baik bersama mendiang istri saya. Tapi Allah masih baik kepada saya meskipun hanya sebentar saya bisa menjalankan kewajiban sebagai suami dan ayah, meskipun waktu saya tidak banyak dengan mendiang istri saya..."


"Banyak hal yang terjadi dalam hidup saya yang membuat saya menyesal dan tersiksa. Saya akui mengikuti keinginan Arka saat itu adalah bentuk penebusan dosa saya pada anak yang sejak awal saya tidak mengurusnya. Ketika dia meminta saya untuk menikahi kamu,ketika dia meminta saya untuk tak menyukai kamu,ketika dia meminta saya untuk tidak perhatian pada Rafa adalah bentuk penebusan dosa saya,namun lagi-lagi keputusan yang saya buat kembali memakan korban,dan itu adalah kalian..."


"Mendiang istri saya bahkan dengan baik hatinya mengizinkan saya untuk menikah kembali dan tidak melakukan kebodohan yang sama seperti yang saya lakukan kepadanya,tapi ternyata saya tidak bisa menepati janji itu,saya kembali melakukan kebodohan itu,maafkan saya." ucap Putra dengan penuh penyesalan dan sesak di dada yang membuatnya menitikkan air matanya.

__ADS_1


Arumi tetap diam,ia bingung harus bereaksi seperti apa, menenangkan Putra dengan kata-katanya atau memeluknya sambil menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut. Ah keduanya adalah hal yang canggung meskipun katanya mereka adalah suami istri,tapu mereka tidak sedekat itu untuk melakukan kontak fisik,kalau tadi Putra membopongnya saat pingsan anggap saja itu bentuk dari rasa simpati.


Ruangan itu tetap hening,Aldi yang selesai membersihkan piring tak sengaja ikut mendengarkan curahan hati Putra. Aldi merasa yakin kalau laki-laki yang masih berstatus kakak iparnya itu akan menjadi laki-laki yang bertanggung jawab untuk kakak yang sangat Aldi sayangi.


Waktu semakin larut hingga tiba Putra memecah keheningan dengan pertanyaan tentang keberadaan Rafa.

__ADS_1


"Saya tahu apa yang saya ceritakan tidak akan mempengaruhi kamu,tapi bisakah kita memulai semuanya dari awal,anggap saja tidak ada yang pernah terjadi dan kalian memaafkan semua kesalahan kami, bukankah Allah saja maha pemaaf?."


__ADS_2