Surat Terakhir

Surat Terakhir
ST2


__ADS_3

Putra menekan bel rumahnya tak lama muncullah sesosok wanita paruh baya yang sudah lama mengabdi di rumah Putra. Ya,dia adalah bi Hannas,bi Hannas menatap kedua majikannya dengan perasaan haru,terlebih pada sosok Arumi. Bi Hannas begitu bahagia karena Putra berhasil membawa Arumi kembali kerumahnya, sungguh doanya selama ini Allah kabulkan.


"Maa syaa Allah Mbak Arumi, apakabar mbak." ucap bi Hannas berhambur memeluk Arumi.


Arumi pun membalas pelukan bi Hannas "Alhamdulillah kabar Arumi baik Bu, bagaimana dengan bibi?" tanya Arumi dengan mata berkaca-kaca.


"Alhamdulillah,bibi baik mbak. Ya Allah Alhamdulillah akhirnya doa pak Putra,dan doa kita semua Allah kabulkan. Siang malam bibi selalu berdoa agar mbak Arumi kembali lagi ke rumah ini, akhirnya saat itu tiba juga . Bibi bahagia sekali Mbak."


"Aku juga senang bisa kembali lagi ke rumah ini..." belum selesai melepas kangen Putra sudah menginterupsi


"Kangen kangennanya ditunda dulu bi,saya lelah banget dan ingin segera beristirahat. Apa Arka sudah pulang dari rumah mamah Maya?"


"Maaf pak,saya terlalu berbahagia hehe. Den Arka sudah di antar pak Erwin,Bu Maya juga ada,hhmhh Ibu bapak juga datang." sahut bi Hannas

__ADS_1


"Wah sudah kumpul dong?"


"Iya,tapi yang muda-muda absen pak,katanya sedang sibuk kuliah atau bekerja."


"Hmmh,tidak apa-apa yang penting ada orang tua yang menjadi perwakilan untuk menyambut istri saya " sahut Putra merangkul istrinya. Hal itu menjadi pemandangan baru untuk bi Hannas,karena sebelumnya itu tidak pernah terjadi.


"Yasudah,nanti bantu pak Adang bawain barang-barang saya di mobil. Saya mau menemui yang lain dulu "


"Baik pak, selamat datang kembali mbak Arumi"


Keduanya pun langsung berjalan menuju ruang keluarga tempat para orangtua berkumpul termasuk Arka,hal yang menjadi ketakutan Arumi saat ini. Arumi terus menunduk di belakang Putra,ia hanya mengikuti langkah suaminya untuk sampai ke tempat di mana keluarga suaminya berkumpul.


Beberapa saat kemudian langkah Putra terhenti,tatapan matanya mengarah pada sang putra dengan senyum mengembang, begitupun dengan para orang tua. Arka yang sibuk membaca cerita di bukunya pun menoleh saat sang nenek memberikan sentuhan pada sang cucu, isyarat memberi tahu bahwa yang ditunggu telah datang.

__ADS_1


Arka menoleh dan berdiri dari duduknya, dia tersenyum membalas sang ayah yang saat ini masih berdiri memandang wajahnya dengan senyuman. Arumi tetap tidak berani meluruskan pandangannya,ia masih menunduk. Di ruangan itu masih hening,belum ada satupun yang berbicara termasuk para orang tua.


Arka melihat ke arah Arumi yang sedang menunduk dengan senyuman pula ,namun detik kemudian ia menoleh ke arah pintu masuk,seolah mencari seseorang,sampai di menit berikutnya seseorang yang ia cari tak kunjung datang,yang datang hanya para pekerja di rumahnya.


"Arka ,apa kamu tidak merindukan ayah? kenapa kamu seperti orang kebingungan? Sini peluk ayah dan ibu." ucap putra membuka suara


Detak jantung Arumi semakin kencang,dia masih menduga-duga tentang tanggapan Arka terhadap dirinya.


Arka hanya mengangguk dan berhambur memeluk sang ayah,Putra sudah siap mensejajarkan tubuhnya agar bisa memeluk sang anak. Arka memeluk Putra erat,ia kini bisa melihat jelas wajah sang ibu yang sedari tadi menunduk,dengan lelehan air mata, mungkin gugup atau takut menerima penolakan. Namun pikiran itu lenyap saat tangan mungil yang memeluk leher sang ayah terlepas dan balik menggenggam tangan Arumi, yang tepat berada dibelakang punggung Putra.


Tanpa terasa air mata Arumi mengalir lebih Banyak, genggaman tangan mungil itu sudah menjawab semua ketakutannya. Para orangtua yang menyaksikan momen itu pun ikut bahagia dan terharu.


**

__ADS_1


TERIMA KASIH atas support kalian semua. Aylopyu AlπŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•. Komentar kalian kaya mood booster buat aku.


__ADS_2